East Ventures Siapkan Dana Investasi Baru 400 Miliar Rupiah untuk Startup Asia Tenggara

Perusahaan modal ventura East Ventures mengumumkan pengumpulan dana investasi baru sebesar US$30 juta (hampir 400 miliar Rupiah) untuk startup di Asia Tenggara. Pengumuman ini menjadi komitmen berkelanjutan yang ditunjukkan perusahaan dalam menciptakan peluang bagi pengusaha digital muda dalam membangun perusahaan yang berkelanjutan.

Dana ini merupakan perolehan yang keenam sejak East Ventures dikelola Willson Cuaca, Batara Eto, dan Taiga Matsuyama. Tahapan suntikan investasi akan tetap ditempatkan untuk pendanaan tahap awal (seed) hingga seri A.

Perusahaan juga tetap mengarahkan fokus suntikan untuk startup Indonesia demi mendukung ekosistem digital di seluruh Asia Tenggara. Sejauh ini, East Ventures telah berinvestasi untuk perusahaan di Indonesia, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Thailand.

East Ventures bisa dibilang sebagai salah satu investor yang paling aktif di Indonesia. Terlihat dari kontribusinya terhadap 192 transaksi atau sekitar 50% dari total transaksi investasi.

Data internal perusahaan menyebutkan lebih dari 70% perusahaan startup Indonesia menerima pendanaan Seri A dan seri di atasnya didukung East Ventures. Kemudian, sebanyak 116 perusahaan yang telah didanai memiliki tingkat kelangsungan hidup sebesar 83%.

Dari 96 perusahaan yang aktif, mayoritas di antaranya telah mengikuti putaran investasi Seri A ke atas. East Ventures juga menjadi pemegang saham di tiga perusahaan dari lima unicorn di Asia Tenggara, yaitu Traveloka, Tokopedia, dan Loket (sekarang Go-Jek).

Perusahaan lainnya, juga terhitung sebagai portofolio dari East Ventures mulai dari Shopback, Orami, Valuklik, MokaPOS, Ruangguru, IDN Times, EV Hive, Julo Finance, Cicil, Omise, Cermati, 99.co, Sociolla, dan Ralali.

Tahun ini, East Ventures juga turut terlibat dalam pendanaan yang signifikan untuk investasi senilai US$1,1 miliar yang dipimpin Alibaba ke Tokopedia. Kemudian investasi oleh Expedia untuk US$500 juta ke Traveloka, akuisisi Kudo oleh Grab, akuisisi Loket oleh Go-Jek, dan salah satu initial coin offering (ICO) terbesar di Asia Tenggara oleh Omise.

Lebih Jauh tentang PrivatQ, Layanan yang Memudahkan Pencarian Guru Privat

Dunia pendidikan Indonesia selalu mendapatkan tempat di hati banyak orang. Semangatnya jelas, memajukan mutu pendidikan di Indonesia untuk lebih baik lagi. Hal tersebut juga yang tertanam di dua pendiri PrivatQ Ikhwan Catur Rahmawan dan Asep Suryana. Keduanya bahu membahu menyediakan solusi PrivatQ yang digadang-gadang bisa memudahkan penggunanya mengakses pendidikan dan secara umum bisa meningkatkan mutu pendidikan.

PrivatQ sendiri disiapkan untuk memudahkan pengguna mendapatkan guru yang bersedia mengajari secara privat. Pengguna atau juga disebut sebagai siswa nantinya tinggal mendaftar ke platform PrivatQ dan melengkapi beberapa informasi yang diperlukan. Selanjutnya pengguna tinggal memilih guru atau tentor dari daftar yang tersedia.

Kepada DailySocial, Ikhwan menceritakan ide awal terbentuknya PrivatQ muncul sejak 3 tahun silam kala dirinya masih duduk di bangku kuliah. Saat itu ia merasa startup mampu mengubah tatanan model usaha yang selama ini gunakan. Kebetulan Ikhwan juga berprofesi sebagai pengajar privat dan melihat peluang di sektor layanan pencarian guru privat.

“Saya yang pada saat itu berprofesi sebagai pengajar privat melihat kalau transformasi digital seperti ini sebenarnya bisa diterapkan dan berguna dalam banyak bidang, termasuk pendidikan. Saya ingin membuat inovasi teknologi yang menyederhanakan proses pemesanan layanan pendidikan privat dengan hasil yang maksimal. Saya sempat terdorong juga karena pengalaman sebagai pengajar privat yang banyak menemui hambatan–salah satunya dalam pencarian tentor pengganti saat saya mendadak tidak bisa mengajar,“ papar Ikhwan.

Mengenai kualitas layanan

Sebagai layanan online, mulai dari pemesanan hingga pembayarannya, PrivatQ dihadapkan tugas serius menjaga kualitasnya. Salah satu yang berpengaruh adalah kualitas siswa sebagai pemesan dan tentor yang nantinya memberikan pengajaran privat. Menyikapi hal tersebut Ikhwan menjelaskan ada empat tahap seleksi yang harus ditempuh untuk mendaftar sebagai tentor.

Yang pertama adalah seleksi CV yang bisa dilakukan melalui pengiriman email, yang kedua interview dan simulasi pengajaran microteaching. Dua tahap selanjutnya adalah pengumpulan berkas pendukung seperti SKCK dan pelatihan yang dilakukan secara berkala untuk terus menjamin kualitas tentor. Setelah melewati tahapan tersebut barulah tentor dinyatakan aktif dan berhak dipilih oleh siswa.

Sementara itu, mengenai fitur, PivatQ mengedepankan sistem online dan real time sesuai dengan kesepakatan antara siswa dengan tentor. Sebagai layanan baru, PrivatQ akan dihadapkan dengan persaingan dengan layanan sejenis untuk merebut hati masyarakat.

Menanggapi hal tersebut Asep Suryana menyatakan:

“Sebagai sebuah inovasi teknologi di bidang pendidikan, kami dari PrivatQ melihat persaingan dengan semangat keterbukaan. Persaingan akan selalu ada, tetapi itu justru yang akan memunculkan inovasi-inovasi terbaru sesuai kebutuhan masyarakat–seperti dalam proses perencanaan PrivatQ.”

Ikhwan menambahkan pihaknya tengah berencana untuk bekerja sama dengan sekolah-sekolah dan pemerintah daerah untuk menggembangkan PrivatQ di masyarakat daerah. Harapannya dengan menyebarluaskan keberadaan PrivatQ masyarakat bisa terbantu dan dimudahkan dalam proses belajar mengajar di uar kelas.

“Harapan kami pemasyarakatan PrivatQ dapat mempermudah proses belajar-mengajar di luar kelas bagi siswa-siswa di daerah Indonesia. Untuk tahun ini, kami berencana mengembangkan layanan di Pulau Jawa. Kami menargetkan pengembangan layanan di enam kota hingga akhir 2017 – Jakarta, Jogja, Solo, Surabaya, Semarang, dan Malang,” tutup Ikhwan.

Application Information Will Show Up Here

Prism Hadirkan Aplikasi “Selly”, Papan Ketik Multifungsi untuk Membantu Pedagang Online

Pengembang platform chat-to-commerce Prism meluncurkan varian produk terbarunya. Berbentuk aplikasi Android, aplikasi tersebut dinamakan Selly. Pada dasarnya Selly merupakan sebuah aplikasi papan ketik atau keyboard untuk ponsel pintar yang telah dikustomisasi. Tujuannya untuk membantu pengguna dalam menangani transaksi jual beli melalui aplikasi pesan dan media sosial.

Selly memiliki kemampuan untuk memberikan kemudahan bagi pengguna ketika mengirim tagihan, melakukan pengecekan ongkos kirim, hingga membuat notifikasi untuk pelanggan. Aplikasi ini dapat terintegrasi dengan layanan populer seperti WhatsApp, LINE, Instagram dan lainnya. Yang paling signifikan, aplikasi ini juga terhubung langsung dengan sistem payment gateway, sehingga benar-benar memberikan efektivitas bagi pengguna dalam mengelola transaksi.

“Selly dan Prism keduanya adalah produk-produk yang dibuat oleh Prism sebagai perusahaan, di mana keduanya mempunyai target market-nya masing-masing. Selly ditargetkan untuk niche yang sangat spesifik untuk menyelesaikan masalah yang spesifik. Semua inovasi kita terfokus pada kategori chat commerce,” ujar Batista Harahap selaku Co-Founder & CEO Prism.

Fitur pertama yang ada di Selly adalah membantu pengguna mengirim tagihan. Dengan aplikasi keyboard yang terpasang, pengguna dapat mengurus berbagai pesanan dari aplikasi yang berbeda. Misalnya ada yang melakukan pemesanan melalui WhatsApp, LINE atau yang lainnya. Semua tagihan dengan template yang lengkap dapat dikirimkan langsung ke pelanggan.

Fitur kedua yakni untuk mengelola transaksi. Di Selly, pengguna dapat membuat rekap sederhana tentang transaksi penjualan yang berjalan. Termasuk melihat status dan histori transaksi. Menyederhanakan proses pembukuan atas kegiatan jual beli yang dilakukan. Ada juga laman dashboard yang berisi berbagai template teks yang dapat dimanfaatkan untuk mengingatkan pelanggan yang belum melakukan pembayaran.

Sering kali penjual online juga disibukkan dengan pertanyaan yang itu-itu saja, tapi harus dijawab karena datangnya dari pelanggan baru. Untuk itu Selly juga melengkapi dengan fitur Auto Text, sehingga ketika ada pertanyaan yang sama, pengguna dapat langsung memilih jawaban yang tersedia dalam direktori, tanpa harus mengetik ulang.

Terakhir fitur cek ongkos kirim, secara otomatis Selly akan memberikan informasi secara cepat biaya kirim melalui aplikasi di laman chat, cukup masukkan kota tujuan dan pilih kurir, ongkos kirim akan dikompilasi bersama tagihan.

Application Information Will Show Up Here

KoinWorks Hadirkan Cicilan Pendidikan Khusus Mahasiswa Binus

KoinWorks, startup fintech p2p lending, menambah kemitraan baru untuk program KoinPintar dengan menggandeng Binus Online Learning. Melalui program ini, KoinWorks mulai memasarkan produk cicilan pendidikan untuk mahasiswa Binus.

KoinPintar merupakan program khusus untuk bantuan dana pendidikan yang sudah diluncurkan sejak tahun lalu. Sejauh ini KoinWorks sudah bekerja sama dengan sembilan institusi kursus lintas industri sebagai mitra. Beberapa industri di antaranya IT, fesyen, digital marketing, kuliner, desain, dan kecantikan.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), kurang dari 30% lulusan SMA yang melanjutkan ke jenjang D3/S1. Dari angka tersebut, ketika ditelusuri alasannya sekitar 50% dari responden menjawab dengan alasan biaya. Ditambah juga belum banyak universitas yang memberikan program cicilan biaya kuliah untuk mahasiswanya.

“Kami menyadari pendidikan menjadi kebutuhan dasar yang belum sepenuhnya terpenuhi bagi seluruh golongan. Di sisi lain, pendidikan dapat membuka peluang kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, Kami ingin menghadirkan p2p lending yang juga mengandung nilai sosial, tidak hanya bernilai bisnis saja,” terang Co-Founder dan CEO KoinWorks Benedicto Haryono, Rabu (20/9).

Lewat kemitraan terbaru ini, investor KoinWorks mendapat pilihan tambahan alternatif investasi yang mengandung unsur sosial. Mereka sendiri dapat memilih pembiayaan ini, bila perlu akan diarahkan oleh algoritma yang sebelumnya sudah disesuaikan dengan preferensi selera investasi masing-masing.

Strategi mitigasi risiko

Ben, panggilan akrab Benedicto, melanjutkan alasan pihaknya menggaet Binus Online dikarenakan secara bisnis model cocok dengan gaya KoinWorks itu sendiri yakni semua hal hanya perlu online dan dapat menjangkau seluruh Indonesia.

Lagipula, target mahasiswa di dalam Binus Online adalah kalangan pekerja yang sudah memiliki pekerjaan namun kesulitan mengatur waktunya untuk datang ke kampus. Kalangan tersebut dinilai secara risiko gagal bayar lebih kecil, dibandingkan menyasar masyarakat secara umum.

“Sejauh ini, mahasiswa yang mengajukan di Binus Online adalah kalangan pekerja yang tidak punya banyak waktu. Hasil [kuliahnya] cukup baik karena mereka cukup berkomitmen untuk serius kuliah,” ucap Direktur Binus Online Learning Engke Achmad Kuncoro.

Dia berharap, kehadiran KoinWorks dalam Binus Online dapat menjangkau seluruh segmen masyarakat, di luar kalangan profesional, membuka kesempatan untuk belajar jadi semakin luas.

Untuk mitigasi risiko lebih lanjut, KoinWorks menerapkan persyaratan minimal mahasiswa berusia 21 tahun, memiliki pilihan program studi Binus Online Learning, ada pendapatan tetap, dan memiliki akun media sosial Facebook. Keseriusan komitmen untuk kuliah pun juga akan dipertanyakan.

Mereka hanya perlu memberikan bukti KTP, kartu keluarga, slip gaji, dan bukti mutasi rekening selama tiga bulan terakhir. Apabila usia mahasiswa di bawah 21 tahun, maka diperlukan relasi sebagai penjamin dana, bisa orang tua ataupun kakak kandung.

Setiap aplikasi yang diterima, akan diverifikasi oleh KoinWorks dan dilanjutkan dengan proses interview. Apabila pengajuan disetujui dana akan dicairkan langsung KoinWorks ke Binus Online tanpa melalui rekening calon mahasiswa.

“Kami akan langsung transfer 80% dana dari total biaya ke rekening Binus. Di satu sisi, akan melegakan mahasiswa karena mereka bisa langsung kuliah tanpa mengkhawatirkan biayanya. Di sisi lain, kami tidak bayari penuh sebagai langkah mitigasi untuk membuat mereka tetap bertanggung jawab terhadap cicilannya,” terang Ben.

Mahasiswa dapat mengangsur cicilannya dengan tenor mulai dari 6-24 bulan, bunga pinjaman yang ditawarkan sekitar 9%-12,5% flat per tahun. Adapun program pendidikan yang dapat dibiayai, untuk program SMA ke S1, D3 ke S1, dan S1 ke S2.

Jurusan yang tersedia di Binus Online adalah akuntansi, manajemen bisnis, sistem informasi, teknik informatika, dan teknik industri.

Target KoinWorks

Sejak kemitraan dengan Binus dilaksanakan pada Agustus 2017, Ben mengaku bahwa pihaknya telah memberikan pinjaman kepada lima mahasiswa. Kemudian, bertambah menjadi sekitar 40 mahasiswa pada bulan lalu. Pencapaian ini membuat pihaknya yakin pada November 2017 mendatang dapat menggaet minimal 500 calon mahasiswa baru.

“Awalnya kami hanya menargetkan 100 orang pada jadwal pendaftara gelombang Oktober. Namun dari hasil ini, kami yakin minimal bisa dapat target jaring 500 orang sampai penutupan pendaftaran untuk gelombang Oktober.”

Hingga Agustus 2017, KoinWorks sudah menghimpun lebih dari 18.500 investor dan menyalurkan pinjaman sekitar Rp45 miliar. Untuk program KoinPintar itu sendiri, telah menjaring sekitar 100 orang sejak setahun lalu berdiri.

Tiller Merupakan Gadget Elegan untuk yang Ingin Serius Memantau Waktu

Dalam bekerja setiap harinya, seringkali kita dihadapkan dengan lebih dari satu tugas. Untuk bisa menyelesaikannya di hari yang sama, tentunya kita harus bisa memantau waktu dengan baik. Kalau tidak, mungkin waktu kita akan habis sia-sia akibat sesi curi-curi buka Instagram yang jika diakumulasikan bisa mencapai satu jam sendiri.

Memantau waktu bisa dengan banyak cara, dan saya yakin semua orang punya caranya sendiri-sendiri. Namun menurut sebuah studio desain asal Australia, Joan, mereka percaya mereka punya solusi yang lebih elegan untuk memantau waktu. Berangkat dari ketidakpuasan mereka akan software time tracking, mereka pun menciptakan Tiller.

Tiller

Tiller adalah sebuah perangkat kecil yang menyambung ke komputer atau laptop (Windows atau macOS) via USB. Cara penggunaannya benar-benar simpel: sentuh bagian atasnya satu kali, maka Tiller akan mulai memantau waktu dari aktivitas apapun yang Anda kerjakan, lalu sentuh sekali lagi untuk berhenti.

Bagian atasnya ternyata juga merupakan sebuah kenop. Putar kenop itu, maka di layar komputer akan muncul sederet aktivitas yang dapat dipilih, dan waktu akan langsung dipantau sesaat setelah pengguna menyentuh Tiller. Di masing-masing aktivitas, pengguna juga dapat menyentuh Tiller dua kali untuk menampilkan informasi ekstra seperti total waktu yang dihabiskan untuk kegiatan tersebut maupun budget yang tersedia.

Hardware-nya sengaja dibuat seminimal sekaligus seelegan mungkin. Bagian kenopnya terbuat dari aluminium, dengan diameter 63 mm, sedangkan tebal bodinya cuma 15 mm. Sebuah LED kecil di tengah-tengahnya akan menyala sebagai indikasi Tiller sedang memantau waktu.

Tiller

Tiller jelas bukan untuk semua orang. Saya yakin ada banyak yang tidak rela membeli gadget khusus yang hanya berfungsi untuk memantau waktu selain jam tangan. Pun demikian, Tiller akan sangat bermanfaat di tangan pemilik bisnis maupun freelancer yang kerap mematok tarif berdasarkan waktu kepada kliennya.

Saat ini Joan sedang memasarkan Tiller melalui Kickstarter dengan harga paling murah AU$111 (± Rp 1,2 juta) selama masa kampanye berlangsung, belum termasuk biaya pengiriman internasional. Pilihan warnanya ada empat: putih, abu-abu, oranye dan hitam.

Fabelio Luncurkan Fitur “Sofa Trial” dan “One Day Delivery”

Setelah meresmikan showroom baru di Senayan City bulan Agustus 2017 lalu, layanan e-commerce furnitur Fabelio kembali menghadirkan dua fitur baru di wilayah Jabodetabek. Menurut Co-Founder dan Chief Design Officer Fabelio Marshall Utoyo, dihadirkannya dua fitur baru ini merupakan feedback pelanggan Fabelio selama menjalankan bisnis dua tahun terakhir.

“Kita sering mendengar keluhan pelanggan yang suka salah membeli furnitur namun tidak memiliki kesempatan untuk mengembalikannya. Dengan fitur Sofa Trial semua bisa dilakukan.”

Fitur Sofa Trial ini bisa digunakan pembeli melalui situs dan mobile browser Fabelio. Dengan melakukan pemesanan dan pembayaran seperti biasa, pembeli yang telah memesan produk furnitur di Fabelio, kemudian merasa tidak cocok dengan produk yang ada, bisa langsung mengembalikan produk tersebut secara gratis. Cukup melakukan pendaftaran secara online tanpa dikenakan biaya tambahan.

“Untuk pengiriman juga kita sengaja berikan gratis, agar memudahkan pembeli. Tidak ada persyaratan yang rumit dan menyulitkan pembeli,” kata Marshall.

Pengiriman langsung dalam satu hari

Selain fitur Sofa Trial, Fabelio juga menghadirkan fitur 1 day delivery untuk calon pembeli furnitur Fabelio. Fitur ini yang juga hanya tersedia di Jabodetabek, memungkinkan calon pembeli yang ingin mendapatkan furnitur secara cepat hari itu juga atau pengantaran esok hari.

“Dengan kebijakan 1 day delivery yang ditawarkan oleh Fabelio kami percaya pelanggan tidak hanya mendapatkan jaminan untuk mendapat barang yang sesuai namun juga dengan proses pengiriman yang cepat,” kata Marshall.

Showroom Fabelio juga menyediakan layanan B2B Fabelio for Business untuk perusahaan hingga startup yang ingin bekerja sama.

Sejak diluncurkan pada Juni 2015 lalu sebagai layanan e-commerce yang berfokus pada penjualan furnitur dan hanya melayani wilayah Jabodetabek, pada akhir bulan Oktober 2016 Fabelio melakukan ekspansi wilayah layanan pengiriman ke Bandung, Cimahi, Purwakarta dan Karawang.

Roborock Sweep One, Robot Penyedot Debu dari Xiaomi

Xiaomi meski bukan diproduksi atas namanya sendiri kembali meluncurkan sebuah robot penyedot debu dengan nama Roborock Sweep One. Sebagai catatan, nama Roborock sendiri diambil dari nama perusahaan yang mengembangkannya. Banyak kesamaan yang diadopsi oleh Roborock Sweep One dari pendahulunya, namun di kesempatan ini Xiaomi lebih memilih menggunakan platform crowdfunding ketimbang langsung menjualnya ke publik.

Dalam hal desain, Roborock Sweep One mempunyai bentuk body bundar pipih menyerupai piring namun dengan bagian sisi yang lebih tebal. Untuk bergerak dan menjelajah ruangan, robot mengandalkan laser rangefinder dan sejumlah sensor yang membantunya menghindari rintangan, memilih rute yang paling efisien bahkan menemukan stasiun pengisian ulang saat membutuhkan pasokan daya.

roborock-sweep-one-4

Kemampuannya dalam menyedot debu disebut lebih baik dari pendahulunya, berkat adanya mesin yang mampu menciptakan tekanan sebesar 2.000 Pa berbanding 1800 Pa. Tambahan brush berukuran besar di satu sisi membantu perangkat membersihkan lantai dengan maksimal.

Di bagian penopang daya Roborock membenamkan komponen baterai sebesar 5.200mAh yang diklaim memberikan pasokan daya selama 2.5 jam atau membersihkan ruangan berukuran 250m2. Dalam pemakaiannya, pengguna tidak hanya dapat menghidupkan perangkat secara manual, tetapi bisa juga dengan mengatur di jam dan ruangan tertentu. Fungsi utamanya dapat dijumpai di aplikasi yang akan disertakan dalam paket pembelian.

roborock-sweep-one-6

Terakhir, Roborock Sweep One dibekali kemampuan unik untuk melakukan pembersihan menggunakan air. Di salah satu bagian perangkat terdapat tank yang bisa diisi air yang nantinya dipergunakan untuk menyemprot lantai. Kapasitas tank tersebut dapat dipergunakan sampai dengan 60 menit pemakaian.

Kehebatan Roborock Sweep One tergambar dari daya tarik publik, di mana hanya dalam waktu 3 jam kampanye pendanaannya ditutup oleh sang pengembang. Belum ada keteranga resmi apakah Roborock Sweep One akan dijual ke publik atau tidak.

Sumber berita Gizmochina.

Adobe Spark Permudah Pemilik Usaha Kecil dalam Membangun Sebuah Brand

Tahun lalu, Adobe meluncurkan sebuah layanan baru bernama Spark. Spark pada dasarnya merupakan evolusi dari trio aplikasi iOS Adobe – Post, Slate dan Voice – yang telah disempurnakan dan digabungkan menjadi satu layanan berbasis web. Spark, sekaligus konten yang dibuat menggunakannya, dapat diakses dari perangkat apapun secara cuma-cuma.

Seiring berjalannya waktu, pengguna Spark mulai menyadari bahwa layanan ini merupakan alat bantu yang tepat untuk membangun sebuah brand. Awalnya mereka mungkin hanya memakai Spark untuk menciptakan grafik untuk media sosial, atau video untuk Instagram. Namun lama kelamaan mereka juga ingin menyelipkan identitas maupun kepribadiannya sendiri, meski hanya sebatas dalam wujud logo.

Adobe Spark Premium

Dari situ muncullah ide akan Spark versi berbayar yang menawarkan sejumlah fitur premium, dan Adobe kini sudah siap untuk mengeksekusinya. Dalam versi berbayar ini, pengguna dapat menciptakan dan membagikan konten yang disertai branding mereka masing-masing dalam tiga format khas Spark: Post (untuk grafik), Page (untuk laman web) dan Video.

Membuat konten branded menggunakan Spark sangatlah mudah. Pengguna hanya diminta untuk menyediakan tiga ‘komposisi’ utama dari suatu brand: logo (kalau tidak punya, Spark akan merancangkan logo sederhana secara otomatis), warna brand dan font. Selanjutnya, tiga bahan ini akan menjadi elemen kunci dalam semua konten yang dibuat menggunakan Spark.

Adobe Spark Premium

Promosi tentunya merupakan bagian penting dalam membangun suatu brand. Maka dari itu, Spark telah menyediakan 20 template untuk berbagai kebutuhan, mulai dari template kartu nama, cover media sosial sampai template selebaran dan banner iklan digital, tentunya dalam tema yang sesuai dengan yang dipilih sebelumnya.

Adobe Spark sendiri masih bisa digunakan secara cuma-cuma, akan tetapi Adobe Spark Premium yang ditujukan buat para pemilik usaha kecil atau freelancer ini mematok biaya berlangganan sebesar $10 per bulan atau $100 per tahun. Kalau Anda merupakan pelanggan Adobe Creative Cloud, Spark Premium bisa langsung digunakan tanpa biaya tambahan.

Sumber: Adobe.

August Hadirkan Anggota Baru Smart Lock dengan Sejumlah Peningkatan Penting

August memang bukan yang pertama kali menginisiasi kategori smart lock, tapi mereka merupakan salah satu dari sedikit perusahaan yang paling dulu mengadopsi teknologi tersebut kemudian menerjemahkannya ke dalam produk rumahan yang dapat diandalkan.

Baru-baru ini, August Home kembali menghadirkan anggota baru di jajaran perangkat smart lock-nya. Yang pertama adalah August Smart Lock Pro, pilihan premium yang menghadirkan sejumlah fitur pendukung seperti Wi-Fi, HomeKit, Bluetooth dan juga Z-Wave Plus. Sekumpulan teknologi yang memungkinkan pengguna memegang kendali dan mengontrol apa yang ada di depan pintu rumah dari manapun melalui layar smartphone.

Smart Lock Pro

Dari segi desin, August Smart Lock Pro mempunyai penampilan yang familir terutama di bagian knob namun dengan pola baru yang lebih segar dan juga peningkatan dalaman. Selain itu, perangkat masih dapat dihubungkan ke August Connect untuk berbagai keperluan.

Berikutnya, August juga menawarkan versi baru August Smart Lock yang mendapat sejumlah peningkatan. Dibandingkan model Pro, model ini tidak mempunyai dukungan HomeKit tapi dapat diintegrasikan dengan asisten virtual pintar Amazon Alexa dan Google Assistant secara terpisah. Model ini lebih murah dengan banderol $149, dibanding versi Pro yang mencapai $279.

August Smart Lock

Di samping peningkatan dari segi desain, August juga menyertai kedua punggawa barunya dengan teknologi DoorSense. Teknologi terintegrasi ini terhubung dengan sejumlah sensor yang memungkinkan pengguna untuk memastikan pintunya sudah terkunci dengan sempurna.

August juga menawarkan satu lagi perangkat baru bernama Doorbell Cam, alat yang memungkinkan pengguna berbicara dan melihat tamu yang berada di depan pintu melalui perangkat smartphone. Tapi di versi baru ini, August menambahkan semacam sensor yang bisa mendeteksi gerakan pencuri di malam hari.

August-Doorbell-Cam-2.0-Silver-transparent-BG-300x274

Penyegaran ini sudah barang tentu menjadi kabar gembira bagi mereka yang sudah lama menunggu pembaruan dari August. Generasi pertama August Smart Lock pertama kali dikeluarkan pada tahun 2014 lalu. Kunci pintu pintar itu hanya menawarkan fitur-fitur standar meskipun sudah melibatkan smartphone untuk akses utamanya.  Setahun kemudian August membenamkan teknologi keamanan bernama Smart Keypad, Bluetooth, Doorbell Cam dan juga video kamera satu arah.

Sumber berita August.

Aplikasi Google Search di iOS Kini Suguhkan Rekomendasi Artikel yang Berkaitan dengan yang Anda Baca

Berdasarkan pengalaman pribadi, aplikasi Google Search di iOS kurang begitu saya gunakan karena saya bisa mendapatkan hasil pencarian yang sama menggunakan Safari ataupun browser lainnya. Saya yakin sejumlah pengguna perangkat iOS juga berpendapat sama, akan tetapi ke depannya anggapan kita ini bisa saja berubah.

Pasalnya, Google baru saja meluncurkan pembaruan untuk aplikasi Search-nya di iOS yang pada dasarnya ditujukan untuk mengajak pengguna terus mengeksplorasi berbagai macam konten yang menarik. Fitur baru ini untuk sementara baru tersedia buat pengguna di Amerika Serikat saja, tapi Google berjanji untuk membawanya ke negara lain secepatnya.

Jadi ketika Anda sedang membaca sebuah situs di aplikasi Google Search untuk iOS, Anda bakal melihat rekomendasi sejumlah konten terkait di bagian bawah layar. Semisal Anda sedang membaca artikel Wikipedia mengenai Mars rover, Google akan menyajikan artikel lain yang berkaitan, seperti misalnya misi menuju Mars ke depannya, atau cerita mendalam mengenai rover tersebut.

Tidak melulu untuk artikel, saat membaca sebuah resep mengenai bahan masakan tertentu misalnya, Google dapat menyuguhkan resep atau cara mengolah lain untuk bahan yang sama. Semua rekomendasi konten ini akan ditampilkan secara otomatis tanpa perlu mengetikkan kata kunci pencarian baru.