Layanan “Go-Car L” Sudah Bisa Dinikmati di Beberapa Kota

Go-Car salah satu layanan andalan Gojek saat ini memiliki variasi baru, yakni Go-Car L. Sebuah pilihan yang memungkinkan pengguna memesan layanan Go-Car dengan tempat yang lebih luas, yakni berkapasitas hingga 6 orang. Layanan ini bisa menjadi alternatif mereka yang bepergian ramai-ramai maupun mereka yang memiliki bawaan lebih. Sesuai dengan kode namanya “L” atau Large.

Saat ini Go-Car L sudah bisa dinikmati oleh pengguna Gojek yang berada di Surabaya (termasuk Gresik dan Sidoarjo), Manado, Solo, Bali (termasuk Gianyar dan Tabanan), Padang, Bandar Lampung, Pekanbaru, Malang, Bandung, Yogyakarta, Semarang (termasuk Salatiga dan Ungaran), Medan, Makassar, dan Jabodetabek.

Dalam aturan penggunaannya, Go-Car L sama seperti dengan layanan Go-Car. Untuk pembayaran bisa menggunakan Go-Pay atau tunai, begitu pula untuk jarak, sama-sama memiliki maksimal jarak 100 Km.

Layanan Go-Car L selain menghadirkan pilihan tumpangan bagi pengguna juga memberikan kesempatan bagi mitra driver yang memiliki mobil dengan jumlah kursi yang besar. Karena dengan mengaktifkan Go-Car L harga yang didapatkan tentu akan berbeda dengan layanan Go-Car biasa.

Layanan ini secara jelas dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan penumpang yang membutuhkan kursi lebih banyak untuk tumpangan ramai-ramai atau hanya sekedar untuk menaruh barang yang berlebih. Selain Gojek yang menawarkan Go-Car L, layanan “kursi yang lebih banyak” juga telah ditawarkan pesaing mereka Grab, melalui GrabCar 6 seater.

Application Information Will Show Up Here

Dukung Atlet-Atlet Tekken 7 Indo di Thaiger Uppercut x SEA Major Thailand 2019!

Apa yang terpikir di benak Anda ketika mendengar kata “Thaiger Uppercut”? Bila Anda familier dengan seri Street Fighter, kemungkinan akan langsung mengingat sebuah jurus ikonik milik karakter Sagat. Thaiger Uppercut adalah nama ajang kompetisi fighting game terbesar di negara Thailand yang sudah lama digelar secara tahunan. Bisa ditebak bahwa nama acara ini memang terinspirasi dari Street Fighter, karena karakter Sagat pun diceritakan merupakan seorang ahli bela diri Muay Thai.

Mirip seperti turnamen FV Cup yang sudah digelar pada bulan Maret lalu, di tahun 2019 ini Thaiger Uppercut pun bekerja sama dengan BEast of the East yang merupakan organizer turnamen akbar SEA Major 2019. Karena itulah kali ini nama turnamennya menjadi Thaiger Uppercut x SEA Major Thailand 2019. Ada sembilan cabang fighting game yang ditandingkan dalam kompetisi ini, namun tidak semuanya merupakan bagian dari sirkuit turnamen resmi. Berikut daftar lengkapnya:

  • Street Fighter V: Arcade Edition (Capcom Pro Tour Ranking Event)
  • Tekken 7 (Tekken World Tour Challenger Event)
  • The King of Fighters XIV (Neo Geo World Tour)
  • The King of Fighters 98 (Neo Geo World Tour)
  • Soulcalibur VI (Soulcalibur Asia League Bangkok Battle Stage)
  • Super Smash Bros. Ultimate
  • BlazBlue Cross Tag Battle
  • Dragon Ball FighterZ
  • Mortal Kombat 11 (khusus peserta 18 tahun ke atas)

Menariknya, turnamen Thaiger Uppercut x SEA Major Thailand 2019 (disingkat TGUXSEAM2019) juga dihadiri oleh beberapa petarung Indonesia untuk cabang Tekken 7. Mereka terdiri dari:

  • Alter Ego|R-Tech alias Christian, atlet Tekken yang langganan juara dan namanya pasti tak asing lagi di kalangan penggemar esports Tekken di Indonesia.
  • Chaos|SbyRazor alias Sean, salah satu veteran Tekken Jakarta, R-Tech dan SbyRazor sebelumnya juga bertanding di ajang Versus Masters 2019 Singapore dan meraih prestasi Top 4.
  • WIF|Abel alias Abel, top player Indonesia yang juga sering meraih Top 8 di turnamen lokal. Bagi Abel, TGUXSEAM2019 ini adalah turnamen pertamanya di luar Indonesia.
  • CHAOS|What’s My Name??/backonefour alias Valerie, player sekaligus shoutcaster Tekken 7 profesional yang sudah sering memandu jalannya turnamen-turnamen luar negeri, termasuk salah satunya FV Cup x SEA Major Malaysia 2018.

“Kalau menurut saya pribadi jauh lebih berat daripada yang di Singapura. Karena ini Challenger Event, top player banyak yang join. Di Singapura kemarin Tekken-nya turnamen Dojo, jadi kebanyakan pemain lokal,” demikian ujar Bram Arman dari Advance Guard ketika ditanya soal prediksinya mengenai TGUXSEAM2019. Challenger adalah kasta tertinggi ketiga dalam sistem kompetisi Tekken World Tour, di atas kasta Dojo. Memang benar, banyak pemain terkenal yang ikut berpartisipasi dalam turnamen ini. Termasuk di antaranya Rangchu, Knee, LowHigh, Dimeback, hingga Arslan Ash yang merupakan juara EVO Japan 2019 beberapa waktu lalu.

“Kalau saya hanya berharap semua player Indo bermain sebaik-baiknya aja, itung-itung pemanasan sebelum SEA Games nanti,” lanjut Bram. Selamat bertanding bagi Christian, Sean, Abel, dan Valerie! Semoga mendapat pengalaman terbaik dan prestasi yang bisa mengharumkan nama FGC Indonesia di kancah internasional!

Sumber: BEast of the East

Disclosure: Hybrid adalah media partner dari Advance Guard.

Yuna & Co: Analisis Prediktif Menjadi Model Bisnis Menjanjikan dari Pemanfaatan AI

Yuna & Co merupakan aplikasi fashion matchmaking berbasis preferensi pengguna dan juga pertama di Indonesia. Aplikasi ini mengandalkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk memperoleh data tentang preferensi gaya pakaian pengguna.

Memasuki tahun keduanya, Yuna & Co telah melayani kebutuhan styling sebanyak 3000 pengguna wanita. Bagi perusahaan, angka tersebut merupakan pencapaian baik dengan dukungan 21 karyawan. Itu sudah termasuk beberapa personal stylist yang membantu kurasi pakaian pengguna.

Dalam wawancaranya dengan DailySocial, Founder dan CEO Yuna & Co Winzendy Tedja bicara tentang pesatnya perkembangan e-commerce di Indonesia yang mendorong perusahaan untuk dapat memberikan layanan fashion yang lebih personal kepada konsumen.

Sebagaimana kita tahu, e-commerce merupakan lokomotif industri digital di Indonesia. Riset Google Temasek memprediksi nilai transaksi e-commerce di Indonesia berdasarkan Gross Merchandise Value (GMV) bakal mencapai $53 miliar atau sekitar Rp 758 miliar di 2025.

Pria yang karib disapa Zendy ini berujar bahwa konsumen saat ini sudah jauh lebih matang. Konsumen dianggap sudah lebih paham apa yang mereka inginkan dibandingkan beberapa tahun silam saat industri e-commerce terbilang masih baru.

Akan tetapi, maraknya pemain e-commerce atau marketplace saat ini dinilai memberikan terlalu banyak pilihan kepada konsumen. Menurutnya, pemain di bisnis ini harus dapat memberikan yang lebih personal kepada setiap konsumen mereka.

“Sekarang konsumen sudah mulai terbiasa dan percaya untuk bertransaksi online. Malah konsumen punya begitu banyak pilihan setiap harinya. Bahkan terlalu banyak pilihan kadang bikin mereka bingung. Makanya, sudah saatnya kita bisa memberikan elemen personal untuk setiap konsumen,” jelasnya.

Bicara peran AI terhadap kepuasan pelanggan, Yuna & Co belum memiliki standar atau pengukuran tertentu. Akan tetapi, perusahaan tetap berpatok pada kepuasan konsumen sebagai Key Perfomance Indicator (KPI) utama.

“Bicara peran AI terhadap kepuasan pelanggan, sebetulnya teknologi AI kami masih dalam tahap pembelajaran. Tapi kami tidak akan berhenti berevolusi,” ungkapnya.

Kolaborasi dan bisnis analisis prediktif

Saat ini, Yuna & Co masih mengandalkan transaksi penjualan Matchbox sebagai model bisnis utamanya. Matchbox merupakan paket berisi satu set pakaian yang dipilih stylist Yuna & Co berdasarkan kebutuhan/selera/kepribadian dan ukuran tubuh pengguna.

Sebetulnya, perusahaan berminat untuk menerapkan sistem berlangganan (subscription). Apalagi, tingkat ketertarikan konsumen dinilai sangat tinggi terhadap produk ini. Akan tetapi, perusahaan ingin fokus terhadap penambahan pengguna baru, kolaborasi brand, dan edukasi pasar di tahun ini.

Untuk memperkuat bisnisnya di masa depan, Zendy melihat analisis prediktif sebagai model bisnis menjanjikan yang dapat menghasilkan pendapatan baru. Dengan mengandalkan data yang dimilikinya, analisis prediktif menjadi use case yang sangat memungkinkan dari pemanfaatan teknologi AI.

Selain itu, analisis prediktif juga dapat diimplementasikan untuk kebutuhan yang lebih luas, misalnya menurunkan jumlah inventory, meningkatkan kepuasan pelanggan, menurunkan item return yang menjadi biaya besar bagi perusahaan maupun konsumen.

“Analisis prediktif itu tidak hanya digunakan perusahaan kami, tetapi juga dapat menguntungkan ekosistem secara keseluruhan. Dengan data ini, kami harap dapat menguntungkan dan mengedukasi pemain industri besar, seperti UKM di industri tekstil,” jelas Zendy.

Yuna & Co tercatat telah memperoleh pendanaan pra-seri A senilai $250 ribu. Zendy menyebutkan rencana penerimaan pendanaan seri A dalam waktu dekat.

Application Information Will Show Up Here

Jadwal Kualifikasi The International 2019 Terungkap, Siapa Jagoan Anda?

Musim kompetisi Dota Pro Circuit (DPC) untuk periode 2018 – 2019 semakin mendekati puncaknya! Tinggal satu turnamen Major tersisa di periode ini, yaitu EPICENTER Major yang akan digelar beberapa hari lagi tepatnya pada tanggal 22 Juni. Setelah itu kita akan memasuki masa persiapan dalam rangka menyambut turnamen tahunan Dota 2 terbesar sejagat, yaitu The International 2019 (TI9).

Menurut jadwal yang telah diumumkan, EPICENTER Major akan berakhir pada tanggal 30 Juni. Setelahnya, nilai DPC Point milik seluruh tim yang berpartisipasi dalam turnamen Major dan Minor akan dijumlahkan untuk mencari 12 tim terbaik. 12 tim inilah yang masuk ke jajaran tim undangan alias direct invite, yaitu tim-tim yang langsung terdaftar sebagai peserta turnamen The International 2019.

Bagaimana dengan tim yang tidak masuk ke daftar direct invite? Untuk bisa tampil di TI9, mereka harus terlebih dahulu melalui tahapan kualifikasi. Kualifikasi ini dibagi menjadi dua tahap: Open Qualifier dan Regional Qualifier. Valve menyediakan 1 slot kualifikasi untuk setiap wilayah kompetisi, artinya terdapat 6 tim yang akan maju dari jalur kualifikasi. Total 18 tim ini kemudian akan terbang ke Shanghai, Tiongkok, untuk bertanding memperebutkan Aegis pada babak utama TI9 di gedung Mercedes-Benz Arena.

Baru-baru ini Wykrhm Reddy yang merupakan sumber informasi terpercaya dunia Dota 2 telah menunjukkan jadwal acara TI9, mulai dari Open Qualifier hingga babak utama atau Main Event. Jadwalnya dapat Anda lihat dalam gambar di bawah.

The International 2019 - Schedule
Sumber: Wykrhm Reddy

Penjualan tiket untuk hadir menonton TI9 secara langsung sudah mulai dijual sejak akhir Mei lalu. Sementara The International 2019 Battle Pass justru sudah tersedia lebih awal lagi bagi para pemain Dota 2 yang berminat. Seperti biasa, para pemilik Battle Pass ini bisa memperoleh berbagai skin eksklusif dan in-game item lainnya, juga bisa menjalankan beragam quest untuk mendapatkan imbalan lebih banyak. Tapi keuntungan memiliki Battle Pass tidak berhenti sampai di situ.

Setelah melalui berbagai rumor, Valve akhirnya merilis secara resmi permainan auto chess milik mereka sendiri yang bertema Dota 2. Berjudul Dota Underlords sesuai desas-desus yang banyak beredar, game ini bersifat standalone alias terpisah dari client Dota 2. Akan tetapi game ini belum dirilis secara final, melainkan masih di tahap beta tertutup. Seluruh pemilik Battle Pass bisa mencicipi Dota Underlords versi beta tersebut lebih awal, selama kurang lebih satu minggu. Kemudian Valve akan merilis versi Open Beta yang bisa dimainkan siapa saja secara gratis.

Dota Underlords
Sumber: Valve

Mengacu pada tabel klasemen Dota Pro Circuit yang disediakan Valve, tampaknya Team Secret lagi-lagi akan menjadi kandidat favorit juara di TI9. Mereka memimpin klasemen dengan perolehan 14.250 DPC Point, diikuti oleh Virtus.pro dan Evil Geniusis di peringkat 2 dan 3. Raihan 2 trofi Major (Chongqing Major dan MDL Disneyland Paris Major) dalam musim DPC jelas menunjukkan bahwa tim yang dikapteni Clement “Puppey” Ivanov ini patut diperhitungkan, tapi dalam Dota 2 apa pun bisa terjadi. Akankah Team Secret berhasil membawa pulang Aegis, ataukah mereka akan tumbang oleh tim kuda hitam yang tak terduga?

Sumber: Wykrhm Reddy, Valve, VPEsports

Domino’s Pizza Kembali Uji Layanan Delivery Berbasis Robot

Di masa yang akan datang nanti, sebagian besar lahan pekerjaan kurir atau pengirim barang bakal diisi oleh robot. Tanda-tandanya sebenarnya sudah bisa kita pantau mulai sekarang, salah satunya Amazon Scout, robot mirip cooler box beroda yang telah diuji coba secara publik belum lama ini.

Amazon adalah peritel online terbesar sejagat, jadi wajar apabila mereka merasa perlu memulai tren armada robot pengirim barang. Bagaimana dengan pekerjaan kurir lain, semisal mengantar pizza? Well, di ranah itu sudah ada Domino’s Pizza yang tidak lelah bereksperimen dari tahun ke tahun.

Mereka sudah mencoba mengantarkan pesanan pizza konsumennya menggunakan robot, baik lewat darat maupun udara. Kedua percobaan itu dilangsungkan di Australia dan Selandia Baru, dan sekarang Domino’s ingin menjalankan program uji coba yang sama di kampung halamannya, Amerika Serikat.

Robot yang digunakan sekali lagi berbeda. Kali ini Domino’s bekerja sama dengan Nuro, startup bidang robotik yang didirikan oleh mantan engineer proyek self-driving milik Google (yang pada akhirnya berevolusi menjadi Waymo). Robot yang digunakan adalah Nuro R1, semacam mobil kecil yang dari awal dirancang untuk beroperasi secara mandiri.

Nuro R1

Nuro R1 tak bisa disamakan dengan mobil pada umumnya. Panjangnya cuma sekitar 2,5 meter, dan lebarnya pun hanya separuh sedan biasa. Ia sama sekali tidak mempunyai kabin untuk diisi manusia, melainkan hanya sepasang kompartemen untuk menyimpan kargo saja. Bahkan pedal rem dan lingkar kemudi pun ia tak punya.

Berhubung dimensinya cukup besar, Nuro R1 lebih pantas dianggap sebagai mobil tanpa sopir ketimbang robot, dan ia memang dirancang untuk melaju di jalanan umum, baik di kawasan urban ataupun suburban. Kecepatan maksimumnya berkisar di angka 40 km/jam.

Lokasi pengujian yang dipilih adalah kota Houston, yang kerap menjadi pilihan para penggiat teknologi autonomous berkat regulasi negara bagian Texas yang tidak begitu ketat. Program pengujian ini rencananya bakal dilancarkan antara kuartal ketiga atau keempat tahun ini.

Nantinya, pelanggan yang memesan dari salah satu cabang Domino’s tertentu dapat memilih untuk menerima pesanannya via sang robot, dan pelanggan pun bakal menerima kode PIN sekali pakai untuk membuka kompartemen R1 setibanya di lokasi. Mekanismenya tidak jauh berbeda dari mayoritas layanan pengiriman berbasis robot yang ditawarkan perusaahan lain.

Sumber: Fast Company dan Nuro.

Adji “Sven” Bicara Analisis dan Prediksi Hasil AWC 2019

Tinggal satu pekan jelang Arena of Valor World Cup 2019. Kompetisi ini merupakan ajang tertinggi untuk menunjukkan siapa tim Arena of Valor terbaik di dunia. Indonesia, yang diwakili EVOS AOV, berada di dalam keadaan yang kurang enak. Setelah fase drawing dayEVOS AOV harus terima kenyataan terjebak di grup B, grup paling kompetitif, yang berisikan Thailand, Taiwan, Vietnam, Korea, dan Vietnam.

Melihat negara-negara kuat terkumpul di dalam satu grup, prediksi hasil dari AWC ini jadi semakin sulit. Jangankan bicara soal siapa juaranya, memprediksi siapa yang lolos dari fase grup saja sudah bikin kita jadi kebingungan. Maka dari itu, kami berdiskusi dengan salah satu shoutcaster yang juga terkenal sebagai community guy dalam Arena of Valor Indonesia, Adji “Sven” Hadi Perdana.

Sumber: Garena Official Media
Sumber: Garena Official Media

Seperti saya sebut sebelumnya, memprediksi hasil AWC ini cukup sulit. Bahkan Adji sendiri cukup kebingungan. Semua tim kuat tergabung di sana, termasuk juga EVOS yang bisa digolongkan sebagai tim kuat. “Jangan meremehkan EVOS loh, mereka juga termasuk kategori tim kuat menurut gue. Hal ini karena melihat perkembangan serta kualitas permainan mereka di panggung ESL Clash of Nation bulan Maret kemarin.”

Tapi terlepas dari hasil mereka kemarin, EVOS AOV juga melakukan rezim latihan yang cukup berat untuk persiapan AWC ini. Mereka sempat latihan bootcamp di Taiwan selama kurang lebih 2 pekan, untuk berlatih tanding dengan negara yang jadi kiblat permainan di Arena of Valor.

Melanjutkan bicara prediksi, menurutnya peluang juara terbesar dipegang oleh tim Toyota Diamond Cobra atau KOG Diamond Cobra, tim perwakilan dari Thailand. Tim ini memang sedang kuat belakangan ini. Kedatangan beberapa punggawa pecahan dari tim Korea di AWC 2018 lalu menjadi salah satu faktor besar bagi tim ini.

“Cara mereka (Sun dan Jjak) bermain dan menguasai map beda banget jika dibanding dengan saat di ahq. Ditambah, Jjak juga terlihat lebih bisa kontrol emosi saat keadaan sedang kalah.” Jawab Adji. “Tetapi yang pasti, kalau dari segi gameplay, nilai lebih mereka adalah gaya permainan yang disiplin. Contohnya adalah, ketika harus bertarung di Abyssal, mereka sudah memastikan minion wave midlane dan DS lane aman terkendali.”

Sumber: Facebook @TeamDiamondCobra
Sumber: Facebook @TeamDiamondCobra

Lalu bagaimana dengan grup A? Grup sebelah agak jarang disorot, karena anggapan bahwa grup ini tidak seberat dibanding grup B. Bicara soal ini, prediksi Adji ada pada ahq e-Sports Club dan juga ONE Esports. “Kalau dilihat dari segi player tim ahq punya Kim ‘HAK’ Do-Yeop. Sebagai pemain midlanerpermainan dia sangat stabil, dan jarang bermain buruk.” Adji membahas ahq.

“Kalau dari ONE Esports, apa yang gue lihat adalah permainan mereka itu tipikal Asia Timur, yaitu permainan disiplin objektif. Dalam salah satu rekaman yang gue tonton, ada satu game dia mendapat skor kill di bawah 10, tapi berhasil menang. Melawan mereka tentu bakal jadi sangat sengit dan juga sulit.” lanjut Adji membahas ONE Esports.

Pertandingan Arena of Valor World Cup 2019 akan dimulai pada 27 Juni 2019 mendatang. Mari dukung EVOS AOV, dukung Indonesia dalam pertandingan ini. Bagi Anda yang ingin menyaksikan, Anda dapat pantau kanal Youtube Garena AOV Indonesia untuk siaran langsung berbahasa Indonesia dari pertandingan AWC 2019.

ASUS Berikan Zenfone 6 ke Developer, Google Camera Mod pun Muncul!

Smartphone buatan ASUS mungkin bukan yang pertama dilirik para developer pihak ketiga. Hal tersebut terbukti dengan minimnya sistem operasi pihak ketiga seperti Lineage OS yang dapat ditemukan untuk vendor smartphone dari Taiwan ini. Harga, spesifikasi, dan ketersediaannya mungkin menjadi sebuah masalah utama.

Tahun lalu, ASUS meluncurkan ASUS Zenfone Max Pro M1 dengan spesifikasi yang cukup tinggi namun memiliki harga yang sangat terjangkau. Smartphone yang satu ini pun seperti menjadi sebuah titik balik para developer untuk menggarap ekosistem dari ASUS. Saya merupakan salah satu orang yang pertama kali dihubungi oleh beberapa developer asal India untuk mencoba melakukan pembukaan bootloader.

Asus ZenFone 6

Percobaan tersebut gagal, namun developer-developer tersebut tidak pantang menyerah, sehingga seminggu setelah peluncuran perangkat tersebut, bootloader pun mudah terbuka. Selain itu, metode root juga mulai terbuka, sehingga modifikasi pun mulai dapat dilakukan. Salah satu yang paling digemari oleh para pengguna Max Pro M1 adalah penggunaan Google Camera Mod.

Modifikasi Google Camera yang dicanangkan oleh BSG ini membuat kualitas gambar hasil kamera Max Pro M1 pun menjadi sangat baik. Setelah itu, muncul beberapa hasil developer berupa sistem operasi pihak ketiga dan bahkan modifikasi Google Cam tanpa root. Sayangnya, hal tersebut tidak berlaku bagi flagship mereka seperti Zenfone 5 dan 5z.

Asus ZenFone 6 / Asus

Saat ini, ASUS ternyata sudah mengirimkan unit Zenfone 6 kepada para developer. Hal tersebut dilakukan dengan bekerja sama melalui salah satu portal developer untuk smartphone Android, XDA-Developers. ASUS pun meminta mereka untuk merekomendasikan siapa saja yang bisa dimasukkan ke dalam sebuah program percobaan. ASUS juga langsung mengeluarkan source code Zenfone 6 yang bisa langsung diolah oleh para developer.

Salah satu developer yang dianjurkan oleh XDA adalah Arnova8G2. Developer yang satu ini sudah sangat terkenal dalam modifikasi Google Camera. Arnova juga sering memberikan beberapa perbaikan agar aplikasi Google Camera Mod dapat dijalankan pada beberapa perangkat.

Google Camera 6

Baru-baru ini, aplikasi Google Camera buatan Arnova8G2 pun muncul. Salah satu log perubahan yang ditulis adalah kompatibilitas dengan smartphone Zenfone 6. Tentunya, hal ini erat kaitannya dengan pemberian unit Zenfone 6 tersebut.

Aplikasi tersebut saat ini sudah mendukung resolusi 48 MP yang ada pada beberapa kamera smartphone saat ini, termasuk Zenfone 6. Selain itu, fitur standar dari Google Cam seperti HDR+ Enhanced, RAW, mode Portrait, Video, Photobooth, Timelapse, serta Night Sight juga sudah berjalan dengan lancar. Dan tentunya, kemampuan kamera untuk berputar menjadi pengambil gambar swafoto juga sudah didukung.

Celso

Hal ini tentunya menjadi sebuah kabar gembira bagi para calon pengguna Zenfone. Walaupun begitu, Zenfone 6 belum bisa ditemui di regional Asia untuk beberapa waktu ini. Kabarnya, ASUS masih bakal menjual Zenfone 6 untuk kawasan Eropa terlebih dahulu.

Sumber: XDA Developer

Grab Mulai Uji Coba Denda Pembatalan di Lampung dan Palembang

Grab berencana menerapkan sistem denda untuk penumpang yang membatalkan perjalanan, dimulai dengan melakukan uji coba di Lampung dan Palembang sejak kemarin (17/6) hingga sebulan mendatang. Uji coba ini dimaksudkan untuk melihat parameter apa yang tepat diterapkan sebelum digulirkan ke seluruh Indonesia.

President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menjelaskan, salah satu parameter yang digunakan Grab untuk kedua kota ini adalah denda akan dikenakan apabila pengguna membatalkan pesanan lewat dari lima menit setelah order. Bila kurang dari itu, penumpang tidak akan dikenakan denda.

“Kita mau lihat dulu respons pengguna dari kedua kota tersebut, algoritma yang kita pakai buat melihat fairness-nya karena pengguna kita ada dua, penumpang dan mitra pengemudi. Saya yakin penumpang akan senang kalau pengemudinya senang,” terangnya, kemarin (17/6).

Namun, dia enggan menjelaskan perihal besaran denda yang diberlakukan. Lantaran menurutnya masih dalam tahap uji coba. Menurutnya, pertimbangan untuk menerapkan denda pembatalan ini karena laporan mitra pengemudi yang kerap dibatalkan oleh penumpang.

Pasalnya ada banyak ongkos yang harus mereka keluarkan ketika dibatalkan, belum lagi kemungkinan peluang yang hilang ketika harus menjemput penumpang.

“Sehingga fair sebetulnya untuk berikan semacam treatment ketika ada cancellation dari penumpang. Mitra pengemudi pun sebenarnya kami berikan denda, dalam bentuk lagi, bila mereka cancel order dari penumpang.”

Lampung dan Palembang, sambungnya, menjadi dua kota uji coba karena dinilai bukan kota besar. Grab pun berharap kompleksitas dan dampak dari uji coba di dua kota ini tidak signifikan. Meski, kedua kota ini ramai dikunjungi wisatawan.

Sebelum menerapkan denda pembatalan ini di Indonesia, Grab lebih dahulu membawanya di Singapura dan Malaysia. Di Singapura sudah diberlakukan sejak 11 Maret 2019. Penumpang yang membatalkan setelah lima menit dari waktu pemesanan dikenakan denda SGD4 atau sekitar Rp41 ribu.

Sementara di Malaysia, penumpang dibebankan 3 Ringgit sampai 5 Ringgit (sekitar Rp10 ribu sampai Rp17 ribu) setelah lima menit pemesanan. Aturan ini sudah berlaku sejak 27 Maret 2019.

Sebelum Uber menjual bisnisnya ke Grab untuk operasionalnya di Asia Tenggara, juga ada ketentuan denda pembayaran. Di Indonesia saja, penumpang dibebankan biaya sebesar Rp30 ribu untuk UberX (roda empat) dan Rp10 ribu untuk Uber Motor (roda dua). Biaya tersebut harus dibayarkan pada order berikutnya.

Application Information Will Show Up Here

Gojek Adds New Payment Options Through E-wallet “DBS PayLah”

Gojek and DBS Bank take a further step in their partnership by announcing the new payment option to on-demand applications using the DBS PayLah! This service is to be launched in a few months, it’s currently available for Gojek users in Singapore.

Gojek Singapore’s General Manager, Lien Choong Luen said with the integration of DBS PayLah! in Gojek app, it allows users to be more flexible in choosing payment methods. He observed that 35% of Gojek’s current ride-hailing transaction are using cash.

DBS PayLah! has become an additional option for those not using a credit and debit card. If the user already got DBS PayLah! account, the next step is just authorization.

DBS PayLah! is an e-money and payment app issued by DBS Bank. It can be used to pay for all types of transactions at various online and offline merchants, send money, pay bills, and many more.

“Therefore, users can have a more seamless experience every time they use Gojek services,” he said as quoted by The Business Times.

He also said that this partnership will be further developed by both companies in order to improve the customer’s experience. Indonesia will be the next country as a target of regional partnership. In particular, Indonesia is the leading market. The latest data says there are more than 460 thousand Digibank customers.


Original article is in Indonesian, translated by Kristin Siagian

Application Information Will Show Up Here

Cara Menghapus Cookies Secara Otomatis di Mozilla Firefox

Cookies, terdengar enak kah? Tapi, cookies yang saya maksudkan bukan kue camilan seperti yang ada dalam bayangan Anda. Cookies yang saya maksud adalah Cookies peramban di Mozilla Firefox, Chrome, Opera atau Microsoft Edge.

Cookies berperan penting dalam memberikan pengalaman yang lebih mudah lagi menyenangkan bagi pengguna peramban, apapun perambannnya. Cookies inilah yang berfungsi mengingat nama pengguna dan sandi ketika Anda login ke Facebook, Twitter atau situs lainnya. Ia juga membantu menyimpan informasi sebuah website, kemudian memungkinkan sebuah layanan menghadirkan informasi baik konten ataupun iklan yang lebih personal.

Tapi, ada kalanya Cookies juga tidak bersahabat bagi pengguna. Misalnya, ketika perangkat yang digunakan sifatnya publik. Resikonya, informasi pribadi Anda bisa terekspos ke orang lain. Bahkan, di laptop pribadi pun Anda tetap disarankan untuk menghapus cookies secara berkala demi melindungi privasi Anda.

Tetapi, jika menghapus secara manual justru merepotkan, ada satu cara yang lebih mudah lagi menyenangkan. Bagaimana caranya, akan dibahas selanjutnya.

Menghapus cookies bisa dilakukan secara otomatis, dengan menggunakan bantuan addon pihak ketiga. Cara buka laman Firefox Extension, kemudian ketik di kolom pencarian menggunakan kata kunci “cookies”.

cara menghapus cookie secara otomatis di Mozilla Firefox_1

  • Selanjutnya klik tombol Add to Firefox.

cara menghapus cookie secara otomatis di Mozilla Firefox_2

  • Ekstensi berhasil terinstal, Anda akan melihat notifikasi seperti ini sekaligus sebuah tombol ikon baru di toolbar Firefox.

cara menghapus cookie secara otomatis di Mozilla Firefox_3

  • Jika ikon tersebut diklik, Anda akan menemukan beberapa tombol lanjutan di antaranya tombol untuk mengaktifkan fitur penghapusan cookies secara otomatis, menghidupkan atau mematikan notifikasi, tombol Clean untuk menghapus cookies secara manual dan tombol Settings.

cara menghapus cookie secara otomatis di Mozilla Firefox_4

  • Tombol Settings berisikan beberapa opsi lanjutan seperti yang terpampang di screenshot ini. Anda bisa mencoba mengaktifkan beberapa atau seluruh fitur di dalamnya kemudian melihat sendiri bagaimana perubahan yang terjadi. Tapi, saya hanya merekemondasikan Anda untuk memberi tanda centang di opsi paling atas.

cara menghapus cookie secara otomatis di Mozilla Firefox_5

  • Sedangkan tombol Clean memuat tiga fungsi berbeda, antara menghapus cookies di semua tab yang terbuka, kemudian menghapus cookies hanya di domain yang sedang Anda lihat dan terakhir menghapus data lokal yang disimpan juga di domain yang sedang diakses.

cara menghapus cookie secara otomatis di Mozilla Firefox_6

Kendati menghapus cookies bukan sebuah tugas yang sulit, tetapi dengan bantuan ekstensi ini, Anda bisa menghemat waktu beberapa menit yang bisa dialokasikan untuk hal lain yang lebih penting.

Gambar header ilustrasi via Komando.