Bertampang Tradisional, Grayton Origin Sembunyikan Komponen Smartwatch di Strap Kulitnya

Eksistensi smartwatch hybrid atau smartwatch analog yang dipelopori oleh Withings membuktikan bahwa dunia masih belum bisa move on dari pesona jam tangan tradisional, tapi di saat yang sama mendambakan fitur tracking maupun notifikasi yang hanya bisa didapat dari smartwatch. Alhasil, pabrikan-pabrikan lain pun mengikuti jejak Withings, dan salah satu yang terbaru adalah Grayton.

Meski bukan berasal dari Swiss, Grayton cukup dikenal akan komitmennya terhadap jam tangan dengan mekanisme otomatis, atau yang umumnya dikenal dengan istilah self-winding. Asalkan jam tangan terus dipakai, ia sama sekali tidak memerlukan tenaga ekstra dari sebuah baterai untuk bisa terus beroperasi.

Kini, Grayton mencoba mengawinkan mekanisme self-winding dengan kecerdasan yang ditawarkan smartwatch. Bodi jam tangan self-winding sendiri sebenarnya sudah penuh dengan komponen yang sangat kompleks, lalu di mana sensor macam accelerometer dan gyroscope bisa ditanamkan, tidak ketinggalan juga modul Bluetooth?

Strap kulit atau nylon-nya sama sekali tidak terlihat aneh meskipun mengemas sejumlah sensor plus baterai / Grayton
Strap kulit atau nylon-nya sama sekali tidak terlihat aneh meskipun mengemas sejumlah sensor plus baterai / Grayton

Strap-lah jawabannya. Inovasi ini akhirnya melahirkan Grayton Origin, yang jika dilihat dari sudut manapun, sama sekali tidak terlihat seperti smartwatch. Hal ini mungkin mengingat Origin menyembunyikan semua komponen esensial smartwatch di dalam strap kulitnya – atau yang berbahan nylon jika konsumen lebih sreg dengannya.

Namun jangan bayangkan strap-nya kemudian jadi terlihat aneh dan besar, sebab wujudnya pun hampir tidak berbeda ketimbang strap biasa. Fitur pintarnya sendiri mencakup activity tracking, notifikasi, kontrol musik dan kamera, dan sejumlah lainnya yang bisa diatur lewat aplikasi pendamping Grayton di ponsel.

Jam tangan dan strap dapat beroperasi secara mandiri dan tidak tergantung satu sama lain / Grayton
Jam tangan dan strap dapat beroperasi secara mandiri dan tidak tergantung satu sama lain / Grayton

Meski jamnya sendiri tidak memerlukan baterai, strap-nya ternyata masih perlu diisi ulang. Namun Anda tidak perlu memasangkan kabel apa-apa, sebab bagian ujung strap-nya bisa dikupas untuk memunculkan konektor USB. Tinggal tancapkan ke laptop selama sekitar 2 jam, lalu strap-nya siap beroperasi lagi sampai 10 hari sekaligus.

Lebih menarik lagi, ukuran strap yang mengikuti standar 20 mm berarti Anda pada dasarnya bisa mengubah hampir semua jam tangan tradisional yang tersedia di pasaran menjadi smartwatch dengan strap pintar bikinan Grayton ini.

Buat yang tertarik meminang Grayton Origin, bisa menjadi backer di Indiegogo dengan dana $149. Harga ini sangat spesial mengingat retail-nya diperkirakan berkisar $395.

Susul Fossil dan Michael Kors, Skagen Luncurkan Jam Tangan Analog Berkemampuan Activity Tracking

Setelah Fossil dan Michael Kors merilis smartwatch-nya masing-masing, kini ganti Skagen yang mencuri perhatian. Brand asal Denmark yang masih di bawah perusahaan induk Fossil Group tersebut memperkenalkan smartwatch perdananya, Hagen Connected.

Sedikit berbeda dari kepunyaan Fossil dan Michael Kors yang memakai sistem operasi Android Wear, Skagen Hagen Connected pada dasarnya merupakan jam tangan analog dengan sejumlah fungsi pintar. Konsepnya lebih mirip seperti yang ditawarkan Withings lewat lini Activite, dimana secara sepintas Anda tidak akan menyangka kalau ia dibekali fitur activity tracking.

Hagen Connected sendiri juga demikian; ia dapat memonitor langkah kaki pengguna, lalu menampilkan progress-nya lewat sebuah dial kecil yang tertanam di wajahnya. Selagi tersambung ke smartphone Android atau iPhone, ia bisa bergetar ketika ada notifikasi yang masuk – pengguna dapat mengatur tipe notifikasi yang hendak diteruskan lewat aplikasi pendampingnya.

Tidak cuma itu, Hagen Connected juga bisa dipakai untuk mengakses sejumlah fungsi smartphone, seperti mengambil foto atau mengontrol jalannya musik lewat tombol yang berada di bagian samping kanannya. Soal baterai, ia tak perlu Anda charge setiap malam sebab baterai yang digunakan adalah baterai kancing standar.

Selain Hagen Connected, Skagen turut memperkenalkan Connected Activty Tracker yang juga dibekali fitur sleep tracking. Perangkat ini mempunyai strap yang bisa dilepas-pasang dan juga menggunakan baterai kancing standar.

Skagen Hagen Connected rencananya akan dipasarkan mulai bulan September seharga $195 dengan empat pilihan strap: dua berbahan kulit, silikon dan stainless steel model jaring. Connected Activity Tracker di sisi lain akan menyusul pada bulan Oktober seharga $95.

Sumber: Wareable.