[Unboxing] Samsung Galaxy A10s: Bentuk Sama tapi Berkamera Dua

Sepertinya belum lama Samsung mengeluarkan smartphone Galaxy A10. Namun, saat ini ternyata Samsung sudah memiliki sang pengganti, yaitu A10s. Sama seperti Galaxy A50s, Galaxy A10s menambahkan beberapa feature yang lebih baru dari A10.

Samsung Galaxy A10s Unboxing - Launch

Hal pertama yang terlihat adalah Galaxy A10s menggunakan dua kamera pada bagian belakangnya. Selain itu, Samsung juga menambahkan sensor sidik jari serta face recognition untuk meningkatkan keamanan dari perangkat ini. Namun hal tersebut sepertinya lebih mendekatkan lagi kelas antara A10s dengan yang di atasnya maupun seri M.

Oleh karena itu, Samsung mengatakan bahwa saat ini mereka sudah tidak mengklasifikasikan perangkatnya berdasarkan harga. Samsung membedakan perangkatnya saat ini sesuai dengan kebutuhan dari para penggunanya. Oleh karenanya, seri A selalu disasar untuk generasi yang suka untuk melakukan live video.

Samsung Galaxy A10s Unboxing

Samsung juga mengundang saya dalam rangka acara unboxing yang dilaksanakan pada Scenic Sudirman, pada tanggal 18 September 2019. Tidak banyak memang yang dapat dilihat didalam paket penjualannya. Saat dibuka paket penjualannya, hanya didapatkan perangkat A10s, kabel USB, serta charger.

Yang cukup menarik adalah Galaxy A10s tidak menggunakan SoC Exynos. Kali ini, Samsung menyematkan SoC Mediatek Helio P22 pada perangkat dengan harga Rp. 1.899.000 ini. A10s juga hanya memiliki satu varian dengan RAM 2 GB dan penyimpanan 32 GB.

Samsung Galaxy A10s Unboxing - Dual cam

Kami sudah mendapatkan unit demo dari Samsung. Tentunya, kami bakal melakukan review yang lebih mendalam untuk Galaxy A10s ini.

Populer Secara Global, Twitch tak Berkutik di Indonesia

Secara global, ada empat platform live-streaming yang ada di bawah perusahaan besar, yaitu Twitch di bawah Amazon, YouTube Gaming, Facebook Live, dan Mixer milik Microsoft. Dari empat platform tersebut, Twitch masih menjadi platform live-streaming populer, menurut laporan StreamElements, dikutip dari TechCrunch. Pada Q2 2019, total durasi video live-streaming ditonton mencapai 3,77 miliar jam. Sebanyak 2,72 miliar jam ditonton di Twitch, yang berarti platform tersebut berkontribusi 72,2 persen dari total durasi video ditonton. Setelah Twitch, YouTube Gaming jadi platform populer kedua, diikuti oleh Facebook Gaming dan Mixer dari Microsoft.

Sumber: TechCrunch
Jumlah total video ditonton. Sumber: TechCrunch

Namun, tren di Indonesia sama sekali berbeda. Platform pilihan masyarakat Indonesia untuk menonton konten esports adalah YouTube. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh DSResearch pada 1.445 responden, sebanyak 84,6 persen responden mengaku bahwa mereka menonton konten esports di YouTube. Platform favorit kedua adalah Facebook, diikuti oleh NimoTV. Namun, seperti yang bisa Anda lihat pada grafik di bawah, ada perbedaan yang signifikan antara jumlah responden yang menonton esports di YouTube dan di Facebook serta NimoTV. Twitch, yang populer secara global, justru menjadi platform yang paling jarang digunakan. Hanya 6,6 persen responden menonton konten esports di platform tersebut.

Sumber: DSResearch
Sumber: DSResearch

Berdasarkan laporan Esports Market Trend 2019, dua game esports paling populer di kalangan responden ketika survei diadakan pada Juli lalu adalah Mobile Legends dan Player Unknown’s Battleground (PUBG) Mobile. Keduanya adalah game mobile. Kedua game itu juga menjadi game esports yang paling banyak ditonton oleh responden. Menurut laporan DSResearch, konten game mobile seperti Mobile Legends dan PUBG Mobile memang sering ditayangkan di YouTube, baik secara live maupun rekaman. Karena itu, tidak heran jika YouTube jadi platform favorit masyarakat Indonesia untuk menonton konten gaming dan esports. Facebook sukses menjadi platform terpopuler kedua berkat usaha keras mereka untuk meningkatkan pengguna Facebook Gaming. Dari data ini, bisa disimpulkan, jika penyelenggara acara esports ingin melakukan live streaming atau mengunggah konten video, mereka dapat fokus pada dua platform tersebut.

Meskipun Twitch adalah platform konten game dan esports terpopuler di dunia, tak banyak penduduk Indonesia yang menggunakan platform tersebut. Alasannya sederhana, karena platform itu terasa tak familiar. Co-founder dan COO Twitch, Kevin Lin sempat hadir dalam acara IDBYTE pada 13 Desember lalu. Ketika ditanya tentang ini, dia mengaku tidak heran jika tak banyak warga Indonesia yang menggunakan Twitch, karena Indonesia memang bukan salah satu negara yang menjadi fokus mereka. “Indonesia jelas adalah pasar yang besar, dengan fokus pada mobile. Saat ini, kami belum mendukung streaming untuk game mobile. Kami tengah mengembangkan fitur itu. Setelah itu selesai, kami akan lebih fokus ke Indonesia,” jawab Kevin ketika ditanya apakah Twitch akan mencoba untuk masuk ke pasar Indonesia.

Sumber header: Dexerto

Realme 5 dan 5 Pro Resmi Luncur dengan Gunakan Empat Kamera

Realme akhirnya kembali meluncurkan dua buah smartphone lagi di tahun 2019 ini. Kali ini, yang diluncurkan adalah Realme 5 Pro dan Realme 5 yang menggantikan dua smartphone dengan seri 3 yang sebelumnya sudah diluncurkan. Realme juga sekaligus merayakan masuknya mereka ke dalam jajaran 5 besar produsen smartphone di Indonesia.

Realme 5 Series - Launch

Hal baru yang dapat ditemukan pada kedua perangkat Realme seri 5 ini adalah penggunaan empat kamera pada bagian belakangnya. Secara berurutan, kamera yang ada pada bagian belakang tersebut adalah kamera wide angle 119 derajat, kamera utama, kamera portrait, dan kamera makro. Jadi, Realme memang ingin memulai penggunaan empat buah kamera mulai dari seri ini.

Untuk spesifikasi dari keduanya adalah sebagai berikut

Realme 5 Pro Realme 5
SoC Snapdragon 712 Snapdragon 665
CPU 2×2.3 GHz Kryo 360 Gold + 6×1.7 GHz Kryo 360 Silver 4 x 2.0 GHz Kryo 260 Gold & 4 x 1.8 GHz Kryo 260 Silver
GPU Adreno 616 Adreno 610
RAM 4 / 8 GB 3 / 4 GB
Internal 128 GB 32 / 64 / 128 GB
Layar IPS 6,3 inch 2340×1080 IPS 6,5 inci 1600 x x720
Dimensi 157 x 74.2 x 8.9 mm 164.4 x 75.6 x 9.3 mm
Bobot 184 gram 198 gram
Baterai 4035 mAh 5000 mAh

Pada perangkat terbarunya ini, Realme menggunakan desain baru pada bagian belakangnya. Desain diamond cutting yang ada dibelakangnya tersebut memiliki dua warna, Crystal Blue dan Crystal Purple untuk Realme 5, serta Sparkling Blue dan Crystal Green untuk Realme 5 Pro.

Realme 5 Series - Realme 5

Realme 5 Pro tersedia dalam 2 varian, 4GB+128GB dengan harga Rp 2.999.000 dan 8GB+128GB dengan harga Rp 3.699.000. Selain itu, Realme 5 akan tersedia dalam 3 varian, 3GB + 32GB dengan harga Rp 1.999.000, 3GB+64GB dengan harga Rp 2.199.000, dan 4GB+128GB dengan harga Rp 2.699.000.

Gunakan Gorilla Glass 3+

Kedua perangkat Realme seri 5 ini datang dengan menggunakan Gorilla Glass 3+. Padahal, Realme 3 Pro dan Realme X menggunakan Gorilla Glass 5 yang kelasnya berada di atasnya. Apa alasan dibalik itu?

Realme 5 Series - Realme 5 Pro

Penggunaan Gorilla Glass 3+ menurut Felix Christian, Product Manager Realme Indonesia, merupakan salah satu strategi untuk mengurangi harga.  Hal tersebut dikarenakan penggunaan spesifikasi yang tinggi serta empat kamera yang tidak murah untuk diimplementasikan.

Felix berharap bahwa Gorilla Glass 3+ juga dapat bertahan pada saat digunakan nantinya. Untuk kasus Realme X, penggunaan Gorilla Glass 5 cukup berkaitan dengan in display fingerprint sehingga mengharuskan kaca yang lebih tipis.

Tidak Ghoib?

Dengan penetapan harga yang cukup terjangkau, sebuah smartphone bisa menjadi sebuah barang langka di pasaran. Hal tersebut juga bisa terjadi pada kedua perangkat baru dari Realme ini. Namun, Felix menepis bahwa kedua perangkat ini nantinya bakal langka di pasaran.

Realme 5 Series - QnA

Realme menggunakan strategi target triple double untuk Realme 5 Pro dari sebelumnya. Kapasitas produksi sudah lengkap dan sudah tersebar di seluruh toko di Indonesia. Hal ini cukup memastikan bahwa produk Realme 5 Pro tidak akan langka di Indonesia.

Realme Seri 3 End of Life

Harga dari Realme seri 5 memang terpaut cukup kecil dengan Realme seri 3. Walaupun begitu, ternyata Realme sudah terlebih dahulu menghentikan produksi dari Realme seri 3. Jadi, semua Realme seri 3 yang ada dipasaran merupakan produk yang sudah berhenti masa produksinya.

Felix mengatakan bahwa setiap kali Realme mengeluarkan produk baru, secara otomatis produk lamanya akan berhenti berproduksi. Hal ini juga berkaitan dengan volume produksi dari pabrik mereka. Namun, semua itu juga tergantung dengan umur dari produk yang mereka tentukan.

Kami juga sudah menguji Realme 5 Pro pada tautan yang satu ini.

Shipper Bukukan Pendanaan Awal 70 Miliar Rupiah, Perkuat Posisinya sebagai Agregator Layanan Logistik

Startup pengembang platform agregator layanan logistik Shipper hari ini mengumumkan telah membukukan putaran pendanaan awal senilai $5 juta atau setara 70,3 miliar Rupiah. Investor yang terlibat meliputi Lightspeed Ventures, Floodgate Ventures, Insignia Ventures Partners dan Y Combinator. Investasi ini meningkatkan perolehan sebelumnya senilai $150 ribu pasca keterlibatannya di program akselerasi Y Combinator.

Modal yang didapat akan difokuskan untuk perekrutan dan akuisisi pelanggan. Sejak diluncurkan tahun 2017, Shipper kini telah melayani lebih dari 25 ribu pedagang online. Peningkatan traksi e-commerce dan jual beli via media sosial turut membuat bisnis logistik yang diusung Phil Opamuratawongse dan Budi Handoko ini melejit di pasar.

Secara geografis Indonesia memiliki tatanan yang unik. Wilayah yang terbagi menjadi banyak pulau memberikan tantangan tersendiri bagi bisnis logistik. Pihak Shipper meyakini, kondisi tersebut tidak mungkin untuk diselesaikan oleh satu pemain saja. Dari data internal Shipper pun tercatat saat ini ada kurang lebih 2500 penyedia logistik di Indonesia dengan berbagai skala bisnis.

Banyak bisnis logistik yang hanya mencakup wilayah kecil, namun mereka tahu betul mengenai lokasi tersebut — termasuk terkait keandalan akses, karena beberapa lokasi juga sulit dijamah. Platform Shipper memungkinkan para pedagang untuk mendapatkan layanan logistik yang relevan, yang mampu mengakomodasi pengiriman secara efisien ke daerah-daerah yang dituju.

Shipper juga menghadirkan layanan kurir penjemputan paket ke lokasi pengguna, pun mulai menyediakan lokasi penjemputan atau pengambilan paket. Selain untuk pelacakan, teknologi yang dikembangkan turut didesain membantu penyedia logistik untuk mengelola pengiriman. Termasuk mengalkulasi rute pengiriman terbaik. API khusus juga disediakan untuk konsumen bisnis, menghubungkan solusi Shipper ke platform yang dikembangkan mitra.

Hingga tahun depan Shipper targetkan miliki 1000 hub mikro untuk penjemputan dan 20 pusat logistik. Ambisi ekspansi regional juga sudah disampaikan, targetnya juga bisa layani pasar Thailand, Vietnam, dan Filipina di tahun-tahun mendatang.

Application Information Will Show Up Here

Startup P2P Lending Julo Umumkan Pendanaan Seri A 140 Miliar Rupiah

Startup fintech lending Julo mengumumkan perolehan pendanaan seri A sebesar $10 juta (sekitar 140 miliar Rupiah) yang dipimpin oleh Quona Capital. Investor lain yang turut berpartisipasi adalah Skystar Capital, East Ventures, Provident Capital, Gobi Partners, dan Convergence Ventures.

Perolehan dana ini sebenarnya tambahan dari putaran seri A yang sudah berlangsung pada tahun lalu. Julo telah mengantongi dana segar sebanyak $5 juta, sehingga bila ditotal startup ini memperoleh $15 juta (sekitar 280 miliar Rupiah) dalam seri A.

“Pendanaan ini telah menghadirkan dan membuka kesempatan bagi Julo untuk terus berkembang dan memberikan layanan terbaik,” ucap Founder & CEO Julo Adrianus Hitijahubessy dalam keterangan resmi.

Ia menambahkan, pendanaan ini akan dipakai untuk mengembangkan bisnis secara keseluruhan dengan memperluas tim dan meningkatkan kualitas sistem skor kredit. Fokus ini selaras upaya perusahaan dalam meningkatkan mata pencarian masyarakat Indonesia, yang tercermin dalam portofolio penyaluran kredit mayoritas untuk pinjaman produktif.

“Karenanya kami selalu mengembangkan fitur baru untuk meningkatkan layanan kami dan menjangkau orang-orang di seluruh negeri,” katanya.

Startup yang berdiri sejak 2016 ini menawarkan pinjaman antara 500 ribu hingga 8 juta Rupiah dan dapat dicicil maksimal enam bulan. Bunga yang ditawarkan adalah 3%-4% per bulan atau 0,1%-0,3% per hari, diklaim sebagai salah satu yang terendah.

Kendati demikian, Julo tetap mengedepankan asas mitigasi risiko. Tanpa melanjutkan lebih dalam, dia mengklaim credit scoring yang dipakai Julo lebih efisien dari pemain sejenisnya.

Hingga kini, Julo telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp431 miliar kepada 116 ribu total peminjam. Dari angka peminjam, 54 ribu di antaranya adalah peminjam aktif. Bila dilihat pencapaian di tahun 2019 saja, Julo telah menyalurkan Rp321 miliar atau 74,4% dari total penyaluran.

Cakupan layanan Julo tersebar di 18 wilayah, di antaranya Sukabumi, Tasikmalaya, Sumedang, Cianjur, Garut, Palembang, Bandar Lampung, hingga Mataram.

Application Information Will Show Up Here

Persaingan Nike dan Li-Ning di Ranah Esports Tiongkok

Bagi fans, atlet olahraga adalah seorang pahlawan. Tidak jarang, para fans ingin menjadi seperti orang yang dia kagumi, misalnya dengan menggunakan produk yang sang atlet kenakan. Karena itulah, perusahaan biasanya rela untuk mengeluarkan uang jutaan hingga miliaran rupiah untuk bisa menjadi sponsor seorang atlet atau tim olahraga. Nike adalah salah satu merek yang sangat agresif dalam mensponsori tim olahraga.

Nike pertama kali masuk ke ranah esports di Tiongkok pada Oktober 2018. Ketika itu, mereka bekerja sama dengna LeBron James untuk mempromosikan film dokumentar Shut Up & Dribble. Dalam kampanye itu, mereka melibatkan Jian “Uzi” Zihao, pemain tim Royal Never Give-Up (RNG) yang berlaga dalam League of Legends Pro League (LPL). Pada Februari 2019, Nike menandatangani perjanjian untuk menjadi sponsor dari LPL, kompetisi League of Legends untuk kawasan Tiongkok. Perjanjian sponsorship yang berlaku selama empat tahun itu bernilai US$29 juta (sekitar Rp400 miliar). Ini adalah kali pertama Nike menjadi sponsor liga esports.

Dengan kontrak sponsorship itu, semua pemain, pelatih, wasit, dan manager tim LPL harus menggunakan pakaian dan sepatu Nike pada hari pertandingan. Mengingat kontrak ini bersifat eksklusif, tidak ada merek sportswear lain yang boleh menjadi sponsor dari LPL atau semua tim yang bermain di liga tersebut. Pada April, Nike memamerkan kaos yang mereka buat bersama dengan LPL, yang mereka namai “Gamer. Sementara pada awal September lalu, perusahaan sportswear itu menunjukkan seragam dari tim LPL, yang menampilkan logo Nike dan LPL, tapi tidak menunjukkan sponsor dari masing-masing tim. Tak berhenti sampai di situ, Nike juga meluncurkan berbagai jenis pakaian bersama LPL, seperti kaos, sepatu, dan jaket hoodie.

Jersey tim LPL dari Nike | Sumber: The Esports Obsrever
Jersey tim LPL dari Nike | Sumber: The Esports Obsrever

Nike telah menghabiskan uang yang tidak sedikit sebagai sponsor esports di Tiongkok. Menurut Lanxiong Sports, nilai sponsorship antara Nike dan LPL mencapai 50 juta yuan (sekitar Rp99,3 miliar) per tahun. Sponsorship itu berupa uang dan produk. Nike bukanlah satu-satunya merek sportswear yang rela menghabiskan uang dalam jumlah besar di industri esports Tiongkok. Ialah Li-Ning, merek sportswear Tiongkok yang populer di negara asalnya tersebut.

Menurut laporan The Esports Observer, Li-Ning juga tertarik untuk masuk ke esports Tiongkok. Namun, mereka tak memiliki rencana untuk mengikuti jejak Nike dan menjadi sponsor liga esports. Sekalipun mereka ingin melakukan itu, mereka tidak akan bisa karena perjanjian antara Nike dan LPL bersifat eksklusif. Li-Ning pernah menjadi sponsor dari tim League of Legends Edward Gaming (EDG) pada Oktober 2018. Hanya saja, ketika Nike menandatangnai perjanjian eksklusif dengan LPL, Li-Ning mau tak mau harus menghentikan kontrak dengan tim esports tersebut. Namun, itu bukan berarti Li-Ning tak lagi tertarik dengan esports. Beberapa bulan sejak penghentian kontrak dengan EDG, mereka telah menjadi sponsor dari berbagai tim esports seperti Newbee, QC Happy, Hero, YTG, tim Dota 2 RNG, dan juga Team Griffin dari Korea Selatan.

Secara tak langsung, Li-Ning juga memiliki tim LPL bernama LNG Esports. Pada Januari, Viva China Sports mengakuisisi tim Snake Esports. Kepada Chongqing Evening News, CEO Viva China Sports, Li Qilin mengatakan bahwa mereka menghabiskan “ratusan juta yuan” untuk membeli tim esports tersebut. Tim Snake Esports lalu mengganti namanya menjadi LNG Esports pada Mei. Viva China Sports adalah divisi olahraga di bawah Viva China Holdings, yang sebagian kepemilikannya dipegang oleh Li Ning. Selain itu, Qilin adalah keponakan dari Li Ning serta menjabat sebagai anggota dewan dalam Li-Ning Group. Uang yang Li-Ning keluarkan untuk mengembangkan industri esports Tiongkok juga tidak sedikit. Menurut LoL China White Paper dari Tencent/Riot Games, Li-Ning menghabiskan 30 juta yuan (sekitar Rp60 miliar) untuk membangun markas LNG Esports.

Sumber: The Esports Observer
Pakaian player profesional dari Li-Ning | Sumber: The Esports Observer

Karena kontrak eksklusif Nike dengan LPL, Li-Ning memang tak bisa menjadi sponsor dari tim LPL di Tiongkok. Namun, mereka masih bisa membuat perjanjian langsung dengan para pemainnya. Per Juli lalu, Li-Ning telah mendapatkan perjanjian endorsement dengan 10 pemain dari Edward Gaming (EDG). Strategi ini tidak aneh dan biasa diterapkan di olahraga tradisional, seperti basket. Misalnya, meski Nike adalah sponsor pakaian eksklusif untuk NBA, Adidas tetap dapat membuat perjanjian dengan pemain NBA, James Harden.

Meskipun Nike dan Li-Ning sama-sama merek sportswear yang menjadi sponsor di ranah esports, keduanya memiliki strategi yang berbeda. Jika Nike menargetkan para gamer dengan lini “Gamer”, Li-Ning fokus pada para atlet esports profesional dengan lini 中国选手 (yang berarti Pemain Profesional Tiongkok) yang Li-Ning rilis tak lama setelah Nike memperkenalkan lini Gamer. Di Indonesia, tim esports yang menjalin kerja sama dengan merek pakaian adalah EVOS Esports. Pada Juli, mereka mengumumkan kolaborasi dengan Thanksinsomnia dengan tujuan agar nama mereka tak hanya dikenal sebagai tim esports, tapi juga merek lifestyle. Mereka juga lalu membuka flagship store pada Agustus kemarin.

WATONG MLBB Competition, Ketika Gaming Jadi Bagian Gaya Hidup

Seiring dengan perkembangan esports mobile games, membuat video game secara tidak langsung juga menjadi bagian dari gaya hidup. Maka dari itu tak heran jika berbagai brand non-endemik yang berhubungan dengan gaya hidup, seperti makanan, minuman, ataupun fashion jadi semakin percaya diri untuk terjun ke ekosistem esports.

Tak ayal, perkembangan itu pun semakin terasa di ekosistem esports Indonesia. Hybrid sudah sempat membahas hal tersebut, beberapa di antaranya seperti GoPay yang mensponsori RRQKaesang Pangarep lewat brand Ternakopi yang mensposori Aerowolf Genflix, ataupun EVOS yang melebarkan sayap bisnisnya ke bidang fashion dan merchandising lewat brand EVOS GOODS.

Ki-ka: Presiden Direktur Aerowolf, Iwan Iman, Kaesang, Anshari Kadir, dan Hutama Pastika. | Sumber: Instagram Aerowolf
Kini, kerjasama antara brand gaya hidup seperti Ternakopi dengan esports jadi seperti tak aneh lagi, Ki-ka: Presiden Direktur Aerowolf, Iwan Iman, Kaesang, Anshari Kadir, dan Hutama Pastika. | Sumber: Instagram Aerowolf

Seakan tak mau ketinggalan, brand lokal pun juga turut serta terjun ke dalam ekosistem. Ingin menarik perhatian kalangan muda, Warung Tongkrongan atau WATONG menyelenggarakan sebuah kompetisi Mobile Legends: Bang-Bang yang bertajuk WATONG MLBB Competition.

Menggandeng INDOESPORTS, kompetisi ini diadakan di WATONG yang berada di kota Semarang dan Salatiga. Kompetisi ini diadakan dalam rangka peresmian cabang baru Warung Tongkrongan, sembari mencari bakat-bakat Mobile Legends di tingkat lokal.

Hal ini juga mengingat Mobile Legends yang bisa dibilang sebagai salah satu game yang paling diterima oleh khalayak umum dan punya banyak peminat di berbagai daerah di Indonesia. Untuk pendaftarannya sendiri sudah dibuka sejak 10-19 September 2019 kemarin.

Pertandingan akan dilanjutkan dengan fase qualifier yang diadakan pada tanggal 20-22 September 2019 mendatang. Setelah itu, pertandingan akan dilanjutkan dengan babak Grand Final yang diselenggarakan pada 23 September 2019.

Sumber: Rilis Resmi INDOESPORTS
Sumber: Rilis Resmi INDOESPORTS

Babak Grand Final akan menghadirkan Wawa Mania dan Amanda Go sebagai shoutcaster dan tim WAW Esports. Nantinya Anda dapat menguji kemampuan bermain MLBB dengan menantang langsung tim WAW Esports di dalam sebuah pertandingan fun exhibition.

Kerja sama antara bisnis gerai makanan dengan esports ini memang cukup unik. Secara internasional, hal ini juga sempat terjadi, salah satunya saat KFC menyelenggarakan sebuah kompetisi Dota 2 di Rusia sana.

Bagi Anda yang berdomisili di sekitar Semarang dan Salatiga, Anda dapat datang langsung dan menyaksikan ke WATONG MLBB Competition. Tetapi, jika Anda penasaran, Anda juga dapat menyaksikan tayangan langsung pertandingan ini via channel Youtube INDOESPORTS.

 

Bagaimana Sejatinya Sebuah Perusahaan Fintech Syariah?

Asia mendorong pertumbuhan bisnis jenis baru dalam dunia fintech. Dengan perkiraan dana senilai $22,7 miliar yang disalurkan pada akhir 2018, industri keuangan di kawasan ini telah mengalami perubahan signifikan dalam hal teknologi.

Hal ini termasuk dalam industri finansial syariah yang kian menjadi fokus di negara Asia Tenggara dengan jumlah populasi umat muslim terbanyak, seperti Indonesia dan Malaysia. Sejatinya, finansial islami atau berbasis syariah mengacu pada aktivitas finansial yang dijalankan sesuai dengan syariat Islam. Terdapat sekitar 1,6 miliar umat Islam di Asia – mayoritas bertempat di Indonesia – yang menuntut solusi finansial berbasis syariah yang inklusif dan efektif, memungkinkan segmen lain yang jangkauannya lebih luas dalam masyarakat, termasuk mereka yang belum terjamah layanan bank atau underbanked.

Menurut sebuah perusahaan akuntansi global, KPMG, terdapat sekitar 438 juta orang yang belum terjangkau layanan bank di Asia Tenggara, dengan mayoritas konsumen pada ekonomi layaknya Indonesia, Malaysia, atau Filipina memiliki akses sangat sedikit terhadap layanan finansial. Bagi 240 juta umat Islam di Asia Tenggara, perusahaan fintech berbasis syariah menjadi alternatif solusi finansial, seperti platform P2P dan urun dana, dengan proses penerimaan yang cepat dan aksesnya luas.

Berbasis syariah

Dari penuturan Shabana M Hasan, seorang ahli dari Akademi Riset Syariah Internasional pada Finansial Islami di Malaysia (ISRA), finansial Islam adalah sistem finansial yang diteruskan dari kitab suci Islam (Qur’an) dan tradisi nabi (Sunnah). Prinsip dasar sistem finansial Islam adalah penegakan keadilan dan kesetaraan dalam semua kesepakatan dan transaksi. Hal ini diwujudkan melalui empat larangan fundamental: riba, spekulasi (qimar), pendapatan di muka (masyir), ketidakpastian (gharar).

Singkatnya, riba mengacu pada semua bentuk bunga yang melipatgandakan pengembalian pada pinjaman. Dalam finansial Islam, hal ini tidak diperkenankan karena dapat menimbulkan ketidaksetaraan kekayaan, peningkatan jumlah hutang, dan mengarah pada eksploitasi. Spekulasi (qimar) sama dengan istilah zero-sum game dimana dalam transaksi keuangan, pemenang akan mendapat kekayaan dari jumlah pengeluaran yang kalah. Islam melarang spekulasi finansial karna merepresentasikan sebuah tindakan persuasif yang tak bermoral. Pendapatan di muka (maysir) mengacu pada jenis pendapatan yang dihasilkan sesuai peruntungan. Ketidakpastian (gharar) meliputi setiap transaksi yang memiliki unsur ambiguitas, ketidakpastian, dan beresiko. Misalnya, penjualan dengan harga atau barang yang sifatnya tidak jelas dan dianggap tidak valid. Hal ini juga yang menjadi dasar pelarangan berbagai instrumen keuangan yang sifatnya diteruskan – seperti futures dan options – dalam finansial Islam.

Dalam rangka menghindari riba serta berbagai larangan, finansial berbasis syariah kini memanfaatkan kesepakatan berbasis aset dan ekuitas demi mempromosikan pembagian resiko. Alasannya untuk menyelaraskan kepentingan semua pihak dengan adil dan sama rata.

Kehadiran industri fintech, menurut Shabana, akan membawa dampak besar bagi pelanggan, terutama dalam hal inklusi finansial dan kenyamanan. “Startup fintech Syariah telah membuka sebuah sumber pendanaan baru bagi UKM [usaha kecil dan menengah], yang nyatanya akan mengalami kesulitan untuk meraih pendapatan berbasis syariah dari bank. Jadi, dengan layanan fintech syariah, mereka yang belum terjangkau layanan bank bisa memulai riwayat kreditnya demi mencapai inklusi finansial.”

Perusahaan fintech syariah juga mencanangkan aktifitas keuangan yang lebih sederhana, nyaman dan ramah pengguna bagi pelanggan yang menginginkan transaksi berjalan selaras dengan prinsip-prinsip di keyakinan mereka. “Efisiensi dan transparansi yang dilakukan fintech tidak hanya memberi kenyamanan, tapi juga membangun kepercayaan publik terhadap sistem secara keseluruhan.”

Hingga kini fintech telah mentransformasi banyak area dalam finansial syariah di Asia. Jenis layanan utama yang ditawarkan oleh perusahaan fintech syariah adalah pinjaman peer-to-peer (P2P) , crowdfunding, transfer uang, pembayaran mobile, platform perdagangan, manajemen kekayaan, dan asuransi.

Foto oleh Jonas Leupe di Unsplash
Foto oleh Jonas Leupe di Unsplash

Perkembangan Lanskap

Dengan persyaratan khusus syariah, apa yang menjadi tantangan dalam perkembangan fintech syariah? Menurut lanskap fintech syariah IFN – inisiatif internasional yang memetakan pasar perusahaan fintech syariah – terdapat banyak bisnis yang terjun ke dalam industri ini. Pada akhir 2018, terdapat total 113 perusahaan aktif atau dalam tahap peresmian; 46% nya berada di Asia.

Alami, sebuah perusahaan yang menawarkan marketplace untuk pendanaan UKM berbasis syariah, berhasil menyalurkan dana senilai Rp17 miliar (USD 1.2 juta) melalui platformnya ke berbagai UKM di  Indonesia pada Agustus 2019. Menurut pendiri dan CEO Alami, Dima Djani, ada permintaan pasar yang signifikan terhadap solusi fintech berbasis syariah di negara ini.

“Indonesia memiliki populasi Muslim terbanyak di dunia, terdapat lebih dari 200 juta orang dengan penetrasi industri perbankan Islam hanya 8%,” kata Dima. “Kami percaya potensi pasar keseluruhan bisa mencapai setidaknya dua kali lipat dari jumlah itu dalam waktu lima tahun, mengikuti rencana pemerintah Indonesia untuk meningkatkan penetrasi pasar menjadi 15% pada tahun 2023. Sementara permintaan UKM untuk solusi finansial syariah kian meroket, pergerakan bank cenderung lambat dari yang diperkirakan. Inilah yang menjadi alasan Alami untuk mengadopsi pendekatan finansial P2P untuk akselerasi.”

Finansial P2P, yang juga dikenal dengan crowdfunding syariah, adalah solusi fintech yang umum ditawarkan dalam pendanaan syariah. Menggunakan format ini, investor mulai berkontribusi pada proyek-proyek yang sesuai dengan syariah yang ada dalam platform perusahaan fintech, sebagai imbalan untuk pembayaran pokok dengan profit.

Dana Syariah, perusahaan fintech lain yang berbasis syariah di Indonesia, juga menjalankan crowdfunding berdasarkan prinsip syariah. Perusahaan ini mengakhiri tahun 2018 dengan RP80 miliar yang disalurkan melalui platform urun dana dengan target Rp500 miliar di akhir 2019.

Atis Sutisna, pendiri dan CEO Dana Syariah menjelaskan bahwa untuk memastikan semua proyek dalam platform sudah sesuai dengan prinsip syariah, perusahaan mengawasi secara ketat selama proses seleksi hingga selesainya. “Misalnya, sebelum membiayai proyek properti, analis kami akan lebih dulu menganalisis kelayakan proyek tersebut untuk pendanaan. Saat semua persyaratan sudah terpenuhi, tim kami akan menentukan biaya untuk bahan bangunan, serta biaya operasional yang membutuhkan dana. Kami pun akan memantau seluruh proyek pengembangan untuk memastikan semuanya sesuai kontrak dan syariah.

Atis juga mengatakan bahwa setiap transaksi dalam platform harus berdasarkan hukum syariah dan atas persetujuan Dewan Pengawas Syariah. Di Indonesia, dewan penasihat ditunjuk oleh Majelis Ulama Indonesia.

Dima Djani dari Alami menegaskan persyaratan dari peraturan ini “Produk dan bisnis model kami harus terlebih dulu disaring oleh Dewan Pengawas Syariah dilanjutkan ke divisi syariah Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK). CEO dan kepala divisi produk kami juga mengikuti pelatihan produk finansial syariah yang ditawarkan Majelis Ulama Indonesia. Di Alami, kami tidak hanya fokus pada kepatuhan syariah, tetapi juga prinsip-prinsipnya.”

Di Indonesia, untuk mendapatkan lisensi, OJK dan Majelis Ulama Indonesia mengharuskan setiap perusahaan fintech syariah untuk memiliki Dewan Pengawas Syariah sendiri.

Isu Kepercayaan

Kendati permintaan atas finansial syariah tidaklah sulit, untuk mendapatkan kepercayaan pasar adalah suatu perjuangan bagi perusahaan fintech syariah. Atis Sutisna dari Dana Syariah mengatakan bahwa kredibilitas adalah sesuatu yang penting dalam sektor ini. “Permintaan pasar atas finansial syariah kian meningkat, mereka sedang mencari alternatif investasi tanpa riba. Namun, tantangan terbesarnya adalah ketika menyinggung kredibilitas brand.

“Ada stigma yang beredar di sekitar bisnis terkait Islam. Dahulu, banyak kasus penipuan bisnis yang mengatasnamakan agama, hal ini menciptakan persepsi negatif di kalangan masyarakat yang mengaku patuh pada hukum syariah. Inilah alasan mengapa penyuluhan publik itu penting bagi kami, “Kami mencoba mendidik masyarakat tentang perusahaan kami melalui keterlibatan masyarakat, pemasaran digital, talkshow di radio, dan penampilan di TV,” tambah Dima.

Dima Djani dari Alami sependapat. “Kami menanggapi kredibilitas dengan sangat serius. Alami pun telah memenangkan beberapa penghargaan bergengsi seperti Kompetisi Ventura INSEAD dan Taqwatech di Malaysia Tech Week. Tim kami juga adalah mantan pekerja bank, yang memahami bisnis dan pasar.”

“Bagaimanapun juga, ada isu kredibilitas terkait bisnis syariah di Indonesia yang dijalankan oleh orang-orang non-profesional. Hal ini terkait dengan pemahaman publik atas konsep finansial syariah itu sendiri. Kami merasa bahwa kurangnya edukasi pasar untuk model P2P dan keuangan syariah,” ujar Dima. “Indonesia adalah  negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, tetapi sistem finansial Islam tidak diajarkan di sekolah, dan kami melihat ini sebagai tantangan yang signifikan ketika datang untuk mengenalkan masyarakat dengan layanan kami.”

Hal ini menyulitkan perusahaan fintech syariah dalam merekrut personilnya, terlebih pada saat konglomerat teknologi mulai menyerap tenaga kerja berbakat. “Sebagai startup fintech tahap awal yang syariah, kami merasa kesulitan untuk bersaing dengan unicorn dalam kompetisi merekrut tim IT profesional,” ujar Atis.


Artikel ini pertama kali dirilis oleh KrASIA. Kembali dirilis sebagai bagian dari kerja sama dengan DailySocial

Aplikasi Krowrier Hadirkan Layanan Logistik dengan Konsep “Crowdsourcing”

Memanfaatkan pengguna transportasi umum seperti KRL, MRT, TransJakarta, Railink dan LRT, platform logistik berbasis crowdsourcing Krowrier resmi meluncur di Indonesia. Masih tersedia di kawasan Jabodetabek, perusahaan menawarkan harga flat Rp19 ribu ke semua pengguna yang ingin mengirimkan barang memanfaatkan pengguna transportasi umum.

Kepada DailySocial, CEO Said Romadlon mengklaim, Krowrier menjadi pioneer perusahaan di bidang logistik yang menerapkan metode crowdsourcing dan mengoptimalkan fungsi transportasi publik. Metode ini menjadikan proses pengiriman paket menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Krowrier hadir dengan visi untuk menciptakan solusi dalam industri pengiriman dengan menerapkan metode yang ramah lingkungan dan menawarkan efisiensi. Ramah lingkungan dengan mengoptimalkan penggunaan transportasi publik sehingga mengurangi kemacetan dan polusi. Efisien dengan memberikan added value bagi pengguna transportasi umum dalam mobilitasnya.”

Target dan rencana penggalangan dana

Berbeda dengan layanan pengiriman lain, cara kerja Krowrier melibatkan tiga pihak, yaitu Feeder, Drop Point, dan Courier. Feeder yaitu orang yang mengambil paket dari pengirim ke drop point dan dari drop point ke penerima. Drop Point adalah ruang transit penyimpanan paket yang letaknya di sekitar stasiun. Courier adalah pengguna transportasi umum yang membawakan paket dari drop point awal menuju drop point tujuan. Singkatnya, proses end-to-end Krowrier dilakukan dengan memberdayakan massa dan memanfaatkan transportasi publik.

“Untuk saat ini berada di angka sekitar 100 lebih pengguna yang mengirimkan paket tiap harinya. Saat ini layanan baru tersedia untuk wilayah Jabodetabek rute Depok-Manggarai. Ke depannya, kami akan memperluas wilayah secara bertahap namun progresif,” kata Said.

Platform Krowrier dapat diakses melalui landing page maupun aplikasi. Krowrier mengklaim memiliki fitur-fitur unggulan, di antaranya live time tracking (pengirim paket dapat melihat secara real-time keberadaan paketnya dan siapa yang membawa paketnya), live chat (pengirim dapat berkomunikasi langsung dengan kurir Krowrier), multiple order (pengirim dapat mengirimkan barang sekali banyak ke berbagai alamat dalam sekali pengiriman), dan scheduling (baik pengirim maupun kurir dapat mengetahui kapan barang ingin diantar).

“Kami menargetkan di kuartal keempat, semua rute KRL, MRT, TransJakarta, Railink dan LRT sudah ada layanan Krowrier. Next round, di 2020 kami akan masuk rute kereta antar kota dan bus antar provinsi. Di 2021, kami akan duplikasi di semua kawasan metropolitan di Asia,” kata Said.

Untuk mencapai target tersebut, Krowrier membuka peluang bagi angel investor dan venture capital untuk berinvestasi di model bisnis yang ditawarkannya. Strategi perusahaan untuk memperoleh pendapatan adalah dengan terus meningkatkan user experience dan terus memberikan added value kepada pengguna dan mitra crowdsourcing.

“Krowrier memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin mengirimkan barang secara cepat, aman. Daerah tujuan yang berjarak lebih dari 25 km tetap dapat dijangkau dengan biaya terjangkau,” tutup Said.

Application Information Will Show Up Here

Game Total War Berikutnya Akan Bawa Anda ke Masa Perang Troya

Di antara begitu banyaknya jenis permainan, genre strategi ialah spesies yang mulai punah. Dari tahun ke tahun, kuantitas perilisan game strategi terus menurun. Sudah dua tahun berlalu sejak Age of Empires IV diumumkan tanpa ada update info apapun, dan kini banyak penggemar strategi menyandarkan harapannya pada tim The Creative Assembly selaku pencipta seri Total War.

Seri ini melakukan debutnya 19 tahun silam lewat peluncuran Shogun di PC. Ciri khas utama Total War adalah kombinasi gameplay antara strategi turn-based dengan skenario pertempuran real-time berskala raksasa, menantang Anda untuk memimpin ribuan prajurit di saat yang bersamaan. Total War umumnya selalu mengangkat tema sejarah (dengan Warhammer sebagai perkecualian). Tapi kali ini, Creative Assembly mencoba membawa kita ke masa ketika sejarah dan mitos tercampur aduk.

Minggu ini, studio asal Inggris itu resmi mengumumkan A Total War Saga: Troy. Seperti yang bisa diterka dari judulnya, permainan fokus pada konflik Perang Troya. Para sejarawan hingga kini masih mencari tahu apakah Perang Troya betul-betul terjadi atau itu semua hanyalah hasil imajinasi sang penulis legendaris Homer lewat epos Iliad. Namun latar belakang cerita game tetap seperti yang pernah Anda dengar/saksikan: Paris dari Troya menculik ratu Helen dari Sparta, memercik perang selama satu dekade.

A Total War Saga Troy 2

Tapi sedikit berbeda dari Iliad, faksi-faksi Yunani tidak serta-merta bersatu untuk memerangi Troya. A Total War Saga: Troy tetap menghidangkan struktur sandbox, dan delapan faksi yang bisa Anda pilih boleh jadi malah saling berperang. Beberapa kelompok juga ada yang lebih cenderung mendukung Troya, dan dengan bermain sebagai mereka, Anda bahkan bisa menghentikan bangsa Sparta sebelum mencapai Troya.

Saat game dimulai, faksi-faksi tersebut tidak besar. Dan seandainya memilih bermain jadi Raja Meneleus dari Sparta, Anda tak bisa langsung menghimpun prajurit dan berlayar ke Troya. Anda perlu mengumpulkan perbekalan seperti pangan dan anggur, serta menjalin persekutuan dengan faksi lain. Kemenangan juga lebih mudah dicapai jika para pahlawan mendukung Anda. Beberapa nama terkenal bisa Anda rekrut, contohnya Achilles, Agammemnon dan Hector. Pemain bahkan bisa memperkuat pasukannya dengan makhluk-makhluk mitos seperti minotour.

A Total War Saga Troy 3

Yang membuat A Total War Saga: Troy lebih dinamis adalah karakteristik unik para hero. Mereka sangat kuat, suka pamer dan gemar menantang sesamanya dalam pertempuran satu lawan satu. Pahlawan-pahlawan juga punya misi sendiri. Misalnya di tengah perang, Odysseus diminta pulang demi mengusir beberapa orang yang mencoba meminang istrinya serta merebut kerajaannya. Jika berhasil, ia akan mendapatkan senjata baru sekaligus mengangkat putranya sebagai hero.

A Total War Saga Troy 1

Dewa juga memegang peranan penting di Perang Troya. Mereka mungkin tidak akan membantu Anda meluluh-lantakkan musuh secara langsung, namun dengan tunduk dan patuh pada dewa-dewi tertentu, Anda akan mendapatkan bonus – contohnya membuat pasukan lebih kuat atau mendongkrak kemampuan negosiasi pemimpin faksi.

Sega selaku perusahaan induk Creative Assembly berencana untuk meluncurkan A Total War Saga: Troy rencananya di PC pada di tahun 2020, tapi buat sekarang, tanggal pasti perilisannya belum diketahui.

Via PC Gamer.