HMD Luncurkan Nokia 1 dengan Android Oreo Go di Indonesia

Beberapa bulan yang lalu, Google mengumumkan bahwa mereka mengeluarkan inisiasi baru dengan nama Android Go. Yang pertama dirilis merupakan sistem operasi Oreo Go Edition. Satu hal yang menjadi pembeda dari sistem operasi Oreo adalah pada Go Edition, Google Apps yang terdiri dari Google, Gmail, Maps, dan Files digantikan dengan versi yang lebih ramah penyimpanan.

Nokia 1 - Launch

Untuk menyambut sistem operasi baru tersebut, Nokia juga meluncurkan smartphone terbaru mereka di Indonesia. Dengan nama Nokia 1, perangkat baru ini diluncurkan pada restoran Ruci’s Joint tanggal 15 Agustus 2018. Nokia 1 menggunakan sistem operasi Android Oreo Go Edition.

Nokia 1

Secara sekilas, tidak ada perbedaan yang mencolok pada sisi antar muka. Semua yang ada pada Oreo bisa ditemukan pada Oreo Go di Nokia 1. Dengan menggunakan penyimpanan yang tersisa 4 GB saja, ternyata fungsi utama sebuah perangkat Android bisa digunakan.

“Kami bangga dapat memenuhi keinginan pengguna untuk selalu memberikan pembaruan tepat waktu dengan ketersediaan versi Android Oreo (Go Edition) pada Nokia 1. Kami menawarkan lebih banyak hal baru di di dalam smartphone Android Nokia. Mulai dari fitur baru, kinerja yang lebih hebat hingga daya tahan baterai yang lebih lama. Pembaruan ini kami harap dapat memberikan pengalaman Android terbaik dan yang paling penting, tidak ribet dan bisa digunakan oleh semua orang”, papar Miranda Vania Warokka, Marketing Head Nokia Indonesia

Nokia 1 - Belakang

Nokia juga masih mempertahankan desain dengan layar 16:9. Hal tersebut membuatnya memiliki desain seperti smartphone dua sampai tiga tahun yang lalu. Akan tetapi, tidak hanya desainnya, spesifikasinya pun juga sama.

Nokia 1 - Go Apps

Nokia 1 memiliki spesifikasi sebagai berikut:

SoC Mediatek MT6735
CPU 4 x 1.1 GHz Cortex-A53
GPU Mali-T720 MP1
RAM / Internal Storage 1 GB / 8 GB
Layar 4,5” 854 x 480 IPS
Baterai 2150 mAh
Sistem Operasi Android Oreo 8.1 Go Edition
Kamera Depan: 2 MP, Belakang: 5 MP

Nokia menjual smartphone ini dengan harga di bawah satu juta, yaitu Rp. 999.000. Nokia 1 tersedia dalam dua pilihan warna, warm red dan dark blue.

Alasan merilis Nokia 1 di Indonesia?

Dengan adanya banyak perangkat Android dengan harga murah yang memiliki spesifikasi tinggi, membuat sebuah pertanyaan: Mengapa? Mengapa Nokia mengeluarkan smartphone dengan spesifikasi rendah dan harga yang murah?

Nokia 1 - Miranda

Irvan Ridha Hasibuan selaku Trainer Lead HMD Indonesia menjelaskan bahwa Nokia memang ingin masuk ke semua pasar di Indonesia. Untuk itu, Nokia sudah memiliki seri 1 sampai 8, di mana 8 merupakan flagship yang ada saat ini.

Miranda juga mengatakan bahwa saat ini banyak orang yang masih membutuhkan perangkat dengan harga Rp. 999.000. Google juga mendukung dengan menggunakan sistem operasi Go Edition. Hal tersebut juga yang mendorong Nokia untuk meluncurkan perangkat Nokia 1di sini.

Lalu apakah Nokia 1 masuk ke dalam inisiasi Android One dari Google? Irvan menjawab tidak. Nokia 1 saat ini tidak masuk ke dalam inisiasi Android One. Akan tetapi, Nokia menjamin bahwa saat Android Pie Go sudah resmi, Nokia 1 akan mendapatkan update-nya. Nokia akan melakukan upgrade dua huruf (dua jenis) sistem operasi Android.

Nokia 1 sudah tersedia semenjak dua minggu sebelum peluncurannya. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin membelinya bisa langsung menuju toko ponsel terdekat.

Akan tetapi, sebelum membeli smartphone yang satu ini, kami sudah melakukan pengujian singkat sebagai panduan bagi Anda. So, stay tuned!

Peresmian Indonesia Blockchain Hub Jadi Langkah Awal Percepat Pertumbuhan Blockchain

Untuk mendukung percepatan pertumbuhan teknologi blockchain di Indonesia, KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia), Asosiasi Blockchain Indonesia, Bekraf, dan HARA meresmikan Indonesia Blockchain Hub, sebuah wadah untuk menampung pegiat blockchain di Indonesia maupun global untuk saling berbagi dan belajar pengalaman.

Selain untuk belajar, wadah ini juga menyediakan tempat pelatihan dan coworking space sehingga pada akhirnya dapat menciptakan talenta baru yang mahir di bidang blockchain dapat menyajikan ide baru untuk solusi berbasis blockchain. Indonesia Blockchain Hub ini terletak di kantor HARA, di kawasan Senopati, Jakarta.

“Kita ingin mendedikasikan tempat ini untuk tempat berkumpul orang-orang yang ingin belajar soal blockchain. Ke depannya bakal rutin diadakan meetup. Kami telah adakan meetup mendatangkan narasumber dari Taiwan dan Jepang,” terang Founder dan CEO HARA Regi Wahyu, Kamis (16/8).

Supervisory Board KADIN Yos Ginting menambahkan selama ini pemahaman orang Indonesia terhadap teknologi blockchain masih bisa dikatakan cukup awam. Ada yang menyamakan blockchain dengan bitcoin atau cryptocurrency. Pengetahuan yang kurang soal aplikasi blockchain untuk mengatasi tantangan yang menyangkut data, transaksi, keamanan, dan lain-lain.

“Hub ini bisa mendukung ekosistem blockchain untuk diaplikasikan secara nyata, seperti HARA lakukan. Bisa memberikan solusi baru yang selama ini belum dimungkinkan,” ujar Yos.

Masih sama-sama belajar

Lantaran pengetahuan orang Indonesia yang masih mendasar ini, menurut Regi, berdampak pada masih dasarnya fitur-fitur yang sudah diimplementasikan oleh berbagai industri. Namun baginya, hal ini justru bisa menjadi momen yang tepat untuk Indonesia bisa menjadi terdepan dalam implementasi blockchain.

Pasalnya, dunia saat ini berada di tahap yang sama terkait perkembangan blockchain. Setiap negara masih belajar, belum ada benchmark yang pas untuk dijadikan sebagai acuan dalam membuat regulasi. Satu-satunya negara yang terdepan dalam hal ini adalah Singapura.

Regi mencontohkan, salah satu bank yang sudah memanfaatkan blockchian adalah BNI. Bank ini meminta bantuan dari HARA untuk mendapatkan informasi tentang calon debitur dari kalangan petani dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

HARA kini memiliki 5 ribu data petani, 1.000 di antaranya mendapatkan pinjaman KUR dari BNI. Diklaim dengan blockchain ini, BNI melihat tingkat pengembalian kredit yang lebih lancar dibandingkan sebelumnya.

“Dari proyek kami dengan BNI, disebutkan pengembalian kredit dari para petani yang sudah menerima KUR cukup lancar. Tentunya ini jadi penyemangat kami untuk mengembangkan teknologi blockchain secara lebih advance.”

Di Korea Selatan, meski negara ini cukup maju dalam hal teknologi. Namun pemerintahnya juga masih belajar soal blockchain. Hal ini diterangkan oleh CCO Yello Digital Mobile Jonathan Lee. Dia menceritakan bahwa 55% transaksi perdagangan cryptocurrency di dunia itu berasal dari Negeri Gingseng tersebut.

Tingginya minat masyarakat Korea Selatan terhadap crypto, menurutnya disebabkan karena peredaran gosip orang tiba-tiba jadi kaya raya berkembang secara mouth-to-mouth.

“Hampir semua orang Korea tiba-tiba jadi familiar dengan crypto, apalagi didukung oleh penetrasi internet yang begitu baik dan fasilitas perbankan yang sudah maju jadi beberapa faktor penyebabnya,” terang Lee.

Yos Ginting menambahkan, “Karena keahlian kita yang sama dengan yang di luar negeri, diharapkan ke depannya masyarakat bisa lebih melihat manfaat yang dibawa blockchain daripada bahas teknologinya saja.”

DycodeX Cari Pendanaan Baru Seri A dan “Scale Up” SMARTernak

DycodeX, startup pengembang hardware berbasis Internet of Things (IoT), tengah mencari pendanaan baru untuk mendukung rencana pengembangan bisnisnya di tahun depan.

Hal ini diungkapkan CEO DycodeX Andri Yadi saat DailySocial menyambangi kantornya di Bandung beberapa waktu lalu. Ia mengungkapkan bahwa pendanaan baru ini nantinya akan mendukung segala fokus bisnis DycodeX ke depan.

“Akhir tahun ini kami mau raise (pendanaan) lagi dari venture capital. Investor potensial sudah ada, dari lokal. Dengan (rencana cari pendanaan) ini, kami mencari fokus produk dan thankfully sudah ada,” ujar Andri.

Fokus produk yang dimaksud adalah pengembangan produk IoT untuk lima kategori, antara lain Asset Tracking, Agriculture Livestock Farming, Safety and Security, Custom Hardware Design, dan Industrial.

Sebelumnya DycodeX telah mengantongi pendanaan dengan nilai yang tidak diketahui dari angel investor bernama Edo Okandar. Di awal tahun ini, startup bermarkas di Bandung ini kembali memperoleh pendanaan dari angel investor berbeda.

“Pendanaan awal tahun ini tidak bisa saya sebutkan nilainya, tetapi valuasinya sampai satu juta dollar (per Januari 2018). Bisa dikatakan pendanaan ini pra-seri A,” ujarnya.

Incar nilai pasar 233 miliar Rupiah

Andri mengungkap sejumlah pengembangan produk baru di masa depan. Namun, rencana tersebut belum dapat dirilis kepada publik. Untuk saat ini, SMARTernak menjadi salah satu fokus pengembangannya di masa depan.

Solusi peternakan SMARTernak sendiri telah mendapat dukungan penuh dari Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kementerian Pertanian.

SMARTernak menawarkan solusi peternakan berbasis IoT secara end-to-end. Tak sekadar hardware, SMARTernak menyediakan layanan untuk memantau hewan ternak, mulai dari melacak, mendeteksi aktivitas hewan ternak, estimasi kesehatan.

“Model bisnisnya sudah jelas, pasarnya ada, dan mau scale up juga. Bahkan kami sudah siapkan target yang ingin kami incar. Saat ini ada sekitar 16 juta sapi di Indonesia, kami mau incar 1 persen atau 160 ribu sapi dalam dua tahun. Nilai dari 160 ribu itu sebesar 16 juta dollar (Rp233 miliar),” ungkap Andri.

Menurut Andri, nilai bisnis yang dipatok cukup besar karena produk yang ditawarkan DycodeX tak hanya berupa perangkatnya saja, tetapi layanan secara end-to-end.

Ia mengaku optimistis dapat mencapai target karena hingga akhir tahun ini SMARTernak bakal mendapat 10.000 sapi. Diungkapkan Andri, 10.000 sapi ini diperoleh dari peternakan milik anak usaha Astra Group.

“Hingga akhir tahun kita sudah dapat 10.000, itu saja tanpa marketing dan funding baru. Artinya dengan effort lebih banyak, dengan funding dan marketing bagus, sebetulnya target 160.000 sapi itu sudah di depan mata,” katanya.

Andri menambahkan, peternakan sapi yang dikelola korporasi itu hanya 1,6 juta atau 10 persen dari total 16 juta sapi di Indonesia. Bicara perusahaan berskala menengah hingga besar, ada belasan ribu sapi yang dikelola. Artinya, masih ada peluang besar di level peternakan daerah.

“Makanya, kami nanti mau tambah resource lagi untuk fokus pada pengembangan ini,” katanya.

Bidbox Offers New Online Experience in Car Purchasing

During the Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 in ICE BSD City last week, a local online multi-brand car dealership introduced itself. Under Bidbox name, this platform allows potential buyers to purchase the dream car online. There are features to view car types, price comparison, cost simulation, bidding request, and scheduling test drive.

Bidbox platform tries to digitize potential buyers experience while in the usual showroom. Bidbox’s Founder & CEO, Michael, said its current database has over 1,300 car types, both passenger and commercial vehicles. Another thing Bidbox tried to solve is car purchasing installment.

Aside from partnering with installment payment solutions, Bidbox also offers financial service. It starts with 0% DP to be said. Bidbox is a subsidiary of PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk, Indonesia’s smart mobility company in the automotive industry which has been operating for over 30 years.

Every payment confirmation will be autopay, either via credit card or debit on the savings account. In terms of operational, it’s currently optimal in Jabodetabek area. Those outside the area will be served through a special offering mechanism (manual).

Simulation of installment calculation for vehicle purchasing in Bidbox
Simulation of installment calculation for vehicle purchasing in Bidbox

In addition to consumer acquisition, Bidbox expands to the business market in providing companies with operational vehicles. It includes the “Car Ownership” program, which is car financing for the company’s employees.

Offers “trade-in” option

Through Bidbox app, potential buyers can list their cars for repair and maintenance with a clear track record. Users can enjoy the new trade-in option in Bidbox to get a new car. It allows users to exchange used cars with the new one through dealer and payment partners in Bidbox. Installments used cars can still be exchanged in Bidbox after its third year.

Currently, Bidbox has worked with some partners, including Mandiri Tunas Finance, Motor Vehicle Loans (KKB) BCA, Maybank, MPM Finance, BNI Multifinance, Mitsui Leasing, and other partners in insurance, workshops, and spare parts.


Original article is in Indonesian, translated by Kristin Siagian

Laporan DailySocial: Distribusi Hoax di Media Sosial 2018

Di era media sosial seperti saat ini, sebaran hoax (berita bohong) menjadi sesuatu yang sangat serius. Dampaknya dapat mengacaukan masyarakat, tidak hanya di jagat maya, melainkan juga di kehidupan nyata. Banyak kasus buruk yang terjadi akibat hoax, karena banyak oknum yang memang sengaja memanfaatkan hoax sebagai senjata perang mereka. Terlebih di tahun politik seperti saat ini.

Berbagai pihak mencoba secara terus-menerus menanggulangi sebaran hoax. Yang dilakukan pemerintah misalnya, meregulasi melalui UU ITE. Sementara yang dilakukan oleh pengembang platform, mereka berusaha menyediakan fitur pelaporan berita dan penyaringan. Termasuk yang dilakukan WhatsApp beberapa waktu terakhir dengan membatasi fitur Forward.

Melalui riset ini, DailySocial mencoba mendalami karakteristik persebaran hoax dari sudut pandang penggunaan platform. Bekerja sama dengan Jakpat Mobile Survey Platform, kami menanyakan kepada 2032 pengguna smartphone di berbagai penjuru Indonesia tentang sebaran hoax dan apa yang mereka lakukan saat menerima hoax.

Berikut ini beberapa temuan yang didapatkan:

  • Informasi hoax paling banyak ditemukan di platform Facebook (82,25%), WhatsApp (56,55%), dan Instagram (29,48%).
  • Sebagian besar responden (44,19%) tidak yakin memiliki kepiawaian dalam mendeteksi berita hoax.
  • Mayoritas responden (51,03%) dari responden memilih untuk berdiam diri (dan tidak percaya dengan informasi) ketika menemui hoax.

Selain itu masih banyak temuan lain, misalnya frekuensi menerima berita hoax, cara yang paling banyak dilakukan untuk mendeteksi hoax, dan lainnya. Untuk hasil riset selengkapnya, unduh laporan “Hoax Distribution Through Digital Platforms in Indonesia 2018” secara gratis.

OLX Berkolaborasi dengan BeliMobilGue

OLX mengumumkan kerja sama dengan platform jual beli mobil bekas BeliMobilGue. Kerja sama ini akan menggabungkan keunggulan masing-masing layanan. OLX akan membawa calon pembeli potensial dan BeliMobilGue akan menyediakan jasa inspeksi dan proses penjualan proses yang cepat dan aman, sehingga memudahkan individu yang ingin menjual mobilnya.

CEO OLX Indonesia Olaf van Schagen menyambut antusias kerja sama ini yang diharapkan bisa memperkuat posisi OLX di kategori mobil dengan memberikan nilai lebih bagi para penggunanya.

Sementara itu pihak BeliMobilGue optimis kerja sama dengan OLX mampu memberikan kontribusi bagi pertumbuhan bisnis perusahaan yang memiliki ambisi untuk bisa memimpin pasar jasa jual beli mobil di Indonesia.

“BeliMobilGue didirikan pada April 2017 dan telah mencapai pertumbuhan pesat. Kami melihat proses menjual mobil di Indonesia lebih menantang jika dibandingkan dengan Eropa. Pertumbuhan yang telah kami capai di sini membuktikan bahwa pemilik mobil dan pembeli begitu antusias dengan servis yang kami tawarkan,” terang CEO BeliMobilGue Rolf X Monteiro.

BeliMobilGue sebagai platform penjualan mobil memiliki jaringan pembeli profesional berskala nasional dan terverifikasi. Platform ini bekerja dengan mengoptimalkan harga jual untuk pemilik mobil. Di dalam proses penjualan BeliMobilGue juga menyediakan jasa pengecekan kendaraan yang menyeluruh dengan hasil yang ditampilkan di aplikasi dan terhubung langsung dengan jaringan pembeli potensial.

Dengan kerja sama ini pemilik mobil akan mendapat keuntungan dari keahlian masing-masing platform. Pemilik mobil juga diberikan pilihan untuk menjual mobilnya melalui OLX atau memanfaatkan layanan dari BeliMobilGue.

Di segmen jual beli mobil, OLX sudah menjalin kerja sama dengan Futuready untuk memudahkan pembeli mobil mendapatkan asuransi dan Cermati untuk kemudahan perhitungan kredit mobil. Sementara BeliMobilGue awal tahun ini baru saja mendapatkan pendanaan Pra-Seri A sebesar 50 Miliar.

Application Information Will Show Up Here

Blizzard Akan Luncurkan Diablo III untuk Nintendo Switch Tahun Ini

Nintendo Switch adalah sebuah fenomena di industri gaming. Satu per satu developer besar berhasil dibujuk untuk merilis game-nya di Switch, tidak terkecuali Blizzard. Ya, Blizzard sedang menyiapkan salah satu game-nya untuk dinikmati para pemilik Switch.

Game tersebut adalah Diablo III, action RPG yang dirilis pertama kali enam tahun silam. Versi Switch-nya yang berjudul “Diablo III Eternal Collection” ini nanti bakal mencakup game aslinya, expansion “Reaper of Souls”, Rise of the Necromancer Pack, dan seluruh update yang sudah Blizzard rilis sejauh ini.

Diablo III versi Switch ini bukan sebatas porting biasa. Blizzard juga paham bahwa multiplayer merupakan komponen penting pada Switch. Untuk itu, selain mode online co-op seperti biasanya, pemain juga bisa menikmati mode local co-op di satu Switch, atau di beberapa Switch sekaligus, tanpa memerlukan koneksi internet. Kombinasi online dan local sekaligus pun juga bisa.

Diablo III Rise of the Necromancer Pack

Diablo III versi Nintendo Switch kabarnya bisa dibeli seharga $60 tahun ini juga, tapi kapan pastinya masih belum diketahui. Anda mungkin penasaran, apakah ini game Nintendo pertama Blizzard? Tentu saja tidak, sebab salah satu game pertamanya yang populer, The Lost Vikings, juga tersedia di platform Super Nintendo.

Pun demikian, terakhir Blizzard merilis game di platform Nintendo adalah ketika StarCraft orisinil diluncurkan di Nintendo 64 pada tahun 2000. Pertanyaan selanjutnya, apakah Blizzard juga berniat membawa game lain mereka ke Switch? Kalau iya, apa itu? Semoga saja Overwatch.

Sumber: Kotaku.

OVO and Kudo Engaged in Strategic Partnership

OVO and Kudo announced their strategic partnership for system integration. One of the realizations is allowing Kudo’s users to use OVO’s e-money balance. The partnership will bring 1.4 million agents of Kudo’s network to OVO’s platform. It’s to strenghten OVO’s position as a payment platform in Indonesia.

The integration is expected to bring benefit for Kudo with OVO’s user base that has reached 60 million people. Moreover, the partnership allows Kudo to offer a broader payment service to its agents.

Adrian Suherman, OVO’s President Director, emphasized that this partnership confirms OVO’s objective as an open platform. It’s to be integrated with various public’s on-demand services, anywhere.

OVO is a subsidiary of Lippo Group focused on digital payment platform. Kudo is an O2O agent-based payment startup. Both companies have a special relationship with Grab. OVO as GrabPay support system and Kudo has been acquired by Grab.

Kudo made its debut in 2014, helping agents (generally from stalls and SMEs) in more than 500 cities. Kudo’s services provide access to all kinds of payment includes PPOB, ticketing, e-commerce purchasing, insurance, and lending money provider.

“The strategic partnership with OVO marks an important milestone for Kudo in Indonesia as we strive to accelerate growth. OVO and Kudo can now take advantage of each expertise and network to launch mobile payment service to millions of consumers and SMEs,” Albert Lucius, Kudo’s CEO, said.

On the same occasion, OVO also announced they immediately add QR Code capability to extend potential use of service. Furthermore, users can access OVO Wallet QR using OVO and Grab apps. It’s also the follow-up act to the previous collaboration with some partners, including Alfamart and Moka.


Original article is in Indonesian, translated by Kristin Siagian

Anterin Resmikan Kehadiran, Beri Pilihan Moda Transportasi Untuk Warga

Anterin, penyedia marketplace untuk moda transportasi, meresmikan operasionalnya, setelah sebelumnya tersedia dalam versi beta sejak Agustus 2016. Anterin mencoba bawa diferensiasi dengan pemain ride hailing besar, menawarkan sistem berlangganan harian tanpa mengutip komisi dari mitra pengemudi.

“Konsep kami bukan untuk bersaing, tapi memberikan pengalaman baru buat konsumen, sekaligus solusi untuk masyarakat yang ingin bergabung karena konsep kami adalah marketplace. Kami undang operator taksi yang ada untuk bergabung dalam platform Anterin,” ucap CEO Anterin Imron Hamzah, Kamis (16/8).

Dalam peresmian ini, Anterin juga mengumumkan kerja sama strategis dengan perusahaan otomotif khusus roda dua TVS dan aplikasi berbasis navigasi HERE Technologies. Bersama TVS, warga Anterin (mitra pengemudi) dapat mengambil motor di TVS dengan sistem sewa harian sebesar Rp20 ribu per bulan selama tiga tahun. Setelah lewat tiga tahun, motor tersebut akan diberikan ke mitra sebagai milik pribadi.

Sedangkan dengan HERE Technologies, Anterin akan memanfaatkan navigasi untuk mitra pengemudi saat berkendara dengan teknologi yang dimilikinya. Misalnya 3D Maps, HD Live Maps, memakai peta secara offline, real time navigation, informasi lalu lintas, dan masih banyak lagi. Apalagi HERE sudah dipakai oleh perusahaan otomotif global BMW. HERE sudah resmi tersedia di aplikasi Anterin. Sebelumnya perusahaan memanfaatkan API dari Google Maps.

“Ini kemitraan strategis jangka panjang yang kami yakin akan membawa keuntungan bagi kedua belah pihak. Ke depannya bakal ada inisiatif untuk dorong pemakaian di aplikasi HERE bersama Anterin.”

Model bisnis dan rencana ke depan

Imron menerangkan, Anterin menganut konsep kebebasan baik untuk mitra pengemudi maupun pengguna. Ada sistem lelang otomatis yang diberikan ke mitra pengemudi dalam menentukan tarif sendiri, namun dengan tarif batas atas dan bawah yang sebelumnya sudah ditentukan Anterin.

Mitra dapat mendaftarkan lebih dari satu jenis kendaraan dalam satu aplikasi. Mereka tidak dibebankan komisi atau bagi hasil karena Anterin menggunakan konsep berlangganan harian sebesar Rp10 ribu untuk monetisasinya.

“Dengan konsep ini, Anterin memberikan kesempatan sebesar-besarnya untuk berwirausaha karena salah satu misi kami adalah membantu mitra memperoleh pendapatan yang layak, minimal setara UMR.”

Bagi sisi pengguna, Anterin menyediakan fitur favorit apabila pengguna punya preferensi tersendiri untuk mitra pengemudi. Tentunya bagi mitra kehadiran fitur ini memperbolehkan mereka memiliki pengguna tetap. Nilai tambah seperti ini diklaim tidak ada di kompetitor.

Fitur lainnya yang sudah dihadirkan Anterin adalah fitur in-app chat, memungkinkan pengguna dengan mitra dapat saling berkirim pesan tidak hanya teks, tapi juga gambar dan rekaman suara.

Imron menerangkan Anterin akan terus mengembangkan layanan lainnya di samping antar penumpang dan barang, yakni pemesanan makan. Saat ini pihaknya juga mengembangkan sayap bisnisnya ke 26 kota di Indonesia, setelah beroperasi secara beta di Jabodetabek. Beberapa kota tersebut di antaranya adalah Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Bali, Lampung, dan Makassar.

Diklaim mitra Anterin telah mencapai lebih dari 200 ribu untuk motor dan 20 ribu untuk mobil. Aplikasi Anterin sudah bisa diunduh, baik di Play Store dan App Store.

Anterin juga disebutkan telah menerima dana investasi dari pihak eksternal dengan tahapan Pra Seri A. Namun Imron enggan menyebutkan baik identitas investornya maupun nilai yang diterima. Ia hanya menyebut investornya tersebut adalah pihak lokal.

Application Information Will Show Up Here

Katadata Dapatkan Pendanaan Baru yang Dipimpin East Ventures

Katadata sebagai media siber yang berfokus di riset bidang ekonomi dan bisnis, hari ini (16/8) mengumumkan pendanaan yang dipimpin East Ventures. Investor sebelumnya, Emerging Media Opportunity Fund (EMOF) dan Lin Che Wei, turut terlibat kembali dalam pendanaan ini. Tidak disebutkan besaran pendanaan yang didapat.

Dana segar akan dimanfaatkan untuk pengembangan produk dan sistem pengelolaan data dengan teknologi machine learning. Menurut Co-founder & CEO Katadata Metta Dharmasaputra, pendanaan ini merupakan bagian dari langkah lanjutan pengembangan Katadata sebagai media berbasis data.

“Dengan dukungan sistem data yang akan dikembangkan tersebut, diharapkan akan dihasilkan berita dan analisis mendalam berbasis data yang mampu membantu para pelaku bisnis, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya. Rencananya, produk baru berbasis data tersebut akan diluncurkan pada akhir tahun ini,” ujar Metta.

Sejak berdiri tahun 2012, Katadata dikenal sebagai portal berita yang acap kali menyajikan konten berupa infografik dan video. Dikemas dalam dua brand situsnya katadata.co.id dan databoks.co.id.

“Dengan menggabungkan prinsip-prinsip jurnalistik tradisional dengan metode distribusi berbasis teknologi, kita dapat mencapai masa depan yang lebih baik. East Ventures memiliki harapan besar agar Katadata menjadi teladan bagi media berita longform di Indonesia,” sambut Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca.

Sementara itu Lin Che Wei, angel investor tahap awal Katadata, menyampaikan bahwa pendanaan ronde ketiga ini dipercaya akan mempercepat proses digitalisasi, pengembangan teknologi artificial intelligence, dan big data.