Gojek Luncurkan GoDineIn untuk Pembelian Voucher Makan di Resto

Gojek hari ini (11/07) resmi meluncurkan GoDineIn, menawarkan pengalaman pemesanan voucher makan di restoran pilihan (dene-in). Fitur ini kini tersedia di aplikasi Gojek untuk pengguna di area Jakarta.

Untuk menggunakan layanan ini, pengguna cukup buka menu GoDineIn di Gojek, lalu pilih voucher restoran yang dipilih. Reedem dan tunjukkan kode voucher tersebut ke kasir untuk memesan makanan langsung di restoran tersebut. Voucher berlaku selama 30 hari. Hampir semua voucher makan yang ada memiliki diskon, paling besar mencapai 25% dari harga normal.

Beberapa restoran ternama yang sudah bekerja sama dengan layanan ini antara lain Cut & Grill, Common Grounds, Braud, Seroeni, Kintaro Sushi, dan Warung Tekko. Dengan hadirnya GoDineIn, Gojek menargetkan para penggemar kuliner yang gemar bersosialisasi sambil menikmati hidangan di luar rumah.

Head of Marketing Food & Ads Gojek Ignatius Satrio, peluncuran GoDineIn didorong oleh gaya hidup urban di kota-kota besar.

“Kami melihat banyak pengguna yang memiliki ketertarikan tinggi terhadap aktivitas sosial dan suka untuk makan di luar. Fenomena ini mendorong kami untuk menghadirkan GoDineIn yang menawarkan pengalaman kuliner yang menarik,” ujar Satrio.

Satrio menambahkan, dari riset internal Gojek mengidentifikasi beberapa tipe penikmat makanan, termasuk social eater, mindful eater, dan food enthusiast. Ketiga tipe ini memiliki kecenderungan untuk menikmati momen kebersamaan di restoran. Dengan demikian, GoDineIn hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut, melengkapi layanan GoFood yang sudah populer di kalangan masyarakat Indonesia.

Peluncuran GoDineIn juga sejalan dengan temuan riset Ipsos Global (2024) bertajuk Global Happiness 2024 Report. Riset tersebut menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan tingkat kebahagiaan tertinggi di Asia Tenggara dan ketiga di dunia. Kepuasan dalam hubungan dengan keluarga dan teman menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kebahagiaan masyarakat Indonesia, dengan tingkat kepuasan masing-masing 89% dan 85%.

Melihat pentingnya momen kebersamaan, Satrio menekankan bahwa tidak perlu menunggu momen spesial untuk menikmati waktu bersama orang terdekat.

“Justru kita harus menciptakan momen-momen berharga tersebut dalam keseharian kita. Oleh karena itu, peluncuran GoDineIn mengusung tema ‘Creating Moment that Matters’,” tambahnya.

Satrio juga menambahkan bahwa Gojek akan terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pengguna.

“Ke depannya, kami akan melengkapi GoDineIn dengan fitur tambahan seperti fitur jelajah resto (discovery), menu resto dan ulasan (review), hingga kategorisasi pilihan resto sesuai selera pengguna (personalisation).”

Dengan GoDineIn, Gojek berkomitmen untuk terus memberikan pengalaman kuliner yang tak terlupakan, menjadikan setiap momen makan bersama menjadi lebih istimewa.

Di Indonesia sebelumnya sudah ada sejumlah layanan digital yang menawarkan fitur serupa, di antaranya Qraved, Eatigo, Pergikuliner, dan beberapa lainnya. Sementara Zomato yang sebelumnya memiliki pangsa pasar terbesar untuk bisnis ini memilih untuk menutup operasionalnya di Indonesia pada awal 2023 lalu.

OCBC Ventura Berikan Venture Debt Senilai 3-5 juta USD ke Operator Gym FTL

OCBC Ventura memberikan pendanaan dalam bentuk venture debt ke Faster Than Light (FTL) senilai 3-5 juta US Dollar. Seperti diberitakan DealStreetAsia, pendanaan ini menandai langkah penting bagi FTL dalam misinya untuk merevolusi industri kebugaran (fitness) di tanah air.

Ini adalah venture debt kedua yang diumumkan lengan investasi Bank OCBC setelah sebelumnya masuk ke sektor consumer dengan menyuntik Vilo. Sejak 2023, OCBC Ventura memang tengah menjajaki potensi penyaluran venture debt ke sektor kesehatan (termasuk kebugaran) dan ritel untuk hipotesis beyond banking mereka.

Sejak didirikan pada tahun 2020 oleh CEO Erik W.S., FTL telah menjadi pelopor dalam menyediakan fasilitas mega-gym. Memberikan kenyamanan dengan tempat yang luas dinilai jadi proposisi nilai yang membuat FTL mendapati pertumbuhan pengguna yang signifikan.

Dana debt ini akan digunakan untuk memperluas jaringan FTL dengan menambah 30 gym baru di wilayah Jabodetabek serta ekspansi ke kota-kota besar lainnya seperti Bandung, Surabaya, dan Bali. Saat ini, FTL sudah mengoperasikan 20 gym yang buka selama 24 jam di sekitar Jabodetabek.

Managing Director OCBC Ventura Darryl Ratulangi menyatakan bahwa meningkatnya kesadaran akan kesehatan dan bertambahnya jumlah kelas menengah di Indonesia menjadi faktor utama investasi mereka di FTL.

“Kami sangat antusias dengan potensi di sektor healthcare konsumen ini,” ujar Darryl.

Dengan tingkat partisipasi kebugaran di Indonesia yang baru mencapai 1% dari populasi, jauh di bawah rata-rata Asia Tenggara yang sebesar 2,4%, peluang untuk pertumbuhan di sektor ini sangat besar. FTL berada di posisi yang tepat untuk memimpin transformasi ini dengan membawa solusi kebugaran yang komprehensif kepada lebih banyak orang di seluruh negeri.

Keberhasilan FTL dalam meraih pendanaan ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap model bisnis mereka, tetapi juga menyoroti potensi besar pasar kebugaran di Indonesia yang masih belum tergarap sepenuhnya.

FTL terus berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi para anggotanya dengan menyediakan fasilitas berkualitas tinggi dan berbagai program kebugaran yang inovatif. Dengan dukungan dari OCBC Ventura, FTL siap membawa lebih banyak orang Indonesia menuju gaya hidup sehat dan aktif.

Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten

Elevarm Dapat Tambahan Investasi Rp16 Miliar dari Amartha, Rabobank, dan Scala

Startup agritech Elevarm kembali mendapatkan suntikan dana sebesar $1 juta atau setara Rp16 miliar. Putaran investasi kali ini melibatkan startup fintech Amartha, layanan keuangan asal Belanda “Rabobank”, dan perusahaan teknologi informasi Jepang “Scala”.

Sebelumnya pada Mei 2024 lalu, Elevarm juga baru mengumumkan perolehan pendanaan wal $2,6 juta dipimpin oleh Insignia Ventures Partners dari Singapura ini juga melibatkan partisipasi dari 500 Global dan Gibran Huzaifah, pemimpin startup eFishery.

Dalam pernyataannya, Elevarm menyampaikan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan produk pembiayaan pro-petani mereka. Langkah ini bertujuan untuk memudahkan para petani kecil mendapatkan input pertanian secara kredit yang aman, meningkatkan praktik budidaya untuk meningkatkan produktivitas, serta meningkatkan literasi keuangan mereka.

Selama enam bulan terakhir, lebih dari 200 petani telah merasakan manfaat dari program pembiayaan ini, dengan total dana yang disalurkan mencapai $150 ribu atau setara Rp2,4 miliar. Dengan adanya kemitraan ini, diharapkan dapat meningkatkan jumlah petani yang terbantu hingga 1.000 orang dengan total pembiayaan mencapai $1,5 juta atau Rp24,3 miliar pada akhir tahun 2024.

Co-founder & CEO Elevarm Bayu Syerli Rahmat menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan langkah besar dalam menghubungkan keahlian global dengan akar pertanian lokal.

“Dengan model pembiayaan produktif kami, kami tidak hanya meningkatkan produktivitas dalam jangka panjang tetapi juga membantu petani melakukan apa yang mereka lakukan dengan baik: memberi makan Indonesia dan dunia,” ujar Bayu.

Elevarm juga berencana untuk meluncurkan lebih banyak produk input pertanian tahun ini, termasuk bio-stimulan dan bio-pestisida. Fokus utama perusahaan mendukung petani kecil yang masih kesulitan mengakses pembiayaan yang aman dan andal, serta kurangnya pengetahuan tentang praktik pertanian terbaik.

Selain memberikan input pertanian berkualitas, Elevarm juga akan menjamin pembelian hasil panen dari para petani di bawah program pembiayaan mereka, termasuk hasil panen yang tidak sesuai standar. Langkah ini memastikan pendapatan yang stabil dan aman bagi para petani setiap musim. Panen para petani juga akan diasuransikan oleh mitra penyedia asuransi Elevarm untuk perlindungan risiko.

Chief Risk and Sustainability Officer Amartha Aria Widyanto menambahkan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari komitmen Amartha untuk mendorong pertumbuhan inklusif di sektor ekonomi akar rumput, terutama di bidang pertanian.

“Dengan menggabungkan teknologi profil risiko berbasis AI kami dengan model bisnis Elevarm yang memanfaatkan data ilmiah dan teknologi operasional canggih, kami yakin kolaborasi ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan,” kata Aria.

Direktur Bisnis Global Scala Ryo Ishihara juga menyatakan bahwa Scala sedang merintis skema pembiayaan proyek baru yang menciptakan solusi win-win bagi petani, perusahaan manajemen pertanian, dan investor.

“Dengan pengalaman luas di bidang ini dan pemahaman mendalam tentang lanskap pertanian di Indonesia, kami memilih Elevarm sebagai mitra strategis,” kata Ryo.

Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten

Mengundang Inovator AI Indonesia untuk Bergabung DSLaunchpad

Pendaftaran DSLaunchpad AI sudah mulai dibuka sejak awal Juli 2024 ini. Program memberikan kesempatan kepada founder startup tahap awal yang fokus mengembangkan solusi dengan kecerdasan buatan (AI) untuk mematangkan ide dan model bisnisnya.

DSLaunchpad AI terdiri dari program inkubasi berdurasi 6 minggu dengan kurikulum yang didesain khusus untuk startup AI. Para founder akan belajar langsung dari para pakar industri dari berbagai bidang, membawakan materi pengembangan produk, pemasaran, sampai penggalangan dana.

Kriteria peserta

Program ini pada dasarnya didesain untuk startup tahap awal, dengan kriteria dasar sebagai berikut:

  • Startup bootstrapping atau telah didanai investor di bawah $500 ribu.
  • Memiliki founder minimal 1 warga negara Indonesia.
  • Jumlah karyawan yang dimiliki maksimal 10 orang atau usia startup belum melebihi satu tahun.
  • Terbuka untuk lintas industri (sector agnostic).
  • Startup atau produk harus memanfaatkan satu atau lebih teknologi berikut: Machine Learning, Deep Learning, Robotics, Computer Vision, atau Generative AI.

Keunggulan program

Selain program inkubasi bisnis, DSLaunchpad AI turut menawarkan jaringan kuat di ekosistem yang akan sangat berguna untuk pengembangan startup. Dalam sesi Demo Day di akhir periode acara, para founder akan diberikan kesempatan untuk melakukan pitching ke jaringan investor dan juga konsorsium angel investor yang dimiliki DS/X Ventures di Asia Tenggara.

Setiap founder juga akan mendapatkan sesi mentoring 1-on-1 dengan high-level mentors yang sudah disiapkan, seperti CTO GDP Venture On Lee, Direktur Teknologi Digital Kalbe Risman Adnan, Chief of AI & Strategi Andrias Ekoyuono, dan masih banyak lagi.

Pendaftaran akan dibuka sampai 31 Juli 2024. Informasi lebih lanjut dan registrasi, kunjungi laman resmi DSLaunchpad AI: https://discoveryshift.com/dslaunchpad-ai/

Produsen Mobil Listrik Vietnam “VinFast” Gandeng Otoklix Lancarkan Ekspansinya di Indonesia

Otoklix menandatangani kerja sama dengan produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast. Kesepakatan ini menetapkan Otoklix sebagai penyedia layanan resmi untuk kendaraan VinFast di seluruh Indonesia.

VinFast, yang baru saja memasuki pasar Indonesia pada awal tahun ini, akan menginvestasikan $1,2 miliar atau sekitar Rp18 triliun untuk membangun pabrik perakitan lokal dengan kapasitas produksi 60.000 unit per tahun di Depok, Jawa Barat. Langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi untuk memperkuat kehadirannya di Asia Tenggara.

Menurut CEO Otoklix Martin Reyhan Suryohusodo, Indonesia merupakan salah satu negara yang pemerintahnya aktif mendukung adopsi kendaraan listrik. Pemerintah Indonesia telah memperbarui peta jalan transisi kendaraan listrik dengan target produksi 600.000 mobil listrik pada tahun 2025. Dukungan ini mencakup perluasan jaringan stasiun pengisian daya dan peningkatan opsi pembiayaan bagi konsumen.

Namun, tantangan terbesar dalam transisi ini adalah pengembangan infrastruktur yang memadai untuk mendukung layanan purnajual dan perbaikan kendaraan listrik. Otoklix, yang selama ini berfokus pada digitalisasi pasar aftermarket otomotif, telah berinvestasi dalam pelatihan dan pengembangan infrastruktur untuk memastikan mereka siap mendukung kebutuhan khusus kendaraan listrik.

Otoklix juga telah meluncurkan akademi pelatihan yang didedikasikan untuk mekanik, dengan fokus pada servis dan pemeliharaan kendaraan listrik. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan mekanik memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menangani teknologi baterai dan komponen kelistrikan yang kompleks.

Selain itu, Martin menyatakan bahwa Otoklix akan bermitra dengan perusahaan-perusahaan pembuat suku cadang untuk menyediakan komponen berkualitas dengan harga lebih terjangkau bagi bengkel independen. Hal ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi pemilik kendaraan listrik di Indonesia.

Martin juga menyoroti pentingnya investasi berkelanjutan dalam infrastruktur pendukung, termasuk stasiun pengisian daya dan pasar sekunder yang kuat, untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan dari pasar kendaraan listrik. “Ini adalah situasi ayam dan telur klasik: penjualan kendaraan listrik tidak dapat melampaui pengembangan infrastruktur pendukung,” tambahnya.

Dengan kemitraan ini, Otoklix berharap dapat memainkan peran penting dalam mendukung transisi Indonesia menuju era kendaraan listrik, sambil terus memperluas jangkauan dan layanan mereka di seluruh negeri.

Application Information Will Show Up Here
Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten

Induk Volta Umumkan Pendanaan dari Lengan Ventura Terafiliasi LG dan Perusahaan Otomotif Tiongkok

PT Energi Selalu Baru (ESB) atau dikenal sebagai induk perusahaan di balik produsen motor listrik Volta sekaligus anak perusahaan dari PT NFC Indonesia Tbk (IDX: NFCX), berhasil meraih pendanaan strategis dari LX Ventures dan SAIC Capital dalam putaran pra-seri A.

Investasi ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan infrastruktur dan ekspansi pasar ESB, sejalan dengan visi bersama untuk masa depan yang berkelanjutan.

LX Ventures merupakan corporate VC dari LX Group yang terafiliasi perusahaan elektronik raksasa LG. Mandatnya fokus pada kemajuan dalam energi terbarukan, automasi manufaktur dan logistik, bahan ramah lingkungan, dan teknologi semikonduktor.

“Kami sangat antusias mendukung ESB dalam misinya untuk merevolusi pasar kendaraan listrik. Investasi kami sejalan dengan komitmen kami untuk membangun masa depan yang berkelanjutan melalui energi terbarukan, daur ulang sumber daya, dan teknologi pangan,” ujar Direktur Investasi LX Ventures Wanjoong Jun.

Sementara SAIC Capital, lengan investasi raksasa otomotif asal Tiongkok “SAIC”, berfokus pada inovasi di industri otomotif dan teknologi masa depan seperti kendaraan otonom dan energi baru (listrik dan hidrogen). Memanfaatkan keahlian dan sumber daya SAIC di industri otomotif, ESB siap menghadirkan solusi mobilitas yang berkelanjutan dan berteknologi canggih.

Pendanaan sebelumnya

ESB sebelumnya telah mendapatkan dana dari Rigel Capital dan Twin Towers Ventures, yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan pertumbuhan mereka.

Dana segar yang didapat akan dimanfaatkan untuk mempercepat pengembangan produk, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan kemampuan teknologi ESB. Rencananya, ESB akan memanfaatkan investasi ini untuk mengembangkan armada motor listrik Volta, memperluas infrastruktur pertukaran baterai, dan mengeksplorasi solusi inovatif dalam teknologi kendaraan listrik.

Kerja sama ini menegaskan komitmen LX Ventures dan SAIC Capital dalam mendukung ide-ide inovatif yang mendorong ekonomi berkelanjutan.

Direktur NFCX Okie Octavia Kurniawan mengatakan, “Investasi dari LX Ventures dan SAIC Capital adalah perubahan besar bagi kami. Ini akan secara signifikan mempercepat upaya kami dalam memperluas armada kendaraan listrik dan infrastruktur pertukaran baterai. Dengan dukungan mereka, kami siap memberikan solusi mobilitas yang lebih inovatif dan berkelanjutan kepada pelanggan kami, memperkuat komitmen kami untuk mengubah lanskap kendaraan listrik.”

Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten

Dagangan Dapat Pendanaan dari Kejora-SBI Orbit Fund

Startup rural commerce Dagangan baru mendapatkan pendanaan tambahan dari Kejora-SBI Orbit Fund. Hal ini seperti yang disampaikan Billy Boen selaku salah satu Partner Kejora Capital. Turut disampaikan dalam pernyataannya bahwa ini adalah portofolio ke-10 sekaligus terakhir dari dana kelolaan tersebut.

Sejak diresmikan pada Juni 2020, Orbit Fund yang merupakan joint venture Kejora Capital dan SBI Holdings, telah berinvestasi ke sejumlah startup Indonesia, termasuk platform point of sales Olsera dan pengembang infrastruktur baterai motor listrik SWAP.

Setelah Orbit Fund tidak lagi berlanjut, menurut informasi yang kami dapat, tim Kejora akan memfokuskan dana kelolaan bersama SBI ke Maven Asia Capital. Selain SBI, dana kelolaan yang akan segera ditutup untuk tahap pertamanya ini turut didukung LP individu ternama seperti Toto Sugiri, Andy Zain, Dharsono Hartono, dan sejumlah lainnya. Dikabarkan mereka menargetkan dana $150 juta untuk diinvestasikan ke startup early dan growth stage.

Pendanaan Dagangan

Saat ini Dagangan memang tengah menggalang pendanaan lanjutan setelah sebelumnya menutup putaran pra-seri B didukung BPTN Syariah Ventura dan Monk’s Hill Ventures senilai $6,6 juta.

Dikonfirmasi terpisah, Co-Founder & CEO Dagangan Ryan Manafe menyampaikan bahwa pendanaan dari Orbit Fund ini masih di putaran yang sama dengan perolehan terakhir dari W Inc, pemodal asal Jepang.

Sebagai rural commerce, Dagangan berfokus melayani pengguna di kota tier-3 dan 4. Dagangan menyuplai berbagai bahan jualan untuk ritel kecil-menengah. Baru fokus di pulau Jawa, Dagangan saat ini telah melayani 75 ribu+ warung/toko dengan 5 ribu+ SKU produk.

Menawarkan supply-chain yang lebih efisien, Dagangan mengklaim harga jual mereka 20% lebih rendah dan menghasilkan revenue 2x lipat bagi para peritel.

Dengan model operasional berupa hub & spoke untuk last-mile delivery melalui 50+ micro-hub di lokasi strategis, Dagangan mengklaim berbeda dengan startup social commerce pada umumnya. Diketahui sejumlah pemain serupa saat ini kesulitan (bahkan tidak lagi beroperasi), termasuk di antaranya Ula dan RateS.

Application Information Will Show Up Here

Superbank Dapat Tambahan Investasi Rp1,2 Triliun dari Grab, Singtel, dan KakaoBank

Perusahaan pengembang layanan bank digital Superbank hari ini (03/7) mengumumkan tambahan investasi Rp1,2 triliun dari para pemegang saham sebelumnya, yakni Grab, Singtel, dan KakaoBank. Dana segar akan dimanfaatkan untuk mendukung upaya peningkatan layanan dan inovasi produk para nasabahnya.

Investasi ini sekaligus dinilai menegaskan keyakinan dan dukungan pemegang saham terhadap visi dan potensi Superbank.

Sebelum putaran investasi baru ini, EMTEK masih menjadi pemegang saham dengan persentase tertinggi, diikuti oleh Grab, Singtel, dan KakaoBank. Grab sendiri menggunakan PT Kudo Teknologi Indonesia (Kudo) sebagai kendaraan investasinya – seperti diketahui Kudo diakuisisi Grab sejak 2017 lalu.

Jajaran pemegang saham Superbank sebelum investasi baru ini / Superbank
Jajaran pemegang saham Superbank sebelum investasi baru ini / Superbank

“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan para pemegang saham dalam mendukung upaya kami untuk terus membuat produk dan layanan perbankan digital yang inovatif dan relevan,” ujar Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan.

Ia melanjutkan, “Dukungan berkelanjutan dari Grab, Singtel, dan KakaoBank tidak hanya berupa investasi, tetapi juga teknologi terdepan, wawasan, dan aset jaringan untuk mempercepat pertumbuhan kami. Tambahan investasi ini akan memperkuat kami dalam memperluas layanan finansial inklusif dan pembiayaan yang mudah diakses oleh lebih banyak nasabah ritel dan UMKM underbanked di Indonesia.”

Superbank sebelumnya dikenal sebagai PT Bank Fama International. Berdiri di Bandung pada tahun 1993, Superbank memasuki era baru ketika menjadi bagian dari Emtek Group pada akhir 2021, diikuti oleh Grab dan Singtel pada awal 2022, dan KakaoBank pada tahun 2023 sebagai bagian dari konsorsium. Superbank memiliki misi untuk memperluas akses kredit bagi nasabah ritel dan UMKM, memberdayakan mereka dengan solusi inovatif, serta mengembangkan kolaborasi melalui salah satu ekosistem terluas di industri.

Pada Juni 2024 lalu, Superbank baru resmikan kerja sama strategis bersama Grab lewat layanan Banking as a Services. Pengguna dan mitra kini dapat membuka rekening, menabung, dan bertransaksi langsung dari aplikasi Grab. Selain fitur perbankan dasar, Superbank juga menawarkan Pinjaman Atur Sendiri (PAS) kepada pengguna Grab terpilih. PAS adalah pinjaman digital tanpa agunan yang mudah diajukan dengan limit kredit dan tenor fleksibel serta informasi bunga dan biaya yang transparan.

Superbank terus memperkenalkan produk tabungan inovatif seperti Celengan by Superbank yang menawarkan bunga tinggi 10% per tahun untuk menabung harian secara otomatis. Langkah ini mempertegas komitmen Superbank untuk inovasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

“Grab memahami pentingnya menghadirkan teknologi bank digital dengan beragam fitur inovatif serta mudah diakses, dan dapat membantu pengelolaan keuangan yang lebih baik bagi konsumen. Dukungan Grab untuk Superbank menegaskan komitmen bersama kami untuk meningkatkan inklusi keuangan di seluruh Indonesia,” sambut Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi.

Application Information Will Show Up Here

Unit Bisnis E-commerce Enabler Milik Shipper “Aloshop” Resmi Masuk ke Pasar Thailand

Aloshop, salah satu unit bisnis milik Shipper, mengumumkan ekspansi strategisnya ke pasar Thailand. Setelah sukses dengan uji coba layanan di sana dan bermitra dengan TikTok, Aloshop siap membawa keahliannya dalam pemberdayaan e-commerce dan social commerce ke negara tersebut.

Sejak awal 2024, Aloshop telah melakukan uji coba layanannya di Thailand dengan menggandeng klien seperti McJeans, Super Sport, dan Warrix. Fase uji coba ini telah menunjukkan hasil yang signifikan, membuktikan potensi pertumbuhan di lanskap e-commerce Thailand yang dinamis.

Layanan komprehensif Aloshop, termasuk pemasaran media sosial, pemasaran KOL, pemasaran kinerja, pemasaran afiliasi, dan live shopping, telah memberikan dampak besar.

Pada bulan April 2024, Aloshop didapuk TikTok sebagai salah satu dari tiga TikTok Seller Partners terbaik dalam menghasilkan Gross Merchandise Value (GMV) yang tinggi. Penghargaan ini menegaskan strategi efektif dan pendekatan inovatif Aloshop dalam sektor e-commerce.

Super Sport, salah satu klien Aloshop juga menerima penghargaan sebagai merek top yang menghasilkan GMV tinggi, menyoroti kolaborasi sukses dan nilai yang diberikan Aloshop kepada kliennya. Tidak berhenti sampai di situ, pada Mei 2024, Aloshop meraih penghargaan puncak sebagai TikTok Shop partner dengan pertumbuhan GMV tertinggi.

Keputusan Aloshop untuk berekspansi ke Thailand didorong oleh pasar e-commerce negara tersebut yang tumbuh pesat. Lanskap e-commerce Thailand mengalami pertumbuhan eksponensial yang didorong oleh penetrasi internet yang meningkat, adopsi smartphone yang luas, dan infrastruktur logistik yang semakin baik. Pemain besar seperti Lazada, Shopee, dan Central memimpin pasar, dengan lebih dari setengah populasi aktif berbelanja online.

Penelitian menunjukkan bahwa 69,5% populasi Thailand menggunakan internet, dan 52,3% terlibat dalam e-commerce, menjadikannya pasar yang berkembang baik untuk ritel online. Dengan hampir 99% pengguna internet mengakses web melalui perangkat mobile, adopsi smartphone yang luas memfasilitasi belanja online yang nyaman dan mendukung pertumbuhan mobile commerce, pendorong utama di sektor e-commerce yang dipimpin oleh live shopping.

CIO Shipper & Aloshop Jessica Hendrawidjaja menyatakan, “Kami sangat senang mengumumkan ekspansi strategis kami ke Thailand. Langkah ini adalah bukti komitmen kami untuk membawa solusi inovatif ke pasar baru dan mendukung bisnis lokal dalam perjalanan pertumbuhan mereka.”

Country Head Aloshop Thailand Fern Niti menambahkan, “Proyek percontohan kami telah menunjukkan potensi yang luar biasa, dan kami yakin solusi ecommerce dan social commerce inovatif kami akan membawa nilai signifikan bagi bisnis di Thailand. Pengakuan dari TikTok dan kesuksesan klien kami seperti Super Sport memvalidasi pendekatan kami dan memotivasi kami untuk mencapai tonggak yang lebih besar di Thailand.”

Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten

RUN System Luncurkan Platform AI dan Low-Code untuk Mendukung Transformasi Digital

PT Global Sukses Solusi Tbk (RUN System – RUNS) kembali menunjukkan komitmennya dalam inovasi teknologi dengan meluncurkan dua solusi baru. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Yogyakarta, RUN System memperkenalkan RAIN, solusi AI yang dirancang untuk membantu perusahaan dan organisasi memanfaatkan teknologi Generative AI (GenAI) secara nyata.

RAIN diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing perusahaan melalui otomatisasi dan analisis data yang lebih canggih.

Founder & CEO RUN System Sony Rachmadi Purnomo menyatakan, “Peluncuran RAIN adalah bagian dari strategi kami untuk terus berinovasi dan memberikan solusi yang relevan bagi kebutuhan bisnis di era digital. Kami yakin bahwa RAIN akan menjadi game-changer dalam industri ini.”

Founder & CEO RUN System Sony Rachmadi Purnomo / RUN System
Founder & CEO RUN System Sony Rachmadi Purnomo / RUN System

Pada sesi Public Expose, RUN System juga meluncurkan Platform Low-Code terbarunya, yang dikenal sebagai Enterprise Productivity Platform. Platform ini memungkinkan entitas bisnis dan individu untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri tanpa memerlukan kemampuan coding yang mendalam.

Dengan menggunakan teknologi Low-Code, pembuatan aplikasi dapat dilakukan 6-10 kali lebih cepat, dan dapat menghemat biaya transformasi digital hingga $25 juta per perusahaan per tahun.

“Platform Low-Code kami dirancang untuk menjawab kebutuhan transformasi digital yang semakin mendesak. Dengan teknologi ini, perusahaan dapat dengan cepat dan mudah membuat aplikasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi bisnis,” ujar CTO RUN System Budi Santoso.

Platform Low-Code RUN System hadir dengan berbagai aplikasi siap pakai, seperti Customer Relationship Management, Sales & Invoicing, dan e-Procurement. Selain itu, pengguna platform ini dapat menjual aplikasi yang mereka buat di Marketplace Enterprise Productivity Platform, menciptakan peluang bisnis baru.

Dengan pertumbuhan pasar Low-Code yang diperkirakan mencapai $45,5 miliar pada tahun 2026, RUN System optimis bahwa solusi ini akan mendapat sambutan positif dari berbagai sektor. Keunggulan lain dari platform ini adalah dukungan ribuan use cases dari produk inti ERP RUN System yang telah berdiri lebih dari satu dekade.

RUN System juga menargetkan peluncuran lebih dari 100 aplikasi baru pada platform ini hingga akhir tahun. Inisiatif ini merupakan bagian dari rencana ekspansi bisnis yang lebih luas, termasuk penetrasi pasar ke sektor pemerintahan seperti Bank Tanah dan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten