“PayLater” Perusahaan Teknologi Dongkrak Pertumbuhan Kredit Konsumsi

Kartu kredit merupakan produk keuangan premium, namun punya eksklusivitas yang tinggi. Baru mau mengajukan saja, prosesnya sangat selektif dan memakan waktu. Hal ini wajar karena bank harus prudent dalam menjalankan fungsinya sebagai intermediary.

Regulasi perbankan yang ketat menjadi alasan utama mengapa perkembangan kartu kredit di sini stagnan. Statistik dari Bank Indonesia per November 2019 memaparkan, jumlah kartu kredit yang beredar sebanyak 17,38 juta unit, naik tipis 0,65% secara year on year. Pertumbuhan volume transaksi hanya naik 4,19%, sedangkan secara nilai naik 5,32%.

Kenaikan ini tidak sedrastis dibandingkan transaksi uang elektronik. Jumlah uang elektronik sebanyak 278 juta unit kartu, naik 66,47% secara year to date. Volume transaksinya tercatat mencapai 356,4 juta unit (naik 21,93%), dengan nilai Rp127 triliun (naik 170,21%).

Ketimpangan ini membuat produk kartu kredit digital, atau kini lebih tren disebut PayLater, menjadi sesuatu yang sangat hit selama dua tahun terakhir.

Semua beramai-ramai masuk ke segmen ini, menggaet fintech lending untuk menawarkan kemudahan pengajuan yang singkat dan jargon andalan bunga 0% untuk 30 hari pinjaman semakin sering dipakai.

Traveloka dan perjalanan produk PayLater

Beberapa bulan sebelum GoPay dan Ovo merilis PayLater, Traveloka mencuri start memperkenalkan istilah ini. Premisnya sederhana: ingin mempersingkat durasi konsumen saat memutuskan rencana pembelian tiket perjalanan beserta akomodasinya, tanpa khawatir dengan ketersediaan dana. Solusi yang sebenarnya bisa dijawab oleh kartu kredit.

Dalam konferensi pers (15/1), President Traveloka Group Operations Henry Hendrawan menjelaskan sebelum merilis PayLater, 90% pengguna melakukan pembelian last minute alias kurang dari dua hari sebelum keberangkatan. Dampaknya harga yang harus mereka bayarkan jauh lebih mahal, tidak bisa memilih kursi, dan tidak mendapat akomodasi yang diinginkan.

MoU antara Traveloka dan BRI / Traveloka
MoU antara Traveloka dan BRI / Traveloka

“Saat Lebaran, kita melihat booking biasanya terjadi saat mereka sudah dapat THR. Jadi kita lihat dengan PayLater bisa menjadi alternatif untuk financial planning, merencanakan semua rencana libur dan booking dari jauh-jauh hari karena harganya pasti jauh lebih terjangkau,” ucapnya.

Menurutnya, sejak PayLater diluncurkan medio 2018, penggunaan terbesar PayLater untuk pembayaran tiket perjalanan dan akomodasi hotel. Berikutnya, untuk pembayaran tiket atraksi dan hiburan. Henry tidak bersedia merinci lebih lanjut besaran transaksi terkait hal ini.

Nominal dana yang bisa diperoleh pengguna maksimal saat pertama kali dirilis berkisar Rp2 juta sampai Rp10 juta. Kini limitnya ditingkatkan hingga Rp50 juta dengan tenor sampai 12 bulan. Bunganya dimulai dari 2,14%-4,78% flat per bulan. Hampir seluruh layanan di Traveloka bisa memakai PayLater untuk opsi pembayarannya.

Mitra pertama fintech lending yang digaet Traveloka untuk menyediakan dana pinjaman adalah Danamas. Di situsnya dijelaskan ada tambahan mitra, yakni Caturnusa Sejahtera Finance, yang bertindak sebagai pemberi pinjaman (lender) di Danamas. Bisa diasumsikan dana PayLater yang diberikan ke pengguna Traveloka bersumber dari situ.

Caturnusa yang berlisensi sebagai perusahaan p2p lending juga terafiliasi dengan Danamas, alias masuk ke dalam naungan Sinar Mas Group.

Tepat pada Rabu (15/1), Traveloka menambah mitra lending. Kali ini adalah BNI. Bersama BNI perusahaan berambisi menyalurkan dana pinjaman hingga Rp6 triliun sepanjang tahun ini untuk satu juta pengguna Traveloka.

“Harapannya, [pinjaman PayLater] itu bisa disalurkan kepada sejuta pengguna PayLater pada tahun ini,” ujar Henry.

Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo menjelaskan. melalui kerja sama ini, Traveloka PayLater terhubung dengan produk KTA milik BNI, yakni BNI Fleksi. Otomatis setiap pengguna PayLater akan menjadi nasabah BNI.

“Melalui kerja sama ini diharapkan terjadi peningkatan ekspansi kredit konsumer BNI sekaligus memberikan kemudahan kepada masyarakat luas, termasuk pengguna Traveloka PayLater yang pada akhirnya berpotensi menjadi nasabah BNI,” katanya.

Kembali ke asal sebagai kartu kredit fisik

Sepak terjang BNI dalam menggaet Traveloka menjadi contoh menarik bagaimana perbankan memanfaatkan perusahaan teknologi sebagai “kendaraan” untuk meningkatkan bisnisnya. Anggoro menerangkan keputusan BNI masuk sebagai pemberi pinjaman di Traveloka karena dia melihat adanya kesamaan target konsumen.

Strategi ini juga dilatarbelakangi keinginan perseroan memacu kinerja kredit konsumer di BNI karena Traveloka PayLater ini juga terhubung dengan BNI Fleksi. Ini adalah produk KTA untuk kebutuhan konsumsi bagi pegawai aktif yang punya penghasilan tetap dan gajinya di-payroll oleh BNI.

Pengguna Traveloka yang lolos verifikasi untuk pinjaman PayLater ini, menurut pengakuan Henry, mayoritas belum pernah memiliki kartu kredit. Proses KYC dalam setiap pengajuan aplikasi tergolong simpel. Traveloka membaca kebiasaan transaksi pengguna yang terekam di sistem.

“Lebih sering pakai Traveloka, maka kita akan lebih mudah mengerti pengguna dan mungkin kita akan lebih comfortable kasih limit-nya karena kita tahu siapa penggunanya.”

Anggoro mengungkapkan, sebelum kolaborasi ini dimulai, tentunya pihak BNI melakukan penilaian risiko kredit di dalam sistem Traveloka. Bagaimana mereka KYC, menentukan skoring kredit, dan lain-lain. “Kami sudah pastikan sesuai standar [perbankan].”

“Ini [hasil penilaian] memperlihatkan performa kami secara teknis dalam KYC,” tambah Henry.

Historis transaksi nasabah yang terkumpul di Traveloka, menjadi bank data yang sangat berharga untuk membangun sistem kredit skoring sendiri. Seluruh upaya Traveloka untuk membangun pembiayaan yang berkualitas akhirnya terbayar sudah ketika bank sekelas BNI masuk.

Sebelum BNI masuk, BRI juga menandatangani MoU dengan Traveloka untuk menyediakan PayLater Card. Fasilitas ini ditawarkan untuk pengguna terpilih Traveloka. Kebetulan, DailySocial termasuk salah satunya.

Cobranding kartu PayLater antara Traveloka bersama BRI / DailySocial
Cobranding kartu PayLater antara Traveloka bersama BRI / DailySocial

Kartu PayLater tidak jauh berbeda dengan kartu kredit yang diterbitkan bank pada umumnya. Fasilitas yang bisa dinikmati pengguna adalah bebas biaya tahunan selamanya, pengguna akan menerima notifikasi dari Traveloka setiap ada transaksi dengan kartu kredit untuk mempermudah pemantauan.

Seperti kartu kredit kebanyakan, limit dapat digunakan untuk transaksi online dan offline di luar ekosistem Traveloka, termasuk belanja di luar negeri terutama yang sudah terhubung dengan Visa. Bunga yang diberikan adalah 2,25% per bulan dan tagihan dapat dibayar melalui aplikasi Traveloka.

Ada kenaikan limit kredit yang diterima pengguna ketika meng-upgrade ke kartu fisik. Besarannya tergantung penilaian profil risiko.

Manfaat kemitraan Traveloka antara BRI dan BNI memberi nilai tambah bahwa secara sistem, kualitas perusahaan teknologi dalam penilaian risiko sudah sesuai standar perbankan. Bank pun tidak perlu khawatir.

Di tengah ketatnya regulasi di perbankan, perusahaan teknologi bisa menjadi “kendaraan” mengatasi stagnannya pertumbuhan kartu kredit. Akan ada saatnya penetrasi kartu kredit meningkat dengan cara yang prudent.

Tren cobranding kartu kredit di luar negeri

Apa yang dilakukan Traveloka dengan BRI bukan barang baru bila melihat benchmark di luar negeri. Di Singapura, Grab bersama MasterCard membuat GrabPay Card. Di India, ada Amazon dan perusahaan OTA MakeMyTrip yang menggaet ICICI Bank. Lebih jauh, di Amerika Serikat ada Uber bersama Visa dan Apple bersama Goldman Sachs.

Tren ini diprediksi akan terus berlanjut. Sempat beredar kabar Visa dan Gojek sedang berkongsi untuk merilis PayLater.

Patut dipahami, di Indonesia kebiasaan menggunakan kartu kredit belum terbentuk. Kondisi yang sama juga terjadi di Tiongkok. Di sana kartu kredit kurang peminat, karena ada Alipay dan WeChat Pay yang lebih ramah buat mereka.

Hal ini  berbeda dengan Amerika Serikat dan Singapura. Penetrasi kartu kredit di sana sudah signifikan, sehingga strategi perusahaan teknologi untuk membuat kartu kredit jadi lebih masuk akal.

Menurut laporan PwC, strategi cobranding kartu kredit merupakan strategi win win, baik buat perusahaan dan issuer (bank penerbit). Dari sisi issuer, mereka akan mendapat akses ke basis pelanggan tersegmen, kenaikan rata-rata transaksi, menurunkan tingkat akun dorman, dan meningkatkan “stickiness” dengan konsumen.

Untuk mitra, mereka mendapatkan visibilitas brand yang lebih baik, kontribusi top dan bottom line lewat pendapatan bersama, dan meningkatkan loyalitas konsumen. Sementara untuk pemegang kartu, mereka mendapat penawaran khusus semacam diskon atau voucher, benefit film gratis, perjalanan, menginap, dan manfaat tambahan untuk asuransi, akses lounge, dan lain sebagainya.

Application Information Will Show Up Here

OverActive Media Kolaborasi dengan Universal Music Canada

Musik memiliki peran penting dalam game dan esports karena ia bisa digunakan untuk membangun atmosfer. Dengan tujuan untuk menggabungkan musik dan esports, OverActive Media bekerja sama dengan Universal Music Canada.

OverActive Media adalah perusahaan yang memiliki tim dari Overwatch League, Toronto Defiant serta Toronto Ultra, tim yang akan berlaga di Call of Duty League. Dengan kerja sama ini, para pemain dari masing-masing tim dapat membuat playlist sendiri. Memang, sebelum ini, para pemain Toronto Ultra dan Defiant menggunakan Twitter untuk meminta saran pada para fans mereka tentang musik yang harus mereka masukkan dalam playlist mereka. Playlist itu kini sudah bisa didengarkan melalui Spotify, Apple Music, dan YouTube. Selain itu, tim Toronto Defiant dan Ultra juga mendapatkan musik saat tim melakukan walk-out.

President dan CEO OverActive Media, Chris Overholt menyambut hangat kolaborasi ini. Dia percaya, kerja sama tersebut akan memberikan dampak positif untuk industri esports dan musik. “Musik adalah bagian penting dari para pemain kami, baik dalam kehidupan pribadi atau profesional mereka, dan kami senang  melihat tim kami dapat membuat konten original dan bekerja sama bersama superstar dan musisi berbakat asal Kanada,” kata Overholt, menurut laporan Daily Esports.

Mengingat Call of Duty League akan dimulai dalam waktu dekat dan Overwatch League juga akan memulai season baru sebentar lagi, para fans dari Toronto Defiant dan Ultra mengharapkan, musisi Universal Music Canada akan melakukan konser live dalam saat pertandingan berlangsung. Ini bukan kali pertama OverActive Media bekerja sama dengan Universal Music Canada. Tahun lalu, mereka juga mengundang rapper NAV dan Zach Zoya saat membuat pengumuman tentang keberadaan tim Call of Duty mereka, Toronto Ultra.

Chairman dan CEO Universal Music Canada, Jeffrey Remedios juga menyambut kerja sama ini dengan senang hati. “Kolaborasi kami dengan OverActive Media memungkinkan kami untuk memperkenalkan para musisi kami dan musik mereka ke komunitas gaming yang sangat interaktif,” ujarnya.

Musik tampaknya mulai menjadi perhatian perusahaan game dan esports. Pada awal bulan ini, Tencent Music Entertainment memimpin konsorsium untuk membeli saham dari Universal Group Music. Ini memungkinkan Tencent untuk mengakses lebih banyak musik buatan musisi negara-negara Barat.

Ketika Teknologi Mengambil Alih Peran Manusia di Dunia Medis

Pemanfaatan teknologi AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan telah berhasil menyederhanakan pekerjaan manusia di berbagai bidang industri, salah satunya dalam dunia medis. Cara kerja mesin AI tidak jauh berbeda dengan manusia, karena pada dasarnya AI adalah sebuah simulasi otak manusia dalam bentuk digital yang sudah diprogram untuk belajar dan (akhirnya) berfikir layaknya manusia.

Ada beberapa fungsi teknologi AI yang populer di negara maju yang kini sudah bisa dinikmati juga di negara berkembang, yaitu untuk diagnosa patologi, operasi robotik, perawat virtual serta berbagai inovasi lainnya dalam dunia medis. Pemantauan kesehatan juga dapat dilakukan dengan teknologi AI yang terdapat pada smartwatch.

Belum lama ini Google AI dinyatakan sudah jauh lebih akurat dibandingkan dokter dalam mendeteksi kanker payudara. Sebuah studi tim internasional, termasuk peneliti dari Google Health dan Imperial College London, telah merancang dan melatih model komputer dengan hasil rontgen dari sekitar 29.000 wanita. Algoritma ini dinilai dapat mengungguli enam ahli radiologi dalam membaca mammogram.

Mekanisme AI pada tubuh manusia

Pada dasarnya, tubuh manusia itu adalah carbon-based computer, ia mengikuti input dan output yang standar dan tertentu. Prosesnya dimulai ketika dokter melakukan analisa sebagai input, lalu melakukan tindakan yang relevan, seperti memberi obat-obatan, dengan harapan output yang dihasilkan sesuai.

Namun, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan input dari dokter tidak tersampaikan dengan sempurna, seperti pada saat pasien ditanya tentang gejala yang terjadi pada tubuhnya. Banyak yang masih belum bisa menyimpulkan secara detail, bahkan sulit menjelaskan apa yang terjadi dalam tubuh mereka.

Beruntung, saat ini telah tercipta teknologi rontgen, di mana mesin bisa menggunakan radiasi untuk mengambil gambar bagian dalam dari tubuh seseorang untuk mendiagnosa masalah kesehatan dan lain-lain. Saat sudah didapat input yang standar, saat itu lah mesin bisa mengambil alih. Dari setiap gambar yang dipindai, mesin AI akan menyimpan data, melakukan analisis, lalu menghasilkan diagnosis. Semakin banyak data yang dimasukkan, maka semakin akurat diagnosa yang dihasilkan. Hal ini sangat membantu dokter untuk bisa melakukan analisis tanpa harus mempertanyakan gejala pasien. Satu proses berhasil diminimalisasi.

Masa depan dunia medis di tangan teknologi

Saat ini, Google AI sudah bisa mendeteksi kanker payudara melalui hasil rontgen dari sekitar 29,000 wanita. Bukan tidak mungkin, di masa yang akan datang, mesin ini bisa mendeteksi berbagai penyakit lainnya, ketika diperbarui dengan teknologi yang lebih canggih serta dibekali dengan data yang lebih lengkap. Dan akhirnya pada satu titik, ilmu kedokteran radiologi ini niscaya akan dikuasai mesin.

Saya pernah berdiskusi dengan seorang radiolog mengenai topik ini, ia memiliki pandangan bahwa komputer akan sulit melakukan analisa rontgen dengan banyak sekali kemungkinan. Harusnya tidak. Mesin dan teknologi AI dengan sistem pembelajarannya bisa melakukan hal yang tidak bisa dilakukan manusia – mereka cerdas memahami data dalam jumlah besar dan kompleks.

Jika ditarik lebih jauh, dengan dinamika pertumbuhan yang cepat, dibutuhkan sensor-sensor baru di bidang medis untuk membuat semua pengobatan menjadi otomatis. Bukan tidak mungkin, akan tercipta teknologi sensor tubuh selain rontgen. Sebuah mekanisme yang bisa membuat input menjadi tiga dimensi, dimana proses pemindaian seluruh tubuh dapat dilakukan secara akurat, mulai dari tulang, otot, serta organ tubuh lainnya.

Dari sini, AI akan butuh pembelajaran ke dimensi yang lebih tinggi dan jauh lebih kompleks untuk bisa mengenali semua penyakit dan anomali yang terpapar dari model 3D tersebut. Hal ini sangat mungkin terjadi dengan perkembangan teknologi yang exponensial. Pada saat itu, fungsi dokter umum akan semakin tergerus oleh automasi.

Hari ini, kita sudah bisa menerima argumen bahwa mesin bisa menyetir lebih baik daripada manusia. Suatu hari, saya yakin manusia juga percaya bahwa mesin akan lebih pintar mengobati kita daripada dokter. Saya percaya hal-hal tersebut akan terjadi, semua hanya menunggu waktu.


Artikel tamu ini ditulis oleh Izak Jenie. Izak adalah CEO Jas Kapital, CTO KREN dan Co-Founder MCAS Group.

Dapatkan Pendanaan Seri D dari General Atlantic, AppsFlyer Buka Kantor di Indonesia

Rabu (22/01) lalu, AppsFlyer selaku pengembang platform atribusi pemasaran mengumumkan perolehan pendanaan baru dalam putaran seri D senilai US$210 juta. Investasi tersebut dipimpin oleh General Atlantic, perusahaan ventura yang juga memimpin pendanaan seri C Ruangguru. Modal tambahan tersebut akan turut dialokasikan untuk ekspansi, salah satunya dengan membuka kantor di Jakarta.

Guna menggali lebih dalam mengenai rencana bisnis ke depan, DailySocial berkesempatan untuk mewawancara President & Managing Director APAC AppsFlyer, Ronen Mense. Ia mengatakan, sebelum rencana pembukaan kantor baru ini sebenarnya layanan yang disuguhkan sudah menjangkau konsumen di Indonesia selama kurang lebih lima tahun terakhir, termasuk telah digunakan oleh startup digital seperti Gojek, Tokopedia dan Tiket.com.

Ronen Mense
President & Managing Director APAC AppsFlyer, Ronen Mense / AppsFlyer

Layanan atribusi AppsFlyer

OneLink adalah produk awal yang mereka kenalkan, memungkinkan pemasar cukup menggunakan satu tautan untuk membagikan konten/aplikasi yang terkustomisasi. Misalnya suatu merek menyediakan platform belanja yang didesain untuk berbagai jenis perangkat, pemasar bisa mengkondisikan dengan satu tautan yang sama pengguna Android bisa yang membuka tautan bisa diarahkan ke PlayStore, pengguna iOS ke AppStore sementara untuk platform lainnya ke aplikasi web. Tidak perlu tautan berbeda-beda.

AppsFlyer pun turut sediakan dasbor analisis untuk bantu pemasar mendapatkan statistik dari konversi pengguna yang didapat. Layanan atribusi melakukan agregasi untuk tindakan-tindakan yang dilakukan pengguna, tidak hanya klik dan install, namun termasuk juga proses uninstall, sehingga memudahkan untuk melakukan kalkukasi perhitungan traksi. Selain untuk platform mobile, layanan atribusi tersebut juga mulai diaplikasikan di layanan OTT.

“Tahun 2020 kami memprediksi bahwa wilayah Asia Pasifik akan memegang nilai pembelanjaan iklan di aplikasi (app-install ad spend) terbesar di dunia dengan nilai 30 juta dolar AS. Dengan volume dan skala yang masif di wilayah mobile-first ini, para pemasar akan lebih sulit untuk melihat bagaimana mereka dapat mengoptimalkan dana pemasaran mereka,” terang Ronen.

Lebih lanjut Ronen menjelaskan adanya bahaya yang dari eksposur kecurangan (fraud exposure) terhadap merek dan pengguna. “Sayangnya kawasan ini justru menjadi tempat teratas di dunia dalam hal pertumbuhan fraud, 60% lebih tinggi dari angka rata-rata global. Pendanaan juga akan digunakan untuk memperkuat platform terbuka kami bagi mitra dan pengembang pihak ketiga, memberi mereka fleksibilitas untuk menambahkan solusi khusus di atas apa yang kami miliki.”

Ingin lebih dekat dengan mitranya

“Model bisnis AppsFlyer adalah SaaS. Setiap pelanggan membayar biaya lisensi yang bervariasi berdasarkan produk yang digunakan dan skala penyesuaian yang diperlukan,” terang Ronen.

Secara mendetail, Ronen masih enggan menyebutkan lokasi spesifik kantor AppsFlyer di Indonesia, juga target bisnis yang diharapkan dari ekspansi tersebut. Namun disampaikan, selain pengembangan bisnis pembukaan kantor baru ini dilakukan agar perusahaan lebih mudah terhubung dengan mitranya, untuk membantu mereka mendapatkan keuntungan maksimal dari penggunaan platform.

Sebelumnya sudah ada perusahaan yang tawarkan solusi serupa, misalnya AppLift dan Adjust. Mereka juga telah membuka kantor perwakilannya di Jakarta sejak tahun 2017 lalu. Banyaknya perusahaan yang mulai manfaatkan aplikasi mobile dinilai jadi peluang besar bagi pengembang platform atribusi untuk kembangan bisnis.

Application Information Will Show Up Here

Ayo Dapatkan Harga Game Terbaik di Steam Lunar New Year Sale 2020

Satu dari banyak hal yang membuat Steam lebih unggul dibanding platform gaming lain adalah, untuk mendapatkan produk di harga terjangkau, kita tak perlu menunggu dilangsungkannya ajang sale musiman. Potongan harga bisa ditemukan tiap saat dan kadang dilakukan secara tiba-tiba, misalnya melalui program Midweek Madness atau di momen khusus seperti perayaan Tahun Baru Imlek.

Menyusul sejumlah laporan dari sumber terpercaya, Steam Lunar New Year Sale 2020 resmi dimulai di tanggal 23 Januari (atau tanggal 24 Januari pukul 1:00 pag WIB). Seperti biasa, pemangkasan harga diterapkan di hampir seluruh judul permainan. Program Steam sale spesial Imlek ini merupakan peluang berharga jika Anda sedang mengincar game blockbuster yang dibanderol terlalu mahal (misalnya Star Wars Jedi: Fallen Order) atau tak sengaja melewatkan Winter Sale 2019.

Steam Lunar New Year Sale 2020 1

Untuk memeriahkan program diskon, Valve juga kembali menerapkan sistem token melalui ‘Lunar Night Market’. Token diperoleh dengan melakukan transaksi (atau dari angpau yang Valve berikan selama empat hari). Anda akan memperoleh 107 token tiap pembelian konten seharga Rp 15 ribu, berlaku kelipatan. Token bisa ditukarkan dengan pernak-pernik bertema Imlek, misalnya stiker, efek chat room, tema profil, background beranimasi, hingga emoticon. Alternatifnya, token dapat digunakan buat membeli kupon diskon.

Steam Lunar New Year Sale dijadwalkan untuk berlangsung selama empat hari (hingga tanggal 28 Januari 2020 di Indonesia), sangat singkat dibanding sale musiman yang bisa sampai dua minggu. Jadi seandainya ada permainan yang Anda inginkan, segera cek lewat fitur search. Di laman utama Lunar New Year Sale, Steam menampilkan Featured Deals dan akan memperbaruinya tiap hari.

Steam Lunar New Year Sale 2020 3

Tak jauh dari sana, Anda dapat menemukan judul-judul rekomendasi Steam berdasarkan permainan yang di-follow atau sudah dimiliki sebelumnya. Selanjutnya, ada lebih banyak judul feature di bagian bawah, dan dilanjutkan oleh kolom Top Sellers yang diisi oleh game-game populer. Laman ditutup oleh bagian ‘Celebrating Year of the Rat’. Di sana, Valve meng-highlight segala macam permainan bertema tikus.

Steam Lunar New Year Sale 2020 2

Ini dia beberapa game esensial yang dijajakan di harga atraktif:

  • Ace Combat 7: Skies UnknownRp 275 ribu (dari Rp 550 ribu)
  • Age of Empires II: Definitive EditionRp 199 ribu (dari Rp 265 ribu)
  • Assassin’s Creed OdysseyRp 275 ribu (dari 690 ribu)
  • Dragon Ball FighterZRp 148 ribu (dari Rp 590 ribu)
  • Hitman 2Rp 264 ribu (dari Rp 800 ribu)
  • Red Dead Redemption IIRp 512 ribu (dari Rp 640 ribu)
  • Resident Evil 2Rp 165 ribu (dari Rp 500 ribu)
  • Sekiro: Shadows Die TwiceRp 474 ribu (dari Rp 730 ribu)
  • Shadow of the Tomb Raider: Definitive EditionRp 260 ribu (dari Rp 1,2 juta)
  • Sid Meier’s Civilization VIRp 150 ribu (dari Rp 600 ribu)
  • Star Wars Jedi: Fallen OrderRp 680 ribu (dari Rp 850 ribu)
  • Total War: Three KingdomsRp 406 ribu (dari Rp 541 ribu)
  • Watch Dogs 2Rp 172 ribu (dari Rp 690 ribu)

Cerita Chatbot di Indonesia

Lima tahun terakhir teknologi chatbot mencuri banyak perhatian. Tak heran jika akhirnya banyak perusahaan beramai-ramai mengimplementasi chatbot mereka sendiri lengkap dengan nama yang keren dan terkesan ramah. Namun banyak chatbot yang masih terkesan kaku, dan butuh banyak “latihan”. Terlebih chatbot yang ditempatkan pada posisi customer service.

Chatbot bekerja dengan cara menganalisis kata yang dikirimkan pengguna melalui kanal pesan. Kemudian kata-kata yang dikirimkan dan dicocokkan dengan sistem yang ada untuk kemudian memberikan respon yang sudah ditentukan.

Dalam beberapa kasus banyak chatbot yang tidak bisa mengenali kalimat yang dimaksud, hal ini terjadi karena kalimat tidak menggunakan bahasa/kata yang terdaftar dari sistem atau perbendaharaan kata di sistem tidak lengkap.

Chatbot bisa jadi solusi alternatif pengganti UI/UX. Alih-alih melakukan tap atau menghafal langkah untuk mencari sebuah info di aplikasi ataupun website, pengguna tinggal menuliskan apa yang mereka cari di platform percakapan. Chatbot dengan “ramah” akan mencarikan informasi yang dimaksud. Dalam kasus ini chatbot bisa menuntun pengguna jika tidak mendapati maksud dari kalimat yang diberikan.

Namun, untuk kasus customer service, chatbot harus bekerja “lebih keras dan ramah”. Pasalnya tidak semua pengguna puas dengan jawab template atau informasi umum. Bisa jadi pengguna yang menghubungi adalah mereka yang menunggu mengapa ada gangguan di akun mereka atau transaksi yang tak kunjung rampung.

Seringkali komplain tidak dituliskan dengan kalimat yang lengkap dan runtut. Bahkan lebih sering ditulis dengan menggebu dan emosi sehingga kadang kalimat bisa jadi tidak runtut. Selain harus memahami, chatbot harus juga dilatih untuk bisa lebih sopan. Jadi, kendala terbesarnya ada pada pemahaman bahasa dan database solusi yang disediakan.

Jika chatbot dilengkapi dengan mesin pembelajar yang memungkinkan chatbot bisa dilatih maka banyak chatbot di Indonesia masih butuh banyak dilatih untuk bisa memahami lebih banyak pilihan kata, susunan kalimat, dan yang paling penting database solusi.  Itu mengapa banyak chatbot di posisi customer service masih sering didampingi agen pelayanan pengguna demi tetap memberikan sentuhan manusia.

Berbagai macam inovasi chatbot di Indonesia

Di Indonesia perusahaan teknologi yang bergerak di bidang chatbot dan AI tidak banyak. Dua nama yang konsisten dalam pengembangan bisnis dan inovasi adalah Kata.ai dan Botika. Keduanya saling susul dalam hal inovasi.

Kata.ai yang digawangi Irzan Raditya mulai memperkenalkan Kata Platform Conversational. Sebuah platform yang didesain untuk memberikan solusi lengkap bagi pengguna Kata.ai. Di dalamnya ada berabgai macam fitur, di antaranya Kata Omnichat, Kata Assist, Kata Voice, dan beberapa fitur lainnya.

Kata.ai mulai merajut asa untuk menjadi “super app” dalam hal chatbot dan AI dengan mulai menawarkan beragam solusi. Di tahun 2020 sinergi dan kemitraan diharapkan bisa memperkuat Kata.ai dan solusi yang dibangunnya.

“Kami percaya kolaborasi dengan penyedia jasa dan platform lain adalah kunci strategi pertumbuhan kami, seperti halnya yang sudah kami lakukan di dua tahun terakhir dengan tech startup lainnya, seperti Qiscus dan Halosis, ataupun juga mitra system integrator seperti Accenture, Medlinx, Sprint, Telkom Infomedia, dan lain-lainnya. Kami sangat terbuka dalam menyambut lebih banyak lagi sinergi dan kemitraan yang bisa dihasilkan di tahun 2020,” terang Irzan beberapa waktu lalu.

Botika juga melakukan hal yang sama, inovasi. Ada dua layanan baru dari Botika, yakni Voicebot dan Omnibotika. Voicebot merupakan asisten virtual yang bisa diperintah melalui pesan suara, sedangkan Ominbotika merupakan dashboard yang mampu mengontrol berbagai macam saluran komunikasi mulai dari WhatsApp, Line, Telegram, WeChat, email, hingga telepon.

Di tahun 2019 kemarin, kurang lebih ada 20 juta lalu lintas pesan yang melalui sistem Botika. Lebih dari 1500 download untuk aplikasi Chatbotika untuk online shop dan menangani lebih dari 2000 perusahaan sebagi klien. CEO Ditto Anindita Botika menyebutkan di tahun 2020 ini pihaknya akan mengembangkan kemampuan Voicebot dan menambah jumlah saluran komunikasi untuk dintegrasikan dengan sistem Botika.

“Botika melakukan konsorsium dengan beberapa perusahaan dan membuat Smart Speaker yaitu Widyawicara direncanakan akan diluncurkan tahun 2020 ini. Melalui anak perusahaan kami, ARSA technology, kami melakukan inovasi AI Chip, yang memungkinkan komputasi machine learning bisa dilakukan pada sisi hardware IOT secara mandiri [edge computing]. Ini akan menaikan kecepatan proses komputasi dan menurunkan beban server,” terang Ditto.

Tugas berat chatbot memuaskan pelanggan Indonesia

Meski sudah banyak diimplementasi di Indonesia, nyatanya chatbot masih punya banyak pekerjaan rumah, terutama terkait pemahaman pesan yang terkendala bahasa di Indonesia yang beragam dan kemampuan AI di dalamnya menyediakan solusi yang sesuai–tidak hanya memberikan tautan artikel FAQ.

Kendati merupakan salah satu teknologi canggih, chatbot menyimpan peluang untuk gagal. Terlebih jika data-data yang digunakan sebagai “latihan” kurang atau tidak akurat, tidak bisa memahami percakapan dengan baik, dan yang tak kalah pentingnya, melindungi data pribadi.

Meski bukan sesuatu yang baru, chatbot masih menyimpan pontensi untuk berkembang. Tugas utama chatbot adalah memuaskan pelanggan dengan membuat dirinya seolah-olah manusia sebenarnya.

MonteCristo Bergabung dengan Cloud9 sebagai Content Creator

Christopher “MonteCristo” Mykles mengumumkan dirinya bergabung dengan organisasi Cloud9 sebagai content creator. MonteCristo sendiri memutuskan untuk keluar dari Overwatch League karena perbedaan visi antara dia dan manajemen Overwatch League. MonteCristo memang sudah beberapa kali bekerja sama dengan Cloud9 dalam pembuatan konten. Ia sempat muncul di konten milik Cloud9 yaitu The 9’s yang digabung dengan Summoning Insight . Cloud9 sepertinya memang sedang gencar membuat konten-konten yang berhubungan dengan esports. 

 

“Artinya, saya akan membuat konten yang sesuai dengan keinginan saya bersama Cloud9. Saya sangat menghargai kepercayaan mereka terhadap visi dan tujuan saya.” Ujarnya.

Orang sehebat MonteCristo memang seharusnya tidak dikurung kreativitasnya. MonteCristo dipersilahkan oleh Cloud9 untuk membuat kontennya sendiri sesuai keinginannya. Konten pertama yang sudah dia umumkan berjudul Summoning Insight. Acara ini pertama kali dimulai pada tahun 2014 silam. Karena kesibukan MonteCristo di Overwatch League, ia dan Thorin tidak melanjutkan acara tersebut. Melalui akun twitter-nya, MonteCristo dan Duncan “Thorin” Shields mengumumkan bahwa Summoning Insight akan berjalan selama setahun penuh.

Dalam videonya, MonteCristo mengatakan bahwa Summoning Insight yang baru akan dijalankan dengan kualitas produksi studio. Melihat ke belakang, Summoning Insight hanya memiliki produksi seadanya dengan webcam. Nantinya Summoning Insight bukan hanya berupa video, acara ini juga akan dikemas dalam bentuk podcast di Spotify dan iTunes. Tetapi melihat Cloud9 adalah pemilik dari tim Overwatch London Spitfire, seharusnya konten-konten dari MonteCristo akan berada di sekitar tim Overwatch-nya.

MonteCristo juga menyebutkan dirinya akan membantu Cloud9 dalam mendesain competitive product. Belum ada informasi mengenai apa yang dimaksud dengan competitive product. Tetapi perkiraan saya, cakupannya akan meliputi produk-produk merchandise untuk dijual kepada para penggemar Cloud9.

Terjebaknya MonteCristo selama bertahun-tahun di Overwatch League memang membuat karirnya hanya berpaku pada game Overwatch. Padahal MonteCristo adalah tokoh esports yang memiliki pengetahuan besar dari banyak game seperti League of Legends, CS:GO, dan Dota 2. Karir sebagai caster-nya pun akan terbuka luas sekarang. MonteCristo bisa kembali untuk melakukan cast di game League of Legends kembali atau CS:GO ke depannya.

Fortnite dan TikTok Gelar #EmoteRoyaleContest

Fortnite dan TikTok mengumumkan kerja sama mereka untuk menjalankan event #EmoteRoyaleContest. Sebelumnya, Fortnite sudah beberapa kali membuat hal serupa seperti #BoogieDown Contest. #BoogieDown mempersilakan para peserta untuk mendaftarkan video mereka ke Facebook, Instagram dan Twitter. Melihat antusiasme penggemar Fortnite, TikTok berusaha untuk memanfaatkan hal tersebut dengan memindahkan kontes tersebut ke platform mereka. Kerja sama ini memang tidak mengherankan, mengingat baik TikTok dan Fortnite punya pasar yang sama-sama besar.

Peserta #EmoteRoyaleContent diharuskan untuk membuat akun TikTok dan mengunggah video tarian mereka ke TikTok. Jangan lupa juga untuk menyertakan #EmoteRoyaleContent di judul videonya. Ada beberapa peraturan yang dibuat oleh Epic Games untuk peserta yang ingin mengikuti kontes ini. Beberapa di antaranya adalah, peserta harus berumur di atas 13 tahun. Peserta juga diwajibkan untuk menggunakan lagu-lagu yang sudah disediakan oleh Epic Games. Pendaftaran peserta akan ditutup pada tanggal 24 Januari 2020. Yang spektakuler adalah, pemenang kontes tersebut berhak mengabadikan tariannya menjadi salah satu emote di game Fortnite.

Melalui website Fortnite, Streamer Imane “Pokimane” Anys dan Jordan Fisher memberikan contoh video yang harus diunggah oleh para peserta. Di video tersebut, tarian Pokimane dan Jordan sudah dijadikan emote oleh Fortnite. Sehingga para peserta mendapat gambaran seperti apa nantinya apabila tarian mereka dijadikan sebuah emote di Fortnite.

Fortnite memang dekat sekali dengan tarian. Fortnite membuat Floss Dance populer di tahun 2018 kemarin. Floss Dance awalnya adalah tarian yang dibuat oleh seorang anak laki-laki di panggung saat Katy Perry melakukan konser pada acara Saturday Night Life. Floss Dance bisa seterkenal ini karena viral di kalangan anak sekolah yang bermain Fortnite.

India Mau Blokir PUBG Mobile?

Pertumbuhan ekosistem esports di India sangat pesat. Salah satu indikasinya adalah total hadiah turnamen esports yang bertambah lebih dari dua kali lipat. Mobile esports, seperti PUBG Mobile, menjadi pendorong utama pertumbuhan ekosistem esports di India. Faktanya, India merupakan salah satu negara dengan jumlah pemain PUBG Mobile terbanyak. Ini memunculkan kekhawatiran akan kecanduan game di India.

Pada Maret 2019, beberapa kota di Gujarat dan Tamil Nadu sempat melarang PUBG Mobile selama dua bulan karena dianggap mengganggu konsentrasi siswa dalam menghadapi ujian. Sebanyak lebih dari 20 pemain ditahan di kantor polisi karena melanggar larangan bermain tersebut. Setelah ujian berakhir, larangan bermain PUBG Mobile dihilangkan.

Sekarang, kembali muncul wacana untuk memblokir PUBG Mobile. Kali ini, game battle royale itu mungkin akan dilarang di seluruh India. Kantor pengacara asal Punjab, H.C. Arora membuat Public Interest Litigation (PIL) ke Haryana High Court untuk melarang masyarakat bermain PUBG Mobile karena ditakutkan, game tersebut menyebabkan kecanduan dan membuat pemainnya menjadi lebih agresif.

“Banyak anak-anak di umur sekolah tak lagi tertarik untuk belajar karena kecanduan bermain game,” tertulis dalam tuntutan tersebut, menurut laporan Dot Esports. “Orangtua dari anak-anak itu tak bisa melakukan apa-apa. Jika mereka memaksa anak-anak untuk berhenti bermain, mereka menjadi agresif atau menjadi depresi.” Memang, kecanduan game adalah salah satu pandangan negatif akan game yang telah ada sejak lama.

mencoba-mode-arcade-war-dan-penyesuaian-scope-8x-di-pubg-mobile-0-7-0-3
PUBG Mobile dianggap membuat perilaku pemainnya menjadi lebih agresif.

Pada Juni 2019, World Health Organization (WHO) menetapkan bahwa kecanduan game atau game disorder sebagai gangguan mental. Hanya saja, ada tiga syarat yang dipenuhi oleh seseorang sebelum dia dinyatakan mengidap game disorder. Pertama, dia tidak bisa mengendalikan kebiasaannya bermain game. Kedua, dia memprioritaskan game di atas kegiatan lain. Ketiga, dia tetap bermain game walau dia tahu ada konsekuensi buruk yang menantinya. Sementara dugaan bahwa game menyebabkan para pemainnya menjadi lebih agresif, itu tak pernah terbukti.

Diskusi tentang apakah game mobile memang menyebabkan kecanduan dan kekerasan kembali muncul di India karena pengadilan tinggi bisa menetapkan apakah PUBG Mobile memang harus dilarang di negara tersebut. Saat ini, Haryana High Court meminta saran dari Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India, yang masih belum memberikan jawaban.

Di Nepal, pemerintah meminta operator telekomunikasi untuk memblokir game PUBG Mobile. Sementara di Tiongkok, Tencent akhirnya mengganti PUBG Mobile dengan game yang lebih ramah anak bernama Game for Peace. Selain itu, pemerintah Tiongkok juga mengeluarkan beberapa regulasi dalam rangka meminimalisir dampak buruk game, seperti kecanduan dan mata minus.

Kiat Menyiapkan Diri Menjadi Pemimpin Startup ala Hadi Wenas

#SelasaStartup edisi pertama tahun 2020 cukup spesial. Hadi Wenas hadir sebagai pemateri, menceritakan pengalamannya saat memimpin bisnis digital di Indonesia. Sejak Mei 2019 ia menjabat sebagai COO Amartha, dengan track record kepemimpinan di Zalora, aCommerce, hingga Mataharimall.

Dalam pemaparannya ada banyak aspek penting yang disorot Wenas, sebagai landasan dalam memimpin sebuah bisnis digital. Berikut ulasannya:

Menentukan prioritas

Menurut Wenas, salah satu pekerjaan krusial di kepemimpinan startup adalah menentukan prioritas pekerjaan. Di dalamnya termasuk proses memahami isu, mencarikan solusi dan melakukan kalkulasi untuk setiap pengarahan yang akan diberikan kepada timnya.

Bagi Wenas, cara cepat untuk menentukan prioritas adalah sesegera mungkin mengeksekusi pekerjaan yang telah dibebankan. Setelah dijalankan nantinya akan terlihat proses dan perkembangan.

“Intinya langsung saja mulai bekerja dan pada akhirnya prioritas atau urutan yang sesuai akan segera terlihat. Jangan terlalu lama memikirkan planning, langsung saja mulai bekerja,” kata Wenas.

Jangan takut gagal

Kegagalan tentunya kerap menghantui semua pendiri startup. Apakah itu saat mulai membangun startup hingga startup sudah berjalan selama 2-3 tahun. Ketika startup pada akhirnya mengalami kegagalan, ada baiknya untuk tidak menyalahkan diri sendiri.

Menurut Wenas, faktor keberuntungan terkadang menjadi kunci keberhasilan atau kegagalan sebuah bisnis. Jika bisnis berjalan dengan baik, menurutnya faktor mujur tadi bisa menjadi salah satu penyebabnya. Untuk itu ketika gagal lakukan introspeksi dan mulai mencari inspirasi hingga cara untuk mulai lagi dengan bisnis atau usaha yang baru.

Ketika Wenas dipercaya untuk menjabat sebagai CEO MatahariMall, terdapat tugas cukup berat yang wajib diselesaikan oleh timnya. Untuk itu penting bagi pimpinan untuk bisa mengenali terlebih dulu kepribadian diri dan timnya, sehingga ketika beban kerja mulai dirasakan, semua tantangan dan permasalahan yang dihadapi bisa diselesaikan secara tuntas.

Hadi Wenas saat menjabat sebagai Co-CEO aCommerce
Hadi Wenas saat menjabat sebagai Co-CEO aCommerce

Temukan jati diri

Poin penting lainnya yang kemudian disampaikan oleh Wenas adalah menemukan jati diri. Sebagai seorang introvert, ia terkadang merasa kesulitan untuk melakukan sosialisasi, namun di sisi lain sifat tersebut menjadikan dirinya menjadi lebih teratur dan haus akan detail. Sifat kurang sabar yang sebelumnya menjadi kendala ternyata saat ini justru dianggap sifat yang mendukung kinerja Wenas, karena semua pekerjaan bisa selesai dengan cepat dan membantu dirinya hingga tim untuk bekerja lebih baik lagi.

“Bagi saya yang seorang introvert justru menyukai segala hal serba teratur. Dengan demikian semua permasalahan dan bagaimana cara tepat untuk bisa mengatasinya bisa dengan mudah diselesaikan secara bertahap. Secara otomatis jika ritme kerja sudah ditemukan, pekerjaan tersebut akan selesai lebih cepat,” kata Wenas.

Meditasi mendukung produktivitas

Salah satu kebiasaan yang sudah dilakukan oleh Wenas sejak tahun 2008 lalu adalah secara rutin melakukan meditasi. Meskipun pada awalnya lebih kepada proses penyembuhan tubuh, namun meditasi yang dilakukan olehnya secara rutin justru kini mampu melatih kesabaran hingga meningkatkan produktivitas kerja. Intinya adalah temukan work-life balance, yang akan memberikan pengaruh positif untuk kesehatan tubuh dan karir.

“Meditasi mampu membantu saya melatih kesabaran dan menemukan keseimbangan tersebut. Apakah Anda seorang introvert, extrovert, gemar melakukan secara teratur atau peduli dengan detail. Jika sudah ditemukan jati diri tersebut, pada akhirnya semua pekerjaan akan bisa diselesaikan lebih santai dan tentunya lebih mudah,” tutup Wenas.