Divisi Dota The Prime Kembali Bangkit dengan 2 Pemain Filipina

The Prime Esports kembali menghadirkan divisi Dota 2 ke dalam organisasi mereka. Sebelumnya, mereka putuskan untuk bubarkan divisi Dota 2 setelah juga ditinggal oleh sang pemain bintang, Muhammad “InYourDream” Rizky. Dalam sebuah wawancara singkat dengan redaksi Hybrid, Anton Sarwono, General Manager tim The Prime, mengatakan bahwa salah satu alasan pembubaran tersebut adalah karena perkara regenerasi.

Kendati demikian, Anton kembali menegaskan setelah itu, bahwa Dota 2 adalah identitas dari tim The Prime. Seperti yang dijanjikan, tim dengan julukan “Pasukan Uler” akhirnya mengembali divisi dota mereka.

Sumber: Instagram @theprime.esports
Sumber: Instagram @theprime.esports

Penggemar esports Dota Indonesia tentu akan merasa sangat familiar melihat daftar skuat The Prime. Ada Rizky “Varizh” dan Ario “Panda” Susilo yang sebelumnya memang mengisi skuat Pasukan Uler. Mungkin yang kurang hanya Azam “Nafari” Aljabar, yang kini membela tim Anthropy bersama Yabyoo dan kawan-kawan untuk kompetisi ESL Indonesia Championship Season 2.

Tapi ada sesuatu yang beda. Anda bisa melihat dua nama yang terasa kurang akrab, dan tidak berasal dari Indonesia. Benar, Levi “YoungGod” Legaret dan Erin “Japoy” Jesper.

“Memang kendala bahasa adalah masalah. Tetapi setelah didiskusikan oleh manajemen, ditambah ada beberapa faktor yang mendukung, akhirnya kami memutuskan untuk mencoba dan melakukan trial and error. Untuk roster saat ini, kami memiliki 1 orang dengan peran sebagai jembatan antara pemain luar dengan pemain lokal.” jawab Anton kepada redaksi Hybrid.

Walaupun terdengar cukup asing, namun Braces sebenarnya sudah cukup familiar dengan scene Dota Indonesia. Sebelum akhirnya bergabung dengan tim The Prime, ia sebelumnya membela divisi Dota 2 Louvre JG. Sementara itu, Young God adalah pemain yang mungkin cukup baru di scene Indonesia. “Young God kita ambil pas dulu dia trial bareng Varizh di Clutch Gamers.” jawab Anton menjelaskan.

Sumber: ESL Official Media
Sumber: ESL Official Media

Mengingat musim kompetisi Dota 2 yang sudah hampir habis mengingat Dota 2 The International sudah di depan mata, maka kini tersisa kompetisi ESL Indonesia Championship Season 2 saja yang bisa diperjuangkan The Prime. “Kalau bicara target, dari kecil sampai besar pasti ada. TI berikutnya pasti kita kejar. Tetapi kita berusaha meregenerasi pemain terlebih dahulu. Target pertama, kita mencoba dengan dominasi scene lokal dulu. Step by step lah pokoknya.” tambah Anton.

Melihat roster baru The Prime, sepertinya menyimpan banyak potensi prestasi ke depannya. Jujur, saya cukup penasaran melihat keberanian The Prime mencoba menggunakan mixed roster. Mari kita doakan semoga The Prime bisa mendapatkan hasil yang terbaik dengan roster baru ini.

 

Mendalami Strategi The FIT Company Garap Potensi “Wellness” di Indonesia

Startup yang bergerak di bidang gaya hidup aktif dan sehat The FIT Company beberapa waktu lalu mengumumkan telah mengakuisisi Slim Gourmet, Wellnez Indonesia, dan FITCO. Aksi perusahaan tersebut dilakukan dalam rangka pengembangan ekosistem wellness yang sedang mereka bangun di pasar Indonesia.

Terkait hal tersebut, DailySocial telah berbincang dengan CEO & Co-founder The FIT Company Jeff Budiman. Menurutnya, selain kesamaan visi ketiga startup tersebut memiliki performa bisnis dan tim yang ideal untuk meningkatkan pilar-pilar wellness yang tengah diusung.

“Akuisisi ini kami lakukan secara penuh, artinya tidak terbatas pada pengambilalihan satu entitas saja, namun turut meliputi intellectual property, aset, dan tim yang telah dibangun. Diharapkan dapat menciptakan kolaborasi yang lebih positif. Ketiga startup ini nantinya akan dilebur ke dalam satu ekosistem yang berada di bawah naungan The FIT Company,” ujar Jeff.

Ekosistem wellness di Indonesia

Cakupan sektor wellness cukup luas, secara umum terdiri dari hal-hal terkait dengan gaya hidup sehat. The FIT Company mencoba bermain di sektor itu dengan lini bisnis yang dimiliki, meliputi Kredoaum (distributor alat olahraga), 20FIT (micro-gym), FITSTOP (lifestyle boutique gym), FIT Lokal (makanan rendah kalori), FITmee (mi instan sehat berbahan konyaku), Slim Gourmet (katering sehat premium), dan FITmart (portal penyedia produk kesehatan). Semuanya akan saling terintegrasi melalui inovasi teknologi.

Berbicara tentang ekosistem di Indonesia, Jeff menerangkan tingkat penetrasi olahraga dan fitness yang masih terbilang sangat rendah yaitu hanya mencapai 0,18%. Sementara negara tetangga seperti Singapura sudah mencapai 5,76%. Terlepas dari itu, ia tetap optimis melihat potensi wellness di Indonesia. Terlihat dari makin banyaknya fitness clubs dan gym yang tersedia di kota-kota besar, juga merebaknya gerai-gerai makanan sehat yang semakin banyak digemari oleh masyarakat.

“Hingga kini, tantangan yang kami alami dalam menggarap potensi wellness terletak  dari gaya hidup yang sudah lama mengakar di sebagian besar masyarakat Indonesia. Seperti kurang berjalan kaki dan duduk lebih dari 8 jam dalam sehari. Begitu pun dengan kebiasaan makan masyarakat Indonesia yang kurang memperhatikan asupan nutrisi yang mereka konsumsi,” terang Jeff.

Strategi bisnis ke depan

Di tahun 2019 startup yang didirikan Jeff Budiman dan Prianka Bukit tersebut memiliki sejumlah rencana penting lainnya. Awal Agustus mendatang akan dilakukan rebranding dua pilar utama perusahaan, yakni “move” dan “eats“.

“Dari pilar move, kami berencana untuk menggabungkan 20FIT dengan FITSTOP. Sementara untuk pilar eats, kami akan menggabungkan FIT Lokal dan Slim Gourmet. Penggabungan beberapa brand ini kami lakukan agar dapat memberikan pilihan layanan yang lebih beragam dan lebih memudahkan para pelanggan,” terang Jeff.

Di waktu bersamaan, nantinya The FIT Company juga akan meluncurkan aplikasi mereka ke publik. Bernama FITCO (singkatan dari FIT Company), aplikasi ini akan menjadi platform yang mampu menyediakan layanan berbasis ekosistem wellness yang kami miliki.

“Untuk saat ini, layanan kami masih terpusat di kota besar dengan tingkat kepadatan yang tinggi seperti wilayah Jabodetabek. Namun ke depannya, kami berharap agar layanan kami dapat dinikmati di seluruh wilayah di Indonesia,” sambung Jeff.

Penggalangan dana lanjutan turut menjadi agenda yang tengah dimatangkan untuk mengakselerasi bisnis. Terkait dengan hal itu Jeff berujar, “Dengan rencana dan tujuan besar yang ingin kami capai, tentunya fundraising menjadi salah satu langkah penting yang masih kami lakukan. Saat ini, kami sedang berada dalam tahap diskusi dengan beberapa pihak yang memiliki visi yang sama dengan yang kami bawa di The FIT Company.”

Cari Aja Rilis Fitur Baru, Pengguna Bisa Cari Rute Transportasi Umum

Aplikasi direktori Cari Aja meluncurkan fitur baru berupa bernama Cari Rute. Lewat fitur baru tersebut, Cari Aja bermaksud memudahkan akses informasi tentang transportasi umum di Jakarta dan sekitarnya.

Munculnya moda transportasi publik baru di Jabodetabek, seperti MRT, kereta bandara, dan sejumlah rute baru Transjakarta, menjadi kabar gembira bagi masyarakat. Kendati begitu, Cari Aja memandang kehadiran transportasi anyar itu belum diikuti dengan sosialisasi penggunaan yang cukup.

Fitur Cari Rute ini menambah fitur yang sudah ada seperti cek saldo e-money, cari kiblat, dan cari berita. Diklaim saat ini Cari Aja telah memiliki 15.000 pengguna aktif bulanan.

“Kami berharap fitur CariRute ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat khususnya yang baru pertama kali menggunakan moda transportasi umum tersebut dan masih bingung membaca petunjuk yang terpasang di setiap stasiun dan halte. Kami terus mengembangkan fitur ini, salah satunya akan ada penambahan rute transportasi LRT Jakarta dan tidak menutup kemungkinan ke depan fitur Cari Rute juga tersedia untuk rute transportasi umum di kota lainnya,” ujar Fera, Chief Marketing Officer (CMO) Cari Aja Indonesia.

Fitur Cari Rute dari aplikasi yang memperkenalkan diri ke publik pada awal tahun ini sepintas tampak serupa dengan Trafi, aplikasi informasi transportasi umum. Menggunakan fitur Cari Rute ini, pengguna dapat memilih jenis transportasi seperti MRT, Transjakarta, Commuter Line, dan kereta bandara, atau ke semua moda itu.

Setelah menentukan tujuan dan titik keberangkatan, Cari Aja akan menampilkan rekomendasi rute perjalanan yang akan ditempuh lengkap dengan ongkos dan estimasi waktu perjalanan serta rute alternatifnya. Bedanya di fitur Cari Rute ini, angkot dan bus kota tidak masuk dalam moda transportasi pilihan. Ini berbeda dengan Trafi yang turut memasukkan angkot dan bus kota sebagai opsi transportasi bagi pengguna.

Tampilan fitur Cari Rute, fitur baru milik Cari Aja.
Tampilan fitur Cari Rute, fitur baru milik Cari Aja.

Media Relations Officer Cari Aja Indonesia Rudi Hutabarat tak membantah fitur baru mereka serupa dengan Trafi. Namun ia menegaskan bahwa mereka tetap memposisikan diri sebagai smart travel app baik untuk penduduk kota maupun bagi pendatang.

“Fokus kita kan tetap di pencarian tempat. Fitur baru ini cuma fitur tambahan dan ini tidak hanya Transjakarta tapi juga MRT dan Commuter Line,” terang Rudi.

Rudi yakin aplikasinya unggul dalam pencarian lokasi berkat data yang terus diperbarui setiap hari, mulai dari lokasi restoran baru, ATM, masjid, dan lain-lain yang kini diklaim mencapai 15.000 database dari seluruh Indonesia.

Application Information Will Show Up Here

Startup Edtech Pahamify Resmi Hadir, Tawarkan Konten Edukasi untuk Pelajar SMA

Startup edtech lokal kembali ramai dengan kehadiran Pahamify. Startup ini awalnya hadir dalam kanal YouTube dengan nama akun Hutan Tanda Tanya sejak 2016, berisi konten edukasi tentang sains dan teknologi.

Akun tersebut telah menjaring lebih dari 250 ribu subscriber dan mengantongi berbagai penghargaan dari YouTube maupun Siberkreasi. Sejumlah dana hibah yang diperoleh mendorong tim menyeriusinya menjadi Pahamify.

Rousyan Fikri mendirikan Pahamify bersama dua temannya, Mohammad Ikhsan dan Edria Albert, sejak 1,5 tahun lalu di Bogor. Ketiganya memiliki latar belakang yang kuat di bidang edukasi dan teknologi.

“Meskipun sudah banyak aplikasi belajar tersedia, konten berkualitas tetap menjadi barang langka. Membuat konten pembelajaran berkualitas adalah keahlian yang masih sangat jarang di temukan para konten kreator di Indonesia,” terang CEO dan Co-Founder Pahamify Rousyan Fikri, Jumat, (19/7).

Peluncuran ini turut dihadiri Direktur Ekonomi Digital Aptikom Kemkominfo I Nyoman Adhiarma. Ia mengapresiasi kehadiran Pahamify karena sektor pendidikan termasuk ke dalam satu dari tujuh prioritas yang didorong Kemkominfo. Pendidikan tergolong sektor yang paling mudah didigitalisasikan dan tidak serigid sektor kesehatan.

“Tapi tantangannya sangat besar karena rata-rata tingkat pendidikan di Indonesia hanya sebatas kelas 2 SMP. Ini jauh tertinggal dibanding negara tetangga,” terang I Nyoman.

Kompetitor terdekat Pahamify adalah Ruangguru dan Quipper.

Produk Pahamify

Sementara ini, Pahamify menyediakan konten edukasi untuk jenjang SMA jurusan IPA. Ada lebih dari 500 konten dalam bentuk video, dilengkapi dengan ribuan kuis dan ringkasan. Konsep yang diusung adalah fun learning dibalut gamification agar belajar seseru bermain game.

Di dalam aplikasi juga disediakan Career Center, berupa layanan konseling yang dikelola oleh psikolog dari Universitas Indonesia untuk bantu siswa mengenali minat dan bakat diri. Juga, membantu siswa yang memiliki masalah akademik maupun non akademik.

Rousyan melanjutkan, di dalam aplikasi sudah dilengkapi dengan profil dari berbagai universitas dan jurusan untuk permudah siswa memilih jurusan sebelum masuk perguruan tinggi.

“Dari riset yang kami lakukan sebelum resmi merilis Pahamify, selain butuh platform untuk belajar akademis, siswa juga menghadapi masalah non teknis di kehidupan sehari-harinya. Makanya kami buat konselingnya.”

Di samping itu, timnya juga menyediakan program intensif untuk pelajar SMA tingkat akhir sebelum mengikuti tes perguruan tinggi. Metode yang dipakai adalah flip based classroom. Rousyan mengaku metode tersebut dipakai saat ia sekolah di luar negeri dan setelah diteliti bisa diterapkan di Indonesia.

Sejak aplikasi resmi diperkenalkan di Oktober 2018, dia mengklaim telah menjaring puluhan ribu pengguna yang kebanyakan adalah pelajar SMA. Untuk program intensif, disebutkan pada batch pertama telah berhasil mengantarkan 88% pesertanya ke PTN impian.

Biaya berlangganan aplikasi ini dibanderol mulai dari Rp50 ribu sampai Rp260 ribu, tergantung rentang waktu yang diinginkan. Aplikasi sudah tersedia untuk versi Android dan iOS.

Rencana perusahaan

Hingga akhir tahun ini, Pahamify berencana untuk menambah konten edukasi IPS untuk jenjang SMA. Jenjang SMP juga akan segera disasar karena timnya mendapat banyak permintaan dari para siswa.

“Harapannya tahun ini bisa selesaikan konten buat IPS dan SMP. Kami berharap tahun depan bisa melakukan lebih banyak inovasi baru yang lebih seru.”

Sementara akun YouTube Hutan Tanda Tanya masih akan diteruskan keberlangsungannya oleh Pahamify. Akun ini akan mempopulerkan konten sains dan teknologi karena menyasar penonton dari semua kalangan umum. Harapannya dari strategi ini bisa mendorong orang-orang untuk mencoba Pahamify.

“Tim Hutata (kepanjangan dari Hutan Tanda Tanya) masuk ke dalam unit bisnis di Pahamify. Fokusnya beda dengan Pahamify karena mereka menyasar ke general audience.”

Status pendanaan Pahamify disebutkan sudah mendapat investasi dari angel investor dengan nilai dirahasiakan. Perusahaan juga telah mendapat dana hibah dari YouTube dan Siberkreasi. Tim Pahamify saat ini berjumlah 50 orang dan seluruh konten dibuat secara in house.

Application Information Will Show Up Here

[Review] Router D-LINK DIR-878 AC1900: Jangkauan Luas dengan Kecepatan Transfer Data yang Stabil

Kehidupan berinternet tentu saja tidak lepas dari hadirnya router. Dengan perangkat yang satu ini membuat SSID (Service Set ID) atau nama-nama WiFi dapat ditemukan oleh perangkat-perangkat seperti laptop, smartphone, dan lain sebagainya. Salah satu vendor router yang sangat dikenal, D-LINK, mengirimkan salah satu perangkat andalannya ke meja pengujian DailySocial.

DLINK DIR 878

Perangkat tersebut adalah D-LINK DIR-878 yang memiliki empat buah antena. Hal tersebut membuat router ini memiliki fasilitas MU-MIMO. MU-MIMO merupakan kependekan dari Multiple User – Multiple In Multiple Out yang juga berarti bahwa router ini bisa menerima koneksi lebih banyak lagi dibandingkan router biasa. Hal ini juga berarti bahwa sinyal yang dipancarkan akan lebih luas dibandingkan dengan router dengan dua antena.

Router D-LINK DIR-878 sendiri memiliki spesifikasi sebagai berikut

Merek D-LINK
Model DIR-878
Chipset MediaTek MT7621
RAM 64 MB
Flash 8 MB
LAN Port 4
WAN 1
Antena 4 x 2 dBi
WiFi Band 2,4 GHz dan 5 GHz
Standard 802.11 a/b/g/n/ac
Dimensi 258.8 x 183.4 x 44.9 mm
Bobot 566 gram

Unboxing

DLINK DIR 878 - Box

Didalam paket penjualan tersebut, selain router-nya, dapat ditemukan perlengkapan sebagai berikut

DLINK DIR 878 - Unboxing

Desain

Badan utama dari D-LINK DIR-878 berbentuk kotak dengan bahan polikarbonat. Akan tetapi, sepertinya ketebalan dari casing DIR-878 ini dibuat tidak terlalu tebal. Mungkin D-LINK ingin agar DIR-878 memiliki bobot yang tidak terlalu berat, namun saat diketuk bunyinya membuat router ini terkesan sedikit ringkih.

Router ini memiliki empat buah antena yang juga menjadi salah satu syarat untuk fungsi MU-MIMO. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa antena pada DIR-878 tidak dapat dibongkar pasang. Jadi, berhati-hatilah agar antenanya tidak patah karena akan memengaruhi jangkauan sinyal WiFi-nya.

DLINK DIR 878 - Belakang

Pada bagian belakang dari DIR-878, terdapat empat buah port LAN dan sebuah port WAN untuk menghubungkan langsung dengan modem atau sumber internet. Di sebelahnya terdapat tombol reset, WPS, dan WiFi. Setelah port untuk daya, ada sebuah tombol untuk menyalakan dan mematikan router ini.

Pada bagian bawahnya terdapat banyak lubang yang memang ditujukan untuk membuang panas yang dihasilkan oleh chipset Mediatek yang digunakan. Akan tetapi, hal tersebut berarti pula bahwa debu akan mudah masuk. Jadi, sering-seringlah membersihkan bagian bawah dari router ini.

Antarmuka/Firmware

Setiap vendor router tentu saja mengembangkan sistem operasi sendiri untuk perangkatnya. Hal yang sama juga dilakukan oleh D-LINK. Oleh karena itu, antarmuka yang digunakan pada setiap router tentu saja berbeda-beda.

Untuk memanggil halaman seting dari DIR-878, Anda dapat menggunakan IP default-nya yaitu 192.168.0.1. Jika terhubung dengan internet, Anda juga bisa menggunakan URL http://dlinkrouter.local pada browser. Untuk pengguna yang pertama kali melakukan akses, DIR-878 akan menampilkan panduan untuk terkoneksi ke internet dan pembuatan SSID.

Bagi pengguna yang lebih mengerti, tentu saja akan melewati panduan tersebut dan langsung melakukan pengaturan secara manual. Menu-menunya sendiri juga cukup mudah untuk di mengerti.

Pengujian

Secara teoritis, WiFi 802.11ac dapat melakukan transfer data pada kecepatan sekitar 1300 Mbps (Mega Bit per second). Tentunya, kecepatan ini dikurangi dengan beberapa overhead sehingga tidak akan menyentuh angka tersebut. D-LINK sendiri menjanjikan kecepatan hingga 1900 Mbps pada router yang satu ini.

Kecepatan itu pun harus diuji. Untuk melakukan pengujian, saya menggunakan dua program benchmarking yang dapat melakukan pencatatan kecepatan transfer data. Keduanya adalah Passmark Performance Test dan iPerf.

Firmware yang saya gunakan pada pengujian kali ini adalah versi 1.20. Saat dibuka dari paket penjualannya, firmware yang ada memiliki versi 1.15. Berikut adalah pengujian kecepatan dari D-LINK DIR-878

Passmark mencatat bahwa pada kanal 5 GHz, Dir-878 mampu mentransfer data dengan kecepatan rata-rata 561,4 Mbps atau sekitar 70 MB/s. Kecepatan ini tentu saja masih kurang kencang dibandingkan dengan router para pesaingnya. Akan tetapi, kecepatan tersebut  masih terbilang kencang. Untuk kanal 2,4 GHz, kinerjanya juga cukup baik.

Berbeda dengan iPerf, program benchmark ini hanya mencatat kecepatan 319 Mbps saja untuk kanal 5 GHz dari DIR-878. Sedangkan pada kanal 2,4 GHz, kinerjanya mirip dengan Passmark.

Verdict

Dengan semakin canggihnya teknologi perangkat nirkabel, tentu saja membutuhkan koneksi yang lebih baik pula. Salah satunya dengan mengganti router lama ke versi baru. Seperti yang ditawarkan D-LINK pada DIR-878 yang memiliki koneksi WiFi 802.11ac.

DLINK DIR 878 - Samping

Kecepatan yang ditawarkan oleh D-LINK DIR-878 memang kencang. Kecepatan rata-rata dapat mencapai 500-an Mbps. Walaupun begitu, kinerja ini bisa menurun seiring dengan banyaknya perangkat yang terkoneksi. Transfer data yang ditawarkan memang kencang, namun bukanlah yang terkencang.

Antarmuka yang ditawarkan juga cukup mudah untuk digunakan. Namun, bagi pengguna awam, setidaknya harus terbiasa dengan beberapa menu yang terkesan “tersembunyi”. Menunya pun juga menawarkan panduan agar dapat membuat koneksi WiFi dengan mudah.

Harga yang ditawarkan memang tidak murah, yaitu Rp. 1.799.000. Walaupun begitu, harga tersebut bukanlah yang termahal dan bahkan masih bisa dikatakan terjangkau bila membandingkan dengan fasilitas yang diberikan. oleh karenanya, router ini cocok bila digunakan dalam perkantoran atau UKM.

Sparks

  • Kinerja cukup baik
  • Jangkauan sinyal luas
  • Desain cukup baik
  • Antarmuka yang cukup mudah di mengerti
  • Empat antena

Slacks

  • Harga cukup tinggi
  • Dimensinya cukup besar
  • Rentan terkena debu pada bagian bawahnya

 

Tesla Resmikan Stasiun Supercharger V3 Pertama di Kota Las Vegas

Infrastruktur memegang peranan yang sangat krusial dalam perkembangan mobil elektrik. Lihat saja Tesla, kalau bukan karena jaringan Supercharger (nama stasiun pengisian ulang untuk mobil-mobilnya) yang tersebar luas, mustahil Tesla dapat merebut titel produsen mobil listrik nomor satu.

Selain memperluas distribusinya, Tesla juga tidak lupa menyempurnakan teknologi yang diusung Supercharger. Bulan Maret lalu, Tesla memperkenalkan Supercharger V3, generasi baru teknologi charging mobil listrik yang diklaim mampu mentransfer energi dengan lebih cepat (250 kW dibanding V2 yang hanya 150 kW) sekaligus lebih efisien.

Supercharger V3 juga bukan lagi sebatas wacana ataupun proof-of-concept. Tesla baru saja membuka stasiun Supercharger V3 yang pertama di kota Las Vegas, persis di sebelah kasino legendaris Caesars Palace. Total ada 24 unit charger yang terdapat di area tersebut.

Tesla pun tak lupa menerapkan prinsip “clean, renewable energy” yang selama ini mereka jadikan acuan. Di samping deretan panel surya yang menjadi atap dari stasiun pengisian ulang ini, Tesla juga menggunakan sejumlah unit Powerpack untuk menyimpan energi surplus dan memanfaatkannya di saat dibutuhkan.

Lalu berapa rata-rata waktu yang dibutuhkan konsumen Tesla ketika mampir ke stasiun tersebut? Tesla mengklaim bahwa dalam waktu 15 menit, Supercharger V3 sanggup menyuplai daya yang cukup untuk menempuh jarak 290 km. Ini berarti dengan berbekal 24 unit charger, stasiun Supercharger V3 ini mampu melayani hingga 1.500 konsumen Tesla per harinya.

Menariknya, seperti yang bisa Anda lihat, hampir tidak ada perbedaan fisik antara unit Supercharger V3 dengan versi sebelumnya. Yang berbeda justru adalah kabelnya, di mana V3 mengandalkan kabel berteknologi liquid cooling, yang tak hanya mampu memindahkan energi dengan lebih cepat, tapi juga berujung pada fisik kabel yang lebih tipis dan lebih fleksibel, meski colokannya tetap saja sama persis.

Supercharger V3 sebenarnya sudah diwacanakan oleh Elon Musk beserta anak buahnya sejak tiga tahun lalu. Peningkatan efisiensi yang ditawarkan teknologi charging generasi baru ini juga yang pada akhirnya memungkinkan Tesla untuk memaksimalkan ekosistem clean energy yang menjadi tulang punggung bisnis mereka.

Sumber: Electrek.

Layanan P2P Lending DanaRupiah Berikan Pinjaman Produktif di Sektor Pertanian dan Pendidikan

DanaRupiah adalah platform p2p lending dengan varian produk meliputi pinjaman personal, pinjaman produktif dan pinjaman pendidikan. Bernaung di bawah PT Layanan Keuangan Berbagi, layanan ini sudah terdaftar dan diawasi OJK sejak Juni 2018.

Kepada DailySoical, Head of Business Development DanaRupiah Christine Tandeans memaparkan, hingga periode paruh pertama 2019 jumlah pengguna sudah mencapai lebih dari 4,1 juta dengan nilai pendanaan mencapai 1,7 triliun Rupiah.

Weshare Financial merupakan parent company DanaRupiah, saat ini sudah mengoperasikan layanan fintech di berbagai negara seperti di Filipina, Vietnam, Rusia hingga Afrika. DanaRupiah didirikan oleh Andy Zhang, didukung jajaran direksi meliputi Entjik S. Djafar sebagai Presiden Direktur, Wahyu S. Ariyanto sebagai Direktur, Charisa Dini sebagai Komisaris.

“Untuk market paling besar saat ini masih pinjaman personal karena produk ini adalah produk pertama dari DanaRupiah, tetapi setelah grand launching pinjaman pendidikan 29 Mei 2019 dan pinjaman produktif kepada petani 4 Juli 2019 lalu, DanaRupiah akan lebih fokus untuk meningkatkan porsi  kepada produktif dengan target 25% hingga akhir tahun ini,” ujar Christine.

Tidak hanya berhenti di sana, tahun depan DanaRupiah miliki ambisi untuk luncurkan pinjaman produktif kepada UKM secara umum. Untuk tingkatkan penetrasi pinjaman pendidikan, juga akan digalang kemitraan strategis dengan berbagai universitas terkemuka di Indonesia. Untuk saat ini, seperti yang tertera dalam situs, DanaRupiah baru bermitra dengan Hacktiv8 untuk pembiayaan kursus di sana.

Disinggung mengenai diferensiasi dan kelebihan yang dimiliki Christine berujar, “proses yang ditawarkan DanaRupiah relatif  lebih cepat, karena kami didukung dengan teknologi seperti artificial intelligence, cloud computing, blockchain dan big data.”

Kendati untuk legalitas operasional izin terdaftar dan diawasi sudah cukup, namun kini para pemain fintech lending mulai mengejar status izin usaha “layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi” dari OJK. DanaRupiah termasuk yang belum memperoleh izin tersebut. Data terbaru per Mei 2019, baru ada 7 platform yang sudah mengantongi izin usaha, yakni Danamas, Investree, Amartha, Dompet Kilat, Kimo, Tokomodal dan UangTeman.

“DanaRupiah berkomitmen tunduk dan patuh pada setiap aturan OJK demi menjaga industri fintech agar dapat berkembang dengan baik. Langkah-langkah nyata yang telah kami antara lain mengikuti program sertifikasi fintech untuk jajaran pengurus dan pemegang saham, aktif memberikan sosialisasi ke masyarakat, dan sertifikasi untuk para collector agar menjalankan tugasnya dengan baik dan sesuai dengan SOP yang berlaku,” tutup Christine.

Application Information Will Show Up Here

EVOS Esports Umumkan Kolaborasi Dengan Logistik J&T Express

Seiring dengan meledaknya industri esports pada tahun 2018 lalu, tak heran jika brand non-endemic berbondong-bondong terjun ke esports. Seperti apa yang dilaporkan oleh Nielsen, bahwa secara global, sebanyak 49% sponsor di ekosistem esporst malah datang dari brand non-endemic. Ternyata, fenomena ini juga terjadi, tak terkecuali di Indonesia.

Setelah beberapa saat lalu ada Bigetron yang disponsori oleh GoPay, kali ini ada EVOS yang baru saja mengumumkan partnership mereka dengan J&T. Hal ini bisa dibilang sebagai buah keberhasilan EVOS dalam mengembangkan brand organisasi esports. Kesuksesan ini terjadi, salah satunya lewat cara EVOS Esports menciptakan bintang-bintang esports yang dikagumi para gamers.

Ivan Yeo, founder sekaligus CEO EVOS Esports, sempat menceritakan hal ini lewat sebuah artikel yang ia tulis sendiri. Pada seri kedua artikel tersebut, Ivan menceritakan bagaimana perjuangannya menciptakan brand EVOS Esports. Dari ceritanya membangun EVOS Esports, Ivan bercerita bahwa membuat tim yang bisa menjadi jaura tidak selalu menjadi strategi yang baik bagi sebuah organisasi esports.

Sumber: Instagram @evosesports
Sumber: Instagram @evosesports

Ia menceritakan lewat pengalamannya membuat divisi League of Legends EVOS Esports yang beroperasi di Vietnam. Setelah gagal masuk liga LoL utama Vietnam, VSCA, Ivan menemukan bagaimana menciptakan bintang esports ternyata berhasil membuat EVOS Esports jadi lebih maju.

Kini nama EVOS pun jadi semakin membumbung tinggi lewat bintang-bintang esports mereka seperti JessNoLimit (Mobile Legends), Jeixy (Mobile Legends), ataupun InYourDream (Dota 2).

“Kami merasa senang bahwa saat ini EVOS Esports dilengkapi dukungna dari jasa pengiriman yang berbasis teknologi, yang mana dekat sekali dengan dinamisnya industru esports.” Hartman Harris Christian, Co-Founder EVOS Esports mengatakan lewat sebuah rilisan pers. “Bersama J&T Express, kami juga dapat memberikan opsi pengiriman yang lebih sesuai dengan kebutuhan penggemar esports melalui EVOS Goods.”

Sumber: Instagram @evosgoods
Sumber: Instagram @evosgoods

Berdiri sejak Agustus 2015 lalu, J&T bisa dibilang merupakan salah satu perusahaan logistik terpercaya, juga bisa dibilang salah satu yang terbesar di Indonesia. Mengutip dari marketeers.com, pada tahun 2017 lalu saja, J&T tercatat sudah memiliki 1025 cabang dan 1000 unit mobil di seluruh Indonesia.

Kolaborasi EVOS dan J&T Express nantinya akan hadir lewat beberapa program. Salah satunya adalah roadshow edukasi 10 kampus di Indonesia pada September 2019 mendatang. Program lainnya yang direncanakan adalah program Mystery Box, yang akan hadir pada Oktober 2019. Lewat program ini, setiap pembelian merchandise di EVOS Goods menggunakan J&T Express akan mendapatkan 3 kotak misteri berisi hadiah eksklusif yang akan dikirimkan oleh J&T Express.

Kerja sama ini tentu semakin mengokohkan nama EVOS Esports menjadi salah satu organisasi esports yang dipercaya oleh brand. Dengan kerja sama ini, diharapkan kepercayaan brand non-endemic terhadap ekosistem esports di Indonesia bisa semakin meningkat.

88 Atlet Esports Tiongkok Diakui Sebagai Atlet Resmi Kota Shanghai

Asosiasi Esports Shanghai minggu lalu mengumumkan bahwa mereka baru saja memberikan persetujuan terhadap pendaftaran 88 atlet esports di kota tersebut. Dengan ini, 88 atlet itu telah dinyatakan sebagai atlet esports resmi kota Shanghai. Mereka berasal dari berbagai cabang esports berbeda, antara lain Honor of Kings (Arena of Valor versi Tiongkok), Dota 2, League of Legends, Hearthstone, Warcraft III, FIFA Online 4, serta Clash Royale.

Menjadi atlet resmi kota Shanghai artinya 88 orang tersebut berhak mendapatkan fasilitas dari pemerintah layaknya atlet olahraga resmi lainnya. Contohnya seperti fasilitas pendidikan dan dukungan visa internasional. Program ini pertama kali dicanangkan pada November 2018 kemarin, ketika pemerintah Shanghai mengumumkan kerja sama dengan berbagai organisasi esports di Shanghai Mercedes-Benz Arena. Hadir dalam acara tersebut beberapa perusahaan ternama dunia esports, termasuk Tencent, NetEase, Perfect World, dan PandaTV.

The International 2019 - Prize Pool
TI9 di Shanghai menjadi TI dengan prize pool terbesar sepanjang masa | Sumber: Wykrhm Reddy

Menjadi atlet esports resmi Shanghai bukan hal yang bisa dilakukan sembarang orang. Ada beberapa syarat dan panduan yang ditetapkan oleh Asosiasi Esports Shanghai untuk hal ini. Di antaranya, pendaftar haruslah atlet profesional dengan usia minimal 18 tahun, serta memiliki kontrak kerja dengan suatu organisasi esports.

Pada saat peraturan ditetapkan, Asosiasi Esports Shanghai hanya memfasilitasi lima judul game (LoL, Dota 2, Hearthstone, Warcraft III, dan FIFA Online 4). Tapi rupanya program ini sudah melebar ke beberapa judul lain seperti disebut di atas.

Pemerintah Tiongkok baik pusat maupun daerah memang belakangan ini cukup gencar menunjukkan dukungan terhadap esports. Wakil walikota Shanghai Weng Huitie misalnya, turut hadir dalam acara di bulan November itu. Bersamaan dengan pengumuman bahwa turnamen Dota 2 The International 2019 akan digelar di Shanghai, Valve juga mengungkap peluncuran Steam China, cabang platform distribusi game Steam yang merupakan hasil kerja sama Valve, pemerintah Tiongkok, dan Perfect World.

Steam China
Sumber: Shanghai Municipal People’s Government via The Esports Observer

Keputusan pemerintah Tiongkok untuk mengakui esports sebagai bidang profesi resmi di awal 2019 lalu tampaknya memang berbuah manis. Kini para pekerja industri esports bisa mendapatkan perlakukan yang lebih layak dan serta berbagai keuntungan lebih lengkap di dunia kerja. Pemerintah juga terus berusaha mendukung ekosistemnya, misalnya dengan membuat regulasi-regulasi yang diperlukan.

Bila perkembangan ini terus berlanjut, tidak mustahil prediksi bahwa Tiongkok akan memiliki hingga 2 juta tenaga kerja esports dalam lima tahun ke depan benar-benar terwujud. Bagaimana dengan Indonesia?

Sumber: The Esports Observer

Grab Expands GrabWheels to Universitas Indonesia

Grab expands the electric scooter GrabWheels coverage to the Engineer Faculty of Universitas Indonesia. This is the following step of the strategic partnership between Grab and UI in May 2019 at the UI Works accelerator program.

Grab Indonesia’s President, Ridzki Kramadibrata said, UI’s Engineer Faculty becomes the second place for GrabWheels business after The Breeze, BSD. He expects this mode can be used by lecturers, students, and all UI’s academic communities daily.

In addition, with a strong background in engineering, students and lecturers can give advice, in terms of technology and user experience for better GrabWheels.

“Feedback is very important to us for GrabWheels can keep expanding to other locations,” he said on Wed (7/17).

UI’s Dean of Engineer Faculty, Hendri D.S. Budiono added, based on area, Engineer Faculty is the second largest in UI that’s quite necessary for mobility vehicles in daily activity. The road infrastructure is getting better for the electric scooter around campus area.

In fact, GrabWheels shared the same vision with the faculty in developing IT-based environment. He also expects this collaboration can build-up student’s research and innovation spirit to bring this country on top through technology.

Grab is currently providing 45 units for GrabWheels to use around UI’s Engineer Faculty area. The cost hasn’t been set, it’s free. Only, there will be market education for security behavior through direct message in GrabWheels app.

Users are required to use the helmet for a safety standard. During the trial, Grab provides a special team to help the users for technical issues.

Ridzki said their team is to add up more units, based on demand. Furthermore, GrabWheels is to be available in all over UI. It is soon to be launched in Grab’s main app.


Original article is in Indonesian, translated by Kristin Siagian

Application Information Will Show Up Here