[Game Playlist] Life is Strange Android, Ketika Waktu Bisa Diulang Kembali

Sebelum mulai bekerja, mengaktifkan fitur WiFi di smartphone, lalu membuka Google Play Store, dan memperbarui aplikasi – telah menjadi kebiasaan baru yang rutin saya lakukan tiap pagi.

Namun, kamis pagi kemarin terasa sangat spesial karena salah satu game yang sudah lama ingin saya mainkan telah tersedia untuk diunduh di Play Store – game itu adalah Life is Strange.

life-is-strange-android

Life is Strange adalah game adventure yang dirilis secara episodic oleh Square Enix. Game ini awalnya tersedia di platform konsol dan PC sejak 2015.

Setelah dua tahun, barulah tiba di platform mobile. Apple iOS mendapatkan lebih dulu pada bulan Desember 2017 dan Android menyusul setelah berselang enam bulan. Ya, masih ada saja developer atau publisher game yang lebih menganaktirikan Android.

Sebelum bermain, saran saya tancapkan earphone dan menaikkan level brightness untuk menikmati audio dan kualitas grafis yang optimal. Saya telah sedang mencoba episode pertama yang berjudul Chrysalis, akan saya ceritakan sedikit di sini dan selebihnya Anda harus mencobanya sendiri.

Plot Cerita Life is Strange

Life is Strange adalah game bergenre interactive story yang berfokus pada cerita. Mengisahkan petualangan gadis bernama Max Caulfield, ia adalah seorang murid kelas fotografi di Blackwell Academy – kota Arcadia Bay.

Game dibuka dengan adegan yang sangat mengerikan, hujan deras turun dan ia terbangun di sebuah bukit. Rupanya di situ sedang terjadi tornado air yang sangat dahsyat.

Lalu, tiba-tiba Max kembali ke ruang kelas – awalnya saja sudah penuh misteri. Entah mungkin kurang fokus, Max mengambil foto selfie dan mendapatkan teguran dari dosen.

Seusai pelajaran, ia berusaha menenangkan diri ke toilet dari pengalaman yang tidak mengenakkan di kelas. Namun, ia justru menyaksikan pertengkaran temannya yang berujung aksi pembunuhan.

Sontak membuat Max sangat panik dan ketakutan setengah mati. Lalu, secara ajaib tiba-tiba ia kembali ke kelas tadi, rupanya kejadian tersebut memicu kekuatan Max yakni memutar kembali waktu.

Max kemudian menggunakan kekuatan tersebut untuk kembali ke masa lalu, mengubah kejadian yang tak menyenangkan di kelas. Kemudian, mencoba menggagalkan pembunuhan di toilet tadi.

Cerita berlanjut pada petualangan Max dalam menyelidiki hilangnya temannya, Rachel Amber. Ya, kekuatannya mampu mengubah mempermainkan takdir, opsi yang dipilih akan menimbulkan konsekuensi dan mempengaruhi jalan cerita.

Spesifikasi Smartphone Android yang Dibutuhkan

life-is-strange-android

Bagi yang ingin mencobanya, Life is Strange membutuhkan smartphone yang menjalankan Android 6.0 Marshmallow atau yang lebih baru. Selain itu, smartphone harus memiliki prosesor 64 bit, GPU yang mendukung OpenGL 3.1, dan mininum RAM 2GB.

Soal kualitas grafisnya, sebenarnya sudah cukup memukau untuk standar game mobile. Tapi, memang tak bisa disandingkan dengan versi konsol dan PC, karena grafisnya kurang begitu detail.

Mekanisme kontrolnya simpel, tapi tetap menawarkan pengalaman yang interaktif. Ada tiga kontrol yang tersedia, yaitu tap to move, virtual pad, atau joystick. Game ini juga mendukung penuh terhadap penggunaan kontroler.

life-is-strange-android

Saat ini Life is Strange di Android terdapat lima episode, episode pertama bisa dimainkan secara gratis. Bila ingin melanjutkan pertualangan, Anda bisa membeli paket komplet empat episode sekaligus dengan harga spesial yang lebih murah Rp129.000.

Bagi Anda yang ragu-ragu ingin melanjutkan atau tidak, harga episode masih murah yakni Rp15.000. Tapi episode tiga dan seterusnya masing-masing per episode dibanderol Rp75.000.

Verdict

Kemampuan memutar kembali waktu mungkin merupakan sebuah kekuatan yang setiap orang di dunia ini inginkan, walaupun itu hanya dalam hitungan menit. Namun meski cerita adalah nilai jual utama, sayangnya versi Android belum didukung subtitle bahasa Indonesia.

Life is Strange ini bukanlah game kompetitif seperti Mobile Legends ataupun PUBG Mobile yang harus ngotot untuk menang. Anda bisa memainkan Life is Strange dengan benar-benar santai, sekalian bisa sekalian bernostalgia saat masa-masa sekolah – walaupun suasana sekolah di Amerika Serikat dan Indonesia pastinya berbeda.

Application Information Will Show Up Here

Cara Mengubah Foto Hitam Putih Menjadi Berwarna dengan Smartphone Android

Jaman dulu, foto dicetak dalam dua warna; hitam dan putih. Klasik, otentik tapi terlihat kuno. Lalu bagaimana cara untuk membuatnya menjadi lebih menarik tanpa mengubah satupun elemen di dalamnya, tanpa efek ataupun filter? Nah, bagaimana kalau mewarnainya saja? Pasti terlihat lebih hidup.

Jika sudah merasa yakin, langsung saja lakukan langkah-langkah ini.

Persiapan

  • Scan dahulu foto hitam putih yang Anda temukan. Untuk Anda yang menggunakan smartphone Xiaomi, bisa mengikuti tutorial di artikel ini, agak berbeda tapi bisa diterapkan untuk foto atau gambar.
  • Tapi jika Anda tidak menggunakan smartphone Xiaomi, Anda bisa memakai aplikasi pihak ketiga di Play Store, misalnya CamScanner, PhotoScan dari Google, Rapid Scanner dan Image Scanner dari DnD Software.

Mengubah Warna Foto

  • Setelah foto hasil scan didapat, sekarang unduh dan install aplikasi Polychrome – color old black & white photos. Jalankan setelah aplikasi terpasang.
  • Beri tanda centang di opsi Full quality untuk mendapatkan hasil editan berkualitas optimal. Tapi, proses perubahan warna akan membutuhkan waktu lebih lama. Selanjutnya, ada dua tombol yang bisa Anda pergunakan, kamera dan foto lokal. Karena foto yang di-edit ada di memori, maka tap ikon foto di sebelah kanan Anda.

Screenshot_2018-07-21-10-41-29-888_com.luplyapps.polychrome

 

  • Pilih foto hitam putih yang sudah Anda scan sebelumnya.
  • Begitu muncul di Polychrome, sesuaikan lagi area yang diinginkan. Jika dirasa sudah pas, tap tombol SCAN.

Cara Mengubah Foto Hitam Putih Menjadi Berwarna di Android_1

 

  • Proses perubahan warna membutuhkan waktu beberapa puluh detik, tergantung ukuran berkas foto yang diubah.

Screenshot_2018-07-21-11-03-24-836_com.luplyapps.polychrome

 

  • Selesai, seperti ini hasil akhirnya. Foto yang tadinya hitam putih berhasil diubah menjadi foto berwarna.

Cara Mengubah Foto Hitam Putih Menjadi Berwarna di Android_2

 

Selanjutnya, Anda dapat membagikan foto ke layanan atau aplikasi pihak ketiga seperti WhatsApp, Facebook, Email dan lain sebagainya.

Screenshot_2018-07-21-10-44-25-530_android

 

Catatan

  • Aplikasi Polychrome bisa dipakai tanpa biaya apapun. Tapi, mereka menerapkan skema kredit yang bisa habis jika aplikasi digunakan terus menerus. Untuk memperoleh tambahan kredit, Anda bisa memutar iklan video atau membelinya.
  • Warna yang dihasilkan Polychrome tidak sepenuhnya sempurna sesuai dengan warna benda yang sebenarnya. Tapi, dari beberapa percobaan, saya merasa sangat puas dengan hasilnya.
  • Untuk hasil yang lebih baik, gunakan aplikasi scanner pihak ketiga, bukan kamera manual. Karena hasil akhir ditentukan oleh seberapa baik kualitas foto awal.

Sumber gambar header Pixabay.

Rolls-Royce Kembangkan Robot Mini untuk Membantu Mempercepat Perbaikan Mesin Pesawat

Rolls-Royce mungkin lebih dikenal sebagai produsen mobil super-mewah, akan tetapi pabrikan asal Inggris itu sebenarnya sudah memproduksi mesin pesawat sejak era Perang Dunia I, dan masih terus aktif sampai saat ini. Mereka pun juga tidak mau ketinggalan perihal teknologi. Buktinya, mereka sedang mengembangkan robot untuk membantu mempercepat proses perbaikan mesin pesawat.

Proyek ini Rolls-Royce kerjakan bersama para cendekiawan asal Harvard, University of Nottingham, dan sejumlah mitra lainnya. Bukan cuma satu, total ada empat robot yang tengah ditelusuri konsepnya, serta ada pula yang sudah mulai masuk dalam tahap pengembangan.

Robot yang pertama dijuluki Swarm, memiliki bentuk menyerupai kecoak dengan diameter sekitar 10 mm. Fungsinya adalah untuk merayap ke bagian tengah mesin, melakukan inspeksi visual di area-area yang sulit, yang sebelumnya mustahil dijangkau tanpa melepas mesin dari rangka pesawat.

Rolls-Royce Swarm robot

Setiap unit Swarm dilengkapi kamera kecil berdimensi 15 mm sehingga apa yang dilihat bisa langsung dipantau oleh tim operator secara real-time. Sebelum memulai aksinya, Swarm akan terlebih dulu ‘diantar’ oleh robot kedua yang bernama Flare. Flare memiliki bodi yang fleksibel macam seekor ular, sehingga ia dapat dioperasikan layaknya sebuah endoskop.

Kombinasi ini diyakini dapat mempercepat proses perbaikan secara drastis. Berbicara kepada CNBC, James Kell yang menjabat sebagai Technology Specialist di Rolls-Royce memperkirakan waktu inspeksi yang diperlukan oleh robot-robot ini mungkin hanya sekitar lima menit, sedangkan kalau ditangani tim mekanik seperti yang ada sekarang, bisa memakan waktu sampai lima jam.

Robot yang ketiga dinamai Inspect, persis sesuai fungsinya. Secara teknis, Inspect merupakan kamera kecil berwujud ala periskop yang ditanamkan secara permanen ke dalam mesin. Berdasarkan observasinya dari waktu ke waktu, Inspect bakal melapor ketika masa perawatan mesin sudah tiba.

Mesin pesawat Rolls-Royce Trent XWB / Rolls-Royce
Mesin pesawat Rolls-Royce Trent XWB / Rolls-Royce

Robot yang terakhir disebut dengan istilah remote boreblending, dan ini yang sudah mulai masuk tahap pengembangan. Robot ini bertugas melakukan perbaikan, semisal mereparasi bilah kompresor menggunakan laser, dan sesuai namanya, ia bisa dikendalikan secara remote oleh tim operator di markas Rolls-Royce, yang berarti waktu tidak akan terbuang sia-sia hanya untuk menerbangkan tim mekanik ke lokasi pesawat.

Kalau kita perhatikan, robot-robot ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia secara menyeluruh. Mereka tidak lebih dari sebatas alat bantu, dan kehadiran tim ahli tentu masih sangat diperlukan. Jadi, ya, sepertinya profesi teknisi mesin pesawat masih aman dari jarahan robot, setidaknya untuk beberapa tahun mendatang.

Sumber: CNBC dan Rolls-Royce.

Corning Gorilla Glass DX dan Gorilla Glass DX+ Berikan Kejernihan Lebih Baik untuk Layar Smartwatch

Selain mengumumkan Gorilla Glass 6 yang akan membuat perangkat mobile yang menggunakannya lebih tahan benturan, Corning juga mengumumkan kaca penutup untuk smartwatch bernama Gorilla Glass DX dan Gorilla Glass DX+. Kemunculan generasi baru penerus Gorilla Glass SR Plus menjadi angin segar karena itu artinya dalam waktu dekat kita akan segera melihat perangkat wearable yang diperkuat oleh keduanya.

Gorilla Glass DX dan Gorilla Glass DX+ merupakan properti antireflektif yang tidak hanya memberikan daya tahan lebih baik terhadap goresan, tapi juga meningkatkan kejernihan optik dan mempertahankan sensitivitas layar terhadap input sentuhan.

Dikembangkan sebagai penerus Gorilla Glass SR Plus, jajaran Gorilla Glass DX dan Gorilla Glass DX+ ini dipersiapkan tidak semata-mata untuk perangkat wearable seperti smartwatch dan fitness tracker, tapi juga tidak tertutup kemungkinan dibenamkan pula ke perangkat yang mempunyai penampang layar yang relatif lebih lebar.

Selain menonjolkan daya tahan – sebagaimana reputasi Corning selama ini, pelapis baru dari Corning juga mengurangi refleksi objek atau pantulan sebesar 75 persen dibandingkan kaca standar. Walhasil, layar perangkat yang mengenakan pelapis Gorilla Glass DX dan Gorilla Glass DX+ akan lebih mudah terlihat meskipun di bawah terik sinar matahari. Selain itu, Corning juga meningkatkan rasio kontras layar hingga 50 persen dengan tingkat kecerahan yang sama. Peningkatan ini juga berdampak baik terhadap daya tahan baterai, karena tak harus membakar daya lebih banyak untuk memperoleh kecerahan tersebut.

Corning Gorilla Glass DX dan DX Plus dipisahkan oleh kemampuan dalam menahan goresan. Gorilla Glass DX biasa menawarkan resistansi yang sama seperti Gorilla Glass standar, sementara ketahanan goresan DX Plus akan sejajar dengan bahan cover mewah yang lebih cocok untuk perangkat smartwatch premium.

Sumber berita Corning.

Tempow Garap Teknologi untuk Menghubungkan 6 Speaker Bluetooth Menjadi Sistem Surround

Belakangan ini mulai banyak speaker nirkabel yang menawarkan fitur stereo pairing, di mana pengguna dapat menyambungkan dua speaker yang sama sehingga yang dihasilkan adalah suara stereo. Oke, lalu bagaimana dengan surround? Bisakah kita menghubungkan enam speaker hingga membentuk konfigurasi surround 5.1?

Bisa, bahkan speaker-nya pun boleh berbeda, baik beda model maupun beda merek. Kedengarannya seperti sihir, tapi seperti inilah fungsi dari teknologi yang dikembangkan oleh startup asal Paris bernama Tempow. Buah kecerdasan mereka sudah bisa dinikmati oleh para pengguna Moto X4, di mana ponsel tersebut dapat disambungkan ke empat perangkat Bluetooth sekaligus.

Sebagai langkah selanjutnya, Tempow berniat membawa teknologinya ke ranah TV dan set-top box. Di sini TV tak hanya sekadar bisa disambungkan ke beberapa speaker Bluetooth sekaligus, akan tetapi deretan speaker tersebut juga bisa dioperasikan dalam konfigurasi surround 5.1 ala set home theater.

Jadi semisal kita punya 6 speaker Bluetooth, kita dapat memilih salah satu yang bass-nya terasa paling boomy untuk dioperasikan layaknya subwoofer, lalu sisanya diposisikan mengelilingi ruangan. Yang mencengangkan, semua ini berlangsung via protokol Bluetooth dan tanpa mengandalkan kompresi lebih lanjut terhadap audio yang diputar.

Satu hal yang berpotensi menjadi kendala adalah, menghadirkan teknologi yang disebut dengan istilah Tempow Audio Profile (TAP) ini tidak semudah mengunduh aplikasi dari Play Store begitu saja. Instalasi TAP harus berlangsung di level mendasar suatu sistem operasi, yang berarti Tempow harus bekerja sama langsung dengan produsen perangkat yang bersangkutan.

Menjelang akhir tahun nanti, Tempow bilang bahwa teknologinya dapat dinikmati melalui dua smartphone baru. Untuk TV, Tempow masih dalam tahap diskusi bersama sejumlah pabrikan.

Sumber: Engadget.

Sudah Saatnya Pemerintah Mendorong Perbaikan Menyeluruh Melalui Transformasi Digital

Hari ini (20/7) saya melakukan perpanjangan SIM di kantor Samsat Polres Purworejo, Jawa Tengah. Setelah menjalani serangkaian proses –dari cek kesehatan, pemberkasan, pengambilan sidik jari dan foto—nama saya dipanggil oleh petugas untuk mengambil hasilnya. Bukan kartu SIM berwarna putih yang saya dapatkan, melainkan secarik kertas berwarna oranye sebagai SIM sementara. Petugas mengatakan bahwa kartu SIM belum bisa diterbitkan lantaran bahan material habis, konon di level nasional.

Saya pun menanyakan, estimasi waktu kartu SIM bisa jadi dan diambil. Petugas hanya menyarankan saya untuk datang dan memeriksa ke kantor Satlantas secara rutin untuk menanyakan – kemungkinan besar akan lebih dari sebulan. Dalam formulir pengajuan perpanjangan SIM, saya mengisikan alamat email dan kontak ponsel.

Hal menarik berikutnya ialah saat proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) beberapa waktu lalu. Prosesnya menyita perhatian hampir masyarakat seantero nusantara. Pasalnya sistem zonasi (mewajibkan calon siswa SMP dan SMA sederajat bersekolah di wilayah terdekat) kecolongan dengan adanya kecurangan, yang paling memprihatinkan disebabkan karena penyalahgunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Aturan pemerintah memberikan porsi 20% untuk siswa ber-SKTM di tiap sekolah. Layaknya menjadi sebuah kesempatan emas, banyak peserta didik yang nilainya kurang baik diakali dengan mengajukan SKTM ke Kantor Desa untuk mendongkrak nilai.

Terkait SKTM bodong, beberapa wilayah seperti Jawa Tengah sudah melakukan langlah represif dengan melakukan cross-check dan survei ke rumah untuk peserta didik ber-SKTM. Di Jawa Tengah 78.065 SKTM dibatalkan.

***

Lalu mari kita amati dua kasus di atas untuk menemukan variabel yang dapat ditarik menjadi solusi. Pertama soal ketersediaan material pembuatan kartu SIM yang habis secara massal. Dalam setiap kartu SIM terdapat tanggal kedaluwarsa, berdurasi 5 tahun dan disesuaikan dengan tanggal lahir. Ini menjadi salah satu data yang sebenarnya dapat diolah untuk menghasilkan analisis dan proyeksi soal kebutuhan material kartu SIM dan arus pembuatannya.

Ilustrasi tentang visualisasi data / Pexels
Ilustrasi tentang visualisasi data / Pexels

Melalui teknik pengolahan kualitatif, data dapat digunakan untuk menemukan tren terkait dengan peak time pembuatan atau perpanjangan SIM — sehingga dapat dijadikan rujukan untuk pemesanan bahan-bahan dalam kerangka waktu tersebut. Untuk memudahkan pembacaan data, dapat dibuat juga sebuah visualisasi sederhana yang dibagi per sektor.

Tantangannya mungkin pada infrastruktur data yang harus dibangun, mengingat data tersebut tergolong yang harus ditempatkan di server lokal. Namun jika masalahnya memang pada keterbatasan anggaran untuk itu, saat ini banyak skema penerapan teknologi yang memudahkan implementasi di tahap awal, misalnya menggunakan solusi berbasis hybrid-cloud.

Solusi tersebut bisa menempatkan sebagian data krusial ke dalam server yang dikelola secara on-premise, sisanya memanfaatkan Platform as a Services (PaaS) dan IaaS (Infrastructure as a Services) yang disediakan oleh vendor komputasi awan – khususnya untuk penyebaran dan akses layanan.

Memulai dengan integrasi data

Kemudian soal isu SKTM dalam proses PPDB. Langkah represif yang dilakukan Pemerintah Daerah setempat melakukan check & re-check SKTM dengan data kependudukan setempat. Idealnya pengecekan tersebut menjadi solusi preventif yang dilakukan saat proses pendaftaran. Sehingga tidak terlebih dulu mendapatkan tempat. Ada beberapa solusi berbasis digital yang dapat diterapkan.

Salah satunya dengan mengembangkan aplikasi sederhana yang dapat memvalidasi keabsahan SKTM. Trigger-nya bisa berupa NPWP atau NIK orang tua, sehingga diketahui jenis pekerjaan dan besaran pendapatan yang didapat. Atau jika hendak lebih mendalam, bisa juga menambahkan validasi yang didasarkan data pertanahan, untuk mengetahui aset yang dimiliki orang tua. SKTM sendiri diterbitkan secara manual oleh perangkat di Balai Desa.

Sayangnya langkah tersebut saat ini terlihat sulit terealisasi, pasalnya masing-masing badan di pemerintahan belum punya (setidaknya sejauh pengamatan saya) standardisasi dalam pengelolaan struktur data. Serta adanya model integrasi yang dapat saling dikaitkan, misalnya dalam bentuk Application Programming Interface (API) untuk kebutuhan query data.

Menjadikan transformasi digital sebagai visi

Dasar pemikiran yang harus ditanamkan bahwa transformasi digital tidak sekadar memanfaatkan komputer untuk membantu kegiatan operasional. Lebih dari itu, di dalamnya terdapat serangkaian tindakan yang mengarahkan pada efektivitas proses bisnis. Teknologi hanya satu dari banyak aspek yang harus dipenuhi, didukung aspek lain seperti inovasi berkelanjutan, kolaborasi antar pihak, pengelolaan dan analisis data, hingga mengedepankan kultur data-driven (memastikan setiap tindakan terukur dan didasarkan data).

The building blocks of digital transformation / Ionology
The building blocks of digital transformation / Ionology

Regulasi menjadi penting untuk menyusun ulang atau setidaknya menjadi pedoman restrukturisasi fondasi data antar lembaga. Prosesnya tidak dapat dipusatkan di awal, namun bergerak eksponensial seiring dengan peningkatan platform. Ini adalah investasi besar, namun banyak hal yang nantinya bisa dituai. Termasuk untuk bidang-bidang lain, misalnya dalam mengurangi kesenjangan sosial.

Data Bank Dunia menempatkan “Kesempatan Kerja” menjadi salah satu kesenjangan terbesar di Indonesia, dengan persentase mencapai 62,6 persen. Masyarakat dianggap sulit untuk menemukan lapangan kerja yang sesuai. Namun di lain sisi, industri juga kesulitan untuk menemukan talenta guna memenuhi tenaga kerja di perusahaannya. Mudahnya, lihat situs lowongan seperti LinkedIn, setiap hari ada jutaan kesempatan kerja ditawarkan. Masalahnya, mengapa kesempatan itu tidak berbanding lurus dengan ketersediaan di masyarakat?

Lantas sekarang kita bayangkan jika pemangku kebijakan (dalam hal ini Kemendikbud dan Kemenristekdikti) mulai menyusun strategi berbasis data. Dari kondisi riil yang ada saat ini, mereka dapat memetakan sebaran lulusan beserta kompetensi yang menjadi spesialisasi. Kemudian bekerja sama dengan Kemenaker untuk memetakan data kebutuhan tenaga kerja dari berbagai perusahaan di seluruh penjuru Indonesia.

Dari konsolidasi data tersebut maka akan didapatkan kesimpulan, kompetensi apa yang surplus dan defisit dihasilkan oleh universitas beserta sebarannya. Dibandingkan dengan kesempatan kerja apa yang surplus dan defisit dibutuhkan industri beserta sebarannya.

Disadari betul, tidak mudah melakukan perombakan ketika ada sangkut pautnya dengan kepentingan politik. Namun justru di tahun politik seperti masa-masa yang akan kita hadapi sebentar lagi menjadi kesempatan untuk me-refresh ulang calon-calon pengisi kursi pemangku kebijakan, didasarkan pada pandangan strategis nan visioner yang ditawarkan. Sulit memang untuk merealisasikan hal-hal di atas, tapi akan lebih sulit lagi saat kita mendapati ketertinggalan negara kita di jaman yang semakin kompetitif.

Kebut Manuver ke Pasar Eropa, Sharp Hadirkan Aquos C10 dan Aquos B10

Dalam dua tahun terakhir, Sharp kian serius menggarap segmen mobile lewat sejumlah manuver terutama di pasar domestik dan Asia. Berjalan cukup mulus di sana, Shap mulai memperluas jaringannya di pasar Eropa. Ekspansinya ke sana ditandai dengan peluncuran dua buah smartphone kelas menengah premium dari jajaran Aquos, yaitu Aquos C10 dan Aquos B10.

Sharp Aquos C10

Di antara keduanya, Aquos C10 adalah yang paling kuat. Tampilan luarnya menampilkan layar 5,5 inci dengan resolusi 2040 x 1080 piksel. Rancangan Aquos C10 mencoba mengakomodir tren notch, namun dengan ukuran yang lebih mungil hanya cukup untuk menampung kamera selfie.

Sharp Aquos C10_front

 

Di balik layar 17:9-nya, bersemayam chipset Snapdragon 630 bersama-sama RAM 4GB dan memori internal 64GB. Kemudian bila dibalik ke belakang, kita bisa jumpai kamera ganda 12MP + 8MP di belakang dan putar lagi ke depan ada kamera selfie 8MP f/2.0. Seperti kebanyakan smartphone terbaru, Aquos C10 juga menawarkan akses perangkat menggunakan wajah sebagai alternatif sensor sidik jari.

Sharp Aquos B10

Aquos B10 merupakan model yang lebih rendah, tapi juga tentunya lebih ramah di kantong. Pun begitu, ada sejumlah kelebihan yang membuat Aquos B10 cukup menggoda. Masih mengadopsi Android 7.0 Nougat, Aquos B10 tampil apik dengan layar 5,7 inci beresolusi 1440 x 720 5,7 inci dan rasio 18:9. Di atas layar adalah sensor 13MP yang lebih menjanjian ketimbang kamera selfie Aquos C10. Keunggulan ini membuat B10 lebih pas untuk kalangan remaja yang memang gemar narsis.

Sharp B10_1

 

Jeroan Aquos B10 dimotor prosesor MT6750T, RAM 3GB dan penyimpanan 32GB yang dapat diperluas. Di bagian belakang juga ada dua buah kamera, 13MP + 8MP dan beberapa sentimeter di bawah ini duduk sensor pemindai sidik jari yang akan menjadi pelapis bagi fitur face unlock.

Sharp Aquos B10

 

Harga

Harga Sharp Aquos C10 dan B10 terpaut cukup jauh. Di kelas teratas, Aquos C10 ditawarkan dengan banderol €400. Sedangkan Aquos B10 bisa diperoleh hanya dengan €300.

Sumber berita GSMarena dan Nieuwemobiel.

Layaknya Tablet, Phablet Xiaomi Mi Max Resmi Dikenalkan dengan Layar 6,99 Inci

Dulu, smartphone dengan layar jumbo di atas 5,5 inci kerap disebut sebagai phablet. Sementara, 7 inci atau lebih mulai disebut tablet. Kini, batasan itu sekarang makin kabur, Xiaomi telah merilis phablet terjangkau seri Mi Max generasi ke-3 dengan layar 6,99 inci.

Meski begitu, dimensi Mi Max 2 (174.1×88.7×7.6 mm) dengan Mi Max 3 (176.2×87.4×8 mm) ini tak beda jauh. Hal tersebut karena bezel yang lebih tipis, serta penggunaan aspek rasio 18:9 yang memanjang dan lebih sempit.

Xiaomi-Mi-Max

Layar IPS ukuran 6,99 inci pada Mi Max 3 ini disokong resolusi Full HD+ 1080×2160 piksel (350 ppi). Body-nya terbuat dari logam dengan bobot 221 gram, itu sudah termasuk baterai berkapasitas 5.500 mAh.

Xiaomi-Mi-Max

Otaknya sama seperti Redmi Note 5, Xiaomi mempercayakannya kepada chipset Qualcomm Snapdragon 636 yang menawarkan performa mantap dan tetap hemat daya. RAM besaran 6GB juga siap menstabilkan kinerjanya, didukung pilihan memori internal 64GB atau 128GB.

Xiaomi-Mi-Max

Berbalik ke belakang, Anda akan menemui fingerprint sensor dan dual camera + LED flash dalam posisi vertikal. Sensor kamera utamanya beresolusi 12-megapixel, dengan ukuran pixel 1.4μm, aperture f/1.9, dan dukungan teknologi autofocus dual pixel PDAF. Kamera kedua bertugas sebagai depth sensor dengan resolusi 5-megapixel.

Sedangkan, untuk aktivitas selfie dan video call – mengandalkan sensor kamera depan 8-megapixel, dengan ukuran pixel 1.12µm, dan aperture f/2.0. Lalu, berapa sih harga Xiaomi Mi Max 3?

Di Tiongkok, Xiaomi Mi Max 3 varian memori internal 64GB dibanderol dengan harga US$250 atau sekitar Rp3,6 jutaan. Sedangkan, varian memori internal 128GB dijual US$300 atau Rp4,3 jutaan dalam pilihan warna black, champagne gold, dan blue.

Sumber: PhoneArena

[Panduan Pemula] Mengatur Notifikasi Facebook dan Twitter di Smartphone Android tanpa Aplikasi

Manusia dilahirkan di dunia sebagai makhluk sosial. Oleh karena itu, kebutuhan akan akses media sosial menjadi meningkat. Hal tersebut juga menyebabkan besarnya kebutuhan akan instalasi aplikasi-aplikasi yang bersangkutan.

Dua aplikasi media sosial yang ternama saat ini adalah Facebook dan Twitter. Dua aplikasi tersebut tentu saja membuat akses sosial media menjadi lebih mudah. Selain itu, aplikasi ini akan selalu memberikan notifikasi setiap kali ada status baru dari teman Anda.

Akan tetapi, kedua aplikasi tersebut terkenal membuat sebuah smartphone Android menjadi lebih lamban. Hal tersebut dikarenakan kebutuhan storage akan menjadi besar. Selain itu, kedua aplikasi ini membutuhkan akses RAM yang besar pula.

Sering kali kita temukan di grup dan forum internet, sebuah smartphone akan menjadi lebih responsif pada saat sang pengguna melakukan uninstal Facebook dan Twitter. Kedua aplikasi memang banyak menyimpan data pada storage internal serta cache pada RAM.

Jika smartphone yang Anda gunakan memiliki kapasitas RAM yang besar, hal ini bisa jadi bukan masalah. Akan tetapi, bagi Anda yang menggunakan smartphone dengan kapasitas penyimpanan yang kecil serta RAM yang kecil pula, tentu saja hal ini menjadi masalah besar.

Solusi lain memang melakukan instalasi FB Lite dan aplikasi lain yang mendukung Twitter. Namun apa yang terjadi saatm penyimpanan smartphone Anda cukup penuh?

Saat ini, hampir semua smartphone Android yang diluncurkan sudah memiliki Google Chrome sebagai browser default. Uniknya, saat ini Google Chrome sudah mendukung Push Notification untuk beberapa website, terutama Facebook dan Twitter.

Facebook Pushed

Untuk menggantikan aplikasi Facebook, buka Chrome dan masuk ke halaman Facebook. Log in ke akun Anda. Biasanya Facebook akan menawarkan apakah Anda ingin menerima notifikasi atau tidak. Jika window tawaran ini tidak muncul, masuk saja ke setting Facebook, lalu ke Notification Settings, lalu pilih Mobile. Nyalakan Push Notification.

Hal tersebut akan membuat Anda mendapatkan notifikasi setiap kali ada update terbaru. Jika notifikasi tersebut diklik, Anda akan langsung masuk ke halaman mobile Facebook.

Untuk Twitter, masuk ke halaman mobile Twitter. Sama seperti di Facebook, akan ada pilihan untuk menerima notifikasi atau tidak. Jika window tawaran ini tidak muncul, klik pada logo profile Anda dan masuk ke Settings and Privacy. Pilih Notifications lalu pilih Push notifications. Lalu nyalakan saja fungsi ini.

Twitter Notification

Sama seperti Facebook, jika ada notifikasi dan Anda mengkliknya, Anda akan langsung dibawa ke halaman Twitter pada brower Google Chrome. Setelah itu, Anda dapat menggunakan Twitter seperti biasa.

Kelemahan pada metode ini adalah ada beberapa fungsi yang belum diimplementasikan oleh kedua penyedia sosial media. Namun, semua fungsi dasar pada Facebook dan Twitter sudah tersedia di sana.

Selamat mencoba!

Gambar header: Pixabay.

Marvel Powers United VR Ajak Anda dan Kawan Bermain Bersama Sebagai Superhero Marvel via Oculus Rift

Umumnya para produsen console-lah yang sering menyediakan produk edisi khusus. Langkah ini jarang dilakukan perusahaan hardware PC, kecuali jika mereka melakukan  kolaborasi bersama pemilik franchise hiburan ternama dunia. Tapi ternyata bukan para pemain lama di bisnis consumer electronics saja yang melihat efektivitas dari strategi bundel hardware dan game ini.

Dalam acara Comic Con San Diego 2018 yang dibuka kemarin, Facebook memperkenalkan Oculus Rift edisi khusus Marvel Powers United VR. Marvel Powers United VR ialah game berbasis virtual reality yang mempersilakan kita bertransformasi jadi karakter-karakter di jagat Marvel. Dan untuk memudahkan konsumen menikmatinya, Oculus VR sudah menyiapkan bundel berisi hardware dan permainannya.

Bundel Oculus Rift Marvel Powers United VR menyajikan unit HMD Rift, sepasang controller Oculus Touch dan satu kopi game Marvel Powers United VR. Jika kebetulan sudah mempunyai Oculus Rift, Anda tentu saja bisa membeli permainan secara terpisah. Produsen tampaknya tidak mengimplementasikan desain khusus pada edisi bundle Rift tersebut, hanya bungkusnya saja yang berbeda.

Marvel Powers United VR mempunyai konsep gameplay yang menarik. Permainan ini mengedepankan elemen multiplayer kooperatif dan menyuguhkan formula action. Anda dan kawan-kawan diperkenankan memilih bermain sebagai tokoh-tokoh superhero Marvel – termasuk para karakter yang saat ini belum masuk di Marvel Cinematic Universe – misalnya anggota dari X-Men.

Marvel Powers United VR 1

Video trailer promosi Marvel Powers United VR menyoroti empat superhero Marvel, yaitu Captain America, Doctor Strange, Spider-Man dan Wolverine. Tak perlu cemas cemas, ada lebih banyak karakter yang dapat Anda pilih. Tim Sanzaru Games menyiapkan 18 opsi hero. Berdasarkan gambar dan trailer, developer telah mengonfirmasi sejumlah nama: Captain Marvel, Storm, Iceman, Black Panther, Thor, Gamora, Black Bolt, Rocket Raccoon, Hawkeye, Black Widow, Deadpool, Crystal, Star-Lord dan Hulk.

Masing-masing hero mempunyai kemampuan dan gaya bermain berbeda. Hulk misalnya. Saat memilih jadi alter-ego Bruce Banner tersebut, lawan-lawan Anda jadi terlihat lebih kecil. Kemudian sebagai Rocket Raccoon, Anda akan lebih banyak menggunakan persenjataan jarak jauh. Ada kemungkinan developer juga akan menambah opsi superhero Marvel di waktu yang akan datang via update.

Facebook dan Sanzaru Games berencana untuk meluncurkan Marvel Powers United VR serta bundel Oculus Rift-nya pada tanggal 26 Juli 2018. Game dijajakan seharga US$ 40, sedangkan bundel Rift dibanderol US$ 400. Pre-order sudah bisa dilakukan di situs Oculus.com.

Sumber: Oculus.com.