Komunitas Difabel Ini Gunakan Mobile Legends untuk Pererat Tali Silaturahmi

Tak dapat dipungkiri bahwa pandangan masyarakat terhadap gamer di masa lalu terbilang lekat dengan stigma negatif. Sering kali para gamer dianggap anti sosial, tidak bisa bergaul, bahkan NEET. Tapi kini semua sudah berubah. Game kompetitif di zaman modern telah menjadi wadah kaum muda untuk berteman dan bersosialisasi, bahkan menjadi lahan mata pencaharian dalam wujud esports profesional.

Ketika kita masuk ke dalam dunia game, batasan-batasan di dunia nyata seolah tak berlaku lagi. Semua setara, sama-sama pahlawan yang punya kesempatan untuk menunjukkan keahliannya. Keterbatasan fisik pun jadi kehilangan makna, yang ada hanya kegembiraan dan keseruan berjuang bersama teman untuk mengalahkan lawan.

DLT Esports - Gathering
DLT Esports mengadakan acara buka puasa bersama | Sumber: DLT Esports

DLT Esports merupakan salah satu contoh dari asyiknya dunia game kompetitif itu. Berasal dari Semarang, DLT Esports adalah nama sebuah komunitas Mobile Legends yang berdiri pada bulan Juli 2018. Uniknya, para anggota DLT Esports ini terdiri dari pemain-pemain difabel, tepatnya tuna rungu. DLT Esports sendiri merupakan singkatan dari nama Deaf Legend Team Esports.

Meski para anggota DLT Esports memiliki difabilitas, itu sama sekali tak menjadi penghalang mereka untuk tetap bersemangat dan selalu ceria. Mereka juga sangat menggemari dan menikmati permainan Mobile Legends: Bang Bang. Setiap bulan, mereka mengadakan kegiatan gathering untuk bermain bersama setidaknya dua kali. Bagi DLT Esports, Mobile Legends adalah wadah untuk berkumpul bersama teman-teman sejawat, dan di bulan Ramadhan ini menjadi kegiatan alternatif untuk menunggu datangnya waktu berbuka.


View this post on Instagram

Meet one of MLBB Family! 😉😉 . 🎉 DLT Esports 🎉 . Komunitas Mobile Legends: Bang Bang khusus Tuna Rungu yang berasal dari kota Semarang! 😆😁😍 . Komunitas yang berdiri sejak Juli 2018 ini telah memiliki total anggota sebanyak 23 orang 😎👊 . 🙏🙏 Kami segenap tim Mobile Legends: Bang Bang sangat senang bahwa Game yang kami kembangkan, dapat dinikmati dan dapat menjadi salah satu sarana solidaritas 😉💖💞 . Tidak pernah terlambat untuk memulai, dan tidak ada kata “Tidak Bisa” bagi mereka yang terus berjuang 😆😆💪 . Keep growing and never hesitate to ask for community supports from Mobile Legends: Bang Bang! 👊👊👊🔥 (Min Pon~) ♪ヽ(*´∀`)ノ . #MLBB #MobileLegendsBangBang #MobileLegends #MLBBCommunity #KomunitasMLBBIndonesia #MLBBIndonesia

A post shared by Mobile Legends: Bang Bang (ID) (@realmobilelegendsid) on

Beberapa kegiatan gathering tersebut misalnya telah digelar pada tanggal 9 – 11 November 2018 lalu. Bila Anda lihat videonya yang diunggah di akun Instagram resmi Mobile Legends Indonesia, terlihat betapa serunya para anggota DLT Esports bermain sambil berdiskusi menggunakan bahasa isyarat. Pihak Moonton memang telah mengapresiasi komunitas ini dengan cara mempromosikannya di akun-akun media sosial resmi mereka.

Di dunia olahraga, keberadaan atlet-atlet difabel memang bukan hal baru. Tapi hebatnya esports dibandingkan olahraga konvensional adalah dalam esports atlet-atlet difabel dapat bertanding sejajar dengan atlet-atlet pada umumnya. Di dunia Street Fighter misalnya, ada beberapa nama terkenal seperti Blind Warrior Sven yang ahli memainkan Ken walaupun tuna netra. Ada juga Brolylegs, pemain dengan kelainan tangan dan kaki yang sekarang bahkan sedang bermain di liga profesional Street Fighter League Pro-US.

DLT Esports - Gathering 2
Kegiatan DLT Esports di bulan Februari 2019 lalu | Sumber: DLT Esports

DLT Esports pun di akun Instagram mereka juga pernah berkata bahwa mereka melakukan latihan untuk mengikuti turnamen Mobile Legends khusus Semarang. Semoga saja DLT Esports bisa terus meningkatkan kemampuannya, dan maju menjadi salah satu tim esports berprestasi di Indonesia. Siapa tahu di Mobile Legends Professional League nanti, ternyata DLT Esports bisa menjadi juaranya.

BOOM.ID dalam Kualifikasi Dota 2 Epicenter Major Sejauh Ini

Setelah MDL Disneyland selesai diselenggarakan pekan lalu, pertandingan Major akan kembali hadir dalam waktu dekat. Pekan ini, adalah kualifikasi Epicenter Major yang sedang terselenggara. Gelaran utama Epicenter Major sendiri akan dilaksanakan pada 22-30 Juni 2019 mendatang, tetapi fase kualifikasi sudah terselenggara sejak 16 Mei 2019 kemarin.

Dalam gelaran ini, BOOM.ID kembali menjadi salah satu peserta, diundang bertanding ke dalam fase closed qualification Epicenter Major. Selain BOOM.ID, ada juga EVOS yang dipunggawai oleh Muhammad “InYourDream” Rizky dan kawan-kawan. Kualifikasi terbagi ke dalam dua fase, fase grup dan fase bracket.

Pada fase grup, penampilan BOOM.ID terbilang cukup kuat. Dengan pertandingan best of 1 round robin, BOOM.ID bisa dengan mudahnya menyantap hampir semua tim peserta lainnya. Tim yang punya nama di kancah SEA seperti Geek Fam, Mineski, dan WG.Unity, bisa dikalahkan dengan cukup mudahnya.

BOOM Minor 3 #3

Namun sayang, lagi-lagi BOOM.ID masih tergelincir ketika harus melawan Fnatic dan juga TNC Predator. Kedua tim tersebut memang masih menjadi batu sandungan terbesar bagi BOOM.ID ketika bertanding di tingkat Asia Tenggara. TNC Predator selaku pemuncak klasemen sudah langsung lolos ke Epicenter Major, sementara BOOM.ID harus melanjutkan pertandingan. 

Tersisa satu slot lagi, BOOM.ID harus bertanding dalam fase bracket bersama 4 tim lainnya. Ada Fnatic, Geek Fam, dan Power of MYSG+AU yang berisikan Chan “WinteR” Litt Binn dan kawan-kawan. Sejauh ini, performa permainan BOOM.ID mengalami peningkatan yang cukup positif. Terakhir kali, pada OGA Dota PIT Minor, Randy “Dreamocel” Saputra dan kawan-kawan berhasil lolos sampai fase bracket. Mereka berhasil kalahkan beberapa tim besar seperti EHOME dan juga Ninja in Pyjamas.

Dalam wawancara bersama vpesports, Dreamocel mengatakan, salah satu alasan peningkatan performa ini adalah karena kehadiran sports psychologist yang membantu mereka. Aspek psikologi sebenarnya memang merupakan salah satu hal yang penting untuk diperhatikan oleh seorang atlet esports. Saya sempat berbincang dengan Yohannes Paragian, VP Esports tim EVOS Esports, membahas soal aspek psikologi dari seorang atlet esports yang kerap terlupakan oleh sebuah organisasi esports. Ini tentu adalah sebuah kemajuan, melihat BOOM.ID atau EVOS yang akan merekrut sports psychologist, demi menajamkan mental para atlet-atlet esports Indonesia.

Sumber: Twitter @dotasltv
Sumber: Twitter @dotasltv

Satu hal yang juga saya penasaran adalah, bagaimana cara kerja sosok sports psychologist ini di dalam sebuah tim? Brando Oloan, manajer tim Dota 2 BOOM.ID menceritakan secara singkat soal peran yang satu ini. “Untuk performa tim, psikolog berguna untuk memberi kita perspektif yang objektif, karena sang psikolog yang sifatnya adalah sebagai observer. Kalau curhat satu sama lain, kadang jadinya malah subjektif. Kehadiran psikolog membantu menyamakan pikiran, mengarahkan para pemain agar berpikir bahwa ‘we’re on the same boat’.”

“Kalau cara kerjanya, kurang lebih sih konsultasi, diskusi, dan sharing-sharing aja.” Kata Brando menceritakan cara kerja sports psychologist di dalam tim mereka. Terkait peluang lolos, Brando cukup yakin bahwa mereka bisa lolos dalam kualifikasi yang satu ini. “Gue yakin sama kinerja anak-anak sekarang, jadi gue yakit kita bisa lolos ke major, Amin!”

Kualifikasi major berlangsung pada siang hari ini. Jika ingin menyaksikannya, Anda bisa langsung pergi ke kanal Twitch resmi Epicenter. BOOM.ID akan melawan Power of MYSG+AU, lalu setelahnya akan melawan Fnatic jika menang, atau Geek Fam jika kalah dan tergelincir ke lower bracket.

Lewat Program Unlock Your Creativity, OPPO Beri Kesempatan Konsumen Untuk Dapatkan Reno Lebih Awal

Tak lama lagi, smartphone terbaru dari OPPO yaitu Reno series akan diperkenalkan secara resmi di Indonesia. Sebelumnya, OPPO sendiri telah mengadakan beberapa acara yang menjelaskan teknologi kamera dan menguji performa dari smartphone Reno series.

Buat yang terlanjur penasaran dengan perangkat ini, kalian bisa mengikuti program program bertajuk ‘Unlock Your Creativity‘. Pada program ini, OPPO mengandeng partner eksklusif Blibli.com dan Anda berkesempatan untuk mendapatkan smartphone OPPO Reno lebih awal sebelum resmi diperkenalkan dengan harga spesial.

Halaman-registrasi-OPPO-Reno

Unlock Your Creativity merupakan sebuah kegiatan yang kami ciptakan untuk memenuhi rasa keingintahuan konsumen kami mengenai perangkat OPPO Reno sekaligus memberikan kesempatan mereka untuk mendapatkan perangkat ini lebih awal. Untuk mengikuti aktifitas ini, konsumen cukup mendaftarkan diri melalui http://opporeno.oppomobile.id/, nantinya akan ada 100 orang yang terpilih untuk mendapatkan perangkat ini terlebih dahulu.” Aryo Meidianto, PR Manager OPPO Indonesia.

Program Unlock Your Creativity akan berlangsung pada periode 17 Mei hingga 20 Mei 2019. Konsumen dapat melakukan pendaftaran dengan mengisi data diri, kemudian nantinya akan dipilih oleh sistem untuk dapat membeli perangkat Reno dengan harga spesial.

Pengumuman 100 konsumen terpilih akan dilakukan pada 21 Mei, mereka dapat membeli perangkat melalui email dan juga akun media sosial @OPPOIndonesia dan @Bliblidotcom. Saya pribadi sangat penasaran dengan kemampuan 10x hybrid zoom yang ditawarkan oleh Reno 10x Zoom, serta Snapdragon 855 yang menjadi dapur pacunya dan keunikan kamera depan berbentuk pivot rising yang akan keluar menyerupai sirip hiu jika diaktifkan.

Selain itu, OPPO Reno mengusung layar AMOLED panoramic fullscreen dengan luas 6,4 inci. Reno juga dilengkapi dengan sistem operasi ColorOS 6.0 berbasis Android 9.0 Oreo. Sistem operasi ini membawa fitur unggulan seperti hyperboost 2.0 yang dapat mebuat pengalaman bermain game lebih baik lagi. Satu lagi, Reno akan hadir dalam dua varian warna yaitu Ocean Green dan Jet Black.

Disclosure: Artikel ini adalah advertorial yang didukung oleh OPPO.

Asus ZenFone 6 Unggulkan Layar Bebas Notch dan Mekanisme Rotating Camera yang Pandai

2019 belum berjalan separuh, akan tetapi kita sudah bisa menerka tren yang sedang naik daun di ranah smartphone. Sejauh ini yang paling kelihatan adalah bagaimana pabrikan-pabrikan mencari alternatif yang lebih baik terhadap notch, entah dengan mengadopsi layar hole punch seperti Galaxy S10, atau dengan kamera pop-up macam OnePlus 7 Pro.

Buat pabrikan seperti Asus, menyiapkan alternatif yang lebih baik dari notch merupakan salah satu pekerjaan rumah yang harus segera dibereskan, apalagi mengingat ZenFone 5 merupakan salah satu dari sederet ponsel pertama yang bergerak cepat meniru tren notch yang dipopulerkan oleh iPhone X.

Beruntung Asus telah menyelesaikan PR-nya, dan dari situ lahirlah ZenFone 6. Seperti yang bisa kita lihat, layar ZenFone 6 benar-benar terbebas dari notch maupun lubang kamera depan, serta hanya menyisakan sedikit bezel di bawah. Apakah ini berarti ia juga mengadopsi kamera pop-up? Ya, tapi bukan seperti yang OnePlus atau Oppo terapkan.

Asus ZenFone 6

Pendekatan yang diambil Asus justru mirip seperti yang Samsung lancarkan pada Galaxy A80, yakni dengan memanfaatkan mekanisme rotating camera. Ini berarti tidak ada perbedaan kualitas dari hasil jepretan kamera belakang maupun depan ZenFone 6, sebab kamera yang digunakan memang sama persis.

Jadi ketika pengguna hendak mengambil selfie, modul kameranya akan berputar 180 derajat menghadap ke depan. Modulnya sendiri terbentuk dari dua kamera: satu dengan sensor Sony IMX beresolusi 48 megapixel, satu lagi 13 megapixel namun dengan lensa wide-angle. Demi ketahanan ekstra, modul kamera ini dikemas menggunakan material liquid metal.

Menariknya, Asus juga memikirkan cara untuk memberikan nilai lebih pada konsep rotating camera ini. Contohnya adalah mode pemotretan panorama otomatis di mana pengguna hanya perlu memegang ponsel dan membiarkan modul kameranya berputar secara perlahan selagi mengambil gambar. Contoh lain, modul kameranya juga bisa bergerak-gerak sendiri ketika fitur motion tracking diaktifkan selagi merekam video.

Asus ZenFone 6

Tanpa gangguan notch, pengguna otomatis bisa menikmati konten yang ditampilkan dengan lebih lega. Di sini Asus mengandalkan panel IPS LCD 6,4 inci beresolusi 2340 x 1080 pixel. Memang bukan yang paling tajam dari segi resolusi, apalagi jenisnya juga bukan OLED, tapi setidaknya layar ini sudah mendukung 100% spektrum warna DCI-P3, HDR10, serta dilapisi kaca Gorilla Glass 6.

Meski demikian, sama seperti sebelum-sebelumnya, ZenFone 6 tetap tidak mau berkompromi perihal spesifikasi. Qualcomm Snapdragon 855 lagi-lagi terpilih menjadi otaknya, sama seperti ponsel flagship lain yang dirilis di tahun 2019 ini. Untuk RAM dan storage, varian termahalnya mengandalkan kombinasi RAM 8 GB dan storage 256 GB.

Asus ZenFone 6

Yang cukup mencengangkan adalah bagaimana Asus berhasil menjejalkan baterai berkapasitas 5.000 mAh pada ZenFone 6. Sayangnya tidak ada dukungan wireless charging di sini, dan secara keseluruhan ZenFone 6 juga tidak mengantongi sertifikasi ketahanan air sama sekali.

Rencananya, Asus ZenFone 6 bakal segera dipasarkan dengan banderol mulai 499 euro untuk varian termurah dengan konfigurasi RAM 6 GB dan storage 128 GB. Sejauh ini belum diketahui kapan Asus bakal membawanya ke Indonesia.

Sumber: The Verge.

Gameloft Gandeng Xiaomi dan ESL, Gelar Turnamen Esports Asphalt 9: Legends

Gameloft dan Xiaomi lewat brand Black Shark baru-baru ini mengumumkan turnamen esports baru bertajuk Asphalt Esports Series. Sesuai judulnya, turnamen esports ini menggunakan game terbaru Gameloft yaitu Asphalt 9: Legends yang tersedia untuk platform iOS, Android, serta Windows 10. Ini adalah pertama kalinya Gameloft menggelar turnamen untuk seri Asphalt yang sangat populer.

Fase kualifikasi Asphalt Esports Series akan berjalan mulai tanggal 20 Mei 2019, dengan partisipan berasal dari pemain-pemain top 9 negara berbeda: Perancis, Jerman, India, Italia, Jepang, Korea Selatan, Spanyol, Inggris Raya, dan Amerika Serikat. Mereka dipilih berdasarkan peringkat tertinggi di dalam game Asphalt 9: Legends. Setelah melalui babak kualifikasi, pemain-pemain yang lolos akan terbang ke Jerman untuk menjalani babak Grand Final di acara Gamescom, bulan Agustus nanti.

Xiaomi Black Shark 2
Xiaomi Black Shark 2 | Sumber: Engadget

Gameloft bekerja sama dengan ESL yang merupakan esports organizer terbesar dunia untuk menggelar turnamen ini. Selain itu, Xiaomi juga akan menyediakan gaming smartphone terbaru mereka, Xiaomi Black Shark 2, sebagai perangkat gaming resmi di turnamen. Peserta yang menjadi juara berhak membawa pulang uang hadiah senilai 20.000 Euro, atau sekitar Rp323,6 juta.

Meski baru pertama kalinya digelar secara resmi oleh Gameloft, sebetulnya ESL sudah pernah menggelar turnamen esports Asphalt 9: Legends. Baru saja di bulan Maret lalu mereka mengumumkan turnamen bertajuk ESL Mobile Open yang mengusung tiga game sekaligus, yaitu Asphalt 9: Legends, Clash of Clans, dan PUBG Mobile. ESL bekerja sama dengan AT&T dalam turnamen tersebut.

Tahun pertama ESL Mobile Open akan terdiri dari tiga season, dan season pertama sudah mulai berjalan sejak 18 Maret. Babak final dari season pertama ini nantinya akan menjadi bagian dari acara esports Dreamhack Dallas. Season 2 dan 3 juga mendapat panggung yang tak kalah besar, yaitu di ESL One New York serta Dreamhack Atlanta.

Popularitas Asphalt 9: Legends memang begitu tinggi di kalangan penggemar mobile game. Hanya seminggu sejak dirilis, game ini dilaporkan telah memperoleh angka unduhan sebanyak 4 juta kali. Keterangan di Google Play pun menunjukkan bahwa game ini telah diunduh lebih dari 10 juta kali, meskipun tidak ada informasi angka pastinya.

Dengan popularitas sedemikian besar, wajar saja bila Asphalt 9: Legends kemudian tumbuh menjadi sebuah cabang esports. Akankah Asphalt 9: Legends mendorong esports bertema balap mobil berkembang pesat di platform mobile?

Sumber: Android Authority, ESL

Dicoding Pertajam Fitur Job Marketplace, Bantu Perusahaan Temukan Lulusan Terbaik

Dicoding, startup edukasi dan komunitas pemrograman, mempertajam fitur job marketplace yang baru dirilis pada tahun ini agar semakin memberikan dampak positif demi mengurangi ketimpangan antara kebutuhan industri dengan talenta berkualitas.

Co-Founder dan CEO Dicoding Narenda Wicaksono menjelaskan, situs job marketplace ini dibutuhkan oleh tiap perusahaan yang ingin mencari talenta IT. Menurut hasil riset yang ia kutip, dari seluruh lulusan IT di Indonesia, hanya 7% di antaranya yang bekerja di perusahaan IT yang diinginkan.

Ditambah lagi, mengacu pada survei internal yang dibuat Dicoding bulan lalu untuk 150 ribu developer IT di 460 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, hanya 56% SDM IT yang sukses mendapatkan karier sebagai IT developer atau engineer di perusahaan.

Sedangkan 44% sisanya masih bekerja lepas. Salah satu penyebabnya karena tertinggalnya kemampuan yang dimiliki lulusan IT dan belum sesuai dengan kebutuhan industri terkini.

Survei menyebutkan, meski mayoritas responden merupakan lulusan IT, tapi dua dari tiga orang merasa bahwa mereka baru “mulai belajar” pemrograman dasar seperti Android, Java, dan Web saat mengikuti kelas online Dicoding Academy.

Bahkan, satu dari tiga orang merasa bahwa materi yang diberikan oleh Kelas Pemula di Dicoding setara dengan materi yang diterima saat mereka kuliah.

“Ini jadi fakta yang miris. Untuk itu kita harus do something untuk memberi semangat dengan memberikan kesempatan belajar untuk semua orang. Makanya kami buat program beasiswa mulai bulan ini,” terangnya, Rabu (15/5).

Situs job marketplace ini disebutkan hanya untuk pelajar Dicoding Academy yang telah lulus menyelesaikan seluruh tugasnya dan aktif dalam komunitas Dicoding. Namun, setiap orang dari latar belakang manapun memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing mendapatkan pekerjaan di bidang IT sesuai spesialisasinya.

Narendra menyebutkan beberapa perusahaan yang sudah memanfaatkan Dicoding Jobs di antaranya BNI, Biznet, Telkom, dan Gojek.

“Kami ingin pastikan talenta yang bisa pakai situs ini hanya mereka yang sudah lulus. Banyak sekali dari mereka yang sudah keburu di-hire perusahaan meski belum lulus. Ini menunjukkan demand yang begitu tinggi terhadap talenta khusus di bidang IT apalagi yang bisa coding.”

Buat program beasiswa

Sejalan dengan upaya tersebut, Dicoding terus berusaha menjaring lebih banyak talenta baru untuk tertarik mendalami ilmu pemrograman dengan kelas edukasi yang telah disiapkan. Perusahaan kini giat menggelar program beasiswa, juga gaet mitra korporasi agar semakin banyak menelurkan talenta berbakat.

“Target kita adalah relevan dengan kebutuhan industri, bagaimana bisa cetak talenta terbaik agar bisa di-hire oleh perusahaan terbaik, talenta pun bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik,”

Sepanjang tahun ini Dicoding bekerja sama dengan berbagai institusi pemerintah seperti Bekraf dan Kemkominfo, juga level swasta seperti perusahaan telekomunikasi untuk program beasiswa yang diadakan oleh masing-masing institusi. Harapan akhirnya adalah ketimpangan antara kebutuhan dan permintaan di bidang IT semakin menipis.

Hingga Mei 2019, Dicoding telah memiliki 150 ribu anggota yang berhasil membuat 820 startup. Startup ini maksudnya produk, bisa berupa aplikasi sebagai ketentuan kelulusan. Secara total ada 5.500 aplikasi yang telah dihasilkan oleh seluruh startup tersebut. Bila ditotal, seluruh aplikasi ini telah diunduh sampai 225 juta kali.

Adapun kelas yang ditawarkan terdiri dari 19 kelas berbeda dengan ragam jenjang dari pemula hingga mahir, meliputi Membuat Aplikasi Android, Membuat Game, Membangun PWA, Cloud, Flutter, Kotlin for Android, Blockchain, Java, Web, Chatbot, Cognitive, serta Manajemen Source Code.

Seluruh kelas ini ada yang bisa diakses secara gratis namun ada juga yang harus berbayar sampai Rp2,2 juta.

Secara perusahaan, Dicoding melakukan monetisasi secara B2B lewat bekerja sama dengan berbagai korporasi dan B2C lewat penjualan kelas edukasi Dicoding Academy kepada end user. Narenda menyebut perusahaan masih menggunakan dana dari kantong sendiri untuk operasionalnya dan belum terbuka untuk pendanaan dari pihak eksternal.

Sony: Sekarang Adalah Waktu Terbaik Untuk Menikmati PlayStation 4

Menakar faktor harga dan kemudahan pemakaian, console ialah perangkat teroptimal untuk bermain game. Konten-konten di platform ini tidak membingungkan pengguna dengan daftar kebutuhan hardware serta rumitnya proses setup. Dan di Indonesia, PlayStation berkiprah tanpa ada lawan, karena pada dasarnya, baik Xbox One maupun Nintendo Switch belum dirilis resmi di sini.

Beberapa tahun setelah meluncurkan PlayStation 4, satu langkah nyata yang Sony Interactive Entertainment lakukan dalam meningkatkan kualitas layanan mereka (dan menghilangkan kebingungan konsumen) adalah dengan menerapkan sistem garansi baru yang ditandai oleh stiker ‘produk resmi Indonesia’. Sony juga terus menghadirkan console-console edisi spesial di tanah ait, serta melangsungkan berbagai acara offline secara konsisten.

Meneruskan tradisi mereka, Sony kembali melaksanakan aktivitas iftar gathering di bulan puasa tahun ini. Dan dalam acara kecil kemarin, sang console maker Jepang mengumumkan digelarnya program ‘Spesial Ramadan’, berisi promo potongan harga terhadap console, aksesori dan paket bundel. Promo ini dimulai pada tanggal 18 Mei dan berjalan sampai 2 Juni. Selama berlangsung, Anda bisa membeli PS4 Hits Bundle seharga hanya Rp 4,2 juta, serta memiliki PS4 Pro plus DualShock 4 cukup dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 6 juta saja.

PS 3

Sony juga mengungkap agenda roadshow pertamanya di Jakarta Fair 2019. Di acara tahunan terbesar ibu kota itu, mereka akan menyiapkan booth dan mempersilakan pengunjung buat mencicipi sejumlah permainan terpopuler PlayStation 4, dibuka untuk umum dari tanggal 22 Mei sampai 30 Juni. Promo Spesial Ramadan juga bisa dinikmati di sana.

PS 4

Seluruh agenda Sony ke depan memang terlihat sangat menarik, namun sejujurnya ada satu pertanyaan yang mungkin mengganjal pikiran banyak orang: layakkah membeli PlayStation 4 ketika ‘PS5’ mulai datang menghampiri? Hal inilah yang saya coba diskusikan bersama Ian Purnomo selaku lead of PR Sony Interactive Entertainment Singapore untuk kawasan Asia Tenggara.

PS 2

 

Pencapaian PlayStation 4

Dalam sambutannya, Ian Purnomo mengungkapkan bahwa terhitung di tanggal 31 Maret 2019, console current-gen Sony telah terjual sebanyak 96,8 juta unit. Pencapaian PlayStation 4 di Indonesia sendiri cukup memuaskan. Bagi Sony, negara ini menyimpan potensi sangat besar, tapi tentu saja ada tantangan yang perusahaan hadapi. Salah satu rintangan terbesar datang dari aspek distribusi, merupakan efek dari luasnya wilayah nusantara serta lokasi kota-kota besar yang berjauhan.

PS 8

Sony sudah lama berupaya menggapai semua kawasan itu dan kini PlayStation 4 jadi lebih mudah diakses berkat bantuan e-commerce dan tersebarnya authorized dealer di berbagai daerah. Lalu lewat program-program roadshow, perusahaan melakukan edukasi terkait game-game PlayStation. Itu alasannya mengapa Sony memutuskan buat berpartisipasi di event Jakarta Fair tahun ini.

 

Kesempatan PS4 bermanuver di periode akhir siklus hidupnya

Di sesi tanya jawab, saya mencoba mencari tahu apakah konfirmasi Sony terhadap eksistensi dari PlayStation ‘5’ membuat orang mempertimbangkan lagi keputusannya untuk membeli PS4 – jika mereka belum memilikinya. Pandangan senada disampaikan oleh seorang kreator konten YouTube. Ia mengaku, banyak pemirsanya yang bertanya apakah sebaiknya mereka menahan diri dan menunggu hingga PS5 dirilis.

PS 6

Ian Purnomo setuju, memang ada rasa penasaran tinggi terhadap console next-gen – apalagi setelah detail hardware-nya beredar. Meski demikian, ia tidak melihat dampak serius bagi minat ataupun penjualan PS4 di pasar lokal. Menurutnya, ada berbagai hal yang membuat PlayStation 4 tetap atraktif di mata konsumen, di antaranya adalah beragam pilihan judul permainan berkualitas serta penawaran bundel-bundel menarik.

PS 5

Dalam diskusi terpisah, Ian Purnomo mengungkapkan bahwa beberapa orang memang menunjukkan keragu-raguan buat membeli, tetapi jika terus menunggu, kapan kita akan mulai bermain? Sang PR lead menganalogikan situasi ini dengan ‘efek iPhone’ yang di-update tiap tahun. Ia berpendapat, teknologi tidak seperti jenjang pendidikan yang memiliki puncak, namun selalu tergantikan. Pola pikir menunda-nunda-lah yang perlu diubah.

PS 1

Jika bermain sekarang, Anda dapat segera menikmat beragam game berkualitas. Dan terutama di Indonesia, mempunyai console game ialah investasi hiburan jangka panjang. Ian memberikan satu contoh: silakan kunjungi Mangga Dua Mall. Bahkan sampai saat ini, PlayStation 3 masih dijual di sana, menunjukkan tingginya minat terhadap perangkat game dedicated seberapa lawas pun produk itu. Dan di daerah luar ibu kota, PlayStation 4 masih berada di tahap awal adopsi.

 

The best time to play is now

Ian Purnomo menegaskan, sekarang adalah waktu terbaik untuk bermain, buat menikmati cerita-cerita terbaik dan bertemu dengan karakter-karakter yang tak terlupakan. Mengenai penggarapan next-gen console, Sony sendiri tidak pernah menekan timnya untuk buru-buru mengembangkan sebuah produk. Hal ini berlaku buat software/game, apalagi hardware. Dan ketika platform telah tersedia, konten menjadi raja.

PS 9

Menanggapi pertanyaan saya soal kemunculan platform-platform game stream, Sony tidak merasa cemas. Di Indonesia, Sony tetap unggul di aspek distribusi game, dan situasi ini tidak akan berubah dalam waktu dekat. Terlepas dari kemudahan akses ke versi digital, konsumen tetap disuguhkan opsi fisik yang sama sekali tidak perlu diunduh. Dan saat saya ingin tahu pendapat Sony soal strategi ‘permainan video sebagai layanan’, Ian mengoreksi istilah ini: “Kebetulan kami masih percaya diri dengan konsep single-player as a service.

PS 10

Multiplayer memegang peranan besar di layanan PlayStation, namun pengalaman bermainnya tidak selalu konsisten dan sangat dipengaruhi faktor eksternal. Dalam sepuluh menit pertama, mungkin game terasa sangat seru. Tetapi boleh jadi, sensasinya akan memudar. Permainan single-player first-party PlayStation punya karakteristik berbeda. Semua bagian di sana dirancang secara cermat untuk memukau dan mengejutkan pemain (lewat efek sinematik atau twist di cerita), serta memberikan rasa puas dan sensasi pencapaian ketika ditamatkan.

Jadi, sudahkah Anda bermain game hari ini?

Gringgo Partners with Datanest to Develop AI Technology for Waste Management

A company focused on becoming a leading platform to handle city waste crisis and plastic waste in the sea Gringgo plans to expand service coverage to two cities in Indonesia.

The Bali based startup has partnered up with some private collectors. Using the current technology, Gringgo can get feedback from them to to improve services. In addition, they also have plan to raise funding this year.

“We form partnership with local waste collector and some privates. We’ll offer them our system to improve their work in exchange to the recycle products they serve, then sell it to the factory or bigger processor,” Gringgo’s CTO, Febriadi Pratama said to DailySocial.

Gringgo is a web-based app to facilitate waste management. Users can ask for their garbage to be taken and managed through this service. They target B2B segment, they use secondhand product sales and waste management consultation to monetize business. The company is currently has 10 clients in its platform.

Partnership with Datanest

Gringgo is just selected as one of the startup with opportunity from Google.org through Google AI Impact Challenge and granted with $500,000.

Gringgo is to be partnered with Datanest.io, a startup providing Data Science-as-a-Services working on Machine Learning & Artificial Intelligence industry, to implement AI system in objective to improve recycle capacity, decrease plastic waste at sea, and fix the waste management in society with minimum resources in real time.

As one of startup under accelerator program of GK-Plug and Play Indonesia, Gringgo had an opportunity to visit San Fransisco to prepare the event with Google. Both Gringgo and Datanest are graduates of the second batch.

“It’s an honor to receive Google’s grant. We’re so glad to see on how far we’ve come and capable to give better impact through our partnership with Google and Datanest. As the one with the grant in Southeast Asia, we’ll contribute positive values in Indonesian area,” he said.


Original article is in Indonesian, translated by Kristin Siagian

Beroperasi di Indonesia, Sigfox Tawarkan Layanan IoT dengan Konsumsi Listrik Rendah

Sigfox Indonesia resmi memulai operasinya di Indonesia untuk mempersiapkan infrastruktur jaringan sekaligus memulai pengembangan solusi IoT (internet of things) dengan menggandeng beberapa pemain lokal dan universitas. Solusi IoT yang ditawarkan akan membawa konsep konsumsi listrik dan bandwith yang rendah.

Sejauh ini penggunaan IoT dimulai melalui operator seluler baik untuk lampu lalu lintas, pelacakan logistik, kamera video dan mobil pintar, hingga pengelolaan listrik dan manajemen armada. Semua masih dilakukan melalui platform seluler.

Dengan belum meratanya jangkauan jaringan dan sumber listrik, diperlukan sebuah sistem IoT yang menjawab permasalahan tersebut.

Sigfox mencoba menjawab hal tersebut dengan konsep low powered IoT atau IoT dengan konsumsi daya yang rendah. Selain listrik, konsep yang ditawarkan juga diklaim tidak membutuhkan bandwith yang besar. Konsep yang ini diharapkan bisa melengkapi sistem yang sudah ada.

“Umumnya permasalahan penerapan IoT di Indonesia terkait empat hal, standarisasi, interoabilitas, jangkauan terbatas dan struktur biaya yang tidak scalable. Sigfox sebagai operator jaringan IoT independen terbesar di dunia melihat kendala-kendala tersebut dapat dimitigasi dengan penerapan IoT yang disesuaikan dengan kebutuhan di sini,” terang CEO Sigfox Indonesia Irfan Setiaputra.

Sigfox Indonesia akan menjadi bagian dari jaringan Sigfox Global yang sejauh ini sudah beroperasi di 60 negara. Nantinya pelanggan yang membutuhkan solusi yang bersifat roaming dapat dipenuhi oleh seluruh jaringan IoT Global Sigfox.

Secara bisnis Sigfox akan mulai memberikan layanan bagi pelanggan global yang beroperasi di Indonesia dan membawa solusi yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan di Indonesia. Selain itu, sebagai bentuk kontribusi terhadap ekosistem IoT di Indonesia, Sigfox juga akan bekerja sama dengan mahasiswa dan pusat penelitian dan bekerja sama dengan industri untuk memproduksi alat dan sensor IoT.

“Sigfox melihat potensi besar bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia. Lagi pulai Indonesia digadang-gadang menjadi salah satu dari 5 ekonomi terbesar di dunia dalam jangka waktu 15 tahun ke depan. Untuk itu, perusahaan-perusahaan di Indonesia serta kalangan IT harus bisa melihat potensi ke depan dan mengkapitalisasi competitive advantage ini. Sigfox tidak hanya memberikan layanan kontektivitas bagi industri di Indonesia, namun juga berkomitmen untuk memberikan panggung bagi pelaku creative economy di Indonesia seperti pengembang perangkat keras dan lunak untuk mencapai sukses di dunia internasional,” terang Country Director Sigfox Ali Fahmi.

Aturan Game Tiongkok Semakin Ketat, Tampilan Darah dan Kata “Bunuh” Dilarang

Baru-baru ini aturan game di Tiongkok sedang jadi perbincangan hangat setelah Tencent mengumumkan penutupan PUBG Mobile di negara tersebut. Menariknya adalah tidak hanya menutup, tapi Tencent menggantinya dengan game baru yang memiliki gameplay serta tampilan visual, namun tanpa unsur-unsur kekerasan. Tampilan darah sama sekali dihilangkan, dan adegan kematian pemain pun diganti dengan karakter yang melambaikan tangan lalu menghilang.

Rupanya, tidak hanya PUBG Mobile yang terkena sensor seperti itu, melainkan semua game yang beredar di Tiongkok mulai sekarang. Dikabarkan oleh Gamasutra, pemerintah Tiongkok ternyata sekarang menerapkan aturan bahwa segala macam wujud darah tidak boleh ada di video game. Dulu pengembang game masih bisa mengakali kekerasan ini dengan menggunakan “cairan berwarna” sebagai pengganti darah, namun kini cara itu pun dilarang. Tidak hanya darah secara eksplisit, tapi segala hal yang bisa diartikan sebagai darah sama sekali tidak diperbolehkan.

Satu lagi aturan tambahan yang baru diterapkan adalah dilarangnya penggunaan kata “bunuh” di dalam game. Ini termasuk seluruh teks yang ada, mulai dari dialog, deskripsi barang, narator, hingga judul game itu sendiri. Bayangkan betapa besar imbasnya. Berbagai game MOBA yang biasanya menggunakan kata-kata seperti “double kill, triple kill” kini harus mengalami perombakan. Begitu juga dengan game yang memiliki judul semacam Killing Floor, atau Danganronpa V3: Killing Harmony.

Aturan ini juga mengikat game yang sudah mendapat lisensi untuk terbit di Tiongkok. Bila ternyata suatu game melanggarnya, bisa jadi lisensi itu ditarik kembali hingga developer melakukan perubahan. Sebelumnya pemerintah Tiongkok juga telah menerapkan aturan anti kekerasan yang melarang adanya tampilan mayat, tengkorak atau tulang-belulang, organ dalam manusia, pemotongan bagian tubuh, dan sebagainya. Namun aturan kali ini semakin mempersempit ruang kreatif para developer di sana.

Mortal Kombat 11 - Screenshot
Mortal Kombat 11 dilarang beredar di Tiongkok karena alasan kekerasan | Sumber: Sony

Meski memang sangat ketat, Tiongkok adalah pasar gamer yang sangat besar, jadi bagi banyak developer aturan ini adalah harga yang tidak terlalu mahal untuk dibayar. Gamasutra memberi saran pada para developer untuk siap menciptakan game yang “China-ready”, antara lain dengan langkah-langkah berikut:

  • Menciptakan animasi alternatif untuk kematian. Karakter yang melambai lalu menghilang di Game for Peace adalah salah satu contoh, tapi selain itu masih ada cara lainnya. Misalnya membuat karakter berubah menjadi asap seperti di Clash of Clans.
  • Menggunakan efek pertarungan ala komik. Di berbagai komik terutama komik Amerika, adegan pertarungan disertai dengan efek-efek balon suara untuk dramatisasi. Cara ini bisa juga diterapkan di video game.
  • Menggunakan efek visual lain untuk mengganti darah. Bukannya memunculkan cipratan cairan dari bekas luka, developer bisa menggantinya dengan asap putih ketika ada tokoh tertembak atau tersabet senjata tajam.
  • Memberi opsi untuk menyala-matikan kekerasan. Fitur “toggle violence” sudah cukup lumrah ada bahkan sejak sebelum aturan ini diterapkan. Membuat setiap game memiliki fitur ini adalah langkah yang bijak.
  • Mencari inspirasi dari game ramah anak. Banyak game yang dirancang agar bisa dimainkan oleh semua umur. Game semacam ini masih memunculkan kekerasan, namun dengan cara yang tidak eksplisit sehingga bisa dimainkan anak-anak. Developer bisa meniru cara-cara animasi kekerasan tersebut dalam game mereka.

Contoh developer yang terbuka terhadap adaptasi aturan Tiongkok adalah Yodo1Games, developer di balik game populer Hand of Fate. Di akhir tahun 2017 lalu mereka merilis video yang menunjukkan perubahan-perubahan dalam rangka menyiapkan game tersebut untuk pasar Tiongkok. Anda dapat melihatnya di bawah, dan mungkin bila Anda developer, mencari inspirasi darinya.

Sumber: Gamasutra via Niche Gamer