Kembangkan Ekosistem Inovator Indonesia di Dunia Otomotif, Toyota Gelar TOYOTA Fun/Code 2019

Revolusi industri 4.0 membuat dunia mulai beradaptasi dengan kultur digital yang mengotomasi beberapa elemen di dalamnya, seperti hadirnya smart logistic, smart city, dan smart home. Industri otomotif juga tengah melakukan perubahan untuk mendukung kebutuhan konsumen dalam dunia otomotif. Pengaplikasian digitalisasi ini penting bagi bisnis untuk terus memanjakan konsumen dan juga dapat berkontribusi pada keberlanjutan sumber daya alam yang terlibat di dalamnya.

Hal inilah yang kemudian menjadi perhatian TOYOTA untuk menghadirkan sebuah ajang kompetisi pemrograman (hackathon) bertajuk TOYOTA Fun/Code 2019, yang didukung oleh DailySocial.id, yang memang fokus pada inovasi dan ekosistem startup.

TOYOTA Fun/Code 2019 mengajak para talenta teknologi informasi di Indonesia dalam berinovasi dan menghasilkan produk yang solutif bagi masyarakat, khususnya dalam bidang otomotif. Melalui kompetisi hackathon ini, TOYOTA berharap para profesional di bidang pemrograman dan teknologi informasi dapat mengembangkan purwarupa (minimum viable product) produk digital yang dapat memecahkan masalah di dunia otomotif dan/atau membantu meningkatkan pengalaman berkendara yang lebih baik, seperti keselamatan saat berkendara, mengurangi frekuensi kecelakaan, hingga merawat kendaraan.

Dalam kegiatan Hackathon bertema Fun, Futuristic dan Informative, peserta dapat mengembangkan solusi untuk pengalaman dan kenyamanan saat berkendara dan menambah pengetahuan seputar otomotif di luar aktivitas berkendara (Go Beyond). Dengan kategori yang diperlombakan meliputi solusi Eco-Driving, Education, Ownership Experience, Value Chain & Trade In, serta solusi Difabel. Startup dan praktisi IT yang memiliki ide atau terobosan unik terkait tema dan kategori tersebut dapat segera melakukan submisi ide melalui http://toyotafuncode.id/.

Selain kompetisi hackathon, TOYOTA juga akan bertemu dan berbagi ide secara langsung dengan komunitas programmer di Indonesia melalui rangkaian kegiatan roadshow yang akan diselenggarakan di tiga kota, yaitu Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta sebagai bagian dari rangkaian acara TOYOTA Fun/Code 2019. Kegiatan roadshow ini terbuka bagi siapa saja, baik pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang ingin memperluas dan memperdalam wawasan mengenai teknologi informasi dan inovasi di dunia otomotif. Informasi dan pendaftaran untuk kegiatan ini juga dapat dilakukan di website resmi https://toyotafuncode.id/index/roadshow.

Pengumpulan ide pengembangan aplikasi sudah dibuka pada tanggal 8 Agustus 2019 dan ditutup pada 3 Oktober 2019. Dari semua ide aplikasi yang masuk, penyelenggara akan memilih ide terbaik untuk menjadi finalis yang akan bersaing mengimplementasikan ide pengembangan aplikasinya selama 24 jam pada tanggal 26-27 Oktober 2019 di Jakarta.

Sebagai bentuk apresiasi pada para pemenang TOYOTA Fun/Code 2019, TOYOTA akan memberikan hadiah uang tunai senilai total Rp 100 juta yang diharapkan dapat meningkatkan dan memacu semangat para peserta untuk mengeluarkan kemampuan terbaik mereka.

Daftarkan ide inovatif Anda sekarang juga di TOYOTA Fun/Code! Kesempatan Anda mendapatkan total hadiah senilai Rp 100.000.000 hanya sampai 3 Oktober 2019. Yuk, daftar sekarang di dly.social/toyotafuncode.


Disclosure: Artikel ini adalah hasil kerja sama DailySocial dan TOYOTA sebagai bagian rangkaian kegiatan TOYOTA Fun/Code 2019

Sekuel Game Simulasi Penerbangan Antariksa Jenaka Kerbal Space Program Diumumkan

Ada banyak game berkualitas kesusahan merangkul pemain kasual karena kompleksnya gameplay dan ditambah lagi proses belajar yang menuntut waktu serta perhatian. Di sinilah isitimewanya Kerbal Space Program. Permainan simulasi penerbangan luar angkasa ini pada dasarnya sulit, namun jadi favorit banyak orang karena adiktif serta menyajikan arahan yang jenaka.

Dan di momen pembukaan Gamescom Cologne 2019, tim Private Division resmi mengumumkan sekuel dari Kerbal Space Program lewat sebuah trailer. Permainan berjudul Kerbal Space Program 2 itu dirancang untuk menyempurnakan gameplay serta mengekspansi fitur-fitur pendahulunya. Menariknya, game tidak digarap developer aslinya, (Monkey) Squad asal Meksiko, tapi dikembangkan oleh Star Theory setelah franchis ini diambil alih Take-Two Interactive.

Kerbal Space Program 2 tetap mengusung aspek-aspek fundamental pendahulunya, seperti membangun program antariksa serta menciptakan pesawat-pesawat luar angkasa. Namun Star Theory melangkah lebih jauh dan mempersilakan kita merakit kapal-kapal penjelajah bintang yang bisa membawa para Kerbal (alien lucu berkulit hijau yang jadi primadona permainan ini) pergi dari sistem tata surya mereka.

KSP2 3

Agar lebih bersahabat untuk para pemula sembari memastikan pemain veteran lebih betah menikmatinya, Star Theory menyiapkan sesi tutorial beranimasi, memperbaiki user interface, dan merombak bagian instruksi penerbangan serta perakitan. Anda tidak perlu cemas, tak ada pengurangan tingkat kesulitan sama sekali. Kerbal Space Program 2 tetap menuntut kita buat mengeluarkan seluruh akal dan kreativitas.

Kejutan dari Star Theory tidak berhenti sampai di sana. Selain menyuguhkan gameplay ‘tradisional’ yang digemari fans, Kerbal Space Program 2 juga memperkenankan kita untuk membangun koloni di planet lain. Kesempatan ini memang menarik, namun memberikan pemain tantangan baru karena mereka harus beradaptasi dengan situasi dan gravitasi di tempat itu. Kemudian kita perlu mengumpulkan sumber daya buat membangun gedung, stasiun luar angkasa, tempat tinggal serta untuk memproduksi bahan bakar.

KSP2 2

Jika koloni bisa berkembang dan makmur, pemain dapat melakukan eksplorasi lebih jauh lagi ke sistem tata surya lain. Di sana ada banyak kejutan unik serta situasi-situasi mencengangkan, contohnya planet mirip Bumi berukuran raksasa dengan cincin ala Jupiter atau serta sepasang bintang yang saling terkunci dalam ‘dansa gravitasi’.

KSP2 4

Kerbal Space Program 2 akan meluncur pada tahun 2020 di PC, Xbox One dan PlayStation 4, tapi tanggal spesifiknya belum diketahui. Tim Star Theory kabarnya memanfaatkan teknologi engine baru yang memudahkan proses modding serta memungkinkan ada dukungan mode multiplayer. Semua fitur itu akan hadir via update.

Xiaomi, OPPO dan Vivo Berkolaborasi Kembangkan Fitur Transfer File ala AirDrop

Android Q yang akan dirilis bersama Google Pixel 4 beberapa bulan lagi sudah pasti menyimpan banyak fitur baru. Kendati demikian, versi terbaru Android ini rupanya juga bakal menghapuskan salah satu fitur lamanya, yakni Android Beam, seperti dilaporkan oleh TechRadar.

Sekadar mengingatkan, Android Beam adalah fitur untuk berbagi file antar perangkat. Fungsinya kurang lebih mirip seperti fitur AirDrop di platform iOS. Namun yang membedakan adalah, AirDrop mengandalkan perpaduan Bluetooth dan Wi-Fi, sedangkan Android Beam menggunakan NFC.

Tren terkini menunjukkan bahwa NFC lebih cocok dipakai untuk fungsi pembayaran. Itulah mengapa Google memutuskan untuk mengeliminasi Android Beam. Kabar baiknya, Android Q disebut sudah menyiapkan penggantinya, yakni Fast Share, yang kalau berdasarkan pengujian 9to5Google, jauh lebih mirip dengan AirDrop ketimbang Android Beam.

Masalahnya, Fast Share disebut membutuhkan Google Play Services, dan kemungkinan besar ini yang menjadi alasan mengapa Xiaomi, OPPO, dan Vivo baru-baru ini memutuskan untuk bekerja sama mengembangkan fitur serupa versi mereka sendiri, berdasarkan info yang dirilis akun resmi MIUI (Xiaomi) di WeChat.

Fitur ini kabarnya bakal terintegrasi pada MIUI (Xiaomi), ColorOS (OPPO), dan FunTouchOS (Vivo). Seperti halnya AirDrop, kreasi trio brand Tiongkok ini menawarkan kecepatan transfer hingga 20 MB per detik, dan ini mengindikasikan keterlibatan Wi-Fi di belakang layar, di samping Bluetooth yang berperan menjadi perantara tiap perangkat.

Versi beta dari fitur ini disebut bakal dirilis pada akhir bulan ini juga. Aliansi Tiongkok ini mempersilakan pabrikan smartphone lain untuk mendaftar apabila mereka tertarik mengintegrasikan fitur transfer file ini pada perangkat bikinannya masing-masing.

Sumber: The Verge.

Mengenal dan Menjaga Pentingnya Data Pribadi

Penyalahgunaan data pribadi merupakan keniscayaan dalam arus informasi yang begitu cepat seperti sekarang. Celahnya ada di mana-mana. Sekali tak antisipasi, dampaknya bisa merembet ke mana saja.

Data pribadi merupakan jenis data yang meliputi identitas kependudukan seperti nama lengkap, NIK, tanggal lahir, hingga tempat tinggal. Pasal 6 ayat 3 RUU Perlindungan Data Pribadi menyebut apa yang dimaksud data pribadi mencakup keyakinan, data kesehatan, biometrik, genetika, kehidupan seksualitas, pandangan politik, catatan kejahatan, data anak, data keuangan pribadi, keterangan tentang kecacatan fisik dan mental. Meski masih belum disahkan, definisi tersebut memberi gambaran jelas tentang spektrum data pribadi.

Dalam era digital seperti sekarang, data adalah segalanya. Saat seseorang menikmati suatu layanan digital secara gratis, disadari atau tidak, dapat dipastikan mereka membayarnya dengan data.

Cara termudah mengetahui suatu perusahaan digital mengambil data sebagai “ongkos” layanannya adalah dengan mengintip izin aplikasi mereka. Ambil contoh Facebook. Di Google Play terlihat Facebook meminta hampir 40 jenis akses ke ponsel yang hendak mengunduhnya, mulai dari akses mengambil gambar dan video, merekam audio, lokasi akurat, hingga memanggil nomor telepon yang ada di kontak.

Nilai dari Data

Sebelumnya harus dipahami bahwa ada tiga jenis data kita yang dapat dipanen oleh pihak lain dari yakni: data sukarela diberikan, data yang diamati, dan data yang disimpulkan. Seperti namanya, data sukarela adalah data yang diberikan secara sukarela ke platform online, seperti yang kita lakukan saat registrasi ke suatu layanan. Sementara data hasil observasi adalah data yang diambil dari aktivitas online seseorang seperti riwayat peramban serta lokasi GPS. Terakhir, data yang disimpulkan merupakan gabungan dua jenis data sebelumnya.

Ketiga jenis data itu tentu berharga, terutama untuk perusahaan digital yang membutuhkan banyak sekali pasokan data untuk memoles produknya. Laporan The Atlantic menyebutkan data dari satu akun profil seseorang setara US$0,005. Sementara Google dan Facebook dilaporkan dapat memeras keuntungan masing-masing US$5 dan US$20 dari data tiap penggunannya.

Di Indonesia, data pribadi belum dianggap hal penting oleh masyarakat luas. Ini menjadi masalah ketika layanan digital sudah mengepung hampir semua sendi lapisan hidup masyarakat.

Literasi digital ini yang kemudian dimanfaatkan oleh beberapa pihak yang mencuri dan menyalahgunakan data pribadi yang bukan miliknya. Kasus yang ditemukan Hendra Hendrawan (23) dalam sebuah grup Facebook bernama Dream Market Official merupakan contoh bagaimana rentannya data pribadi disalahgunakan.

Hendra menemukan grup itu bebas memperjualbelikan jutaan data pribadi orang-orang dalam NIK dan KK pada 26 Juli lalu. Investigasi Kompas mendapati data pribadi yang diperjualbelikan di kalangan tenaga pemasaran kartu kredit merentang dari Rp300 hingga Rp50.000 per data. Data itu memuat sejumlah informasi dari nama lengkap, alamat, nomor telepon, nama ibu kandung, hingga kemampuan finansial seseorang. Ia lantas melaporkan kejadian ini ke publik dan mendapat respons dari Kementerian Dalam Negeri.

Pada kasus yang berbeda, ada banyak warga yang datanya diambil dan disalahgunakan. LBH Jakarta terakhir mengumumkan ada 5.000 lebih pengaduan terkait penyalahgunaan data pribadi. Kasus yang mereka tangani salah satunya berasal dari pinjaman uang online. Contoh imbas terburuk dari penyalahgunaan data ini adalah pelecehan seksual hingga perundungan.

Koordinator Regional SAFEnet (Southeast Asia Freedom of Expression Network) Damar Juniarto kepada DailySocial menjelaskan, banyaknya kasus penyalahgunaan data pribadi tak lepas dari tingkat literasi digital masyarakat yang masih rendah. Damar mengatakan, terlepas dari motivasi para pelaku, masyarakat masih kesulitan membedakan mana data yang bisa disebar ke publik dan mana yang tidak. Bahkan hingga saat ini, cukup dengan menelusuri mesin pencari, seseorang bisa menemukan data pribadi seperti NIK dan KK.

Kesulitan serupa juga muncul ketika mengunduh suatu aplikasi tanpa menengok izin akses yang mereka berikan ke pihak aplikasi. Masalahnya, sebanyak dan semengganggu apa pun suatu aplikasi meminta akses ke data penggunanya, permintaan itu bersifat legal jika pengguna menyetujui permintaan saat memasang aplikasi tersebut.

“Misal saat memasang aplikasi, kita wajib mempertimbangkan saat apps minta permission. Saat minta permission untuk akses kamera misalnya, harus dipikir itu perlu atau tidak,” ujar Damar.

Damar menyarankan pengguna media sosial tidak memperlihatkan data-data yang bersifat sensitif baik di bio maupun profil mereka.

Namun potensi penyalahgunaan data tak hanya berasal dari aktivitas online seseorang. Tak sedikit aktivitas offline dapat berakibat pada penyebaran data pribadi kita.

Contoh paling mudah adalah fotokopi KTP yang tercecer. Kerawanan yang sama juga ada ketika permintaan meninggalkan KTP dan nomor telepon ketika hendak memasuki suatu gedung.

“Kalau untuk masuk akses gedung harus wajib kasih KTP enggak masalah. Yang jadi persoalan kalau dia minta data lebih dari itu seperti nomor telepon. Padahal kank enggak ada hubungannya. Itu bisa disiasati dengan mengganti tiga nomor terakhir,” saran Damar.

Menolak Data Digunakan

Ketika data pribadi sudah tersebar ke banyak tangan, tak banyak yang bisa dilakukan. Namun dalam konteks telepon telemarketing yang kerap mengganggu, pengguna bisa meminta. Ini memungkinkan karena ada aturan hukum yang mendukungnya.

Aturan pertama adalah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 1/POJK.7/2013. Aturan itu melarang telepon atau SMS penawaran produk dari bank, lembaga keuangan lain, dan telemarketing freelance yang memakai telepon seluler. Masyarakat dapat mengadu ke OJK di nomor telepon (021) 5006555 jika mendapat telepon atau SMS penawaran produk.

Pasal 17 Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik juga melarang secara tidak langsung marketing. Beleid itu menyatakan informasi pribadi, termasuk nomor telepon, sebagai informasi yang bersifat rahasia. Terakhir, negara sendiri sudah mengakui privasi dalam Pasal 5 ayat (1), Pasal 20, Pasal 28 G ayat (1), Pasal 28 H ayat (4), dan Pasal 28 J UUD 1945.

Pentingnya UU Perlindungan Data Pribadi

Kendati sudah ada beberapa aturan yang mengatur mengenai data, Damar menilai publik tetap membutuhkan aturan khusus yang fokus menangani data yakni UU Perlindungan Data Pribadi (PDP).

Keberadaan UU PDP, menurut Damar, akan memayungi aturan mengenai data yang tersebar di berbagai sektor. Pada akhirnya beleid ini akan memudahkan negara dan masyarakat dalam menangani kasus penyalahgunaan data yang kerap kali dilakukan secara terpisah dan memakan waktu karena butuh koordinasi antarsektor.

“Kalau UU PDP ini muncul, dia akan jadi omnibus law yang memayungi semuanya menjadi lebih kuat,” pungkas Damar.

Sayangnya kebutuhan akan UU PDP ini masih terganjal dalam proses legislasi. Setelah beberapa tahun berbentuk draf, Rancangan UU PDP berhasil masuk daftar prioritas program legislasi nasional di DPR. Namun hingga sekarang ketika masa kerja DPR berakhir, rancangan itu tak kunjung disahkan.

Mantan Bintang NBA Kevin Garnett Tanamkan Investasi di Triumph Esports

Mantang pemain basket profesional NBA Kevin Garnett belum lama ini dikabarkan telah melangkah masuk ke industri esports lewat investasi di organisasi baru bernama Triumph Esports. Dilansir dari Esports Insider, penanaman modal Garnett ini dilakukan lewat perusahan manajemen dan produksi event miliknya, Big Tickets Sports LLC.

“Relasi kami dengan Triumph Esports adalah kecocokan alami seiring kami berusaha untuk menunjukkan dan mengangkat pengalaman lifestyle bersama lewat kompetisi, konten, dan acara live,” ujar Garnett dalam sebuah siaran pers, “Visi kami adalah untuk menciptakan pengalaman unik yang mengenai para penggemar kami di beragam titik passion.”

Triumph Esports adalah sebuah perusahaan esports “full-service” yang meliputi berbagai jenis bidang usaha. Perusahaan ini memayungi perusahaan event dan kompetisi esports Rivalcade, serta tim profesional Triumph Gaming. Dampak investasi ini salah satunya adalah penggabungan antara program-program Rivalcade dengan acara bola basket milik Big Ticket Sports yang bernama Hoop-It-Up.

“Kami sangat gembira bisa bekerja dengan Hoop-It-Up seiring mereka menyatukan bola basket, musik, esports, dan gaya hidup urban di event mereka. Kami berharap bisa bekerja sama untuk mendekatkan para penggemar dan pemain kami dengan cara-cara baru yang kreatif dan kolaboratif,” ujar Scott O’Leary, founder Rivalcade dan CEO Triumph Esports.

Jake Laumann, founder Triumph Gaming dan COO Triumph Esports menambahkan, “Memiliki kompetitor kelas dunia seperti Kevin sebagai partner memvalidasi dan memperkuat dedikasi kami untuk menciptakan platform bagi para pemain dan staf untuk mempelajari apa yang dibutuhkan untuk bermain, berkompetisi, dan tampil di level tertinggi.”

Karier Kevin Garnett di dunia NBA adalah perjalanan yang cukup legendaris. Selama 22 tahun bermain, Garnett telah memperkuat beberapa tim besar seperti Minnesota Timberwolves, Boston Celtics, dan Brooklyn Nets. Bersama Boston Celtics, Garnett meraih gelar juara di tahun 2008, juga meraih medali emas Olimpiade 2004 bersama timnas Amerika Serikat. Ia juga berkali-kali meraih penghargaan personal, seperti NBA Most Valuable Player dan NBA All-Star Game MVP.

Garnett bukan satu-satunya mantan bintang NBA yang kini masuk ke dunia esports. Tahun lalu, pemain legenda Michael Jordan juga telah menanamkan modalnya di perusahaan yang menaungi Team Liquid, aXiomatic. NBA sendiri juga memiliki kaitan erat dengan esports dengan adanya kompetisi seperti NBA 2K League.

Beragam kerja sama seperti ini bermanfaat bagi kedua sisi (esports dan olahraga konvensional). Perusahaan-perusahaan esports bisa mempelajari sisi bisnis perusahaan olahraga konvensional yang telah memiliki pengalaman panjang, sementara perusahaan olahraga konvensional bisa menyerap ilmu dan teknologi baru yang digunakan di industri esports. Bukan hal yang aneh bila kolaborasi serupa akan semakin banyak di masa depan.

Sumber: Esports Insider, NBA

3 Cara Mengatasi Aplikasi Tokopedia yang Error di Perangkat Android

Seperti halnya aplikasi lain, aplikasi Tokopedia yang terpasang di perangkat Android tak akan luput dari yang namanya error. Penyebabnya bermacam-macam, bisa karena jaringan yang kurang stabil, perangkat yang kepenuhan, server yang sedang down atau masalah yang berhubungan dengan internal Tokopedia.

Tapi Anda tidak perlu risau, karena solusinya juga tersedia dalam beberapa alternatif. Seperti yang akan kita bahas di artikel ini, ada 3 cara mengatasi aplikasi Tokopedia yang error atau gagal berjalan.

Update Aplikasi

Ini merupakan solusi paling mudah tapi tak sedikit pengguna Tokopedia yang menyadarinya. Melakukan pembaruan seringkali jadi jalan keluar praktis saat aplikasi mengalami gangguan atau masalah. Pasanya di versi terbaru, pengembang Tokopedia biasanya selain melakukan peluncuran fitur baru, juga melakukan perbaikan dan penambalan untuk bugs atau celah keamanan di versi lamanya.

3 Cara Mengatasi Aplikasi Tokopedia yang Error di Perangkat Android (1)

Jadi, ketika Tokopedia di perangkat Anda rewel dan tidak mau jalan, cobalah masuk ke Play Store kemudian update dahulu aplikasinya. Barangkali, setelah diupdate masalah pun ikut lenyap.

Hapus Cache

Berikutnya, Anda juga bisa menghapus cache yang tertinggal di dalam perangkat. Apabila Anda hanya secara spesifik mengalami masalah di aplikasi Tokopedia, maka Anda bisa menghapus cache yang juga spesifik hanya di aplikasi Tokopedia.

3 Cara Mengatasi Aplikasi Tokopedia yang Error di Perangkat Android (4)

Caranya, buka menu Setting – Apps atau Manajer Aplikasi, cari Tokopedia kemudian tap tombol Clear Cache. Selesai.

Sekarang, coba jalankan kembali aplikasi Tokopedia dan lihat hasilnya.

Hapus Data

Solusi berikutnya jika ternyata dua cara di atas gagal menyelesaikan permasalahan di perangkat Anda adalah dengan menghapus seluruh data di dalamnya.

Tetapi cara ini juga mendatangkan konsekuensi tersendiri, karena Anda harus melakukan login seperti pertama kali menggunakan Tokopedia, melakukan verifikasi lagi baik dengan nomor ponsel ataupun email. Tapi, selama masalahnya terselesaikan, cara ini layak untuk dicoba.

Sama, buka menu Settings – Apps atau App Manager, kemudian temukan aplikasi Tokopedia dan tap Clear Data.

3 Cara Mengatasi Aplikasi Tokopedia yang Error di Perangkat Android (3)

Di beberapa perangkat, Anda harus masuk ke Storage dulu baru tap Clear Data.

3 Cara Mengatasi Aplikasi Tokopedia yang Error di Perangkat Android (4)

Setelah data dihapus, jalankan kembali aplikasi Tokopedia dan login menggunakan Anda Anda.

Nah, selain 3 cara di atas. Ada beberapa hal yang juga bisa pertimbangan untuk menyelesaikan error di Tokopedia, antara lain:

  • Cobalah untuk mengaktifkan mode pesawat selama 30 detik, kemudian matikan kembali.
  • Anda juga bisa mencoba untuk merestart perangkat. Di banyak kasus, restart berhasil menyelesaikan beberapa masalah, termasuk Tokopedia yang error.
  • Anda bisa mengakses Tokopedia dari browser jika memang dalam kondisi urgent. Ini bisa jadi solusi alternatif menjelang masalah sebenarnya ditemukan.
  • Install ulang aplikasi, ini juga bisa jadi solusi alternatif.

Demikian, semoga masalah yang Anda hadapi bisa terselesaikan dengan tips-tips di atas.

Riset INDEF: Tahun 2018 Ekonomi Digital Sumbang 814 Triliun Rupiah untuk PDB Indonesia

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) dan Laboratorium Data Persada dengan dukungan Google merilis sebuah laporan bertajuk “Menuju Ekonomi Digital yang Inklusif: Perspektif Gender, Regional dan Sektoral”. Dalam laporan tersebut disimpulkan beberapa data, termasuk mengenai total kontribusi ekonomi digital terhadap PDB Indonesia di tahun 2018 yang mencapai Rp 814 triliun (US$ 56,4 miliar) atau 5,5% dari PDB serta menambah 5,7 juta lapangan kerja baru atau 4,5% dari total tenaga kerja.

GDP Indonesia 2018
Perkembangan ekonomi di Indonesia dan dampaknya pada GDP / INDEF

Riset menganalisis dampak ekonomi digital melalui nilai investasi, pengeluaran pemerintah, dan pengeluaran rumah tangga dalam survei acak bertingkat di 34 provinsi. Dalam lima tahun mendatang, nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan naik 2x lipat menjadi Rp1.447 triliun –dinilai akan berdampak pada peningkatan daya saing dan mempersempit kesenjangan antar wilayah, gender, dan sektor ekonomi.

Sektor manufaktur masih memberikan kontribusi tertinggi, yakni 25,4% dari total PDB dengan nominal yang diberikan melebihi Rp100 triliun. Dilanjutkan transportasi, ritel dan finansial. Sebanyak 25% dari nilai transaksi produk juga telah terjual melalui e-commerce dengan persentase paling signifikan dimulai dari perangkat elektronik (57,61%), barang terkait hobi (53,58%), dan furnitur (28,28%).

Riset juga menyorot bagaimana sub-sektor di ekonomi digital menyerap tenaga kerja. Paling banyak disumbang oleh bisnis terkait transportasi, pergudangan dan komunikasi (17,01%). Bidang finansial, properti dan bisnis turut memberikan kontribusi aktif dalam peningkatan kesempatan kerja (9,69%). Dilanjutkan oleh manufaktur (6,54%), layanan publik (5,39%), dan ritel (4,96%).

“Peran ekonomi digital di Indonesia kini semakin inklusif dengan peran perempuan yang membesar, pertumbuhan penggunaan internet oleh penduduk di Kawasan Timur yang semakin tinggi, serta keterlibatan masyarakat miskin dalam transaksi digital yang semakin besar,” ujar Peneliti Laboratorium Data Persada Bastian Zaini.

Ekonomi digital juga mendorong kesetaraan dari sisi pemberdayaan perempuan, termasuk memperdayakan ekonomi di Indonesia Timur.

Ekonomi Inklusif Indonesia 2018
Dampak ekonomi digital secara inklusif / INDEF

“Untuk menjaga agar ekonomi digital tetap berada pada jalur pertumbuhan inklusif, pembangunan infrastruktur lunak dan keras adalah kunci. Lingkungan regulasi untuk inovasi digital harus memungkinkan percepatan pertumbuhan ekonomi untuk seluruh orang dan memastikan bahwa kebutuhan bisnis di semua sektor terpenuhi.”

TaniHub Fokus Menjadi “Supply Chain” Produk Pertanian Indonesia

Sejak didirikan tahun 2016 lalu, TaniHub yang bernaung di bawah startup agritech TaniGroup, sudah memiliki lebih dari 25.000 petani lokal di seluruh Indonesia dan mengoperasikan lima kantor cabang dan pusat distribusi regional di Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.

Kepada media saat acara kunjungan ke gudang TaniHub Bogor beberapa waktu lalu, CEO TaniGroup Ivan Arie Sustiawan menyebutkan, fokus TaniHub saat ini adalah agar bisa menjadi platform agritech top of mind bagi kalangan korporasi maupun konsumen umum. Dilengkapi dengan gudang, teknologi dan jaringan petani di pulau Jawa, TaniHub ingin menjadi layanan supply chain terlengkap di Indonesia.

“Ke depannya kami berharap TaniHub bisa menjadi [layanan] supply chain terlengkap dengan teknologi dan aplikasi yang kami ciptakan untuk memudahkan petani hingga pelanggan untuk mengakses TaniHub. Bukan hanya berfungsi sebagai tools, aplikasi TaniHub kami ciptakan untuk memperkuat supply chain,” kata Ivan.

Rencana mendirikan packing house

Saat ini gudang TaniHub di Bogor diklaim menjadi salah satu gudang percontohan yang dinilai paling lengkap dan mewakili proses hingga teknologi yang dimiliki perusahaan. Semua produk yang dikirimkan dari berbagai wilayah di pulau Jawa, dikumpulkan di gudang TaniHub Bogor untuk kemudian dilakukan proses grading atau penentuan kelas dari buah hingga sayuran. Usai proses tersebut, produk akan dikemas dan dikirimkan ke pelanggan.

Ke depannya TaniHub juga berencana mendirikan packing house di sejumlah lokasi yang bisa memudahkan petani mengirimkan semua produk pertanian mereka secara langsung.

“Pembangunan packing house tersebut masih menjadi rencana kami selanjutnya. Kami melihat packing house bakal menjadi ‘the next best thing‘ untuk Tanihub dan juga para petani pada khususnya,” kata Ivan.

Disinggung apakah TaniHub bakal melakukan ekspansi ke pulau-pulau Indonesia yang lain, Ivan menyebutkan rencana tersebut ada, namun untuk saat ini TaniHub masih fokus di pulau Jawa dan Bali.

Pasca perolehan pendanaan Seri A bulan Mei 2019 lalu, sebesar $10 juta atau setara dengan 143 miliar Rupiah, TaniHub masih ingin fokus untuk mengakuisisi lebih banyak petani untuk bergabung sekaligus mengembangkan ekosistem agritech di Indonesia.

“Setelah fokus kami mulai bergeser kepada B2B pada tahun 2017 lalu, TaniHub telah melancarkan strategi yang cukup efektif dan berhasil mendapatkan product market fit. Untuk saat ini dan selanjutnya kami ingin meng-cater industri terkait dalam hal penyediaan supply chain produk pertanian di Indonesia hingga ekspor ke mancanegara,” kata Ivan.

Kolaborasi dengan IPB

Acara penandatanganan MOU IPB dan TaniGroup / Bhisma Adinaya-TaniGroup
Acara penandatanganan MOU IPB dan TaniGroup / Bhisma Adinaya-TaniGroup

TaniGroup juga menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Sebagai institusi pendidikan yang fokus ke segmen pertanian di Indonesia, TaniGroup melihat kolaborasi ini bisa membantu, tidak hanya untuk perusahaan, tapi juga mahasiswa pada khususnya.

TaniGroup melihat kolaborasi dengan institusi pendidikan penting dilakukan karena berbagai permasalahan di sektor pertanian Indonesia sangat mendesak untuk dipecahkan. Perusahaan dan IPB bersama-sama memiliki peran sebagai pemangku kepentingan (stakeholder) di dunia pertanian Indonesia.

Kerja sama tersebut tidak terbatas pada bidang penelitian serta pengembangan data dan SDM yang bersifat mutual saja. Sebagai contoh, SDM yang ahli dalam pengelolaan tanah dan tanaman (agronomist) dapat berperan signifikan dalam memperbaiki kualitas hasil panen, sehingga para petani dapat memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat.

“Saya harapkan ada hasil konkret dari kolaborasi ini yang selanjutnya bisa menghasilkan inovasi atau sesuatu yang positif yang bermanfaat, tidak hanya untuk TaniGroup namun juga IPB dan ekosistem agritech,” kata Ivan.

Application Information Will Show Up Here

Newzoo dan DetonatioN Gaming Ingin Kembangkan Esports Jepang Bersama

Peran perusahaan analitik di industri esports tampaknya semakin lama semakin mengalami peningkatan. Baru saja beberapa hari lalu Newzoo mengumumkan partnership dengan organisasi esports papan atas Team Liquid, disusul dengan kolaborasi antara tim Pittsburgh Knights dengan perusahaan analitik Zoomph. Kini Newzoo sudah mengungkap satu kerja sama baru dengan tim esports asal Jepang, DetonatioN Gaming.

Kerja sama ini diumumkan oleh Newzoo di situs resminya, pada hari Jumat tanggal 16 Agustus 2019 kemarin. Menurut mereka, kerja sama dengan DetonatioN Gaming akan membantu untuk mendapatkan wawasan lebih dalam tentang pasar Jepang dan sekitarnya. Sementara itu Newzoo akan memberikan dukungan analitik untuk membantu perkembangan tim DetonatioN Gaming.

Nama DetonatioN Gaming mungkin kurang begitu dikenal di kancah global, tapi mereka merupakan salah satu tim terkuat di wilayah Jepang. Tim ini beberapa kali memenangkan League of Legends Japan League (LJL), juga memiliki divisi yang bertanding di cabang-cabang esports selain LoL. Termasuk di antaranya PUBG, Street Fighter V: Arcade Edition, Super Smash Bros. Ultimate, Rainbow Six: Siege, Clash Royale, dan lain-lain.

DetonatioN FocusMe
Sumber: DetonatioN Gaming

“Ini adalah pertama kalinya ada tim esports profesional Jepang membentuk kerja sama sedemikian, dan saya senang Newzoo telah berpartner dengan kami. Ke dapannya, data yang disediakan oleh Newzoo akan menjadi pertimbangan dalam rencana serta strategi manajemen tim, dan kami akan memberikan informasi kepada Newzoo secara berkala yang akan masuk ke dalam perkiraan pasar berbasis aktual milik mereka. Kami berharap dapat membangun hubungan yang saling menguntungkan,” ujar Nobuyuki Umezaki, CEO Detonation Gaming, di situs resmi Newzoo.

Head of Market Analysis Newzoo, Candice Mudrick, menambahkan, “Kami merasa sangat gembira dan tehormat bepartner dengan DetonatioN! Jepang telah lama menjadi salah satu pasar gaming terkuat, tapi pemain-pemain esports di sana memiliki berbagai kendala yang membuat mereka tidak bisa berkarier full time di dunia gaming dengan mudah. Kini, pasar (Jepang) mulai terbuka, dan kami gembira dapat mendukung pertumbuhannya dengan bekerja sama dengan salah satu tim esports paling disegani di wilayah ini. Kerja sama kami penting untuk mendukung fundamental dalam usaha berkelanjutan kami meningkatkan akurasi laporan”.

Peluang bisnis analitik di industri esports Jepang sebelumnya pernah diutarakan oleh Mike Sheetal, CEO organisasi esports PlayBrain. Sejak terjadi perubahan regulasi Jepang yang berhubungan dengan penyelenggaraan turnamen berhadiah, ekosistem esports Jepang mulai tumbuh pesat dan kebutuhan akan informasi-informasi berbasis data pun bermunculan. Jepang memang masih tertinggal dari negara-negara barat, tapi bila mereka terus mengambil langkah strategis seperti ini, bukan tidak mungkin Jepang akan jadi salah satu kekuatan besar di dunia esports dalam waktu dekat.

Sumber: Newzoo

ASUS Buka ZenBook Store di Mangga Dua Mall, Pertama di Indonesia

Bicara soal laptop besutan ASUS, mereka memang memiliki beberapa seri laptop. Bagi Anda yang membutuhkan laptop yang fleksibel karena terkadang suka dibawa keluar, dengan performa yang kuat untuk bekerja maupun menikmati konten hiburan – maka ZenBook series jawabannya.

Dirancang sebagai laptop premium, harga laptop ZenBook memang tidak murah. Maka tak heran, bila terkadang ada beberapa konsumen yang sedikit ‘rewel’, mereka ingin touch and try sebelum memutuskan membeli, membandingkan dengan laptop lama, menjajal keyboard-nya, memastikan kualitas layarnya, dan mencoba fitur-fitur baru yang ditawarkan.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, ASUS resmi membuka ZenBook Store pertama di Indonesia – tepatnya di pusat belanja elektronik Mangga Dua Mall Jakarta. Hadir dengan konsep premium store, ZenBook Store merupakan toko eksklusif yang hanya menjual produk ZenBook dengan konsep modern yang mengedepankan experience.

“ZenBook Store merupakan tempat yang paling tepat untuk menjajal dan membeli jajaran produk ASUS ZenBook terbaru. ZenBook Store kali ini merupakan yang pertama di Indonesia dan komitmen kami adalah tetap menghadirkan yang terbaik untuk konsumen di Indonesia.” Ujar Jimmy Lin, ASUS Regional Director, Southeast Asia.

Pada tempat ini disediakan experience zone, di mana konsumen dapat mencoba langsung beragam produk ZenBook terbaru dan dipandu oleh staff yang berpengalaman. Bisa tanya-tanya informasi yang bersifat teknis sampai rekomendasi yang ideal dengan kebutuhan Anda.

Adapun lini laptop ZenBook yang dihadirkan meliputi ZenBook S, ZenBook Flip, ZenBook Classic, hingga ZenBook Pro. Selain itu, ZenBook Store juga turut menghadirkan lini VivoBook terbaru untuk pengguna mainstream. Diantaranya VivoBook Ultra A412 yang ringkas nan colorful, serta VivoBook Ultra K403 yang memiliki daya tahan baterai panjang.

Hal yang cukup menarik para awak media di acara pembukaan ZenBook Store ini adalah terpampangnya dua ‘sosok’ laptop ZenBook yang belum dirilis di Indonesia. Adalah ZenBook Flip UX362FA dan ZenBook S UX392, kedua model laptop ZenBook ini rencananya baru akan dirilis bulan ini.

ASUS ZenBook Flip UX362FA merupakan laptop convertible 13 inci dengan engsel ErgoLift 360 derajat dan memiliki touchpad dengan desain NumberPad. Daya tahan baterainya diklaim mampu bertahan hingga 13 jam sekali charge, lengkap dengan teknologi fast-charge – di mana baterai dapat terisi 60 persen dalam waktu 49 menit.

Sementara, ASUS ZenBook S UX392FN juga merupakan laptop 13 inci NanoEdge display dengan discrete graphic NVIDIA GeForce MX150 paling tipis. Ditenagai prosesor Intel Core i7-8565U, besaran RAM 16GB, dan penyimpanan SSD 1TB.

Selain hadir sebagai tempat penjualan produk, ZenBook Store juga menerima layanan dukungan teknis untuk laptop ASUS. Mulai dari klaim garansi hingga dukungan tim respon untuk layanan teknis.

Bekerjasama dengan Blibli, ZenBook Store di Mangga Dua Mall ini menyediakan pembayaran dengan fasilitas cicilan 0 persen hingga 24 bulan dari berbagai kartu kredit bank tanpa biaya tambahan atau surcharge.

Konsumen yang melakukan pembelian di ZenBook Store juga berhak mengikuti program Lucky Dip yang berlangsung dari tanggal 19 hingga 26 Agustus 2019. Dengan hadiah mulai dari voucher MAP, exclusive ZenBook bag by Sebastian Gunawan, hingga smartphone Zenfone 5.