Foody Hentikan Bisnis di Indonesia, Operasional Dialihkan ke PergiKuliner

Startup asal Vietnam berbasis media kuliner dan restaurant listing, Foody, per akhir Oktober lalu secara resmi sudah tidak beroperasi lagi di Indonesia. Hadir sejak akhir tahun 2015 lalu, layanan online Foody Indonesia kini secara operasional dikelola oleh PergiKuliner.

Foody, startup yang didirikan oleh Minh Dang, sebelumnya memiliki sejumlah rencana yang cukup agresif di Indonesia dengan layanan seperti food delivery, social media management, dan kegiatan promosi lainnya untuk restoran.

Menurut informasi yang diperoleh DailySocial, kantor Foody Indonesia sudah tidak aktif dan semua pegawainya sudah dibebastugaskan. PergiKuliner mengelola user base dan media sosial (Facebook, Instagram, dan YouTube) Foody Indonesia. Pengambilalihan akun media sosial dan user base Foody Indonesia oleh PergiKuliner dinilai sebagai aset tersendiri bagi perusahaan.

Menurut info dari sumber terpercaya, langkah tersebut dipengaruhi Sea Limited (Sea), dahulu bernama Garena, yang masuk ke perusahaan saat pendanaan Seri B. Sea dirumorkan kini memiliki saham mayoritas di Foody. Sumber kami menolak memberikan informasi keterkaitan antara Sea dan PergiKuliner.

Application Information Will Show Up Here

Negara Anggota ASEAN Sepakati Skema E-commerce

Guna memaksimalkan dan meningkatkan ekonomi digital, negara-negara anggota ASEAN sepakat untuk membentuk kerangka kerja sama dalam bentuk skema e-commerce. Kesepakatan ini disebut akan memfasilitasi transaksi e-commerce lintas batas dan diharapkan mendorong negara anggota mempromosikan paperless transactions.

“Perjanjian ini akan membantu meningkatkan keyakinan dan kepercayaan di kalangan konsumen ASEAN dalam e-commerce. Kami akan memungkinkan bisnis-bisnis ASEAN tumbuh di dalam negeri, regional dan global,” terang Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Chan Chun Sing.

Kesepakatan ini dirumuskan dengan tiga tujuan, yakni untuk memfasilitasi transaksi e-commerce lintas batas, untuk menciptakan kepercayaan dan keyakinan dalam penggunaan e-commerce, dan memperdalam kerja sama di antara negara-negara anggota ASEAN dalam mengembangkan dan mengintensifkan penggunaan e-commerce.

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh para Menteri Perdagangan ASEAN, termasuk Menteri Perdagangan Indonesia Enggarsito Lukita. Penandatanganan berlangsung di tengah KTT ke 33 ASEAN Summit yang berlangsung di Singapura.

Memudahkan akselerasi bisnis e-commerce

Kesepakatan tersebut bisa jadi langkah selanjutnya bagi industri e-commerce Asia Tenggara untuk masuk ke tahap selanjutnya. Dalam beberapa tahun terakhir mungkin industri e-commerce di Asia Tenggara berkembang, tapi masih tertinggal dengan industri e-commerce di Tiongkok maupun Amerika. Ada beberapa hambatan yang coba diselesaikan dengan kesepakatan yang dijalin.

Transaksi e-commerce lintas batas ada di salah satu tujuan kesepakatan ini. Dengan menghilangkan batasan-batasan regional bukan tidak mungkin pemain e-commerce lokal dan UMKM di Indonesia bisa lebih mudah mendapat konsumen dari luar negeri, demikian pula dari negara-negara lainnya.

Poin kesepakatan yang bisa berdampak positif bagi industri e-commerce lokal lainnya adalah kesepakatan untuk mendorong transaksi paperless untuk mempercepat transaksi dan juga perlindungan data pribadi konsumen yang lebih baik.

Kesepakatan ini memiliki semangat yang sama dengan roadmap e-commerce di Indonesia. Poin-poin penting seperti kemudahan transaksi, perlindungan data dan konsumen, infrastruktur dan lain-lain terlihat di keduanya. Harapannya jika seluruh negara ASEAN sepakat untuk berkolaborasi mempermudah industri e-commerce di Asia Tenggara tidak hanya pemain e-commerce yang berdampak tetapi juga bisnis UMKM yang bisa lebih berkembang.

Inilah Alasan Mengapa Nintendo Switch Populer di Kalangan Developer Indie

Nama Nintendo dan game indie dulu mungkin bukan dua hal yang sering kita dengar bersamaan. Sekitar tahun 2012 hingga 2015, platform yang paling gencar mendukung perkembangan game indie adalah PlayStation. Sony selalu mempromosikan game indie berkualitas di acara-acara pameran game besar, dan mereka terus berusaha mempermudah proses penerbitan game independen baik di platform PS4 atau PS Vita.

Akan tetapi, tren tersebut kini telah bergeser. Semenjak Nintendo merilis Switch pada tahun 2017, para developer game indie seperti melakukan hijrah besar-besaran ke platform tersebut. Judul-judul yang sudah sukses di platform lain, seperti Stardew Valley dan Hollow Knight, satu-persatu muncul di Switch, dan kini Switch seolah menjadi pilihan pertama bagi para developer indie untuk merilis game terbaru mereka.

Apa yang menyebabkan Switch begitu menarik bagi para developer indie? Dalam acara PAX Australia 2018, empat developer indie mendiskusikan berbagai alasan yang membuat perilisan game di Switch lebih menguntungkan ketimbang platform lainnya. Dilansir dari Nintendo Everything, inilah alasan-alasan tersebut.

The Gardens Between | Screenshot
The Gardens Between, game indie yang sukses di Switch | Sumber: Steam

Pasar baru yang masih sepi

Sebagai console yang usianya masih muda, Switch memiliki keuntungan besar bagi pada developer, yaitu jumlah game di dalamnya masih sedikit. Sementara jumlah hardware Switch yang beredar di seluruh dunia sangat banyak. Berdasarkan pengumuman Nintendo pada tengah tahun 2018, Switch sudah melampaui angka 20 juta unit terjual, padahal baru 15 bulan berlalu sejak peluncurannya.

Bila kita mengacu pada daftar game Switch di Wikipedia, saat artikel ini ditulis maka ada kurang lebih 670 game yang telah dirilis untuk Switch. Jumlah tersebut sangat sedikit dibandingkan dengan game di PS4, apalagi Steam. Oleh karena itu, game yang muncul di Switch lebih punya ruang untuk dikenal masyarakat, termasuk juga game indie.

“Tergantung dari game itu sendiri. Bukan berarti hanya dengan menaruhnya di Switch maka Anda akan langsung dapat instant hit. Saya pikir audiens saat ini masih menginginkan game yang bagus. Menurut saya kami cukup beruntung, karena kami masuk (ke Switch) cukup awal. Tapi sampai sekarang pun angka penjualan kami cukup memuaskan, jadi (Switch) adalah platform yang cukup sehat asalkan Anda juga cukup cerewet (mempromosikan) game Anda,” demikian penuturan Ash Ringrose dari SMG Studio.

Adanya dukungan dari Nintendo sendiri

Sama seperti program PlayStation Love Indies, Nintendo mendorong ekosistem game indie di Switch lewat program yang disebut “Nindies. Selain memamerkan game indie terbaru di berbagai pameran, Nintendo juga sering merilis video “Nindies Showcase” di YouTube berisi berbagai game indie pilihan. Ini salah satu faktor yang membuat game indie di Switch dapat dikenal luas.

Henrik Pettersson dari The Voxel Agents berkata tentang game mereka yang berjudul The Gardens Between, “Saya rasa 60% penjualan kami sejauh ini datang dari Switch, dan itu sangat besar. Saya pikir ini punya kaitan cukup besar dengan bantuan dari Nintendo dalam hal mempromosikan game itu dan juga bahwa (Switch) ini adalah platform baru yang sangat diminati orang-orang.”

Sony dulu juga memberi dukungan yang besar terhadap game indie di PS Vita, akan tetapi ada satu perbedaan besar antara kedua platform tersebut. Sony memposisikan PS Vita sebagai platform sampingan, sementara Switch adalah platform utama milik Nintendo saat ini. Orang yang membeli Switch tidak akan merasa bahwa console ini adalah “console khusus game indie”, karena memang nyatanya semua game terbaru Nintendo juga ada di sana.

Golf Story | Screenshot
Golf Story, game indie eksklusif Switch | Sumber: Nintendo

Gamer Switch tidak mementingkan tampilan grafis

Switch, seperti halnya console Nintendo lainnya, tidak pernah digembar-gemborkan sebagai console dengan hardware tercanggih atau berkualitas grafis terbaik. Hasilnya, para gamer Switch lebih mudah menerima game indie yang punya nilai produksi relatif rendah, karena mereka memang tidak pernah mengharapkan grafis tercanggih dari console tersebut. Ini cukup kontras dengan PS4, Xbox One, apalagi PC, yang selalu identik dengan game AAA mewah dan mahal.

Sentimen tersebut diutarakan oleh Matthew Rowland, developer game berjudul Armello. “(Game) kami baru keluar selama kira-kira empat minggu di Switch. Tapi memang audiens Armello di Switch terlihat lebih dapat menerima game seperti ini dibandingkan PlayStation atau Xbox […],” ujarnya. Armello sendiri sudah dirilis di platform-platform lain selama tiga tahun, jadi agak sulit membandingkan angka penjualannya. Namun menurut Rowland penjualan awalnya sangat baik.

Faktor-faktor pendukung lain

Ada satu hal yang menurut saya luput dari penuturan para developer di atas, yaitu keunggulan Switch yang tak dimiliki oleh console lainnya: Joy-Con! Saya rasa Joy-Con adalah daya tarik yang sangat besar bagi beberapa game, terutama game indie dengan fitur local multiplayer dan kontrol yang tidak begitu rumit. Ada kesenangan yang muncul dari kemampuan untuk bermain bersama teman di mana saja dan kapan saja, dan ini sangat terasa untuk game sejenis TowerFall atau Ultra Space Battle Brawl.

Penasaran dengan sudut pandang lokal, saya kemudian meminta pendapat dari salah satu developer Indonesia yang baru-baru ini merilis game untuk Switch, yaitu Dominikus Damas Putranto. Damas adalah developer dari Rolling Glory Jam, studio di balik game genre platformer berjudul Rage in Peace. Ia ternyata juga memandang PS4 identik dengan game yang terpoles rapi dan mengandung segudang konten. Tapi di samping itu, ia mengaku bahwa game indie memang terasa cocok saja di Switch.

“Kalau dari sisi handheld, ane selalu merasa platformer nikmat banget di Switch. Ane main ulang beberapa platformer asyik di Switch kayak Owlboy, Hollow Knight, dan merasa sangat nikmat. Dan ternyata begitu pula dengan Rage in Peace,” cerita Damas.

Lanjutnya lagi, “Ada arah kasualnya karena naturnya (Switch) kayak tablet/smartphone begitu, tipe yang tidak perlu attention span tinggi. Ada beberapa teman yang dulu di PC selalu menolak main (Rage in Peace), begitu ada di Switch langsung casually main. Ini bahkan untuk game yang sama persis tanpa ada penyesuaian mekanik atau gameplay gimana-gimana.”

Apa pun alasannya, yang jelas Switch adalah pasar potensial yang tidak boleh diabaikan, terutama oleh para developer game dalam negeri. Saat ini sudah ada beberapa developer ataupun penerbit game Indonesia yang memiliki development kit untuk Nintendo Switch, sehingga jalan untuk merilis game di platform tersebut telah terbuka lebar. Masalahnya, apakah para developer bisa menciptakan game dengan daya saying kuat atau tidak? Itu yang harus jadi perhatian utama.

Sumber: Nintendo Everything

Survei MarkPlus: Shopee Jadi Platform E-commerce Paling Populer Saat ini

Kendati tidak sedinamis beberapa tahun sebelumnya, industri e-commerce di Indonesia tetap menarik untuk diikuti. Potensi pangsa pasar yang besar, membuat para pemain berlomba-lomba untuk menjadi pemimpin pasar. Berbagai strategi dan dukungan modal besar menghiasi persaingan bisnis jual beli online tersebut. Di Indonesia saja, dua “unicorn” hadir dari kategori e-commerce.

Untuk melihat tren terkini, MarkPlus Inc mengadakan sebuah survei terkait brand awareness pemain e-commerce di Indonesia. Daru responden yang mengaku menggunakan e-commerce minimal 4x dalam 3 bulan terakhir, didapatkan data bahwa Shopee (31%) menjadi top of mind brand. Disusul oleh Lazada (20,3%) dan Tokopedia (17,9%). Temuan ini tidak jauh berbeda dengan hasil riset DailySocial yang diterbitkan beberapa waktu lalu.

Ada tiga hal yang menjadi pertimbangan utama oleh responden saat memilih layanan e-commerce. Pertama ialah promo yang disajikan (61,3%), kedua terkait dengan harga produk yang lebih murah, dan ketiga reputasi dari brand e-commerce tersebut (53,8%). Sementara itu hampir seluruh responden (91,3%) lebih suka mengakses platform melalui ponsel pintarnya.

“Strategi seperti banyak promo, harga murah, reputasi baik, sampai gratis biaya kirim adalah alasan mengapa konsumen memilih berbelanja di platform e-commerce. Ini juga yang membuat brand-brand ternama bertahan,” ungkap Associate of High Tech, Property and Consumer Industry of MarkPlus, Irfan Setiawan.

Dalam survei turut memaparkan bagaimana popularitas e-commerce di tiap daerah. Tokopedia menjadi yang paling sering diakses di Jakarta. Sementara Shopee menjadi yang paling sering diakses di Bandung, Surabaya, Semarang dan Makassar. Lazada mendapatkan tempat pertama di konsumen Medan.

“Pemain-pemain seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Bukalapak adalah nama-nama pemain e-commerce yang paling sering disebut responden. Shopee, yang menjadi e-commerce paling banyak diakses oleh responden dalam tiga bulan terakhir,” sebut Irfan.

Mengaktifkan DNS 1.1.1.1 di Ponsel Kini Lebih Mudah Berkat Aplikasi Android dan iOS-nya

Masih ingat dengan 1.1.1.1, layanan DNS baru persembahan Cloudflare yang dirilis pada tanggal 1 April lalu? Pasca peluncurannya, DNS itu memang sudah bisa digunakan di berbagai perangkat: langsung di router, di komputer, atau di smartphone. Kendati demikian, meskipun 1.1.1.1 mudah sekali diingat, mengganti DNS di smartphone ternyata tidak semudah membalik telapak tangan.

Kendala seperti ini jelas membuat konsumen awam jadi enggan menggunakan 1.1.1.1 pada ponselnya, terlepas dari banyak manfaat yang diberikannya; utamanya soal kecepatan dan jaminan privasi. Cloudflare sudah punya solusinya, yakni dalam bentuk aplikasi.

Dirilis untuk Android dan iOS pada 11 November (11-11) kemarin, aplikasi 1.1.1.1 benar-benar dirancang penuh dengan kesederhanaan. Hanya ada satu tuas di dalamnya, yakni untuk mengaktifkan atau menonaktifkan DNS 1.1.1.1 pada perangkat. Semuanya berlangsung secara otomatis tanpa mengharuskan pengguna mengubek-ubek menu pengaturan jaringan.

Sejauh yang saya coba, tidak ada perbedaan antara mengaktifkan 1.1.1.1 via aplikasi atau secara manual melalui menu pengaturan jaringan. Cloudflare sendiri juga masih bisa berbangga mengetahui 1.1.1.1 yang mencatatkan performa tercepat di kategori DNS publik versi DNSPerf.

Satu catatan terakhir, aplikasi 1.1.1.1 bisa diunduh secara cuma-cuma. Cloudflare sama sekali tidak menarik biaya, demikian pula untuk penggunaannya di perangkat desktop.

Sumber: Cloudflare via SlashGear.

Application Information Will Show Up Here

Bermacam Fungsi pada Mobil Besutan VW Sekarang Bisa Dikontrol dengan Siri

Siapa yang menyangka voice assistant bakal memegang peran sepenting ini dalam kehidupan manusia? Awalnya hanya dipandang sebagai gimmick di smartphone, voice assistant sekarang juga sudah menjadi salah satu komponen esensial buat sistem infotainment mobil. Tidak percaya? Lihat saja apa yang baru-baru ini diumumkan VW.

Mereka mengumumkan integrasi yang cukup mendalam antara aplikasi smartphone-nya, VW Car-Net, dengan Siri di perangkat iOS. Menggunakan perangkat dengan iOS 12, pemilik mobil VW yang kompatibel bisa meminta bantuan Siri untuk mengunci atau membuka mobilnya.

Itu baru satu fungsi. Sisanya masih ada fungsi untuk mengecek estimasi jarak tempuh dengan bahan bakar yang tersisa, serta fungsi untuk membunyikan klakson atau mengedipkan lampu depan. Berhubung ini Siri yang kita bicarakan, fungsi-fungsi tersebut bisa diaktifkan dengan frasa seperti “Hey Siri, lock my car” dan sejenisnya.

Pada kenyataannya, VW sengaja membuat agar aplikasinya ini kompatibel dengan Siri Shortcuts, sehingga pengguna bebas menciptakan frasa-frasa perintahnya sendiri, semisal untuk menyesuaikan suhu dalam kabin, mengaktifkan komponen defroster, atau malah menanyakan lokasi mobilnya di sebelah mana.

Ya, Siri Shortcuts bukan sekadar untuk mengontrol perangkat smart home atau memudahkan workflow aplikasi mobile. VW Car-Net merupakan bukti bahwa fitur tersebut juga berlaku untuk memanjakan pengemudi dan penumpang mobil.

VW memang bukan yang pertama menerapkan voice assistant dalam mobil, tapi pendekatan yang mereka ambil cukup menarik. Mereka mungkin tengah menyiapkan voice assistant-nya sendiri, tapi setidaknya untuk sekarang konsumen sudah bisa menikmati kemudahannya dengan bantuan Siri.

Sumber: VentureBeat dan Volkswagen.

Dukungan Keyboard dan Mouse Untuk Xbox One Akan Tiba Besok

Controller Xbox dan DualShock 4 mungkin ideal untuk menikmati game dari atas sofa atau buat mengakses permainan-permainan ber-genre fighting, Tapi di era console saat ini, ada banyak judul multi-platform dilepas, dan beberapa dari mereka mempunyai sistem kendali yang cukup kompleks. Dan dinilai dari skenario tersebut, gamepad mulai menunjukkan keterbatasannya.

Mincrosoft sendiri sudah lama berjanji untuk menghadirkan dukungan keyboard dan mouse di console current-gen mereka. Di bulan Juni kemarin, sang produsen sempat dikabarkan berkolaborasi dengan Razer buat menggarapnya. Dan baru di acara XO18 yang dilangsungkan akhir minggu kemarin akhirnya Microsoft mengumumkan bahwa perusahaan akan mengimplementasikan fitur tersebut di minggu ini, tepatnya pada tanggal 14 November.

Kapabilitas itu tidak disuguhkan secara langsung dan ‘masif’. Untuk sekarang, cuma produk bertuliskan Designed for Xbox buatan Razer yang mendukung Xbox One. Keyboard dan mouse ini dari awal didesain agar menunjang pemakaian di ruang keluarga ataupun skenario desktop, telah dilengkapi tombol-tombol khusus Xbox, serta dibekali fitur Dynamic Lightning – yaitu sistem pencahayaan yang bisa menyesuaikan dengan kejadian dalam permainan.

Sementara ini, Razer masih menjadi satu-satunya partner eksklusif Microsoft dalam peracikan keyboard dan mouse untuk Xbox One. Rencananya, kedua perusahaan akan memamerkan produk-produk anyar tersebut di CES 2019. Tanggal 14 November sendiri menandai dimulainya periode uji coba penerapan mouse dan keyboard di console Microsoft bagi peserta program Xbox Insider.

Epic Games sebelumnya sudah sempat bilang bahwa Fortnite merupakan salah satu game pertama yang akan mengadopsi fitur baru ini, begitu pula Digital Extreme selaku studio di belakang game third-person shooter populer, Warframe. Selanjutnya, Microsoft juga telah mengonfirmasi judul-judul lain yang siap menopang solusi kontrol andalan para gamer PC tersebut, yaitu:

  • Bomber Crew
  • Deep Rock Galactic
  • Strange Brigade
  • Vermintide 2
  • War Thunder
  • X-Morph Defense

Di waktu ke depan, dukungan mouse dan keyboard akan turut dihadirkan di versi Xbox permainan-permainan di bawah ini:

  • Children of Morta
  • DayZ
  • Minion Master
  • Moonlighter
  • Vigor
  • Warface
  • Wargroove

Kita boleh berasumsi, dukungan keyboard dan mouse secara penuh bagi Xbox One adalah salah satu cara Microsoft menyambut tren yang mulai populer dan pelan-pelan jadi kian esensial bagi penyedia hardware serta developer game: cross-platform play. Berkatnya, para pemilik console punya kesempatan buat berhadapan dengan gamer PC di arena multiplayer.

Sumber: Xbox Wire.

Firefox Kedatangan Dua Fitur Eksperimental Baru: Price Wise dan Email Tabs

Mozilla belakangan ini cukup rajin bereksperimen dengan fitur-fitur baru untuk Firefox. Sebelumnya sudah ada password manager dan extension penyaji konten terkait. Sekarang, bertepatan dengan akan datangnya musim liburan, Mozilla bereksperimen dengan fitur untuk memudahkan proses belanja online.

Hasil pemikiran mereka adalah extension bernama Price Wise. Sementara baru tersedia untuk konsumen di AS, fitur ini memungkinkan pengguna untuk memonitor harga barang yang dijual di peritel besar seperti Amazon, Walmart, Best Buy, eBay atau The Home Depot.

Caranya sangat mudah. Pengguna hanya perlu menambahkan produk yang diincar ke Price Wise. Setelahnya, setiap kali harganya turun, mereka bakal mendapatkan notifikasi. Dari situ pengguna bisa langsung membeli barangnya tanpa perlu repot-repot mencarinya lagi di salah satu situs peritel.

Lebih jelasnya Anda bisa langsung tonton video di bawah ini.

Di samping Price Wise, Mozilla juga meluncurkan extension bernama Email Tabs. Extension ini dimaksudkan untuk mempermudah pengguna mengirim konten pada suatu situs via email. Kontennya bisa berupa sebatas tautan saja, screenshot, atau satu halaman penuh, lengkap dengan teksnya.

Prosesnya sama sekali tidak memerlukan metode copy-paste. Cukup buka tab situs yang hendak dikirim, lalu klik tombol extension Email Tabs. Simpel dan sepele memang, tapi bakal sangat membantu ketika jumlah tab yang dibuka sudah mencapai puluhan.

Firefox Email Tabs

Kedua extension ini sekarang sudah bisa dicoba oleh para beta tester Firefox Test Pilot.

Sumber: Mozilla.

StarLadder Umumkan Jadwal Kualifikasi dan Tim Undangan Chongqing Major

Turnamen Dota 2 Major kedua musim 2018 – 2019 telah diumumkan beberapa waktu lalu dengan nama Chongqing Major. Bila Kuala Lumpur Major diselenggarakan oleh PGL, dan Stockholm Major nanti ditangani oleh DreamHack, Chongqing Major dipegang oleh StarLadder yang juga merupakan organizer kawakan di dunia esports Dota 2. StarLadder bekerja sama dengan perusahaan live streaming ImbaTV dalam pengerjaan kompetisi di Tiongkok tersebut.

StarLadder telah mengumumkan detail lebih lanjut tentang jadwal babak kualifikasi turnamen ini. Open Qualifier dibuka untuk wilayah Asia Tenggara, Eropa, PNM (CIS), Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Tiongkok, mulai tanggal 15 November 2018. StarLadder juga mengumumkan daftar tim undangan yang akan tampil di Closed Qualifier nantinya. Daftarnya dapat Anda lihat dalam gambar di bawah.

Chongqing Major | Invited Teams
Daftar tim undangan Chongqing Major | Sumber: StarLadder

Perhatikan bahwa wilayah Eropa dan Tiongkok memiliki sedikit perbedaan dibanding wilayah-wilayah kompetitif lainnya. Di Eropa, hanya ada tiga tim yang masuk dari Open Qualifier, sementara di wilayah lain umumnya empat. Belakangan ini performa tim-tim Eropa di kompetisi Dota 2 memang sangat kuat, jadi wajar bila StarLadder langsung mengundang banyak tim dari wilayah ini untuk membuat Chongqing Major lebih menarik.

Selain itu, di Tiongkok ada satu slot undangan yang diisi oleh pemenang turnamen H-Cup Season 10. H-Cup merupakan turnamen lokal Tiongkok yang digelar oleh ImbaTV, dan Season 10 akan berlangsung pada tanggal 20 – 25 November besok.

The International 2018 | Champion
Setelah rehat sejenak, sang juara akhirnya “turun gunung” juga | Sumber: Wykrhm Reddy

Satu lagi hal menarik dari daftar tim yang bertanding adalah kembalinya tim OG. Anda mungkin masih ingat bahwa tim juara The International 2018 ini sempat menolak undangan untuk tampil di Kuala Lumpur Major. Alasannya adalah karena mereka ingin istirahat setelah perjuangan yang begitu keras menjadi kampiun dunia. Kini OG akan mulai bertarung lagi untuk mengumpulkan DPC Point agar bisa mendapat tiket ke The International 2019.

Babak utama Chongqing Major akan diadakan pada tanggal 19 – 27 Januari 2019. Total hadiah yang ditawarkan senilai US$1.000.000, dan juaranya sendiri berhak pulang dengan membawa US$350.000. Para kontestan juga berkesempatan meraih DPC Point sebesar total 15.000 poin, dengan 4.950 poin jatuh ke juara pertama. Dari sekian banyak tim yang bertanding itu, kira-kira siapakah yang akan menjadi juara?

Sumber: GosuGamers, StarLadder

Jagoan Tekken Indonesia Terhenti di 8 Besar IESF World Championship 2018, Arab Saudi Juara

IeSF World Championship 2018 merupakan acara kompetitif tahunan dari International e-Sports Federation (IeSF) yang merupakan organisasi esports dunia yang menaungi banyak organisasi esports di tiap negara, seperti IESPA di Indonesia.

Gelaran yang diselenggarakan pada tanggal 9-11 November 2018 di Kaohsiung, Korea Selatan ini mempertandingkan 3 game, yaitu CS: GO, LoL, dan Tekken 7. Sayangnya, Indonesia sendiri hanya mengirimkan 1 perwakilan untuk Tekken 7 yaitu sang jagoan Tekken Indonesia: Adrian “Meat” Jusuf.

Sayangnya, Meat harus tersandung di babak 8 besar saat bertemu Tejan dari India.

Menurut Bram Arman, pendiri Advance Guard dan pejuang esports fighting Indonesia, Tejan sebenarnya terbilang underdog meski memang ia pernah mengalahkan dewa game fighting dari Korsel di South East Asia Major. Kala itu, Tejan juga berhasil menjadi juara ketiga di sana.

Bram juga tadinya berpendapat bahwa jika Meat menang atas Tejan, harusnya ia bisa melangkah lebih jauh karena Meat berada di sisi bracket yang, di atas kertas, lebih mudah. Andaikan Meat menang, ia akan bertemu dengan pemain Arab Saudi, Sora. Muasalnya, para pemain dari Jepang, Korsel, dan Filipina berada di bracket yang berseberangan.

Setidaknya, itu pendapatnya sebelum Arab Saudi ternyata yang memenangkan pertandingan. “Mas, saya revisi pendapat saya ya. Juaranya Arab Saudi, ternyata underdog sekali. Hahaha… Kaget saya.” Ujar Bram sembari tertawa.

Sumber: IESF
Sumber: IESF

Pertandingan game fighting mungkin memang sulit diprediksi bahkan oleh pemerhati sekalipun yang telah bertahun-tahun menekuni esports fighting. Berikut ini adalah hasil peringkat dan pertandingan dari semua pertandingan IeSF World Championship 2018 untuk Tekken 7 yang dihimpun dari EventHubs:

Tekken 7 — Results
1. [Saudi Arabia] Sora (Jin)
2. [Japan] Hakaioh (King)
3. [South Korea] ROX|Chanel (Eliza, Alisa, Anna)
4. [India] Tejan (Asuka, Alisa, Nina)
5. [Philippines] AK (Shaheen)
5. [Switzerland] KiraKira (Eliza, Katarina)
5. [Indonesia] SOA|Meat (JACK-7, Steve, Feng, Dragunov)
5. [Australia] Dee-On Grey (JACK-7, Geese)

9. [Serbia] RuRColdHeart (Nina, Paul)
9. [Iran] AFK (Heihachi, Akuma)
9. [New Zealand] Dan Banter (Geese, Claudio, Dragunov)
9. [Sweden] Cyrox (Heihachi)
9. [Thailand] LordBear (JACK-7)
9. [Malaysia] ABA (JACK-7, Bryan, Paul, Kuma, Feng)
9. [Finland] Joplex (Kazumi, Claudio)
9. [Tunisia] Nindo (Master Raven)

Sumber: IESF
Sumber: IESF

Tekken 7 — Top 8 battle log
• Finals: [Saudi Arabia] Sora (Jin) eliminated [Japan] Hakaioh (King) 5-4.

• Third place match: [South Korea] ROX|Chanel (Eliza) defeated [India] Tejan (Asuka) 5-3.

• Semi-finals: [Saudi Arabia] Sora (Jin) eliminated [India] Tejan (Asuka, Nina) 5-1.

• Semi-finals: [Japan] Hakaioh (King) eliminated [South Korea] ROX|Chanel (Alisa, Eliza, Anna) 5-2.

• [Saudi Arabia] Sora (Jin) eliminated [Australia] Dee-On Grey (JACK-7, Geese) 4-1.

• [India] Tejan (Asuka, Alisa) eliminated [Indonesia] SOA|Meat (JACK-7, Feng, Dragunov, Steve) 4-2.

• [Japan] Hakaioh (King) eliminated [Switzerland] KiraKira (Eliza, Katarina) 4-0.

• [South Korea] ROX|Chanel (Eliza, Alisa) eliminated [Philippines] AK (Shaheen) 4-3.

CS: GO dan LoL

Sumber: IESF
Sumber: IESF

Sedangkan untuk cabang CS: GO dan LoL, keduanya justru lebih bisa diprediksi para juaranya.

Meski terpuruk di World Championship 2018 resmi dari Riot Games, Korea Selatan berhasil menjadi juara di cabang LoL gelaran ini. Hal ini memang bisa dibilang sesuai prediksi karena memang dunia persilatan LoL internasional sendiri dikuasai oleh 2 negara Asia, Cina dan Korea Selatan.

CS: GO yang memang masih dikuasai oleh tim-tim dan pemain Eropa juga sesuai dengan prediksinya. Finlandia berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Swedia di partai final.