Tinc for the Indonesian Startup Ecosystem

The digital economy is rapidly growing, and Indonesia is at the forefront of this shift. The demand for digital products and services is increasing, and Telkomsel is committed to driving this growth through collaboration.

Presented by Telkomsel, Tinc is an accelerator program that fosters collaboration between innovative startups and Telkomsel. Tinc allows innovators to collaborate with Telkomsel and develop digital innovation ecosystems. Through collaboration with local innovators, Tinc gathers and accommodates innovation to develop technologies ready for B2B and B2C commercialization.

This infographic provides a startup ecosystem overview of Tinc, enhancing its product lines and offering innovators highly beneficial resources to fuel their growth.

The complete report can be accessed by downloading Tinc Impact Report 2023 for free.

Tinc for the Indonesian Startup Ecosystem

Landscape Studies of Indonesia’s Startup Builder Ecosystem

Indonesia’s economy has benefited from advancements in new technologies. Innovations like artificial intelligence (AI), quantum computing, securitization, and the increasingly relevant Web3 technologies in 2023 are reshaping the way various industries operate. These changes present new opportunities and pave the way for more sophisticated and efficient solutions.

However, collaboration and concrete actions from all parties within the digital startup ecosystem are essential to ensure sustained growth. Governments, private sectors, investors, and startup builders, such as incubators and accelerators, play pivotal roles in propelling development in this sector. This infographic provides an overview of the landscape of startup builders in Indonesia.

The complete report can be accessed by downloading Tinc Impact Report 2023 for free.

Landscapes Studies of Indonesia's Startup Builder Ecosystem

Infografik: Studi Layanan Paylater di Platform E-commerce Indonesia

Berikut ini hasil riset yang dilakukan tim DailySocial terhadap berbagai layanan paylater yang terintegrasi dengan top 15 e-commerce dan/atau online marketplace di Indonesia.

Infografik Perbandingan Paylater Indonesia

Ulasan selengkapnya mengenai riset ini bisa dibaca melalui artikel berikut: Studi Layanan Paylater di Platform E-commerce Indonesia.

Kitabisa Sampaikan Tren Prositif Layanan Crowdfunding di Indonesia

Platform crowdfunding Kitabisa mengumumkan sepanjang tahun ini berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 61 miliar, naik tujuh kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp 7,2 miliar. Adapun rincian pengelolaan dana tersebut Kitabisa mewadahi 3.227 kampanye dan menghubungkan 192 ribu donatur, dengan rata-rata donasi per orang sebesar Rp 289 ribu.

Penggalangan dana terbesar yang berhasil dihimpun oleh Kitabisa adalah masjid Chiba Jepang dengan nilai mencapai Rp 3,2 miliar. Untuk kampanye populer lainnya, seperti bencana & kemanusiaan di Garut ketika banjir bandang sebesar Rp 883 juta dan banjir Sumedang Rp 203 juta. Ada juga untuk bantuan medis perjuangan tumor otak di perantauan sebesar Rp 471 juta.

Kemudian terkait isu nasional misalnya donasi untuk dukungan Rio Haryanto sebesar Rp 273 juta, dan kegiatan lain seperti Shelter Garda Satwa Indonesia sebesar Rp 285 juta.

Pencapaian yang drastis ini turut membuat pihak Kitabisa jadi semakin yakin untuk prospeknya di tahun depan. CMO Kitabisa Vikra Ijas mengatakan, tren crowdfunding di 2017 akan semakin cerah karena mulai dari meningkatnya awareness penggunaan platform crowdfunding itu sendiri.

Masyarakat akan makin memperbanyak kampanye crowdfunding sosial yang sifatnya mikro atau personal. Misalnya untuk membantu teman yang butuh bantuan biaya pengobatan atau terkena musibah.

Kemudian semakin banyak cara kreatif yang digunakan untuk melakukan crowdfunding, contohnya menggunakan momentum ulang tahun, melakukan tantangan pribadi seperti lari marathon, cukur rambut, dan menawarkan hadiah unik untuk donatur.

“Ditambah lagi, tren ke depannya akan semakin banyak tokoh publik yang menggunakan influence dari mereka untuk membantu sesama seperti yang dilakukan Ridwan Kamil untuk korban banjir Garut dan Sumedang pada beberapa waktu lalu,” ucapnya kepada DailySocial, Kamis (29/12).

Sementara dari sisi donatur, sambung Vikra, tren kategori crowdfunding seperti biaya media, religi dan bencana alam atau kemanusiaan masih akan menjadi terpopuler ke depannya. Kemudian disusul dengan kategori pendidikan dan menolong hewan, kedua kategori ini diprediksi juga bakal tumbuh pesat.

Kitabisa juga berkomitmen untuk terus meningkatkan performa dan fungsionalitas platform agar makin mudah diakses oleh semua orang. Pihaknya juga akan terus melanjutkan fokus berinovasi di sektor zakat.

Fitur barunya ini, sudah diluncurkan sejak Juni 2016 yang lalu dengan menggandeng tiga badan pengelola zakat, yaitu Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Dompet Dhuafa, dan Rumah Zakat.

“Dengan potensi zakat mencapai Rp217 triliun per tahun, kami percaya optimalisasi zakat dapat menjadi jembatan menuju kesejahteraan sosial yang merata bagi rakyat Indonesia,” pungkas Vikra.

Infografis laporan penggalangan dana online Kitabisa di Indonesia selama 2016 / Kitabisa
Infografis laporan penggalangan dana online Kitabisa di Indonesia selama 2016 / Kitabisa

 

Infografis: Fakta Soal Amazon Web Services

Amazon Web Services (AWS) adalah salah satu layanan cloud yang paling populer di dunia. Dari pasar cloud yang bernilai $2 miliar, AWS menguasai 60%-nya. Suatu perusahaan yang melakukan analisis terhadap bisnis di AWS, Newvem, membuat sebuah infografis yang memberikan sejumlah fakta soal layanan AWS ini.

Continue reading Infografis: Fakta Soal Amazon Web Services