Beginner’s Guide – 8 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula dalam Street Fighter V

Fighting game adalah genre yang cukup rumit dan butuh keahlian tinggi, saya rasa kita semua sudah paham akan hal itu. Begitu banyak tombol yang harus dipencet, combo yang perlu dihapal, istilah yang penting diingat, serta strategi yang wajib dipelajari, membuat orang awam sering terintimidasi duluan sebelum mencoba mendalaminya lebih dalam. Sering kita mendengar orang menolak untuk main fighting game, atau berhenti main fighting game, karena alasan yang sama. “Saya nggak jago main fighting.”

Memang kita tidak bisa memaksakan seseorang untuk menyukai sesuatu. Akan tetapi, sering kali ada salah kaprah dalam kalimat di atas. Ketika pemain awam berkata bahwa dirinya tidak jago main fighting game, sebetulnya mungkin ia bukan tidak jago. Ia hanya tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan ketika bermain fighting game. Fighting game bukan hanya soal menekan-nekan tombol dan berharap pukulan kita kena. Melakukan itu sama saja seperti bermain baseball tanpa tahu peraturannya. Memang benar, tujuan akhir kita adalah mencetak skor sebanyak-banyaknya. Tapi bagaimana bisa kita mencetak skor, kalau cara bermainnya saja kita tidak paham?

Lewat artikel ini, Hybrid bekerja sama dengan komunitas Advance Guard untuk membantu para pemain baru mempelajari “aturan main” dalam sebuah fighting game, utamanya Street Fighter V. Seri Street Fighter adalah pionir fighting game dengan fundamental sangat kuat, artinya sebagian besar ilmu yang Anda pelajari di Street Fighter V juga akan dapat diterapkan di fighting game lain. Apa saja kesalahan umum ketika seseorang baru memainkan Street Fighter V? Dan apa yang harus kita lakukan untuk mengatasinya? Simak panduannya di bawah.

Tidak melakukan blocking

Surprise! Hal pertama yang seharusnya Anda pelajari ketika memainkan fighting game bukan bagaimana cara menyerang, tapi cara agar tidak terkena serangan. Memang sih, berhasil memukul musuh dengan jurus-jurus keren itu terasa menyenangkan. Tapi bila Anda tidak belajar menahan serangan lawan, Anda tak jauh berbeda dari sebuah training dummy saja. Seperti bermain sepak bola, tapi gawang Anda tidak ada kipernya.

Untuk bisa melakukan blocking dengan baik, Anda terlebih dahulu harus mengenali tipe-tipe serangan dalam game yang Anda mainkan. Serangan dalam Street Fighter V dapat dibagi menjadi lima berdasarkan arah pukulannya, dan setiap jenis serangan harus ditangkis dengan cara berbeda. Jenis-jenis serangan itu adalah:

  • High attack – Dapat ditangkis sambil berdiri. Bila Anda jongkok, serangan ini akan meleset.
  • Mid attack – Dapat ditangkis sambil berdiri ataupun jongkok.
  • Low attack – Hanya dapat ditangkis sambil jongkok.
  • Overhead – Hanya dapat ditangkis sambil berdiri. Bila Anda jongkok, serangan ini tetap akan kena. Sebagian besar serangan yang dilakukan sambil melompat adalah Overhead, namun ada juga beberapa yang bukan.
  • Cross-up – Serangan yang mengenai musuh dari sisi belakang. Cara menangkisnya adalah dengan bertahan ke arah yang berlawanan.

Jangan pernah berpikir bahwa terkena serangan beberapa kali itu tidak apa-apa, karena dalam Street Fighter V, satu serangan saja bisa berubah menjadi combo dengan damage yang fatal. Apalagi bila lawan Anda memiliki meter V-Trigger atau Critical Art dalam kondisi penuh. Belajarlah mengenali jenis serangan yang dilakukan oleh lawan, kemudian merespons dengan cara blocking yang tepat. Jangan malu untuk bermain defensif!

Terlalu banyak loncat

Melompat adalah cara yang sangat efektif untuk mendekati lawan. Kebanyakan combo dengan damage terbesar di Street Fighter V juga dimulai dengan serangan melompat. Akan tetapi, melakukan lompatan terus-menerus sama sekali bukan ide bagus. Tidak seperti seri Street Fighter Alpha atau Street Fighter III, Anda tidak bisa melakukan blocking sambil melompat di Street Fighter V. Artinya ketika Anda sedang melompat, Anda rentan terkena serangan anti-air dari musuh.

Anti-air ini ada bermacam-macam. Beberapa memang tidak terlalu berbahaya, misalnya sekadar crouching hard punch (cr.HP) milik Sakura atau crouching medium punch (cr.MP) milik Nash. Tapi bila Anda melawan karakter seperti Ryu, siap-siap saja menerima pukulan Shoryuken yang sakit. Lebih parah lagi, Shoryuken juga dapat di-cancel menjadi Critical Art. Melompat tanpa perhitungan itu sama saja dengan mengantar nyawa.

Tidak melakukan anti-air

Anda tidak boleh ceroboh dalam melompat. Sebaliknya pun sama, Anda juga tidak boleh membiarkan musuh melompat seenaknya. Sebisa mungkin, ketika musuh melompat mendekat, lakukanlah sesuatu agar ia gagal melakukan serangan. Memang blocking juga merupakan salah satu pilihan, akan tetapi bila lawan sudah tahu bahwa Anda tidak akan melakukan serangan anti-air, ia dapat bergerak jauh lebih leluasa.

Semua karakter di Street Fighter V pasti memiliki opsi anti-air, namun sebagian di antaranya lebih kuat daripada yang lain. Karena itu ada baiknya Anda mempelajari dengan baik karakteristik anti-air dari karakter yang telah Anda pilih. Keahlian anti-air seorang karakter juga merupakan salah satu faktor penentu apakah karakter itu dipandang kuat atau lemah.

Jangan khawatir apabila Anda belum mahir melakukan anti-air. Teknik yang satu ini, meskipun simpel, memang membutuhkan reflek yang baik. Hanya ada satu cara untuk mendapatkannya, yaitu dengan sering-sering berlatih.

Tidak melakukan quick wakeup

Dalam Street Fighter V, ketika karakter Anda baru saja terjatuh (knockdown), ada dua cara agar Anda dapat bangun dengan cepat. Pertama adalah menekan arah bawah atau dua tombol Punch tepat ketika Anda jatuh, karakter Anda akan segera berdiri di tempat. Cara ini disebut dengan istilah Quick Rise. Kedua yaitu menekan arah belakang atau dua tombol Kick tepat ketika Anda jatuh, maka karakter Anda akan berguling ke belakang dan bangun di posisi menjauhi musuh. Cara ini dikenal sebagai Back Roll.

Quick Rise dan Back Roll adalah teknik yang sangat penting karena ini membuat lawan Anda tidak bisa bebas memberi tekanan. Tanpa dua teknik ini, karakter Anda akan makan waktu yang lama untuk bangun. Cukup lama untuk membuat lawan leluasa berpikir, menyiapkan setup serangan, atau bahkan menyeret tubuh karakter Anda hingga ke pojok arena. Percayalah, berada di pojok merupakan hal yang sangat menakutkan dalam Street Fighter V.

Beberapa tips tambahan, bila Anda jatuh gara-gara terkena bantingan, Anda tidak bisa melakukan Back Roll, hanya bisa melakukan Quick Rise. Disarankan juga untuk melakukan Back Roll/Quick Rise menggunakan tombol Punch/Kick daripada tombol arah untuk meminimalisir risiko gagal input, juga berguna untuk karakter tipe charge, seperti Guile, Urien, dan sebagainya.

Membuang meter percuma

Street Fighter V menyediakan dua meteran sumber daya yang sangat berguna, yaitu V-Gauge dan EX Gauge. V-Gauge akan terisi apabila Anda menggunakan V-Skill atau terkena damage, sementara EX Gauge akan terisi bila Anda melakukan serangan dan memberikan damage pada musuh.

V-Gauge dapat digunakan untuk mengeluarkan V-Trigger dan V-Reversal, sementara EX Gauge digunakan untuk mengeluarkan EX Attack dan Critical Art. Keempat tools ini semuanya merupakan tools kuat yang dapat membalikkan momentum pertarungan. Pertanyaannya, tahukah Anda kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya?

Agak sulit menjelaskan strategi penggunaan meter yang tepat, karena setiap karakter punya karakteristik V-Trigger, V-Reversal, EX Attack, maupun Critical Art yang berbeda-beda. Mungkin untuk membahasnya kita perlu satu guide tersendiri. Namun ada dua aturan simpel yang dapat kita pegang. Pertama, jangan menghabiskan meter tanpa tahu apa hasil yang akan Anda dapatkan. Kedua, jangan mati dalam keadaan meter terisi penuh. Sesulit apa pun lawannya, memiliki meter artinya Anda memiliki kesempatan untuk memberi perlawanan. Jangan mudah menyerah!

Tidak tahu cara punish

Apa itu punish? Gampangnya, punish adalah melakukan serangan balik ketika lawan melakukan kesalahan. Kesalahan itu umumnya dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Block punish – Terjadi ketika serangan berhasil di-block dan bisa dihukum (punish). Punish dilakukan pemain saat selesai melakukan blocking, lalu membalas dengan serangan yang sesuai.
  • Whiff punish – Menghukum serangan yang meleset. Punish ini terjadi di saat lawan melakukan gerakan yang sama sekali tidak mengenai kita. Contohnya ketika musuh melakukan spamming tombol namun meleset. Serangan itu kemudian dapat dibalas dengan serangan yang tepat.

Tidak semua serangan bisa berperan sebagai punishment. Aturan umumnya, serangan yang bisa menjadi punishment adalah serangan dengan startup lebih kecil daripada recovery serangan yang kita tangkis. Untuk Anda yang belum kenal istilah ini, startup adalah waktu yang dibutuhkan untuk memulai sebuah serangan, sementara recovery adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan animasi sebuah serangan.

Contoh klip video di atas, Sakura dapat melakukan block punish terhadap serangan Ryu, karena startup dari crouching medium punch (cr.MP) milik Sakura lebih cepat daripada waktu recovery dari crouching heavy kick (cr.HK) milik Ryu.

Block punish dan whiff punish ini tingkat kesulitannya sangat bervariasi, dari sangat mudah hingga sangat sulit, karena serangan dalam Street Fighter V ada banyak sekali dan tidak mungkin dijabarkan satu per satu. Namun jika sudah memahami konsepnya, Anda akan sangat terbantu untuk mengetahui serangan mana saja yang bisa dihukum. Sering-seringlah berlatih di Training Mode untuk melakukan eksperimen dan mempelajari timing punish tersebut.

Gerakan repetitif

Satu hal yang sering menjadi penyebab kekalahan dalam Street Fighter V adalah bila lawan telah berhasil membaca gerakan serta kebiasaan kita. Oleh karena itu, kita harus memiliki banyak variasi taktik supaya lawan kebingungan. Sebagai contoh, melakukan spamming Hadouken terus-menerus bukanlah ide bagus, karena lawan akan bisa menyesuaikan timing untuk meloncatinya dan menyerang balik.

Bila Anda tidak punya ide tentang variasi taktik, Anda dapat mencoba mencari inspirasi dari menonton pertandingan pemain-pemain profesional, atau dengan menonton video tutorial di internet. Setelah itu, coba tiru apa yang Anda lihat di Training Mode. Ciptakan variasi antara serangan-serangan normal, special attack, dan bantingan agar lawan tidak dapat memprediksi langkah Anda berikutnya.

Tidak punya game plan

Salah satu kesalahan fatal yang dilakukan pemain baru umumnya adalah tidak punya game plan. Yang dimaksud game plan di sini adalah strategi tentang apa yang harus dilakukan ketika berhasil membuat lawan jatuh (knockdown). Biasanya pemain baru hanya akan diam dan menunggu lawan bangun, baru kemudian menyerang lagi. Padahal sebetulnya justru dalam kondisi knockdown itulah kita bisa menyiapkan posisi yang menguntungkan, memberi tekanan, atau menyiapkan setup dan jebakan.

Strategi “menyerang ketika lawan sedang jatuh” ini di dunia fighting game dikenal juga dengan istilah okizeme. Strategi okizeme ada banyak sekali dan akan panjang bila dibahas, namun konsep dasarnya adalah bahwa Anda harus sudah menyerang ketika lawan baru bangun. Selalu berikan pressure, jangan biarkan lawan bangun dengan bebas. Malah kalau bisa, begitu lawan bangun dia harus segera knockdown lagi.

Game plan bisa berbeda-beda tergantung dari jenis knockdown yang kita dapatkan. Ada dua jenis knockdown dalam Street Fighter V, yaitu:

  • Soft Knockdown – Dinamakan Soft Knockdown karena musuh dapat melakukan Quick Rise dan Back Roll yang sudah dijelaskan sebelumnya. Semua Soft Knockdown bisa di-Quick Rise, tapi tidak semua bisa di-Back Roll. Soft Knockdown bisa terjadi akibat bantingan, sweep (cr.HK), serta beberapa variasi combo ender, Critical Art, V-Reversal, atau V-Trigger.
  • Hard Knockdown – Knockdown di mana lawan jatuh dan tidak bisa melakukan Quick Rise ataupun Back Roll. Tidak banyak opsi untuk mendapatkan Hard Knockdown ini, hanya dari Crush Counter sweep dan Critical Art beberapa karakter (Ed, Birdie, dsb).

Dari jenis-jenis knockdown di atas, kita dapat melihat bahwa lawan memiliki 3 opsi timing untuk bangun: Quick Rise, Back Roll, atau diam saja (seperti terkena Hard Knockdown). Artinya kita juga harus menyiapkan setidaknya 3 opsi untuk melakukan tekanan. Namun ketika kita berhasil mendapatkan Hard Knockdown, maka lawan hanya punya 1 pilihan timing bangun, memudahkan kita untuk melakukan setup dan jebakan.

Itulah delapan kesalahan yang sering dilakukan pemula ketika bermain Street Fighter V. Beberapa di antaranya mungkin terlihat sederhana namun sebetulnya sangat penting. Beberapa yang lain mungkin terdengar rumit padahal sebenarnya biasa saja. Semakin sering Anda bermain dan berlatih, hal-hal di atas akan bisa Anda pelajari secara natural. Jangan lupa untuk terus pantau berita terkini seputar fighting game Indonesia, hanya di Hybrid.

Disclosure: Hybrid adalah media partner Advance Guard.

Tiga Pemain Terbaik Indonesia Gaming League dari Fase Kedua Kualifikasi Online

Kualifikasi fase kedua Indonesia Gaming League (IGL) baru saja selesai pada Minggu, 17 Maret  2019, lalu. Kompetisi IGL ini merupakan liga esports yang mempertandingkan game FIFA 19 FUT (Versi online dari game FIFA 19). Liga ini merupakan kompetisi rutin FIFA 19 FUT yang ditujukan untuk mencari bakat pemain FIFA 19 terbaik se-Indonesia.

Sebanyak 250 pemain telah berpartisipasi pada minggu kedua liga ini. Kualifikasi online dari IGL 2019 ini berlangsung selama delapan pekan, mulai dari 9 Maret sampai 27 April 2019 mendatang. Dari setiap pekan, tiga pemain terbaik akan diambil untuk memasuki fase babak liga.

Sumber: dokumentasi resmi IGL
Sumber: dokumentasi resmi IGL

Namun satu yang menarik adalah, meskipun Anda gagal di pekan sebelumnya, Anda masih bisa mengikuti kualifikasi kembali di pekan berikutnya. Tercatat, beberapa nama besar di esports FIFA 19 bahkan sempat gugur di pekan pertama dan kedua kualifikasi online. Nama seperti Anding wong (EVOS), Angga (The Prime), Kenny Prasetyo (SFI), Icanbutski (PG.Barracx), Tarigan (CAPCORN), Davi (NARA), dan Chanks (XCN) merupakan nama besar yang belum berhasil lolos dari kualifikasi online.

Dari kualifikasi sepekan kemarin sudah terpilih tiga pemain terbaik yang berhasil lolos dari kualifikasi. Mereka yang berhasil lolos adalah Abdul “PandaDewa” Rozak R (Jakarta), Dedy “DavionGre” Tami H (Bogor), dan Arlan “ParantiFIFA” Paranti (Sukabumi). Penasaran dengan sosok sosok tersebut, kami pun menanyakan komentar dari Achmad “FadhKarim” Fadh selaku Ketua Indonesia FIFA juga community manager dari IGL.

“Kalau untuk kelolosan Rozak dan Dedi sebenarnya sesuai prediksi saya, tetapi untuk Paranti agak surprise. Kenapa? Karena dia bisa mengalahkan dominasi beberapa pemain yang sudah profesional dan dinaungi oleh organisasi.” Ucap Fadh mengomentari ketiga orang yang lolos tersebut.

Achmad Fadh (Kiri) ketua komunitas FIFA, sekaligus community manager di IGL. Sumber: RevivalTV
Achmad Fadh (Kiri) ketua komunitas FIFA, sekaligus community manager di IGL. Sumber: RevivalTV

Paranti memiliki gaya permainan yang unik. Skuad FUT miliknya banyak mengandalkan pemain pemain klasik seperti Hernan Crespo, Gennaro Gattuso, Luis Figo, serta ditambah dua jendral lini belakang yaitu Paolo Maldini serta Fabio Cannavaro. Faranti mengandalkan pola permainan 4-3-3 yang siap berganti menjadi 4-2-3-1 wide. Dengan permainan penyerangan serta pertahan yang seimbang dan cukup presisi, Paranti kerap melakukan serangan counter attack yang mematikan.

Namun menariknya, kalau bicara soal pemain yang paling potensial, Fadh malah lebih melihat Abdul Rozak. “Karena dia adalah salah satu player yang memiliki skill di atas rata-rata, dicampur gaya permainan possession yang kuat.” Jawab Fadh membicarakan soal Abdul Rozak.

Saat ini baru ada 6 pemain yang lolos ke dalam liga IGL. Fase online qualifier masih berlangsung sampai 26 April 2019 mendatang. Ini berarti tersisa sekitar 6 pekan lagi untuk mencari 18 pemain lain guna berkompetisi di IGL 2019. Bagi Anda pemain FIFA 19 FUT dan ingin menguji kemampuan di dalam kompetisi, Anda bisa langsung ke laman resmi Indonesia Gaming League untuk mendaftarkan diri ke dalam online qualifier pekan selanjutnya.

Rp1.999.000, Redmi Note 7 by Xiaomi Hadir di Indonesia; Garansi 18 Bulan

Sebelumnya saya sudah melakukan hands-on Redmi Note 7 dan menjajal kemampuan kameranya. Kini Xiaomi telah resmi meluncurkannya, smartphone ini membawa banyak perubahan dibanding pendahulunya; Redmi Note 6 Pro.

Menimbang spesifikasi yang diusungnya, saya berpikir sangat wajar bila Redmi Note 7 dibanderol Rp2 jutaan (seperti Rp2,5 juta) untuk varian dasar dengan RAM 3GB. Sementara, varian yang lebih tinggi dengan RAM 4GB dibanderol Rp3 jutaan.

Redmi-Note-7

Tapi Xiaomi mengejutkan saya dan mungkin semua orang yang hadir di sana, smartphone berotak chipset Snapdragon 660 AIE yang punya kamera utama 48MP ini ternyata dijual hanya Rp1.999.000 untuk varian RAM 3GB dan memori internal 32GB. Serta, Rp2.599.000 untuk varian RAM 4GB dan memori internal 64GB. Anda bisa mendapatkannya mulai dari tanggal 27 Maret mendatang.

Sebagai pembanding, saat pertama dirilis Xiaomi Redmi Note 6 Pro dibanderol Rp2.899.000 (3/32GB) dan Rp3.299.000 (4/64GB). Redmi Note 7 by Xiaomi pun menjadi smartphone dengan chipset Snapdragon 660 AIE dan kamera 48MP paling terjangkau.

Bagaimana dengan harga offline dan ketersediaan offline-nya? Xiaomi mengatakan bahwa harga tersebut adalah harga untuk online (seperti flash sale) dan juga offline di Authorized Mi Store dengan stok yang terjamin. Semoga saja, Redmi Note 7 ini tidak sulit didapat.

Desain Cantik dan Kuat

Redmi-Note-7

Redmi Note 7 by Xiaomi mengusung desain baru yang cantik dengan notch mini Dot Drop display 6,3 inci Full HD+ dan dalam balutan warna menarik. Ada nebula red dan neptune blue bagi yang ingin tampil menonjol dan space black yang kalem.

Desain anyar ini disebut ‘gradient glass back cover‘, di mana bagian depan dan belakangnya berbalut material kaca berlapis Corning Gorilla Glass 5 untuk memastikan ketahanannya.

Rupanya tak hanya itu, Xiaomi melapisi kaca setebel 0.8mm pada layar depan dan memperkuat bagian sudut-sudutnya. Tombol dan port Redmi Note 7 juga dilengkapi segel kedap air, hasilnya body smartphone mengantongi sertifikat P2i splash-proof.

Redmi-Note-7

“Sang Gatotkaca”, itulah sebutan Redmi Note 7 oleh Mi Fans Indonesia. Harusnya smartphone ini cukup tangguh dari benturan ringan, kalau tiba-tiba kehujanan sedikit basah, tidak sengaja terkena tumpahan air, dan juga karena keringat – itu tidak masalah. Masih kurang? Xiaomi juga memberi masa garansi 6 bulan lebih lama yakni 18 bulan dan bukan cuma setahun.

Port penting seperti jack audio 3.5mm dengan komponen Smart PA untuk memastikan kualitas audio-nya dan IR Blaster di sisi atas juga masih tersedia untuk menjadikan smartphone sebagai remote. Untuk mengisi ulang dan transfer data, port yang dimilikinya sudah standar terbaru yakni port USB Type-C.

Kamera Utama 48MP & SoC Snapdragon 660 AIE

Redmi-Note-7

Singkat saja karena sudah dibahas sebelumnya, Redmi Note 7 memiliki AI dual rear camera 48MP+5MP. Kamera utamanya menggunakan sensor gambar Samsung ISOCELL Slim GM1 beresolusi 48MP dengan ukuran pixel 0.8µm.

Singkatnya, berkat teknologi 4-in-1 Super Pixel yang menggabungkan empat pixel menjadi satu, Redmi Note 7 mampu menghasilkan foto pada resolusi 12MP dengan ukuran pixel setara 1.6µm. Tetapi kita tetap bisa menggunakan resolusi 48MP pada mode pengambilan gambar Pro.

Xiaomi juga menunjukkan skor dari aplikasi benchmark AnTutu Redmi Note 7 mencapai 144.441 poin, yang mengungguli nilai yang diraih Asus Zenfone Max Pro M2, Realme 2 Pro, dan Vivo V11 Pro.

Itu karena ketiga smartphone di atas, memiliki CPU Kryo 260 dengan clock speed 1.95 GHz. Sementara, Redmi Note 7 memiliki CPU Kryo 260 dengan clock speed hingga 2.2 GHz.

Daya tahan baterai sebagai salah satu ciri khas Redmi Note juga dipertahankan, kapasitasnya 4.000 mAh dan untuk bermain game kurang lebih bisa tujuh jam. Tak lupa, Redmi Note 7 juga mendukung teknologi pengisian cepat Quick Charge 4.

Produk Ekosistem Baru

Satu lagi, Xiaomi juga bilang kalau mereka bukan hanya cuma pabrikan ponsel tapi juga pabrikan peralatan elektronik juga. Daftarnya sebagai berikut:

  • Mi Smart Kettle Rp599.000
  • Mi Induction Heating Rice Cooker Rp1.299.000
  • Mi Compact Bluetooth Speaker 2 Rp159.000
  • Mi Bedside Limp Rp699.000
  • Mi LED Smart Bulb Rp299.000
  • Mi LED Desk Lamp Rp499.000

Tiga produk yang terakhir cukup menarik buat tambahan lighting di studio. Dailysocial juga sedang mengerjakan review Redmi Note 7, jadi tunggu review-nya dan baca sebelum membelinya.

Grab Improves the Fintech Service and “GrabClub” Subscription

Grab, through Grab Financial Group, getting deeper on fintech service followed by strategic partnership which has been announced since last year. However, most services are available in Singapore and to be distributed to other countries where Grab business run, including Indonesia.

The leading fintech service is included in a roadmap titled “Grow with Grab”. There’s also the latest online payment method called “Pay with GrabPay” for online merchants. The online website receiving this code are Qoo10 and 11Street, both are the biggest e-commerce players in Singapore and Malaysia.

Next, the integration of “Pay with GrabPay” with cashier machine (POS) of offline merchant without having to change their old devices. The Coffee Bean & Tea Leaf and Paris Baguette are to be the pilot project.

In terms of fintech lending, the result of JV with Credit Saison, Grab is now provide “Pay Later” with two main function. First, the service allows consumers to pay Grab at the end of the month without additional cost. Second, as the virtual credit card that allows consumers to have installments with certain tenor and 0% interest.

“Both products are given to Grab users who deserve the historical credit. Grab Financial Group set the credit risk based on a series of criteria, including the duration of using Grab, its frequency, and spending pattern,” Grab Financial Group’s Senior Managing Director, Reuben Lai in the official release.

In addition, Grab also presents micro insurance marketplace, a JV with Zhong An. Medical insurance is available for driver partners and personal accident insurance when partners demand for more cover. This service is accessible directly through Grab.

In the future, automotive insurance product will be available with the concept of “Pay-as-you-drive” premium payment. It allows driver partners to pay insurance only when they drive, as well as micro life insurance, and critical illness insurance.

Regarding the launching of this fintech service in Indonesia, there’s no official statement.

In Indonesia, Grab’s fintech services still related to the payment system. The new app provides payment options with a QR code scanner for Ovo at offline merchants.

Ovo Balance that already connected to Grab can pay for all services from transportation, food & package delivery, and grocery. It also used for electricity purchasing and payment, postpaid and credit bills.

GrabClub is still beta version

On the other hand, Grab hasn’t released the upgrade version of subscription package (formerly known as “GrabClub”). In December 2018, DailySocial had reported the presence of this feature in Indonesia. It is then disappeared and finally re-emerged since mid-March 2019.

Grab subscription feature
Grab subscription feature

Grab Indonesia’s representative said the subscription feature can be found in GrabRewards. Users can choose GrabFood promo package starts from Rp75 thousand and Rp125 thousand to subscribe for a month.

It was explained that this package contains voucher worth of Rp35 thousand valid for GrabFood purchases and a shipping fee of Rp5 thousand. If you choose a package that costs Rp 75 thousand, users will get a discount voucher for five transactions and 10 times for the shipping.

Then, there’s GrabExpress starts from Rp40 thousand valid for two weeks. In this package, users will get up to 50% discount of delivery and to be used for 20 transactions.

Previously, Grab said this subscription feature is a company’s weapon to overcome price wars with Gojek. The long-term strategy is believed to have a good retention rate in maintaining user loyalty.


Original article is in Indonesian, translated by Kristin Siagian

Application Information Will Show Up Here

Kemampuan Istimewa Kamera Huawei P30 Pro Diperlihatkan dalam Video Teaser

Dalam beberapa pekan terakhir, desas-desus kehadiran smartphone papan atas Huawei P30 berhembus dari berbagai media. Rumor dan bocoran bermunculan dan sebagian besar datang dari sumber yang tidak jelas. Beruntung kemudian muncul sebuah video teaser, bukan satu tapi tiga video yang sedikit banyak memberikan tanda-tanda bahwa Huawei P30 memang benar adanya dalam masa persiapan peluncuran.

Di sektor smartphone yang fokus di komponen kamera, Huawei terbilang berada di barisan terdepan. Dan itu yang tampaknya masih terus diupayakan oleh Huawei, setidaknya mempertahankan image tersebut. Sebagaimana terlihat dalam video-video teaser berikut ini.

Yang pertama, video memperlihatkan kemampuan kamera Huawei P30 Pro dalam membidik objek yang kekurangan cahaya. Mode malam dipamerkan mampu mengubah suasan yang gelap menjadi terang layaknya di siang hari.

Kedua, Huawei mengikuti langkah Oppo yang mengembangkan lensa dengan kemampuan zoom mengesankan. Terlihat dalam video bahwa smartphone terbaru Huawei memiliki kemampuan optical zoom yang juga tak kalah mengesankan, bahkan disebut sampai dengan 7,5x optical zoom dan 10x hybrid zoom.

Ketiga, video lainnya menampilkan fitur full view dan dan close-up yang bisa diubah ketika bidikan sudah diabadikan.

Terakhir, muncul juga video yang memperlihatkan seorang pembuat film Parker Walbeck yang tampak memotret memakai produk baru yang bukan buatan Samsung, bukan pula milik Apple. Tetapi hasil foto yang diterbitkan ke YouTube memperlihatkan kualitas yang sama baiknya.

Momentum yang tepat memunculkan dugaan bahwa smartphone yang dipakai Walbeck adalah Huawei P30, flagship terbaru keluaran Huawei yang akan menjadi lawan seimbang bagi iPhone dan Samsung Galaxy terbaru.

Sayangnya, teaser-teaser ini terasa kurang mengigit mengingat Huawei punya rekam jejak yang kurang mengenakkan terkait urusan hasil jepretan foto. Sebelumnya pabrikan asal Tiongkok itu dituding membohongi publik dengan memakai foto hasil jepretan kamera DSLR yang diklaim sebagai hasil potretan smartphone miliknya.

Di detik-detik akhir, beberapa video di atas juga memperlihatkan tempat dan waktu peluncuran Huawei P30 yang akan dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2019 di Paris.

Sumber berita PhoneArena.

Berkenalan Dengan Emago, Platform Cloud Gaming Dalam Negeri

Cloud gaming? Istilah ini mungkin terasa asing, tapi jangan salah kira bahwa ini adalah bermain game di atas awan. Istilah cloud gaming ini sebenarnya digunakan untuk menjelaskan cara baru bermain game, yaitu dengan streaming konten game dari komputer server ke komputer pengguna. Tak terbayangkan? Itulah teknologi, berkat teknologi banyak hal jadi dimungkinkan, bahkan memunculkan suatu jenis produk baru yang tidak terpikirkan atau terasa asing sebelumnya.

Bicara soal cloud gaming, selain Google yang baru rilis Stadia, Indonesia ternyata punya teknologi serupa. Produk tersebut bernama Emago, yang sekarang berubah nama menjadi Gameqoo setelah diakuisisi oleh Telkom Indonesia. Penasaran dengan teknologi yang mungkin bisa menjadi tren baru di dalam gaming, kami pun mewawancara CEO dari Emago Cloud Gaming, Izzudin Al Azzam. Berikut hasil bincang-bincang kami.

Cloud Gaming, Ketika Main Game Jadi Ringan Seperti Streaming Video

Meskipun teknologi ini telah menjadi buah bibir belakangan, namun saya sendiri sejujurnya masih belum paham bagaimana teknologi cloud gaming bekerja. Azzam lalu menjelaskan teknologi ini seperti menjelaskannya kepada anak umur lima tahun, agar bisa dipahami oleh saya yang kadang gagap teknologi ini.

Agar lebih jelas Azzam menjelaskannya dengan cara teknis, tapi versi lebih sederhana. Jadi intinya begini, ada sebuah PC Server yang menjalankan sebuah game. Lalu dengan menggunakan internet, game yang dijalankan pada PC Server ditayangkan atau di-stream ke komputer yang kita gunakan.

Jadi sebenarnya, teknis cloud gaming bisa dibilang hampir sama persis dengan streaming video. Perbedaan utamanya mungkin ada pada dua hal: 1) Cloud gaming memungkinkan kita memberi input kepada konten yang di-stream, 2) Tak seperti streaming video, server cloud gaming membutuhkan komputasi grafis.

Sumber:
Sumber: Dokumentasi Hybrid – Aji

Walau teknologi ini masih sangat baru, namun Azzam mengaku sudah mulai mengembangkan Emago sedikit demi sedikit sejak tahun 2016 akhir. Awal pengembangannya cukup sederhana, ia hanya bermodal satu PC yang kuat untuk main game, internet, dan PC biasa saja untuk streaming konten game dari PC tersebut. Percobaan tersebut ternyata berhasil dan Azzam akhirnya mencoba untuk scale up atau membesarkan basis teknologi tersebut.

Landasan permasalahan Azzam ketika membuat Emago sebenarnya cukup sederhana. Sebagai gamers ia merasakan keresahan tersendiri, yaitu game PC yang terus rilis baru secara rutin, dan memiliki harga yang cukup mahal. Mencoba mempelajari apa yang dilakukan oleh negara maju, akhirnya tercetuslah percobaan pembuatan cloud gaming, dan sampai akhirnya memunculkan brand Emago. Ia membuat hal ini dengan harapan agar gamers di berbagai belahan Indonesia bisa mengakses game dengan lebih mudah dan murah; tak perlu PC mewah, cukup satu kali bayar untuk main banyak game.

Tetapi sebagai ganti dari PC mahal dan harga berlangganan yang cukup terjangkau, Anda sebagai pengguna harus memiliki internet yang stabil untuk bisa bermain game pakai Emago. “Kita bahkan pernah coba main game pakai USB Stick PC, dan di situ Emago bisa berjalan. Tapi pastikan internet Anda stabil, sebab internet yang tak stabil tentu akan membuat pengalaman bermain Anda jadi tidak nyaman. Entah membuat konten streaming jadi lebih rendah kualitasnya, atau input kontrol Anda yang menjadi delay.” jawab Azzam.

Emago dan Tantangan Infrastruktur di Indonesia

Sumber:
Sumber: Pythian

Kalau kita bicara permasalahan startup teknologi di Indonesia, biasanya yang paling sering menjadi pembicaraan adalah soal tantangan infrastruktur. Kesulitan tantangan tersebut semakin meningkat, karena bentuk alami Indonesia adalah negara kepulauan. Dalam hal teknologi cloud gaming seperti Emago, hal ini sebenarnya adalah salah satu permasalahan utama. Mengapa? Karena cloud gaming membutuhkan infrastruktur internet yang mapan.

Tetapi, selalu ada berbagai sisi dari sebuah masalah, tergantung dari mana sudut pandang Anda melihatnya. Pada satu sisi, hal tersebut bisa jadi adalah masalah. Sementara pada sisi lain, hal tersebut bisa jadi sebuah peluang. Azzam berada di sisi satunya, yang menganggap bahwa permasalahan infrastruktur di Indonesia sebagai sebuah peluang.

Azzam mengutip Natali Ardianto, ex-CTO Tiket.com, membicarakan soal ini. “Kalau kalian bikin teknologi tapi infrastrukturnya sudah siap, kalian sudah pasti telat. Jadi kalian harus bikin teknologi saat infrastrukturnya belum siap, sebab butuh pembelajaran untuk mengembangkan hal tersebut.” kata Azzam kepada Hybrid.

Maka dari itu Azzam bersikukuh untuk mengembangkan Emago sejak dini, sejak saat infrastruktur internet di Indonesia masih menjadi masalah. Harapannya adalah, ketika infrastruktur internet Indonesia sudah mapan, produk cloud gaming buatannya sudah sempurna, dan bisa dinikmati oleh para pengguna.

Hal ini juga yang menjadi alasan kerjasama Emago dengan Telkom, demi memperkuat teknologi cloud gaming miliknya. Menurut Azzam, setidaknya ada dua hal esensial dalam mengembangkan cloud gaming, yaitu dari sisi hardware (PC server yang kuat), dan infrastruktur telekomunikasi (Internet).

Untuk soal hardware, Emago kini bekerja sama dengan Intel untuk menyediakan PC server yang kuat. Lalu untuk soal internet, mereka bekerja sama dengan Telkom agar teknologi cloud gaming mereka dapat berjalan dengan lancar, di atas infrastruktur internet Telkom.

Sumber:
Sumber: 9to5google

Masih bicara soal tantangan, hal selanjutnya yang harus dihadapi adalah persaingan. Seperti yang Anda tahu, Google hadir dengan produk cloud gaming bernama Stadia, Microsoft juga mengembangkan hal tersebut, belum lagi produk cloud gaming lain seperti Skyegrid, Vortex, dan lain sebagainya. Azzam cukup percaya diri menghadapi hal ini, karena apa yang ia lakukan semuanya berbasis di Indonesia.

“Tak usah khawatir soal lag atau delay ketika bermain dengan menggunakan Emago, karena semua infrastruktur kami berbasis di Indonesia. Server kami ada di Indonesia, ditambah lagi kami juga bekerja sama dengan Telkom Indonesia untuk urusan network. Jadi bisa dijamin pengalaman bermain Anda menggunakan Emago akan lebih lancar, jika dibandingkan produk cloud gaming lainnya.” Azzam menambahkan.

Cloud Gaming dan Ekosistem Esports

Sumber:
Sumber: LoL Esports Official Media

Bicara gaming di zaman sekarang, rasanya belum lengkap kalau tidak memasukkan topik seputar esports. Sampai saat ini, kompetisi esports dianggap menjadi salah satu alat marketing yang unik dalam industri game. Terutama untuk game yang sifatnya multiplayer dan kompetitif. Tambah lagi, kebanyakan game yang populer belakangan juga sifatnya multiplayer, kompetitif, dan butuh respon serba cepat.

Berlandaskan hal tersebut, saya jadi penasaran, bagaimana cara kerja cloud gaming untuk main game multiplayer? Apakah mungkin cloud gaming bisa digunakan untuk esports? Bisa atau tidak, Azzam mengatakan sebenarnya bisa saja, tapi bukan untuk saat ini.

Untuk bermain game multiplayer dengan teknologi ini, setidaknya ada tiga PC yang harus disambungkan dengan internet. Pertama PC sang pengguna, kedua PC server platform cloud gaming, ketiga PC server game multiplayer yang dimainkan. Jadi sederhananya, alur koneksi internet saat memainkan game multiplayer dengan cloud gaming adalah: Dari user, ke PC server cloud gaming, ke PC server game, kembali ke PC server cloud gaming, baru kembali ke PC user.

Sumber:
Sumber: Dokumentasi Hybrid – Aji

Proses yang cukup panjang bukan? Maka dari itu untuk sementara waktu, basis teknologi ini akan lebih maksimal jika digunakan untuk main game single-player. “Saya sudah sempat mencoba menggunakan teknologi ini untuk bermain Dota 2, dan ternyata ping yang dihasilkan bisa mencapai 200ms. Tentunya hal ini akan memberikan pengalaman bermain yang sangat tidak nyaman, maka dari itu menurut saya untuk sementara waktu cloud gaming belum siap untuk game esports.” ujar Azzam.

Menutup obrolan, saya mempertanyakan soal masa depan hubungan antara cloud gaming dengan esports. Akankah di masa depan kegiatan semua kegiatan esports menggunakan cloud gaming? Azzam cukup bijak dalam menjawab hal ini, menurutnya kalau hanya terbatas sampai casual player saja, bisa jadi. Tetapi kalau untuk professional use, kemungkinan besar akan tetap menggunakan hardware.

“Melihat perkembangan game yang lebih cepat daripada perkembangan hardware, maka menurut saya masa depan game kompetitif atau esports juga akan berada di cloud gaming. Nafas dari cloud gaming adalah filosofi sharing resource. Jadi dengan dibuatnya basis teknologi ini, harapannya agar semua orang punya akses lebih mudah dan ekonomis terhadap game, termasuk game esports. Tetapi kalau bicara untuk penggunaan professional, tentu akan beda lagi. Mereka pasti tetap butuh segala hardware yang terbaik untuk memaksimalkan permainan mereka.” Jawab Azzam memperjelas.

Mendengar penjelasan Azzam seputar Emago dan platform teknologi cloud gaming, membuka pikiran saya soal masa depan gaming dan platform teknologi cloud gaming. Maksudnya begini, kalau semua orang punya akses yang mudah dan ekonomis terhadap konten game, untuk apa harus memilih yang lebih mahal?

Namun kemudahan akses ini, untuk sementara waktu, datang dengan kompromi tertentu seperti: tidak bisa bermain mulus 144 FPS, kualitas grafis super jernih 4K, atau pengaturan grafis rata kanan. Tetapi saya setuju dengan apa yang dikatakan Azzam soal alasan dia mengembangkan teknologi ini sebelum infrastruktur di Indonesia siap.

Nantinya, kalau infrastruktur internet Indonesia sudah lebih mapan, teknologi cloud gaming diharapkan sudah sama majunya. Jadi, harapannya sudah tidak ada lagi kompromi-kompromi yang saya sebutkan di atas. Nantinya tak peduli siapapun Anda, di mana Anda tinggal, Anda tetap bisa bermain game dengan mulus memanfaatkan platform cloud gaming.

Vivo V15 Pro Diperkenalkan di Indonesia Secara Resmi, Kerja Sama dengan Telkomsel untuk Bundling

Ada yang menarik dari strategi Vivo merilis seri V15 di Indonesia. Yang pertama adalah jeda waktu antara versi ‘biasa’ dan versi pro, serta yang kedua adalah tentang info harga dan penjualan online yang lebih dulu dilakukan dari acara rilis resmi sendiri. Namun apa pun itu, Vivo 15 Pro akhirnya resmi diperkenalkan, hanya selang beberapa minggu dari peluncuran V15 versi ‘biasa’.

Pengenalan Vivo V15 Pro memang tidak semegah acara peluncuran Vivo V15, tidak pengumuman live stream di TV nasional dan tidak dilakukan di lokasi tertentu. Acara digelar di tempat ‘normal’ layaknya rilis produk kebanyakan, yaitu di Glass House – Ritz Carlton Jakarta pada tanggal 21 Mareet 2018. Namun meski begitu, ada beberapa hal menarik yang bisa kita bahas dari peluncuran Vivo V15 Pro di Indonesia.

Seperti yang disebutkan di atas, V15 Pro sendiri dirilis oleh Vivo tidak terlalu jauh dari V15, bahkan dalam satu bulan, tidak seperti seri V sebelumnya. Di acara rilis kemarin, pihak Vivo memang mengakui hal ini ketika salah satu audiens bertanya, dan mereka sedikit menjelaskan bahwa rilis berdekatan karena perubahan dinamis pasar setelah merilis versi ‘biasa’, Vivo ingin menangkap pasar yang masih hype dengan rilis V15.

Vivo V15 Pro

Untuk fitur sendiri, V15 Pro membawa prosesor Snapdragon 675 AIE, 6GB RAM 128GB ROM (tersedia dukungan upgrade sampai 256GB) lalu baterai 3700mAh dengan dual engine fast charging serta Funtouch OS 9.0 untuk UI (basisnya adalah Android 9.0). Sektor kamera diisi oleh kamera depan model pop up 32MP dan kamera belakang 3 buah masing-masing 48 million quad pixel sensor + 8MP AI super wide angle serta terakhir 5MP depth camera.

Sedangkan tampilan depan adalah layar 6.39 inci FHD+ dengan tipe super Amoled dan generasi 5 untuk teknologi in display fingerprint scanning.

Beberapa perbedaan dari V15 antara lain kamera utama yang hanya 24 million photosensitive units, layar lebih besar yaitu 6.53 inci, ROM hanya 64GB, fingerprint sensor masih terletak di bagian belakang body bukan di layar depan.

Untuk harga sendiri Vivo V15 Pro dijual dengan harga Rp5.699.000 dan penjualan di offline Vivo store dan mitra retail Vivo dan online di JD.id. Untuk yang membeli lewat toko resmi Vivo di JD.id dari 22 Maret sampai 5 April akan mendapatkan tambahan gift box senilai 1 juta rupiah, paket telkomsel 30GB dan garansi purna jual hinggal 2 tahun.

Nah, berbicara tentang harga, ada hal yang menarik lain yang bisa dibahas. Seperti yang saya sebutkan di atas, bahwa Vivo telah membuka gerbang pre-order beserta harga sehari sebelum peluncuran Vivo 15 Pro. Ditanya tentang hal ini, Vivo menyebutkan mereka ingin mencoba strategi baru. Meski memang agak terkesan jawabannya sedikit normatif, namun menjadi menarik ditengah persaingan rilis smartphone dua bulan belakang ini. Di hari yang sama saja, ada dua rilis produk smartphone.

Peluncuran Vivo V15 Pro memang terkesan fomalitas saja, tetapi Vivo tetap percaya diri, salah satunya adalah karena Vivo menyebutkan bahwa penjualan V15 cukup memuaskan dan kini mereka ingin menangkap minat akan versi pro dengan merilis versi V15 Pro.

Vivo V15 Pro

Sudah menjadi rutin juga ketika ada rilis smartphone baru, kata-kata berdasarkan riset konsumen akan dikeluarkan sebagai salah satu ‘ajian’ untuk memikat para awak media. Tidak terkecuali Vivo pun menyebutkan bahwa riset atas minat konsumen berpengaruh di perilisan Vivo V15 Pro ini. Termasuk kenapa rilisnya berdekatan dengan versi V15 ‘normal’ sampai dengan fitur yang mereka rilis, seperti 3 kamera belakang, belum tersedianya NFC sampai dengan kenapa masih memilih tipe USB bukan yang type C.

Vivo menyebutkan bahwa konsumen tertarik dengan fitur-fitur yang disediakan V15 Pro, konsumen yang menjadi target Vivo belum menginginkan NFC bagi perangkat mereka atau setidaknya kebutuhannya belum sebanyak fitur 3 kamera misalnya, dan untuk type C, Vivo menyebtukan bahwa konsumen Indonesia (red: setidaknya yang menjadi sasaran Vivo), masih belum terbiasa dengan type C.

Menutup artikel liputan untuk Vivo V15 Pro ini, ada satu hal menarik terakhir yang ingin saya bagikan, yaitu terkait bundling dengan Telkomsel. Vivo V15 Pro dikemas dengan paket bersama Telkomsel yaitu paket TAU 30GB.

Dalam penjelasan saat peluncuran, pihak Telkomsel diwakili oleh Basuki Ebtayani (General Manager Device Bulding & Customization Strategy Telkomsel) membagikan satu slide yang menarik untuk dicermati. Yaitu penjualan Vivo dengan paket Telkomsel yang memiliki tren bertumbuh sejak Q4 tahun 2017. Angka cukup besar yaitu 102% pertumbuhan pertahun dari Q4 2017 sampai dengan Q4 2018.

telkomsel vivo

Untuk pengalaman singkat atas V15 Pro sendiri, saya harus bilang bahwa ini smartphone yang cukup menarik. Memang dari segi harga dan spesifikasi ada beberapa kesamaan dengan perangkat yang lebih murah, namun di sisi lain ada kesamaan dengan perangkat yang lebih mahal. Namun fitur-fitur yang ada bagi saya cukup menarik, misalnya untuk urusan foto wide (seperti foto featured di artikel ini), meski bukan fitur baru di perangkat smartphone, namun hasil yang saya dapatkan di V15 Pro cukup baik dan menarik. Lalu untuk hasil foto malam, juga hasilnya tidak mengecewakan, meski memang harus diuji lebih lanjut. Untuk urusan performa, sekilas memang cukup menjanjikan, ini memang harus diuji lebih lanjut yang akan dituliskan dalam artikel review. Satu hal lain yang sempat saya rasakan adalah fingerprint di layar cukup baik dan cukup cepat.

Satu kekurangan yang cukup terasa saat mencoba beberapa hari produk ini adalah, smartphone ini ternyata agak berat saat menggunakan satu tangan. Namun layarnya yang lebar memang menjadi lebih nikmat saat menonton konten dan ketika bermain game.

Tunggu review Vivo V15 Pro di DailySocial. Semua foto yang tampil di artikel ini menggunakan smartphone Vivo V15 Pro dan berikut beberapa hasil kamera lainnya dari Vivo V15 Pro.

Vivo V15 Pro

Menggunakan fitur night mode.
Menggunakan fitur night mode.

Laporan LD FEB UI: Tahun 2018 Mitra Gojek Berkontribusi 44 Triliun Rupiah untuk Perekonomian Indonesia

Berawal dari layanan ride-hailing, Gojek kini bertransformasi menjadi aplikasi untuk pembayaran, pengiriman barang hingga pemesanan berbagai kebutuhan. Bukan hanya mengajak lebih banyak masyarakat mengadopsi teknologi, Gojek juga sudah memudahkan pelaku UKM mempromosikan dan menjual produk secara cepat dan lebih mudah.

Untuk melihat peranan dan efek yang ditimbulkan oleh Gojek kepada mitra hingga pelaku UKM di Indonesia, Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) memaparkan hasil riset terbarunya yang bertajuk “Dampak Gojek terhadap Perekonomian Indonesia pada Tahun 2018”. Hasil Riset LD FEB UI ini menemukan kontribusi mitra Gojek dari empat layanan, yaitu layanan Go-Ride, Go-Car, dan Go-Food kepada perekonomian Indonesia mencapai 44,2 triliun Rupiah.

“Secara langsung Gojek sudah memudahkan pelaku UKM secara khusus untuk meningkatkan penjualan memanfaatkan aplikasi. Mulai dari pemesanan hingga pembayaran non-tunai,” kata Wakil Kepala LD FEB UI Paksi Walandouw.

Meningkatkan taraf hidup mitra

Survei yang dilakukan oleh LD FEB UI mengacu kepada total sampel sebanyak 6 ribu lebih responden yang terdiri dari 3886 mitra Go-Ride, 1010 mitra Go-Car, 1000 mitra Go-Resto dan 836 gabungan dari mitra Go-Life dan Go-Clean. Wilayah survei yang dilakukan oleh LD FEB UI untuk semua mitra kecuali mitra Go-Life berasal dari Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Balikpapan, Makassar dan Palembang.

Sebagai layanan yang menjadi pembuka jalan bagi layanan lainnya, Go-Ride telah memberikan kontribusi sebesar 16,5 triliun Rupiah per tahun ke perekonomian Indonesia pada 2018. Untuk mitra yang bergabung rata-rata sebelumnya memiliki penghasilan sekitar 1 juta Rupiah, setelah bergabung menjadi mitra Gojek mengalami peningkatan hingga 6 juta Rupiah. LD FEB UI mencatat penghasilan rata-rata mitra Go-Ride di Jabodetabek adalah 4,9 juta Rupiah. Sementara mereka yang tinggal di luar Jabodetabek 3,8 juta Rupiah.

Hal serupa juga terjadi dengan mitra Go-Car, yang kebanyakan memiliki latar belakang lebih tinggi dari mitra ride-hailing roda dua Gojek. Penghasilan mitra Go-Car berkontribusi 8,5 triliun Rupiah per tahun ke perekonomian Indonesia di tahun 2018.

Secara demografi LD FEB UI mencatat, 66% mitra pengemudi berusia 21-40 tahun. Sebanyak 71% mitra pengemudi memiliki tingkat pendidikan SMA ke bawah, 43% mitra pengemudi sebelumnya pernah bekerja menjadi karyawan swasta dan 90% mitra pengemudi memiliki tanggungan. Setelah bergabung menjadi mitra Gojek, penghasilan rata-rata mereka meningkat menjadi 42%. Sementara pengeluaran rata-rata mitra pengemudi meningkat 32% setelah bergabung menjadi mitra Gojek.

Membantu mitra mengadopsi teknologi

Sementara itu untuk layanan yang saat ini makin digemari oleh pengguna dan terpisah dari aplikasi induk di Gojek yaitu Go-Life, sudah memberikan kontribusi sekitar 1,2 triliun Rupiah per tahun ke perekonomian Indonesia di tahun 2018. LD FEB UI juga mencatat meskipun masih terbatas di beberapa wilayah, Go-Life juga didominasi oleh mitra yang 95% berasal dari kalangan perempuan, sangat relevan dengan beberapa layanan yang ditawarkan oleh Go-Life.

Setelah bergabung menjadi mitra Go-Life LD FEB UI mencatat, penghasilan rata-rata meningkat menjadi 72%. Sementara pengeluaran mitra meningkat 19% setelah bergabung menjadi mitra Go-Life. Omzet mitra UKM Go-Food berkontribusi 18 triliun RUpiah per tahun. Para mitra yang bergabung bisa mendapatkan keuntungan sekitar 15 juta Rupiah.

Yang menjadi fokus utama dari LD FEB UI adalah bagaimana Gojek sudah membantu pelaku UKM khususnya industri kuliner untuk memasarkan, mempromosikan hingga melakukan transaksi secara online. Bukan hanya menambah jumlah pelanggan lebih luas lagi jangkauannya, Gojek juga sudah mengajarkan pelaku UKM dan pengguna untuk melakukan transaksi secara non-tunai.

Sebanyak 75% responden UKM juga telah menerapkan pembayaran non-tunai setelah menjadi mitra dari Go-Food. Sementara itu 93% mitra UKM langsung go online dengan alasan menjadi mitra dari Go-Food. LD FEB UI juga mencatat, 72% mitra UKM klasifikasi “usaha mikro” dengan omzet 300 juta Rupiah per tahun.

Teknologi dinilai telah membantu pelaku UKM membuka jaringan dan menambah jumlah pelanggan. LD FEB UI mencatat 90% mitra bergabung dengan Go-Food untuk meningkatkan pemasaran, 78,5% mitra bergabung untuk mengadopsi perkembangan teknologi.

Application Information Will Show Up Here

E-commerce Fesyen Pomelo Segera Rilis Gerai Offline dan Layanan COD “Pomelo Pick Up”

E-commerce fesyen asal Thailand Pomelo segera merilis gerai offline pertamanya di Indonesia dan menghadirkan layanan COD bernama “Pomelo Pick Up” pada tahun ini. Peningkatan bisnis yang signifikan memutuskan perusahaan untuk terus melancarkan penetrasinya.

Co-Founder dan CEO Pomelo David Jou menjelaskan sebenarnya tidak hanya di Indonesia rencana tersebut bakal dilancarkan, tapi juga di Singapura. Kedua negara ini dinilai memiliki peningkatan bisnis yang signifikan terhadap perusahaan secara keseluruhan, mesti David tidak menyertakan datanya.

Thailand masih menjadi kontributor bisnis Pomelo secara keseluruhan. Secara total, Pomelo beroperasi di enam negara, tiga negara lainnya yakni Malaysia, Hong Kong, dan Filipina. Perusahaan pertama kali beroperasi di Thailand pada 2014, dua tahun kemudian masuk ke Indonesia.

“Gerai standalone pertama kita di Singapura di Orchard Rd. akan jadi terbesar dari semua gerai yang kita miliki, luasnya lebih dari 7 ribu meter persegi. Di Indonesia, kemungkinan akan dirilis akhir tahun ini lokasinya di Jakarta,” katanya kepada DailySocial.

Menurutnya, kehadiran gerai flagship ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengimplementasikan konsep O2O. Pengalaman berbelanja offline akan melengkapi perjalanan konsumen belanja secara keseluruhan. Konsumen bisa merasakan langsung kualitas barang yang akan mereka beli.

Untuk melengkapi gerai offline, secara bersamaan Pomelo segera merilis layanan COD “Pomelo Pick Up” yang akan segera hadir juga di Singapura dan Indonesia. Konsumen dapat berbelanja produk sebanyak-banyaknya lewat aplikasi Pomelo dan menentukan gerai tertentu sebagai titik pengiriman.

Gerai tersebut adalah mitra Pomelo. Di sana konsumen dapat mencoba seluruh pesanannya, tanpa harus membayar sama sekali. Mereka hanya perlu membayar atas barang yang disuka dan mengembalikan langsung di gerai tersebut apabila ada yang kurang sesuai selera.

“Konsep ini sangat convenience buat konsumen karena kami ingin memastikan mereka senang dengan apa yang dibeli.”

Sebagai gambaran, konsep COD ini sudah diterapkan di Thailand. Pomelo bekerja sama dengan 23 peritel untuk titik pengiriman yang bisa konsumen pilih. Adapun gerai offline milik Pomelo tersebar di tujuh titik yang bisa dijangkau konsumen.

Rencana lainnya

Sebagai perusahaan teknologi, Pomelo mengerjakan seluruh manufaktur, pengiriman, supply chain, retailing, desain, yang terintegrasi dan in-house. Manufaktur terbesar berada di Thailand dan Tiongkok. Di dua negara ini seluruh produk Pomelo dibuat.

David mengklaim tiap minggunya, perusahaan mampu membuat ratusan unit pakaian setiap minggunya yang siap dikirim sesuai masing-masing target pasarnya. Pengiriman dilakukan sepenuhnya dari Thailand, hingga kini Pomelo tidak memiliki gudang sendiri di Indonesia atau di negara manapun untuk persingkat waktu pengiriman.

Kendati demikian, David mengutarakan pihaknya belum memiliki rencana lebih dalam untuk mengembangkan perusahaan ke industri pendukung seperti logistik atau fintech.

“Fokus kami masih mencari solusi bagaimana memberikan pengalaman terbaik konsumen saat berbelanja fesyen. Pomelo secara rutin akan merilis produk yang sifatnya seasonal, seperti khusus menyambut momen Ramadan dan modest wear.”

Agar kontribusi bisnis Pomelo semakin meningkat, David mengatakan pihaknya akan merekrut lebih banyak tim lokal. Saat ini tim lokal perusahaan baru sekitar 10 orang yang bergerak di bidang marketing dan public relation.

Di samping itu, membuka channel penjualan baru agar Pomelo semakin mudah diakses. Sebagai layanan e-commerce yang menganut konsep omnichannel, Pomelo tidak hanya bisa diakses lewat situs atau aplikasinya sendiri, tapi juga tersedia di JD.id dan Zalora.

JD.com merupakan investor Pomelo yang masuk lewat pendanaan seri B sebesar US$19 juta pada November 2017. Investor lainnya yang masuk dalam putaran tersebut adalah Provident Capital Partners.

Application Information Will Show Up Here

NXL Mobile Esports Cup, Bentuk Komitmen NXL Kembangkan Esports Indonesia

Menyikapi perkembangan esports yang pesat belakangan, NXL baru-baru ini menggelar sebuah kompetisi untuk menyaring bakat-bakat baru di dunia esports. Kompetisi tersebut bernama NXL Mobile Esports Cup 2019, yang digelar pada akhir pekan lalu, Minggu, 17 Maret 2019.

NXL Mobile Esports Cup 2019 mempertandingkan dua cabang game, yaitu Mobile Legends dan PUBG Mobile. Mempertandingkan dua game yang memang sedang populer belakangan, turnamen tersebut berhasil menarik antusiasme para gamers. Tercatat, lebih dari 1000 orang lebih mendaftar untuk turut serta dalam kompetisi ini.

Sumber: Dokumentasi Resmi NXL
Sumber: Dokumentasi Resmi NXL

Setelah pertandingan sengit, ada tim VINS keluar sebagai jawara dari kategori Mobile Legends. Sementara dari kategori PUBG Mobile ada tim WAW yang keluar sebagai juara. Masing-masing juara mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp25 juta. Lalu untuk peringkat kedua dan ketiga, mereka masing-masing menerima hadiah sebesar Rp15 juta dan Rp10 juta.

Melihat antusiasme dari para pemain dengan kompetisi ini, Richard Permana selaku CEO NXL pun turut berkomentar. “Turnamen yang dibuka untuk umum itu, diharapkan bisa memunculkan tim ataupun nama-nama baru di esports. Harapannya mereka nantinya bisa menjadi calon-calon atlet esports di masa mendatang.”

Memang menjadi atlet esports di zaman sekarang terbilang lebih menjanjikan dibandingkan di zaman dahulu. Salah satu alasannya adalah, esports yang kini telah menjadi cabang olahraga resmi di SEA Games. Sebelumnya esports juga sudah menjadi cabang eksibisi di Asian Games 2018. Hal tersebut juga menjadi faktor lain, yang meningkatkan kepercayaan khalayak terhadap karir sebagai pemain esports.

Sumber: Dokumentasi Resmi NXL
Sumber: Dokumentasi Resmi NXL

Gelaran ini juga semakin lengkap dengan kehadiran Charles Honoris, anggota Komisi I DPR. Melihat semaraknya gelaran NXL Mobile Esports, Charles juga turut memberikan komentarnya. “Tentunya harapan saya, atlet Esports Indonesia bisa bersaing bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat internasional. Kalau nanti sampai dipertandingkan di Asian Games berikutnya (Hangzhou 2022), dan kalau jadi di Olimpiade, saya rasa ada kesempatan yang baik bagi atlet-atlet Indonesia untuk bisa mengharumkan nama bangsa melalui Esports.”

Kompetisi ini juga digelar sebagai bentuk komitmen NXL dalam mengembangkan esports di Indonesia. Maka dari itu, turnamen ini juga jadi ajang untuk memperkenalkan NXL Esports Center. Fasilitas latihan esports milik NXL tersebut nantinya akan di The Breeze, BSD City. Fasilitas ini dibangun, agar para gamers bisa belajar dan menguji kemampuan untuk menjadi atlet esports yang sesungguhnya.

Sumber: Dokumentasi Resmi NXL
Sumber: Dokumentasi Resmi NXL

“Kami melihat BSD City sebagai wadah komunitas digital dan creative. NXL tidak ingin ketinggalan dan akan memulai Esports Training Centre di The Breeze, BSD City. Nantinya di sana kami akan memberikan pelatihan bagi gamers yang ingin menjadi lebih baik. Tidak hanya hard skill, namun juga soft skill, ada edukasi yang akan kami berikan dalam pelatihan.” Ucap Richard Permana terkait persiapan program latihan di NXL Esports Center.

Kehadiran NXL Esports Center tentu menjadi angin segar bagi gamers di Indonesia. Memang setelah esports kini melesat dengan cukup jauh, hal yang harus dipikirkan selanjutnya adalah soal regenerasi, soal keberlanjutan ekosistem esports. Harapannya adalah, kehadiran training center seperti ini nantinya bisa menjadi wadah pengembangan bakat bermain game, dan bisa memunculkan bibit baru di dunia esports.