Keluarga Meizu 15 Resmi Diluncurkan, Ini Fitur dan Spesifikasinya

Meizu memang kerap mencerminkan kekuatan teknologi inovasi smartphone-nya . Meizu Pro 7 misalnya, yang punya desain unik dengan layar ekstra di bagian belakangnya.

Kini keluarga baru Meizu 15 telah resmi diperkenalkan, yaitu Meizu 15, Meizu 15 Plus, dan Meizu 15 Lite. Angka 15 yang dipilih dalam rangka memperingati ulang tahun Meizu yang ke-15. Inovasi apa yang terjadi kali ini?

Tombol MBack Didesain Ulang

Meizu

Vendor Banyak Yang rela Menghapus point ke rumah Dan mengadopsi ASPEK rasio Layar baru 18: 9, bahkan menempelkan kedudukan di differences Layar, namun Meizu justru melakukan sebaliknya. Bilah anggota keluarga Meizu 15 menggunakan rasio layar 16: 9, sebagai kompensasi tombol home multi fungsi yang disebut MBack telah dirancang ulang.

Tak lagi berbentuk oval panjang, tapi tampil dengan bentuk bulat mirip iPhone. Di dalamnya ada mEngine baru yang mampu menghadirkan umpan balik taktil yang lebih presisi. Selain sebagai rumah sensor pemindai sidik jari, MBack dapat digunakan untuk navigasi, dari mulai fungsi back, kembali ke homescreen, ataupun untuk membuka deretan aplikasi.

Selain itu, bezel pada bagian dagu dan dahi tidak begitu tebal, serta didesain simetris sehingga rapih dan nyaman dilihat.

Meizu 15 Plus

Meizu 15 Plus

Meizu tampaknya menjalin kerjasama yang begitu erat dengan Samsung, karena Meizu 15 Plus punya layar Super AMOLED Samsung berukuran 5,95 inci dengan resolusi Quad HD. Begitu pula dengan chipset yang tertanam, Meizu mengandalkan Samsung Exynos 8895 Octa.

Chipset ini yang menenagai jajaran Samsung Galaxy S8. Disokong besaran RAM 6GB, serta pilihan penyimpanan 64GB atau 128GB, dan baterai 3.500 mAh.

Soal fotografi, Meizu 15 Plus punya sistem kamera ganda. Dengan lensa utama 12-megapixel, sensor Sony IMX380 berukuran 1/2.3 inci, memiliki piksel besar 1.55µm, dan bukaan f/1.8. Ada juga 4-axis optical image stabilization dengan electronic image stabilizer (EIS) untuk stabilitas ekstra.

Yang kedua menggunakan lensa telephoto 20-megapixel, sensor Sony IMX350 dengan kemampuan zoom optik 2x tapi ditingkatkan oleh Meizu menjadi 3x “lossless zoom“. Meizu melengkapi dengan teknologi pengurangan noise multi-frame dan algoritma HDR.

Ketiganya punya kamera depan 20-megapixel dengan mode portrait dan teknologi AI. Selain buat selfie, juga bisa buat facial recognition didukung Sensetime. Adanya sensor IR membuatnya lebih aman dan nyaman membuka kunci layar dalam kondisi low-light.

Meizu 15

meizu-15-gold

Beralih ke Meizu 15, smartphone ini juga mengusung layar Super AMOLED tapi dengan ukuran dan resolusi lebih kecil yakni 5,46 inci full HD.

Meizu 15 mengandalkan chipset kelas high end besutan Qualcomm yakni Snapdragon 630. Ditopang RAM 4GB, memori internal 64GB atau 128GB, dan baterai 3.000 mAh.

Sistem konfigurasi kamera yang digunakan sama seperti Meizu 15 Plus yakni 12-megapixel dan 20-megapixel, tapi tanpa adanya electronic image stabilizer (EIS).

Meizu 15 Lite

Meizu 15 Lite

Meizu 15 Lite hadir dengan layar IPS 5,46 inci dengan resolusi full HD, bukan OLED. Dapur pacunya masih cukup tangguh dengan Snapdragon 626, RAM 4GB, ruang penyimpanan 64GB, dan baterai 3.000 mAh.

Menyoal fotografi, Meizu M15 Lite hanya menggunakan satu kamera yaitu 12- megapixel dengan ukuran piksel besar 1,4 µm dan bukaan f / 1.9.

Harga dan Ketersediaan

Smartphone ketiga ini masih menjalankan Android 7.1.2 Nougat, meskipun begitu menggunakan Flyme OS versi 7.0. Klaim yang memiliki banyak peningkatan dan termasuk.

Smartphone ketiga Meizu akan tersedia mulai bulan April ini. Berikut daftar harganya:

  • Meizu 15 Plus RAM 4GB dan ROM 64GB CNY 3.000 (Rp6,6 jutaan)
  • Meizu 15 Plus RAM 6GB dan ROM 128GB CNY 3.300 (Rp7,2 jutaan)
  • Meizu 15 RAM 4GB dan ROM 128GB CNY 2,500 (Rp5,5 juta)
  • Meizu 15 RAM 4GB dan ROM 64GB CNY 2.800 (Rp6,1 jutaan)
  • Meizu 15 Lite RAM 4GB dan ROM 64GB CNY 1.000 (Rp3,7 jutaan)

Sumber: GSMArena

Fitur Baru Assassin’s Creed Origins Mempersilakan Anda ‘Meretas’ Permainan

Walaupun bukan yang terbaik, Assassin’s Creed Origins merupakan satu dari sedikit game yang sukses menyajikan pengalaman berpetualang di era Mesir Kuno secara apik. Komitmen Ubisoft untuk memperkaya konten pasca-rilis juga perlu diapresiasi. Selain meluncurkan dua DLC premium besar, sang developer telah merilis mode edukatif hasil kerja keras mereka selama bertahun-tahun.

Dan minggu lalu, Ubisoft Montreal kembali melepas satu lagi add-on unik, kali ini dikhususkan untuk para penikmat Assassin’s Creed Origins di Windows PC. Melalui patch ke versi 1.5, mereka memperkenalkan fitur baru bernama Animus Control Panel. Sederhananya, ACP mempersilakan gamer mengatur sendiri pengalaman bermain Assassin’s Creed Unity dengan cara meretas permainan.

Animus Control Panel memberikan gamer paling awam kesempatan buat merasakan pengalaman menjadi modder tanpa adanya resiko merusak permainan. ACP dapat diakses dari opsi sub-menu Play atau di menu Uplay (tekan Shift + F2). Ia memungkinkan kita mengubah tokoh utama, kemampuan fisik mereka, bahkan mengubah hubungan antar-faksi yang ada di era itu – misalnya tentara Ptolemy, pemberontak dan bandit.

ACP bekerja dengan file save yang sudah ada. Jangan cemas Anda merusak progres di sana karena game akan membuat duplikatnya. Setelah itu, Anda tinggal mengutak-atik setting dan menerapkannya. Tentu saja modifikasi tersebut dapat mengubah keseimbangan dunia game dan boleh jadi mengakibatkan efek samping tak terduga. Namun perlu diingat: Anda merupakan penguasa Animus Control Panel. Dan jika berantakan, pemain bisa mengembalikan semuanya ke setting awal.

Fitur ini menyajikan banyak opsi kustomisasi dalam kolom berbeda. Beberapa contohnya meliputi pengaturan tingkat efektivitas serangan, kecepatan berlari, hingga mengubah lamanya perputaran siang dan malam. Ubisoft turut menyediakan preset seperti ‘god mode‘, mode super-sulit yang mewajibkan stealth, serta mode yang membuat dunianya kacau. Saat game tengah berjalan, Anda bisa bermain sebagai karakter selain Bayek.

Produser Jose Araiza menjelaskan bahwa Animus Control Panel dirancang buat memenuhi tipe pemain Assassin’s Creed Origins yang berbeda. Beberapa gamer mungkin merasa permainan ini terlalu lambat dan ingin memberinya bumbu ‘arcade‘; lalu untuk orang seperti saya yang merasa nightmare terlalu mudah, kita dapat mendongrak tingkat kesulitannya lebih jauh lagi.

Animus Control Panel tersaji gratis melalui patch terlepas dari apakah Anda membeli season pass atau tidak. Buat saya, kehadirannya memperpanjang umur permainan, memanggil kembali mereka yang sudah menamatkan Assassin’s Creed Origins untuk menikmatinya lagi dengan ‘rasa’ berbeda.

Bareksa dan Tokopedia Luncurkan Reksa Dana yang Bisa Cair di Hari yang Sama

Bertujuan menambah jumlah nasabah sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat, hari ini (23/4), marketplace reksa dana BareksaTokopedia, dan Syailendra Capital meluncurkan layanan reksa dana online yang likuid, bisa dicairkan dan diterima di rekening nasabah di hari yang sama (T+0) melalui aplikasi Tokopedia.

Turut hadir dalam acara peluncuran tersebut CEO Tokopedia William Tanuwijaya. Kepada media William mengungkapkan saat ini Tokopedia memliki sekitar 40 juta pengguna unik, melalui kerja sama strategis ini diharapkan bisa menambah layanan yang ada di Tokopedia kepada pengguna.

“Kami di Tokopedia ingin mengajak lebih banyak masyarakat umum untuk membeli reksa dana secara cepat dan terjangkau. Agar selanjutnya masyarakat Indonesia bisa menjadi investor di mulai dengan Tokopedia,” kata William.

Layanan reksa dana online yang diklaim satu-satunya yang diinisiasi Bareksa dan layanan e-commerce menargetkan satu tahun pertama bisa mendapatkan satu juta nasabah dengan dana yang dikelola hingga miliaran rupiah.

Bareksa sendiri telah menggandeng Tokopedia berjualan reksa dana sejak akhir Februari 2018.

Disinggung berapa investasi yang digelontorkan Bareksa dan Tokopedia, CEO Bareksa Ady F Pangerang menegaskan, investasi yang diberikan merupakan patungan antara Tokopedia dan Bareksa, namun enggan menyebutkan nilai investasi tersebut.

“Nantinya investasi yang ada akan kami gunakan untuk kegiatan pemasaran, oprasional, legal dan edukasi kepada pengguna Tokopedia,” kata Ady.

Dipilihnya Syailendra Capital sebagai mitra Bareksa karena kemampuan Syailendra Capital untuk melakukan redemption dalam jumlah kecil hingga besar dan kapabilitas Syailendra mengelola ribuan transaksi per hari.

Proses mudah

Dalam kesempatan tersebut turut diinformasikan bagaimana cara kerja layanan reksa dana Bareksa di aplikasi Tokopedia. Hanya dengan memanfaatkan akun Tokopedia, pengguna kemudian bisa mendaftarkan diri menjadi nasabah reksa dana. Produk reksa dana Tokopedia menawarkan minimum pembelian Rp10 ribu.

“Nantinya memanfaatkan E-Wallet di Tokopedia, pengguna bisa melakukan Top Up via bank transfer, untuk kemudian disimpan di E-Wallet. Sesuai dengan jumlah yang ingin dibeli untuk reksa dana, semua bisa dipotong langsung dari dana yang tersimpan di E-Wallet Tokopedia,” kata Ady.

Keuntungan lain yang bakal didapatkan oleh nasabah jika membeli reksa dana di Tokopedia adalah, inklusif, keamanan, kenyamanan dengan proses yang hanya 5 menit saja, investor bisa menjual investasi secara langsung, dan bisa mendapatkan return hingga 7%.

“Keunggulan lainnya adalah instant redemption yaitu dana yang tersimpan di reksa dana bisa digunakan untuk belanja di Tokopedia dan auto sweep, di mana dana pengguna Tokopedia akan secara otomatis masuk ke akun reksa dana,” kata Ady.

Bareksa saat ini telah memiliki sekitar 110 ribu investor reksa dana, angka yang diklaim melonjak lebih dari 60% dibandingkan Desember 2017. Bareksa juga telah membukukan kenaikan jumlah dana yang diinvestasikan nasabah menjadi Rp850 miliar per 9 April 2018.

Didukung OJK

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Direktur Pengelolaan Investasi Otoritas Jasa Keuangan Sujanto yang mendukung kerja sama antara Bareksa dengan Tokopedia meluncurkan layanan reksa dana online. Dilihat dari tren saat ini, Sujanto menyebutkan pembelian terbanyak reksa dana mulai didominasi secara online.

“Mungkin karena kemudahan dan kecepatan tersebut yang pada akhirnya banyak dipilih oleh kebanyakan masyarakat Indonesia.”

Namun demikian dilihat dari jumlah masyarakat yang memahami benar produk reksa dana, menurut OJK saat ini jumlahnya hanya mencapai 23%. Untuk itu penting bagi Bareksa dan Tokopedia meningkatkan kegiatan edukasi kepada masyarakat umum terkait reksa dana.

Sebagai regulator, OJK mendukung sepenuhnya reksa dana online yang di inisiasi oleh Tokopedia dan Bareksa.

“Jika Tokopedia saja saat ini mengklaim sudah memiliki 40 juta pengunjung unik artinya akan lebih mudah edukasi yang dilakukan Tokopedia terkait dengan reksa dana. Saya harap juga bukan satu juta nasabah baru target dari produk ini, tapi semua pengguna yang ada di Tokopedia,” kata Sujanto.

Application Information Will Show Up Here

Paper.id Resmikan Kehadiran, Umumkan Kolaborasi dengan BNI Yap!

Startup yang bergerak di invoicing (penagihan) Paper.id meresmikan kehadirannya ke publik, sekaligus mengumumkan kolaborasi bisnis dengan BNI dalam menghadirkan Yap!. Kehadiran BNI diharapkan dapat memudahkan klien dari mitra Paper.id untuk melakukan pembayaran invoice hanya dengan scan QR Code.

Paper.id adalah software invoicing, akunting, dan inventory. Pelaku usaha dapat membuat laporan keuangan di berbagai perangkat dan menyediakan analisis sehingga mereka bisa mengetahui semua hal tentang keuangan perusahaan (arus kas, inventaris, dan lainnya) secara real time.

Saat ini Paper.id telah digunakan oleh lebih dari 5 ribu pelaku UMKM dengan persentase sekitar 45% berlokasi di Pulau Jawa dan sisanya di luar Pulau Jawa. Dari total pengguna tersebut, Paper.id telah mengirimkan lebih dari 30 ribu invoice secara digital.

Ditargetkan sampai akhir tahun perusahaan dapat menggaet hingga 10 ribu pelanggan baru, sedangkan pada 2019 mendatang dapat naik 10 kali lipat menjadi 100 ribu pelanggan.

Sebelumnya Paper.id muncul pada akhir 2016 dengan versi beta, kemudian meningkatkan layanannya ke dalam versi full pada Agustus 2017. Aplikasi Paper.id baru tersedia untuk versi Android.

“Di tengah-tengah tingginya pertumbuhan UMKM di Indonesia, masih banyak pemilik usaha yang mengabaikan manajemen keuangan mereka yang seharusnya dikelola dengan baik. Kebanyakan pelaku masih menggunakan sistem invoicing manual yang merepotkan dan sulit dilacak, serta masih minimnya pemahaman pelaku usaha terhadap dasar-dasar akuntansi,” ucap CEO Paper.id Jeremy Limman, Senin (23/4).

Dia melanjutkan, seringkali ditengah kesibukan bisnis, pelaku usaha lupa untuk mengirimkan tagihan kepada pelanggan bisnisnya. Di dalam Paper.id, terdapat fitur pengingat untuk bantu mereka melakukan pengiriman tagihan atau menerima pembayaran dari pelanggan secara tepat waktu.

Seluruh invoice yang dimasukkan pelaku usaha, akan disimpan dalam cloud sehingga dapat diakses dan disimpan kapan saja. Lantaran Paper.id juga menyediakan akses layanannya via browser PC dan aplikasi mobile. Tak hanya itu, pelanggan juga dapat mengirimkan lembar tagihan melalui email, aplikasi messaging seperti WhatsApp, LINE, dan BBM.

Untuk monetisasinya, Paper.id menerapkan sistem freemium. Pelaku usaha dari skala usaha mikro dan kecil dapat menggunakan semua layanan Paper.id, hanya saja ada batasan akses pengguna yang bisa menggunakan aplikasi secara sekaligus.

“Kalau mau pakai invoice dari kami itu gratis tidak ada batasan. Cuma nanti akan ada batasan berapa pengguna yang bisa akses aplikasi secara sekaligus. Disitu monetisasi kami, biayanya dimulai dari Rp50 ribu sebulan sampai Rp500 ribu setahun.”

Kolaborasi bisnis dengan BNI Yap!

Penandatanganan MoU antara Paper.id dengan BNI / Paper.id
Penandatanganan MoU antara Paper.id dengan BNI / Paper.id

Untuk permudah pembayaran tagihan, kini Paper.id telah terintegrasi dengan BNI untuk produk Yap!. Jadi setiap invoice yang dikirimkan dari Paper.id akan tercantum QR Code, sehingga pelanggan dapat langsung melakukan pembayarannya dari aplikasi Yap!.

“Bersama Paper.id kami berkolaborasi untuk permudah para pelaku usaha dalam melakukan digitalisasi proses bisnis mereka, mulai dari mengirimkan invoice sampai menerima pembayaran dengan menggunakan solusi pembayaran digital,” ucap Assistant VP Internet Banking & e-Commerce Business BNI Ida Priadi Wibawa.

Selain dengan BNI, dalam sistem Paper.id tersedia pula berbagai pilihan metode pembayaran yang aman, mulai dari transfer bank, virtual account, kartu kredit, m-banking, dan e-wallet.

Peroleh pendanaan tahap awal

Dalam peluncurannya ini, Paper.id juga mengumumkan perolehan pendanaan tahap awal dengan nilai yang tidak disebutkan dari Golden Gate Ventures pada awal tahun ini. Dana segar tersebut, menurut CTO Paper.id Yosia Sugialam, akan digunakan untuk pengembangan produk, operasional bisnis, dan memperkuat pemasaran.

Dia bilang, saat ini perusahaan cukup diuntungkan karena keyword pencarian “invoice gratis” sedang digandrungi oleh banyak pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Alhasil, perusahaan memperoleh banyak pengguna dari sana.

“Pencarian “invoice gratis” cukup tinggi dan sudah baik hasilnya saat kita masih bootstrap. Nah itu yang akan kita perkuat dan mau boost lagi biar bisa lebih tinggi kinerjanya,” terang Yosia.

Business Development Golden Gate Ventures Dea Surjadi menuturkan Paper.id memposisikan diri sebagai platform untuk membantu menghilangkan hambatan dalam manajemen keuangan, sehingga semua UMKM dapat fokus pada apa yang benar-benar penting. Yakni melayani pelanggan dan mengembangkan bisnis mereka.

“Memberikan pendanaan tahap awal (seed funding) kepada Paper.id merupakan kesempatan yang unik bagi kami untuk turut membantu perkembangan UMKM di Indonesia,” ujar Dea.

Application Information Will Show Up Here

 

Belajar Bagaimana Alibaba Mendorong Penetrasi E-Commerce ke Pelosok

Kondisi bisnis e-commerce di Indonesia sering disamakan dengan Tiongkok. Banyak yang bilang, Indonesia saat ini adalah kondisi Tiongkok pada 10 tahun lalu. Indonesia diprediksi bisa memangkas ketimpangan waktu tersebut dalam waktu singkat.

Pernyataan tersebut didukung fakta masih berlangsungnya berbagai upaya dari pemerintah untuk membangun infrastruktur pendukung. Pekerjaan rumah terbesar pemerintah Indonesia adalah menghubungkan seluruh wilayah dengan koneksi internet dan mengintegrasikan sistem logistik untuk menekan biaya pengiriman.

Sesungguhnya urusan ketimpangan berlaku juga untuk Tiongkok. Dilihat dari segi ekonomi makro, negara Tirai Bambu ini masih mengalami disparitas, pusat perekonomian negara didorong kawasan timur ketimbang barat.

Persoalannya bagaimana mengurangi tingkat urbanisasi tak hanya menjadi PR untuk pemerintah setempat, tapi perlu bantuan dari pihak swasta. Alibaba punya jawaban tersendiri untuk mengatasinya dengan menggelar proyek Rural Taobao.

Rural Taobao pertama kali meluncur di akhir 2014. Sebenarnya proyek ini berawal dari ide yang berbau CSR, namun sudah dimasukkan ke dalam unit bisnis Taobao. Kendati demikian, belum menjadi unit bisnis yang bisa dimonetisasi karena sifatnya jangka panjang dan belum sampai ke tahap tersebut.

Kantor pusat Alibaba, dinamai Alibaba Campus di Hangzhou, Tiongkok / DailySocial
Kantor pusat Alibaba, dinamai Alibaba Campus di Hangzhou, Tiongkok / DailySocial

Kepada sejumlah media asal Indonesia, termasuk DailySocial, yang diundang Alibaba ke markasnya, perwakilan perusahaan menyebut proyek ini adalah ajang mempromosikan transaksi dua arah antara Tiongkok kawasan pedesaan dan perkotaan.

Warga desa menjadi sasaran empuk Alibaba, lantaran sekitar 600 juta dari 1,4 miliar penduduk Tiongkok tinggal di desa. Mereka bukan hanya menjadi sumber produk dan sumber daya yang dibutuhkan negara, namun juga memiliki daya beli yang besar.

Dikutip dari CNNIC (China Internet Network Information Center), tingkat penetrasi di kawasan pedesaan hanya 35,4% sedangkan kawasan urban mencapai 71% per Desember 2017. Kendati masih rendah, proporsi pengguna internet di desa terus meningkat.

Masih dikutip dari sumber yang sama, jumlah pengguna internet di area pedesaan meningkat 4% menjadi 209 juta sejak Desember 2016, mewakili 27% dari total pengguna internet di Tiongkok.

Secara kualitas jaringan, meski sangat terbatas namun sudah 4G. Ini masih menjadi PR karena rintangan geografis dan infrastruktur harga pendistribusian internet ke wilayah terpencil sangat mahal.

“Proyek ini sudah masuk ke versi 4.0 jadi kami lewati fase penetrasi internet lewat PC, melainkan langsung ke tahap smartphone. Jadi kami dorong warga desa untuk mengakses internet di smartphone dan berbelanja di sana dengan sinyal yang sudah 4G,” ucap pihak Alibaba.

Untuk melancarkan proyek ini, Alibaba bangun jaringan pusat pelayanan e-commerce di level kabupaten untuk menghilangkan keterbatasan logistik dan jalur masuknya informasi, serta kekurangan tenaga kerja dan pengetahuan seputar e-commerce.

Tempat tersebut dioperasikan oleh seorang agen yang direkrut dari komunitas lokal bernama “Perwakilan Rural Taobao”. Agen tersebut bertanggung jawab terhadap kabupaten masing-masing. Menerima upah melalui biaya pelatihan untuk memfasilitasi pesanan e-commerce dan menyediakan pelayanan lokal.

Di sana, pusat pelayanan sekaligus menjadi fasilitas penyortiran untuk paket yang masuk dari pesanan warga desa. Warga bisa langsung mengambil pesanan mereka atau dibantu pengirimannya oleh manager dengan radius maksimal pengiriman 3 km.

Lama pengiriman sejak order dikirim pun bervariasi tergantung provinsi. Bila masih dalam provinsi yang sama, barang akan sampai ke pusat pelayanan antara 1-3 hari, jika di luar provinsi bisa memakan waktu antara 4-5 hari. Rata-rata durasi pengiriman ini mirip dengan kondisi di Indonesia.

Hingga November 2017, Rural Taobao telah berdiri di lebih dari 30 ribu pusat pelayanan desa di 29 provinsi di Tiongkok. Diklaim lebih dari 10% dari populasi desa menjual produk online di Alibaba dengan pendapatan tahunan setidaknya RMB 10 juta (sekitar USD 1,6 juta).

Sejak pertama kali diluncurkan, Alibaba Group berkomitmen untuk berinvestasi sebanyak RMB 10 miliar (sekitar US$1,6 miliar) selama tiga sampai lima tahun untuk membangun 1.000 pusat operasi tingkat kabupaten dan 100 ribu pusat pelayanan desa di seluruh Tiongkok.

Selektif memilih agen

Dalam merekrut agennya, Alibaba menetapkan mereka harus bekerja penuh waktu, umumnya menargetkan penduduk muda yang paham akan internet dan pernah tinggal di perkotaan. Mereka juga harus bersedia kembali ke desanya masing-masing untuk mengembangkan pusat pelayanan Rural Taobao.

Tak sembarang Alibaba merekrut seorang agen. Para kandidat diharuskan mengikuti ujian untuk memastikan mereka memiliki kemampuan dan komitmen dalam melayani komunitas mereka. Selain menjadi agen berbelanja, mereka diharapkan dapat menawarkan sejumlah pelayanan yang bersangkutan dengan mata pencaharian penduduk desa dengan memanfaatkan ekosistem dari Alibaba Group.

Termasuk di dalam pelayanan ini adalah pelayanan berbelanja online, pengadaan pembelian kebutuhan bertani, pembayaran tagihan pemesanan tiket dan penginapan, membuat janji kunjungan medis, aplikasi simpanan bank, pelatihan pengusaha, dan berbagai tawaran budaya dan hiburan.

Berkunjung langsung ke lapangan

Tak hanya menjelaskan latar belakang dan informasi terbaru Rural Taobao, kami juga diajak menemui langsung dua pusat layanan di desa Leping dan Bainiu. Keduanya berlokasi di Kabupaten Qianchuan, Provinsi Zhejiang, Tiongkok.

Bainiu terkenal dengan produk kacang kenari. Warga desa memanfaatkan Taobao untuk memasarkan produk olahannya tersebut. Kami menemui Xu Bing Bing, pemasok kacang kenari. Kesehariannya, Xu membeli kacang dari para petani di desa sekitar, lalu memasoknya ke para pengolah, diberi rasa, dan dipasarkan melalui Taobao.

Xu mengenal Taobao sejak 2007, hasil ajakan teman-temannya yang sudah lebih dulu menggunakan. Dia menjadi salah satu dari 400 lebih warga yang telah merasakan dampak dari kehadiran layanan e-commerce terhadap lapangan pekerjaan, tanpa harus meninggalkan keluarga untuk bekerja di kota.

Desa ini hanya memiliki 500 keluarga dan memiliki 68 toko online di Taobao dan Tmall. Total penghasilannya mencapai RMB 350 juta (sekitar USD 55,7 juta) tahun lalu.

Selain Bainiu, kami juga mengunjungi desa Leping. Masih satu provinsi dengan Bainiu, namun jaraknya cukup jauh, sekitar 50 km. Di sana, kami menemui Zheng Weiling yang memilih kembali ke desa suaminya dan membuka pusat layanan di 2015. Sebelumnya ia bekerja di Shenzhen, namun memilih kembali ke desa demi menikmati lebih banyak waktu bersama keluarga.

Sebelum pusat layanan ini berdiri, warga desa Leping perlu menempuh jarak 20 km untuk mengambil barang yang mereka beli secara online. Kini 3 km saja. Zheng menceritakan ia banyak menghabiskan waktu untuk mengajarkan warga setempat tentang cara mengoperasikan komputer atau smartphone untuk membeli produk secara online.

Tempatnya tak hanya menjadi tempat parkir paket warga, namun juga menjual produk-produk populer bagi masyarakat setempat, seperti produk peralatan rumah tangga, material dekorasi, produk keperluan sehari-hari, serta bahan-bahan pertanian.

Zheng mengaku kini pendapatan bulanannya stabil di kisaran RMB 6 ribu (sekitar USD 955). “Sekitar 80-90 paket berdatangan setiap harinya, lalu kami pilah pilih kembali mana paket yang akan diantar, mana yang akan diambil langsung warga,” tutur Zheng.

Alibaba mengaku masih memiliki PR bagaimana bisa mengirim barang ke seluruh Tiongkok dalam waktu satu hari saja. Perusahaan mengerahkan berbagai inovasi dari lini unit usahanya untuk membantu mewujudkannya. Lewat Cainiao Network, contohnya. Sebagai perusahaan logistik, Cainiao kini memiliki 200 robot AGV (automated guided vehicles) yang ditempatkan dalam dalam salah satu gudang Alibaba di Huizhou.

Robot tersebut mampu memproses satu juta pengiriman dalam sehari atau tiga kali lebih efisien dari operasi manual. Robot bisa dipakai selama enam jam dan durasi charge hanya satu jam.

Indonesia bisa belajar

Indonesia memiliki banyak potensi produksi lokal yang layak dipasarkan. Upaya yang dilakukan Alibaba juga dilakukan perusahaan e-commerce di Indonesia dengan berbagai pendekatan.

Blanja menyediakan platform khusus UMKM, sementara Lazada secara bertahap mengedukasi mitra UMKM untuk go online dan berencana untuk mengajak mereka berdagang di platform global milik Lazada.

Ada juga Blibli yang memilih menggandeng Pos Indonesia dan memanfaatkan jaringan kantor dengan menempatkan kiosk Blibli InStore di Kantor Pos. Blibli ingin menyasar konsumen ke area rural tier dua dan tiga, yang terdiri dari pelanggan setia Kantor Pos, karyawan Pos Indonesia, sekaligus penduduk sekitarnya.

CEO Blibli Kusumo Martanto dan Direktur Utama Pos Indonesia Gilarsi W Setijono di depan kiosk Blibli InStore / DailySocial
CEO Blibli Kusumo Martanto dan Direktur Utama Pos Indonesia Gilarsi W Setijono di depan kiosk Blibli InStore / DailySocial

Mereka didorong bertransaksi lewat perangkat yang disediakan Blibli dan membayarnya secara tunai lewat Pospay. Setiap pesanan akan dikirim menggunakan Pos Kilat Khusus hingga retur barang secara gratis.

Ada banyak lagi inisiasi yang dilakukan perusahaan e-commerce untuk meningkatkan derajat UMKM lokal. Salah satu dampak yang diharapkan adalah berkurangnya tingkat urbanisasi dan naiknya ekonomi daerah.

 

Apakah Alibaba cocok untuk menjadi role model yang tepat? Meski tidak semuanya bisa diterapkan saat ini, kita bisa mencontoh bagaimana mengintegrasikan sistem terpadu yang dimiliki berbagai perusahaan logistik dan layanan e-commerce.

Yang Indonesia butuhkan adalah menekan ongkos logistik yang mahal dan memiliki jaringan internet yang stabil agar semakin banyak orang mau memanfaatkan platform online untuk berjualan ataupun membeli barang.

Inisiasi yang dilakukan antar perusahaan swasta dan BUMN sebenarnya sudah cukup nyata. Hanya saja butuh andil dari pemerintah di tengah-tengah untuk mengawal seluruh prosesnya.

Lalu hal-hal apa saja yang memerlukan kehadiran pemerintah? Jawabannya ada di peta jalan e-commerce. Semua sudah tertera jelas di sana, apa saja PR-nya, kapan tenggat waktunya selesai, dan sebagainya. Sejak diresmikan di tahun lalu, hingga sekarang belum ada langkah nyata implementasinya padahal peta jalan tersebut memiliki tenggat waktu sampai 2019. Itulah mengapa, baik Indonesia maupun Tiongkok, pada akhirnya memiliki PR masing-masing yang harus diselesaikan.

Setelah Notebook, Kali Ini Giliran Hardware Gaming Baru MSI Serbu Indonesia

Walaupun saling melengkapi, beberapa divisi di sejumlah perusahaan PC asal Taiwan biasanya beroperasi secara terpisah dan tampaknya punya strategi bisnis berbeda. Hal ini mungkin merupakan alasan mengapa MSI mengadakan dua acara peluncuran berbeda di minggu lalu; satu fokus pada notebook, dan satu lagi dititikberatkan pada komponen serta periferal.

Tepat sehari setelah merilis deretan laptop gaming baru, Mico-Star International melepas jajaran motherboard, monitor, serta sebuah PC small form factor anyar di Indonesia. Melalui langkah ini, MSI secara tidak langsung menunjukkan kesiapan mereka memenuhi kebutuhan tipe gamer berbeda: dari mulai tipe pemain nomaden, mereka yang menginginkan solusi simpel, hingga kalangan DIY.

Micro 11

Seperti biasa, MSI kembali mencoba mengedepankan aspek-aspek andalan di produk-produk tersebut, di antaranya performa dan daya tahan tinggi, desain stylish dengan bumbu RGB, serta kemudahan kustomisasi dan upgrade. Di konferensi pers hari Jumat silam, sang produsen membagi presentasinya ke dalam beberapa sesi. Simak detailnya di bawah:

 

Motherboard MSI 300 Series

Di segmen ini, MSI menjelaskan bahwa kehadiran lebih banyak core di PC memungkinkan pengguna melakukan lebih banyak hal. Untuk mendukungnya, produsen meluncurkan motherboard H370, B360, dan H310. Mereka semua dirancang buat memaksimalkan performa prosesor Intel Core generasi kedelapan, dan lagi-lagi memanfaatkan komponen ‘kelas militer’ demi memastikan pengalaman gaming tetap stabil serta memberikan gamer frame rate setinggi-tingginya.

Micro 18

Karena core lebih banyak, sejumlah hal perlu MSI perhatikan. Bagi sang produsen, desain thermal dan power sangat penting demi menjaga temperatur motherboard tetap rendah. Caranya ialah melalui upgrade power phase (ke 4+2+1) serta memperlebar heatsink. Pembuangan panas jadi 26 persen lebih lebar, sehingga suhu dapat turun 6 derajat Celcius. Alhasil, CPU Core i7 Coffee Lake-S dapat berlari di kecepatan penuh.

Micro 13

Motherboard gaming baru MSI terdiri dari delapan model:

  • H370 Gaming Pro
  • H30 Gaming Plus
  • B360 Gaming Pro Carbon
  • B360 Gaming Arctic
  • B360 Gaming Plus
  • B360M Gaming Plus
  • H310M Gaming Arctic
  • H310M Gaming Plus

 

Micro 12

MSI juga menyediakan motherboard kelas profesional, sempurna jika Anda berniat membangun PC-PC penunjang bisnis. Untuk menopang kebutuhan di segmen itu, MSI memanfaatkan komponen-komponen berkualitas tinggi serta membekalinya bersama sejumlah perlindungan, di antaranya ialah proteksi ESD (electrostatic discharge) ganda untuk mencegah motherboard rusak akibat listrik statis. Selanjutnya motherboard mengusung connector dengan ‘armor baja’ yang lebih kuat empat kali lipat dari varian standar.

Micro 14

Di bawah ini adalah motherboard pro anyar MSI:

  • B360-A Pro
  • B360-F Pro
  • B360M Pro-VDH
  • B360M Pro-VH
  • B360M Pro-VD
  • H310-A Pro
  • H310-F Pro
  • H310M Pro-M2
  • M310M Pro-VDH

Micro 6

Tentu saja MSI tidak melupakan dukungan sistem pencahayaan Mystic Light di sana. Selain eksistensi dari sistem RGB ‘standar’ di motherboard, Anda bisa menambahkan lagi pencahayaannya – misalnya dengan RGB Corsair. Selanjutnya, kustomisasi dapat dilakukan melalui aplikasi companion Mystic Light.

 

Trident 3

Kurang lebih satu setengah tahun setelah diperkenalkan, MSI akhirnya resmi membawa Trident ke Indonesia. Trident adalah gaming PC super-mungil yang dapat dijadikan pusat hiburan di ruang keluarga atau dibawa-bawa saat ber-LAN party. Ia memiliki tubuh boks asimetris bertema futuristis dengan volume 4,72-liter dan bobot cuma 3,17-kilogram, sehingga Anda bisa mudah memasukkannya dalam tas. Sesuai keadaan di sekitarnya, Trident dapat ditaruh berbaring atau berdiri via stand.

Micro 1

Berbeda dari PC small form biasa, bagian terbaik dari Trident 3 bukan hanya pada dimensi, tapi juga kemudahan menggonta-ganti hardware. Dengan memiliki Trident 3, Anda tetap bisa meng-upgrade memori RAM (DDR4), prosesor (berbasis chipset Intel), serta kartu grafis (Nvidia). Model tertinggi yang dapat ditopang oleh Trident 3 adalah GeForce GTX 1070.

Micro 3

MSI juga sangat memerhatikan solusi pendinginnya. Buat menjinakkan panas, sang produsen menggunakan teknologi Silent Storm Cooling 2. Sistem ini beserta struktur internal PC didesain untuk memisahkan panas yang dihasilkan GPU dan CPU. Silent Storm Cooling 2 mengusung bilah kipas jenis baru sehingga aliran udara 20 persen lebih kencang, asupannya 14 persen lebih banyak, dan tekanan udara 10 persen lebih tinggi dibanding versi sebelumnya

Micro 2

Kombinasi semua itu memperkenankan MSI Trident (bersenjata GTX 1070 dan Intel Core generasi kedelepan) menghidangkan game-game blockbuster di resolusi FHD dengan setting ultra semulus sutra: Ghost Recon Wildlands di 55FPS, For Honor di 98FPS, dan Battlefield 1 di 129FPS. Trident juga siap menyuguhkan konten 4K.

Micro 15

 

Monitor curved Optix

Tak lama setelah mulai bermain di ranah monitor gaming curved, MSI segera membawa sejumlah model monitor ke Indonesia. Produk tersebut meliputi Optix MPG27C, MAG27C, dan MAG24C. Mereka menyajikan layar seluas 27- dan 24-inci dengan level kelengkungan 1800R. Menurut produsen, kelengkungan di 1800R paling ideal buat mendongkrak level immersive konten, terutama permainan video.

Micro 7

Micro 9

Dari segi performa, baik ketiga versi mempunyai spesifikasi hampir serupa. Mereka mengusung resolusi 1920x1080p, refresh rate 144Hz, waktu respons hanya 1ms, viewing angle 178 derajat, lapisan anti-glare, rasio kontras 3.000 banding 1, dan tingkat kecerahan di 250-candela per meter persegi.

Micro 5

Micro 16

Terlepas dari sejumlah kesamaan tersebut, Optix MPG27C merupakan model yang paling ‘istimewa’ karena ditunjang oleh sistem pencahayaan RGB LED SteelSeries GameSense. Fitur ini bukan sekadar pemanis penampilan, namun berfungsi sebagai notifikasi atau indikator status dalam permainan. Ia bisa dimanfaatkan buat menampilkan kondisi health, perisai ataupun jumlah amunisi. LED GameSense bisa dikonfigurasi lebih lanjut via app.

Micro 17

 

Ketersediaan dan harga

Dari yang saya dengar, beberapa produk di atas telah tersedia di Indonesia dan sisanya akan segera menyusul. MSI juga sudah mengungkap harga dari Trident dan monitor gaming mereka (kecuali MPG27C). Ini dia:

  • Trident 3: Rp 24,2 juta, baru ada opsi berwarna hitam, dengan bonus gamepad MSI Force GC30
  • Optix MAG27C: Rp 8,1 juta, bonus keyboard gaming Vigor GK40
  • Optix MAG24C: Rp 5,5 juta, merupakan versi 24-inci dari Optix MAC, dengan bonus mouse gaming Clutch GM10

Micro 8

TicPods Free Coba Benahi Kekurangan EarPods dalam Hal Ergonomi dan Pengoperasian

Meniru karya seseorang itu memang terkesan buruk, tapi saya kira semua bisa memaklumi seandainya sang peniru bisa memperbaiki kekurangan garapan yang ditiru. Kira-kira demikian kesan yang muncul di benak saya saat mendengar mengenai true wireless earphone besutan Mobvoi yang bernama TicPods Free berikut ini.

Kalau Anda merasa tidak asing dengan nama Mobvoi, itu karena Anda pernah membaca mengenai smartwatch TicWatch. Sejak generasi pertamanya, TicWatch menawarkan pengoperasian berbasis gesture yang inovatif, dan filosofi ini masih terus dipertahankan dalam proses pengembangan TicPods.

TicPods Free

Desainnya memang banyak meniru Apple EarPods, akan tetapi saya bisa memakluminya karena Mobvoi telah membubuhkan fungsionalitas ekstra pada sejenis tangkainya yang memanjang itu. Tangkainya tersebut merupakan panel sentuh yang dapat membaca sejumlah gesture guna mengoperasikan perangkat.

Mulai dari yang sederhana seperti double tap untuk menerima dan mengakhiri panggilan telepon, sampai yang kompleks seperti mengusap ke atas atau bawah untuk menyesuaikan volume, tidak semua gesture ini bisa Anda dapatkan pada EarPods. Lebih lanjut, gesture sentuh dan tahan dapat dipakai untuk memanggil asisten virtual, baik Siri, Alexa maupun Google Assistant.

TicPods Free

Kekurangan lain EarPods yang coba dibenahi TicPods ada di bagian eartip. Di sini TicPods memakai eartip silikon yang bisa dilepas dan diganti dengan ukuran lain. Hasilnya, selain lebih tidak gampang terlepas, TicPods juga bisa mengisolasi suara dari luar dengan lebih baik.

TicPods mengandalkan konektivitas Bluetooth 4.2 dan telah mendukung fitur instant pairing, meski Mobvoi tidak menjelaskan prosedurnya seinstan apa. Fitur menarik lain, musik akan otomatis dihentikan ketika TicPods Anda lepas dari telinga, dan kembali diputar ketika Anda mengenakannya kembali.

TicPods Free

Secara keseluruhan, TicPods tahan cipratan air dengan sertifikasi IPX5. Baterainya bisa bertahan selama 4 jam pemakaian, lalu charging case-nya bisa memberikan hingga 14 jam daya tahan ekstra. Proses charging-nya pun diklaim cepat; pengisian selama 15 menit bisa memberikan daya yang cukup untuk pemakaian selama 85 menit.

Saat ini Mobvoi tengah menawarkan TicPods Free lewat Indiegogo seharga $79. Harga retail-nya diperkirakan berkisar $129 saat kampanye crowdfunding-nya sudah selesai nanti. Warna yang tersedia ada tiga: putih, biru dan merah.

Alienware Sulap Kamar di Hotel Hilton Panama Menjadi Surganya para Gamer

Saya bukan gamer hardcore, tapi setiap hari saya selalu menghabiskan setidaknya satu sampai dua jam untuk bermain game. Satu-satunya saat di mana saya tidak bermain game sama sekali dalam sehari adalah ketika masa liburan tiba, dan saya bertamasya bersama keluarga.

Namun di luar sana, rupanya ada banyak orang yang benar-benar tidak bisa lepas dari jeratan game, bahkan selagi mereka melancong. Hal ini bisa dibuktikan dari kerja sama antara jaringan hotel Hilton dan Alienware (Dell): mereka menyulap satu kamar di Hilton Panama menjadi surganya para gamer.

Alienware Room Hilton Panama

Sederet perangkat gaming kelas sultan telah dijejalkan ke dalam kamar 2425 di hotel tersebut, ditata dengan rapi di satu zona khusus di samping sepasang ranjang besar. Bintang utamanya adalah desktop PC Alienware Aurora, dengan spesifikasi meliputi prosesor Intel Core i7-8700, GPU Nvidia GeForce GTX 1080 Ti dan RAM DDR4 32 GB.

PC tersebut menyambung ke TV OLED 4K berukuran 65 inci, serta sistem audio surround 5.1. Penggemar virtual reality pun tidak dilupakan, mengingat ada headset Oculus Rift yang juga menyambung ke PC tersebut. Kendati demikian, yang paling mengundang decak kagum adalah ‘singgasana’ yang berada tepat di depan setup ini.

Alienware Room Hilton Panama

Tentu saja ini bukan sembarang kursi, melainkan kursi simulator yang dirancang untuk memberikan sensasi immersive di sepanjang sesi gaming, terutama ketika bermain game VR. Bahannya terbuat dari perpaduan aluminium dan serat karbon, plus teknologi Outlast besutan NASA, yang pada dasarnya berfungsi untuk menyerap panas sehingga gamer bisa tetap duduk dengan nyaman di atasnya.

Di belakang kursi tersebut, ada setup lain yang terdiri dari laptop Alienware 15 dengan prosesor Core i7-7700HQ, GPU GTX 1070 dan RAM DDR4 32 GB, yang menyambung ke monitor curved 34 inci. Periferal pendukungnya tentu juga disuplai oleh Alienware, plus sepasang controller Xbox Elite.

Alienware Room Hilton Panama

Bagi yang berencana berkunjung ke Panama, kamar hotel kelas gamer hardcore ini sudah bisa dipesan sejak tanggal 19 April kemarin dengan tarif $349 per malam. Dari perspektif lain, ini merupakan salah satu contoh pemanfaatan gaming sebagai objek wisata – sekaligus materi promosi yang bombastis tentunya.

Sumber: HomeCrux dan Xataka.

Tren Jual-Beli Online Barang Bekas Kian Digandrungi Millennial

Generasi millennial lekat dengan gaya hidup yang cepat, praktis, instan, dan online. Hal ini terasa wajar terjadi. Sebab di era millennial, perkembangan teknologi memang terasa sangat cepat. Berkembangnya teknologi digital dan internet yang sangat pesat ini menghasilkan banyak solusi teknologi untuk berbagai kebutuhan manusia, khususnya para millennial yang sangat cepat beradaptasi.

Salah satu contoh penerapan gaya hidup yang praktis ini dapat dilihat dari kebiasaan berbelanja dan membeli sesuatu. Generasi sebelumnya cenderung lebih suka membeli barang secara langsung di toko. Sebab, dengan membeli secara langsung, mereka dapat melihat bentuk serta meninjau kualitas barang yang dibeli, sehingga mereka akan menjadi lebih yakin untuk melakukan transaksi.

 

Belanja Online Sebagai Gaya Hidup Millennial

Bagi para millennial yang hampir tak pernah lepas dari smartphone; internet merupakan tempat yang diandalkan dalam mencari berbagai barang dan kebutuhan mereka. Tidak hanya sekadar browsing, pemesanan dan transaksi pembelian pun dilakukan secara online. Hanya dalam hitungan hari, atau bahkan hitungan jam apabila menggunakan kurir instan, barang yang dipesan sudah berada di tangan mereka dan dapat langsung digunakan.

Kebiasaan belanja online ini juga terus meningkat setiap harinya. Bahkan menurut survei yang dilakukan Lazada yang dimuat dalam Marketeers.com, sebanyak 50 persen millennial yang menjadi responden mereka menghabiskan 10% dari pendapatannya untuk berbelanja secara online.

 

Jual-Beli Barang Bekas Makin Diminati Millennial

Hal ini tentu juga didukung oleh kemudahan, kenyamanan, dan keamanan yang ditawarkan oleh penyedia layanan belanja online. Kebiasaan berbelanja secara online ini juga tidak hanya terbatas pada barang baru saja, tetapi juga untuk barang bekas, atau istilah kerennya preloved.

Millennial juga dianggap sebagai generasi yang impulsif dalam berbelanja. Aktivitas menjual dan membeli barang bekas secara online juga menjadi cara tepat bagi para millennial untuk “melepas” barang yang mereka miliki untuk kemudian membeli barang lainnya. Mulai dari barang fashion, device, hingga kendaraan, misalnya saja mobil bekas.

Membeli mobil bekas juga sebenarnya menawarkan banyak keuntungan, salah satunya adalah harga yang sudah pasti jauh lebih terjangkau. Padahal, kondisi mobil yang dijual mungkin saja tidak jauh berbeda dengan mobil baru. Selain itu, membeli mobil bekas juga dapat dilakukan secara mencicil atau kredit, sehingga tidak perlu menabung dalam waktu yang lama.

Salah satu platform yang menyediakan layanan jual-beli mobil bekas secara online adalah momobil.id. momobil.id adalah e-commerce  mobil bekas terbaik dan terpercaya di Indonesia. Beli mobil di momobil.id, selain banyak promo, prosesnya juga cepat, mudah, dan aman karena semua mobil yang dijual sudah tersertifikasi, jadi terjamin kualitasnya. momobil.id juga didukung oleh perusahaan pembiayaan terpercaya, Adira Finance dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Proses transaksi atau kredit mobil bekas di momobil.id juga sangat mudah, karena seluruh prosesnya akan dibantu oleh Mona, Personal Assistant (PA) momobil.id, tentunya untuk memberikan Pilihan Terbaik bagi konsumen.

Saatnya millennial punya mobil sendiri!

#BanggaPunyaSendiri

Disclosure: Artikel ini adalah advertorial yang didukung oleh momobil.id

Air Purifier Pintar Natede Gunakan Tanaman Untuk Bersihkan Udara

Kualitas udara dipengaruhi oleh tempat kita tinggal dan berdampak langsung pada kesehatan tubuh. Jika tiap hari menghirup udara bersih, kita bisa beraktivitas lebih produktif. Pada prakteknya, manusia modern menghabiskan 90 persen waktu mereka di dalam ruang, padahal kondisi indoor berpeluang menyimpan polutan lima kali lebih banyak dari ruang terbuka.

Sebagai jalan keluarnya, para produsen menawarkan produk pemurni udara, namun belum ada yang melakukannya seperti tim Clairy. Di tahun 2016, mereka meluncurkan air purifier berwujud pot pintar. Dan kali ini, tim developer asal Itali itu memperkenalkan penerusnya yang lebih canggih, lebih tahan lama, serta lebih efektif menyaring udara. Mereka menamainya Natede.

Seperti produk perdana Clairy, Natede merupakan perpaduan antara teknologi modern serta metode penyaring udara alami berupa tumbuhan hidup. Natede didesain sebagai alternatif air purifier yang di pasarkan saat ini. Umumnya, mereka bukanlah perangkat berpenampilan elok. Lalu pengguna biasanya juga harus mengganti filter secara berkala.

Natede 1

Clairy menjelaskan bahwa beberapa tanaman punya kemampuan menyaring racun di udara berbekal akar serta microorganisme yang hidup di sana. Teknik ini dinamai phytoremediation, telah dipelajari oleh NASA di tahun 80-an. Via Natede, sang produsen mendongkrak kapabilitas tersebut berkali-kali lipat melalui kombinasi sejumlah teknologi serta filter jenis baru.

Natede 2

Cara kerja Natede cukup sederhana: udara kotor akan disedot masuk dari celah di bagian atas, dialirkan ke akar, kemudian dikeluarkan dari area bawah. Dalam mengubah polutan jadi zat yang tak berbahaya, akar dan microorganisme dibantu oleh filter photocatalysis. Tugasnya adalah untuk menangkap virus dan bakteri (99 persen), zat kimia organik (VOC, asap masakan atau perapian), residu rokok, hingga mengurangi bau yang disebabkan hewan peliharaan.

Bagian terbaik dari filter photocatalysis ialah, Anda tidak perlu menggantinya, cukup dibersihkan dengan air.

Natede 3

Layaknya perabotan rumah pintar, Natede turut dibekali sensor buat melacak temperatur udara dan kelembapan ruang, serta sanggup mendeteksi intensitas polutan dan partikel-partikel halus yang ada di sana. Khusus versi Premium, Natede sanggup mengetahui kadar CO2 di udara. Menariknya lagi, ada banyak jenis tumbuhan yang dapat digunakan, dari mulai lidah buaya (Aloe vera), lidah mertua (Sansevieria) sampai Anthurium. Semua info tersebut bisa diketahui via aplikasi mobile.

Natede sudah bisa Anda pesan sekarang di Kickstarter. Versi very early bird-nya dibanderol seharga mulai dari € 140 (kisaran US$ 170).

Sejak putra saya lahir, kebersihan udara di kamar menjadi prioritas utama. Saya berupaya untuk tidak memasukkan pakaian kotor atau lembab ke sana, dan membersihkan perabotan serta penyejuk udara secara teratur. Namun buat saya, air purifier merupakan pelengkap penting karena ada banyak polutan yang tidak bisa disingkirkan lewat cara tradisional.

Gambar: TheGadgetFlow.