Lego Powered Up Adalah Lini Connected Toy Baru untuk Belajar Ilmu Dasar Coding

Tren connected toy memicu kemudahan belajar coding bagi anak-anak. Dibanding sepuluh tahun lalu misalnya, mempelajari ilmu dasar programming jauh lebih mudah diakses oleh banyak kalangan saat ini. Lego sebagai salah satu pemain besar di bidang ini pun terus menyempurnakan penawaran-penawarannya.

Pabrikan asal Denmark itu belum lama ini memperkenalkan lini connected toy baru bertajuk Lego Powered Up. Sebelum ini, mereka sebenarnya sudah punya lini Lego Boost, dan Powered Up sejatinya dimaksudkan untuk menjadi alternatif yang lebih sederhana selagi masih dibubuhi elemen edukasi.

Lego Powered Up Batmobile

Sederhananya, Lego Boost jauh lebih fleksibel, sedangkan Powered Up lebih terbatas. Salah satu produk pertama di lini Powered Up adalah sebuah Batmobile yang bisa dirakit lalu dikendalikan menggunakan aplikasi smartphone. Mainan ini rencananya akan dirilis pada bulan Agustus mendatang seharga $160.

Setelahnya, Lego berencana merilis update pada aplikasi pendampingnya yang memungkinkan anak-anak untuk melakukan coding sederhana, semisal mengubah kecepatan pergerakan maupun suaranya guna menciptakan manuver yang lebih bervariasi. Agar semua kalangan bisa dijangkau, termasuk anak-anak yang benar-benar antusias soal coding dan butuh tantangan lebih, Lego juga bakal merilis Batmobile yang sama, namun dalam versi Lego Boost yang lebih fleksibel.

Lego Powered Up

Menyusul Batmobile di masa yang akan datang adalah Lego City Passenger dan Lego City Cargo Train, yang pada dasarnya menyisipkan elemen pengendalian berbasis remote control pada versi klasiknya. Seri Lego Duplo untuk batita pun juga akan tersedia versi Powered Up-nya, yakni Lego Duplo Steam Train dan Lego Duplo Cargo Train, yang dilengkapi sejumlah sensor untuk mendeteksi rel kereta yang warna-warni.

Sumber: The Verge dan Engadget.

Tak Mau Kalah dari Tesla, Nissan Juga Luncurkan Solusi Sumber Energi Listrik Rumahan

Dulunya ditertawakan, Tesla kini telah menjadi panutan industri otomotif terkait mobil elektrik. Obsesi Tesla terhadap listrik sebagai sumber energi yang bersih dan efisien juga terus dikembangkan ke bidang rumahan lewat produk seperti Tesla Powerwall dan Tesla Solar Roof, dan ini rupanya turut menginspirasi pabrikan lain untuk menempuh jalur yang sama.

Adalah Nissan yang secara serius mengikuti jejak Tesla tersebut. Mereka belum lama ini memperkenalkan produk bernama Nissan Energy Solar, semacam solusi sumber energi alternatif untuk rumah, disajikan melalui kombinasi panel surya dan baterai berukuran masif bernama xStorage.

Nissan Leaf berpose bersama baterai xStorage / Nissan
Nissan Leaf berpose bersama baterai xStorage / Nissan

Premis dan cara kerjanya sangat mirip dengan yang Tesla tawarkan, di mana energi listrik yang berasal dari panel surya bakal ditampung di baterai untuk kemudian digunakan ketika dibutuhkan. Di negara seperti Amerika Serikat, solusi semacam ini dapat membantu konsumen menghemat biaya listrik, sebab sistemnya telah dirancang agar dapat menyalurkan energi listrik ketika tarif listrik sedang tinggi-tingginya akibat permintaan yang naik.

Sistem ini tidak dimaksudkan untuk menjadi pengganti jaringan listrik rumah secara sepenuhnya. Kapasitas maksimum baterainya cuma 4 kWh, dan ini tidak cukup untuk pemakaian normal sehari-hari. Seperti yang saya bilang, tujuannya adalah untuk membantu konsumen menghemat biaya tagihan hingga 66% dalam jangka panjang.

Secara fisik, panel surya buatan Nissan ini memang tidak sekeren bikinan Tesla yang menyamar sebagai atap rumah. Desainnya lebih konvensional, tapi toh yang lebih penting adalah fungsinya. Tanpa harus terkejut, tentu saja sistem ini juga bisa dipakai untuk mengisi ulang baterai mobil elektrik Nissan Leaf.

Nissan Energy Solar

Saat ini Nissan Energy Solar baru dipasarkan di dataran Inggris saja. Alasannya, terlepas dari cuacanya yang sering dicap buruk, di Inggris sudah ada hampir satu juta orang yang memakai panel surya di kediamannya. Harganya dipatok $5.200 untuk enam panel surya, atau $10.300 termasuk baterai 4 kWh tadi berikut instalasinya.

Bisa dipastikan Nissan mengincar Amerika Serikat sebagai target selanjutnya, terutama di kawasan yang menyerempet iklim tropis seperti California. Semoga saja Indonesia juga menjadi salah satu incaran Nissan maupun Tesla ke depannya, mengingat kita bisa dibilang lebih kaya soal matahari (lebih panas), dan lagi jaringan listriknya masih sering gangguan.

Sumber: Wired dan Nissan.

Kembangkan Pembayaran Non Tiket dan Mobile Payment, PT MRT Jakarta Jalin Kemitraan dengan Go-Jek

Bertujuan memberikan pilihan pembayaran tiket di luar tiket (non farebox business) dan mobile payment untuk MRT Jakarta, PT MRT Jakarta menjalin kolaborasi dengan Go-jek Indonesia. Untuk meresmikan kerja sama tersebut, nota kesepahaman ditandatangani Direktur Utama PT MRT Jakarta, William P. Sabandar dan Presiden Go-Jek Indonesia Andre Soelistyo pada Selasa (22/5) di Jakarta.

Selain memberikan pilihan pembayaran kepada pengguna MRT, pengembangan bisnis di luar tiket NFB dan mobile payment ini nantinya akan tersedia di area stasiun dan depo MRT Jakarta, gedung-gedung terkait yang berada di dalam, di antaranya, dan di sekitarnya. PT MRT Jakarta menargetkan lebih dari 170 ribu pengguna MRT per harinya.

Masih dalam tahap penjajakan, Nota Kesepahaman antara Go-Jek dengan PT MRT Jakarta mencakup dua hal. Termasuk di dalamnya adalah menyiapkan konsep penyusunan basis implementasi studi pengembangan non-farebox business dan mobile payment di area sekitar stasiun dan depo Jakarta MRT Jakarta. Hal lainnya adalah studi penyusunan proof of concept integrasi mobile payment, dan melakukan sesi diskusi serta pemutakhiran pengetahuan tentang produk.

Nantinya, jika proses telah final, pengguna yang melakukan pembayaran memanfaatkan mobile payment, tidak perlu menyiapkan kartu tiket MRT terpisah. Biaya tersebut nantinya juga akan di masukan ke dalam paket, yang dilengkapi dengan biaya moda transportasi lainnya, tanpa harus melakukan pembayaran secara terpisah.

Ditargetkan realisasinya bakal bisa digunakan tahun 2019 mendatang. Hingga 30 April 2018, kemajuan pekerjaan konstruksi MRT Jakarta secara keseluruhan telah mencapai 93,33% dengan rincian 90,45% untuk konstruksi layang dan 90,23% untuk konstruksi bawah tanah.

Go-Jek sendiri memiliki layanan mobile payment Go-Pay yang sudah memiliki lebih dari 10 juta pengguna. Mereka kini sedang menggencarkan pembayaran di luar platform Go-Jek pasca perolehan izin penggunaan skema QR Code untuk pembayaran di berbagai mitra.

Application Information Will Show Up Here

Call of Duty dan FIFA Menjadi Ujung Tombak Perkembangan eSport di Console

Dipopulerkan di PC, eSport kini bisa Anda temukan hampir di seluruh platform hiburan. Medium terbaru penyajiannya adalah perangkat bergerak berkat meroketnya permainan MOBA dan battle royale. Namun berbeda dari PC dan mobile, pengembangan olahraga elektronik di console betul-betul bergantung dari besarnya komitmen para publisher dan pemilik platform.

Skala eSport di console memang lebih kecil dari PC, namun belakangan ini ia menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Tim analis Newzoo melaporkan bahwa ada dua judul yang berjasa mengangkat industri gaming kompetitif console, terutama di empat bulan pertama tahun 2018. Mereka ialah FIFA dan Call of Duty. Peningkatan bukan hanya terjadi pada total hadiah turnamen, tapi juga pada jumlah pemirsa.

Untuk memahami tingginya kenaikan minat khalayak terhadap eSport console, mari kita lihat pencapaian FIFA 18. Di bulan April 2018, permainan sepak bola punya EA tersebut berhasil naik 20 peringkat dan sukses mengamankan tempat di urutan 10 game eSport yang paling banyak ditonton di Twitch. Di periode yang sama, total hadiah turnamen permainan di console mencapai US$ 2,5 juta – dua kali lipat dibanding kuartal pertama 2017.

newzoo 2

Sejak Januari hingga April 2018, para user Twitch menghabiskan waktu 14,1 juta jam buat menyaksikan acara-acara kompetisi game ‘besar’ console (yakni turnamen dengan hadiah US$ 5.000 ke atas). Angka tersebut menandai pertumbuhan sebesar 95,5 persen dari momen yang sama di tahun lalu. Hal yang paling menarik dari eskalasi ini adalah, tidak ada kenaikan jumlah turnamen secara signifikan: 46 di 2018 dan 43 di 2017.

newzoo 1

Beberapa turnamen yang memberikan kontribusi besar bagi perkembangan eSport console meliputi dua kejuaraan FIFA 18 Ultimate Team Champions Cups, Call of Duty World League, serta Halo World Championship. Ditakar dari banyaknya penonton, Call of Duty memang paling populer, dengan total durasi di 5,8 juta jam. Lalu di urutan kedua ada FIFA 10 di 3,9 juta jam. Jika semuanya diakumulasi, eSport console menyumbang 4,5 persen penonton di Twitch dan YouTube Gaming.

Di sana, para publisher game raksasa-lah yang umumnya jadi penyelenggara turnamen eSport, contohnya Activision, Electronic Arts, Capcom, serta Microsoft. Di luar itu ada organisasi besar seperti MLG dan Evo.

Newzoo juga menyingkap tiga genre permainan favorit berdasarkan jumlah penonton. Pertama adalah fighting (41 persen), kedua shooter (38 persen) dan ketiga ialah olahraga (21 persen). Fighting berhasil merangkul pemirsa paling tinggi karena seperti yang bisa Anda lihat pada tabel di atas, ada banyak judul masuk ke daftar 20 besar game eSport, contohnya Street Fighter V, Super Smash Bros. Melee, Dragon Ball FighterZ dan Tekken 7.

GO-JEK Segera Resmikan Operasional di Vietnam

GO-JEK dikabarkan segera meresmikan kehadirannya di Vietnam bulan Juli 2018 ini. Hadirnya GO-JEK ke pasar Vietnam akan menantang dominasi Grab. Pasca menyerahnya Uber, Grab pasti tanpa saingan di negara-negara Asia Tenggara selain Indoneisa.

Di fase awal, GO-JEK akan fokus pada strategi akuisisi mitra. Salah satunya dengan menghilangkan komisi 20 persen yang biasanya dikenakan pada pengemudi. Dinilai ini akan menjadi strategi yang apik, pasalnya pesaingnya Grab mengenakan komisi 28 persen ke mitra.

Vietnam adalah eksekusi pertama dari rencana ekspansi, selanjutnya akan ada Singapura dan Filipina. Sementara di wilayah tersebut sudah menjadi basis operasi layanan Grab (dan Uber yang kini sudah diakuisisi bisnisnya di Asia Tenggara oleh Grab).

Pasca akuisisi Uber Asia Tenggara, Grab kini mendominasi industri di berbagai negara. Menurut hasil survei yang dilakukan Financial Times, porsi layanan Grab cukup kuat di tiap negara di Asia Tenggara. Hanya di Indonesia populasinya lebih didominasi oleh GO-JEK, itu pun masih dalam tahap persaingan yang dinamis.

Tren layanan ride-sharing di Asia Tenggara / FT
Tren layanan ride-sharing di Asia Tenggara / FT

Menurut beberapa pemberitaan lokal di Vietnam, kehadiran GO-JEK cukup disambut baik, pun demikian dari sisi regulasi. Pasalnya Grab telah begitu mendominasi pasar transportasi di wilayah tersebut. Penyelidikan otoritas setempat juga mengindikasi adanya pelanggaran undang-undang terkait persaingan usaha pasca akuisisi Uber.

Peran GO-PAY?

Belum ada kabar pasti soal memboyong layanan yang diusung PT Dompet Anak Bangsa (GO-PAY). Namun bisa dipastikan bahwa sistem pembayaran akan menjadi peta jalan produk GO-JEK di tiap negara. Sejak tahun Januari 2017, pemerintah Vietnam sudah mulai menyusun regulasi untuk mempertegas aturan soal e-money dan mata uang virtual. Kerangka kerjanya kini ada di bawah naungan State Bank of Vietnam (SBV) –sama seperti peran Bank Indonesia (BI) di sini.

Application Information Will Show Up Here

Dukung Pertumbuhan eSport di Indonesia, Bigo Luncurkan Cube TV

Setelah hadir dengan layanan video live streaming yang bisa digunakan semua orang untuk berbagi konten kreatif, aplikasi live streaming Bigo meluncurkan Cube TV. Fitur terbaru ini merupakan mobile gaming live streaming, arena eSport, dan sebuah pusat perbelanjaan game untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan gamer di Indonesia.

“Di Indonesia sendiri saat ini makin banyak para gamer profesional yang mahir memainkan mobile games. Dengan aplikasi ini diharapkan bisa menambah pilihan serta memperluas jaringan komunitas gamer di Indonesia,” kata Head Marketing Cube TV Aswin Atonie.

Empat fitur unggulan Cube TV

Platform yang disajikan khusus untuk komunitas gamers ini, memiliki empat fitur menarik bisa dinikmati di aplikasi. Di antaranya adalah fitur Live streaming yang bisa dinikmati oleh semua pengguna untuk menyaksikan PC games, console games juga mobile games secara live.

Fitur lainnya adalah Video yang merangkum ribuan live games menarik. Tersedia juga Shopping Mall, yang bisa dimanfaatkan oleh pengguna untuk mendapatkan penghasilan dan membeli Gift Card hanya dengan menyaksikan tayangan live video games. Dan yang terakhir adalah fitur eSport Center, yang manyajikan live streaming eSport.

“Melihat pertumbuhan yang positif eSport saat ini, Bigo juga ingin mendukung pertumbuhan eSport di Indonesia,” kata Aswin.

Memiliki rencana untuk melakukan ekspansi secara global, fokus dari Cube TV saat ini adalah Asia Tenggara. Secara keseluruhan Cube TV mengklaim telah memiliki sekitar dua juta pengguna aktif setiap bulannya, sebelum peluncuran resminya di wilayah Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Rusia.

Kolaborasi dengan Mobile Legends

Selain menerapkan teknologi AI, Cube TV juga memungkinkan real-time video streaming berkualitas tinggi dengan latensi yang sangat singkat. Cube TV juga memungkinkan para penggunanya untuk menonton live stream dan video dalam kualitas Blu-Ray.

Sementara itu, strategi monetisasi yang dilancarkan oleh Cube TV tidak jauh berbeda dengan Bigo Live, yaitu menyediakan pilihan pembelian energi untuk pengguna saat memanfaatkan fitur Cube TV.

Disinggung berapa investasi yang digelontorkan Bigo untuk aplikasi Cube TV ini, Aswin enggan menyebutkan. Dengan peluang yang ada, investasi yang besar akan dimanfaatkan Cube TV untuk menambah jumlah pengguna hingga menambah komunitas mobile games secara global dan menambah jumlah partner dari brand ternama.

Salah satu kerja sama strategis yang dilancarkan Cube TV adalah menggandeng permainan populer saat ini di Indonesia, yaitu Mobile Legends. Direktur Operasional Mobile Legends Caya Yan menyebutkan, kerja sama yang sudah terjalin dengan Cube TV sangat penting bagi Mobile Legends.

“Sejauh ini kami telah berkolaborasi dalam banyak hal dan kami berharap untuk dapat berkolaborasi dengan Cube TV dalam mengadakan pertandingan-pertandingan eSport serta promosi hadiah. Mobile Legends akan meningkatkan fokus dan sumber dayanya untuk mendorong pasar gaming Indonesia dan terus menjalin kerja sama yang lebih erat dengan Cube TV untuk mendatangkan lebih banyak keuntungan bagi kedua perusahaan.”

Application Information Will Show Up Here

Dalam Waktu Dekat, Alexa Bakal Tersedia pada Deretan Laptop dan PC Besutan Acer

Alexa resmi menginvasi ranah laptop dan komputer desktop. Baru-baru ini, HP mengumumkan versi terbaru Envy 34 AIO yang dilengkapi integrasi asisten virtual besutan Amazon tersebut. HP tentu tidak sendirian, sebab Acer juga siap menghadirkan integrasi yang sama, malahan dengan penuh totalitas.

Yang pertama kebagian jatah adalah lini laptop convertible Acer Spin 3 dan Spin 5, dimulai pada tanggal 23 Mei besok. Dalam beberapa minggu mendatang, Acer juga bakal membawa integrasi Alexa ke lini laptop super-tipis Swift, Aspire all-in-one, serta laptop gaming Nitro 5 Spin.

Seperti di TV besutan LG, ini berarti perangkat-perangkat di atas bakal mengemas dua asisten pintar sekaligus, yakni Cortana dan Alexa. Keduanya sama-sama bisa menampilkan info ramalan cuaca, sama-sama bisa menjawab pertanyaan dari pengguna, lalu kenapa harus ada dua?

Kalau menyangkut produktivitas, mungkin Cortana masih lebih cocok ketimbang Alexa / Microsoft
Kalau menyangkut produktivitas, mungkin Cortana masih lebih cocok ketimbang Alexa / Microsoft

Jawabannya mungkin tergantung pada kebutuhan. Jadi kalau untuk tugas-tugas yang menyangkut email dan elemen produktivitas lain, pengguna mungkin bisa memercayakan Cortana. Selebihnya, untuk urusan mengendalikan perangkat smart home seperti lampu pintar, termostat, dan masih banyak lagi, pengguna dapat mengandalkan Alexa.

Yang mungkin membuat bingung adalah, tahun lalu Microsoft dan Amazon sempat menyepakati keputusan untuk menduetkan Cortana dan Alexa, yang berarti pada prakteknya konsumen dapat menginstruksikan Cortana untuk memanggil Alexa maupun sebaliknya. Nah kalau keduanya sudah terintegrasi secara penuh pada perangkat seperti buatan Acer dan HP tadi, apa gunanya kemampuan panggil-memanggil ini?

Saya sendiri juga bingung. Namun kita sejatinya tidak perlu mempermasalahkannya, sebab dengan adanya Cortana dan Alexa sekaligus, konsumen jadi punya pilihan untuk disesuaikan dengan kebutuhannya masing-masing. Hanya perlu satu saja? Silakan nonaktifkan salah satunya. Kalau butuh dua-duanya, perangkat pun juga siap mengakomodasi.

Sumber: Windows Central.

Monitor Gaming UHD 144Hz G-Sync Pertama di Dunia, Acer Predator X27 4K Sudah Bisa Dipesan

Salah satu hal yang membedakan gamer PC dengan console adalah prioritas mereka terhadap aspek visual. Karena biasanya dinikmati di ruang keluarga, pemain di console mungkin tidak keberatan mendapatkan 60fps, sedangkan pengguna PC biasanya lebih memprioritaskan frame rate ketimbang resolusi – terutama bagi para penikmat permainan kompetitif.

Namun khusus gamer PC, Anda tidak perlu lagi mengorbankan resolusi demi refresh rate tinggi. Acer sudah menyiapkan solusinya, dengan syarat Anda bersedia mengeluarkan jumlah uang yang tidak sedikit. Sang produsen perangkat elektronik Taiwan itu belum lama ini memperkenalkan Predator X27 4K, yaitu monitor UHD HDR 144Hz berteknologi Nvidia G-Sync pertama di dunia.

Acer Predator X27 4K 1

Ada banyak hal yang mengisyaratkan bahwa Predator X27 4K bukan hanya dirancang sebagai hardware gaming premium, tapi juga perangkat pendukung eSport. Penampilannya boleh dikatakan sederhana, tanpa warna-warni LED, meski potongan dan sudutnya tetap berpedoman pada tema gaming. Acer fokus pada hal-hal krusial saja, seperti memastikan pemakaiannya fleksibel serta membubuhkan plat di sisi atas dan bawah agar konsentrasi kita tak mudah terpecah.

Acer Predator X27 4K 5

Predator X27 4K mudah dibawa dan diangkat berkat kehadiran handle di bagian atas stand. Selanjutnya, Anda dibebaskan untuk menyesuaikan postur dari layar – misalnya mengubah tinggi serta memiringkannya ke atas atau bawah. Ukuran panel 27-inci juga terbilang ideal baik buat gaming sehari-hari atau dibawa-bawa dalam turnamen karena tidak terlalu kecil ataupun terlampau besar.

Acer Predator X27 4K 4

Monitor ini menghidangkan panel UHD jenis IPS 3840×2160 yang ditopang refresh rate 144Hz. Saat ini sejumlah produsen memang telah menyediakan monitor dengan refresh rate hingga 240Hz, namun belum ada yang mencapai resolusi 4K. Perlu diingat bahwa banyaknya frame per detik bergantung dari kapabilitas hardware PC Anda, dan menyuguhkan game di 4K dengan FPS di atas 60 bukanlah tugas mudah.

Acer Predator X27 4K 3

Acer Predator X27 4K sudah ditunjang teknologi Nvidia G-Sync HDR. High-dynamic range memperkenannya menghidangkan detail lebih tinggi, baik di area-area gerap serta terang. G-Sync sendiri bertugas untuk menumpas efek tearing di layar akibat tidak sinkronnya panel dengan output GPU, lalu pemanfaatan teknologi quantum dot memungkinkan titik-titik super-kecil di sana bisa menyesuaikan warna secara spesifik. Predator X27 4K juga menjanjikan keakuratan serta jangkauan warna yang luas di 99 persen Adobe RGB.

Acer Predator X27 4K.

Namun seperti yang saya bilang sebelumnya, Anda memerlukan jumlah uang yang banyak untuk mendapatkan seluruh teknologi tersebut. Acer menjajakan Predator X27 4K di harga US$ 2.000. Saat ini produk baru bisa di-pre-order di Newegg dan rencananya ia akan mulai tersedia pada tanggal 1 Juni 2018.

Via The Verge.

Mobil Terbaru Acura Andalkan Sistem Infotainment Berbasis Touchpad yang Tidak Biasa

Mayoritas mobil zaman sekarang hampir bisa dipastikan mengemas layar besar pada bagian dashboard-nya. Meski demikian, cara mengoperasikannya berbeda-beda. Ada yang mengandalkan sentuhan langsung pada layar, ada yang memanfaatkan gesture, ada pula yang menggunakan kenop putar ala mobil-mobil mewah asal Jerman.

Masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri, itulah mengapa Honda lewat divisi luxury-nya, Acura, mencoba meracik sistem baru yang mereka yakini paling ideal. Sistem ini mengandalkan pengoperasian berbasis touchpad, tapi berbeda dari yang biasa terdapat pada mobil maupun laptop.

Acura RDX True Touchpad Interface

Acura menyebut sistem barunya dengan istilah True Touchpad Interface, dengan premis utama absolute positioning. Maksudnya adalah, di mana pun jari Anda berada pada touchpad, posisinya di layar bakal sama persis. Tidak ada lagi namanya menggerak-gerakkan kursor menggunakan jari.

Jadi ketika jari Anda menyentuh ujung kiri atas touchpad, maka yang terpilih di layar juga yang berada di ujung kiri atas. Semua bagian touchpad-nya pun bisa ditekan, sehingga kita tak perlu lagi menengok ke layar untuk memastikan apakah salah satu menu sudah terakses atau belum.

Permukaan touchpad-nya ini berbentuk cekung guna membantu kita memastikan posisi jari tanpa harus menengok ke bawah. Touchpad-nya juga terbagi menjadi dua, di mana yang sebelah kanan yang berukuran lebih kecil berfungsi untuk menavigasikan bagian layar sebelah kanan yang memang juga lebih kecil.

Acura RDX True Touchpad Interface

Pengoperasian semacam ini tentunya membutuhkan adaptasi, apalagi kita sudah begitu terbiasa dengan touchpad di laptop yang cara kerjanya berbeda. Namun begitu kita sudah menguasainya, Acura yakin pengendalian sistem bisa dilakukan secara lebih mudah sekaligus aman, sebab pandangan kita tidak sedikit-sedikit teralihkan.

Rencananya sistem True Touchpad Interface ini bakal menjalani debutnya bersama SUV Acura RDX edisi 2019. Untuk lebih jelasnya, tonton video demonstrasi dari Acura di bawah ini.

Sumber: Engadget.

Tiga Smartphone Seri LG Q7 Resmi Diperkenalkan, Bawa Fitur Audio Premium ke Kelas Menengah

Seperti yang kita ketahui, smartphone high-end LG seri G dan V memiliki kualitas audio mumpuni yang menjadi idaman bagi para audiophiles. Kabar baiknya, LG telah membawa fitur audio premium ke kelas menengah.

Pabrikan asal Korea Selatan itu telah mengumumkan trio smartphone terbaru seri Q yakni LG Q7, Q7α, dan Q7+. Ketiganya menawarkan pengalaman audio berkualitas teater.

tiga-smartphone-seri-lg-q7-resmi-diperkenalkan-1

Tiga smartphone mid-range ini berjalan pada OS Android 8.0 Oreo dan telah mengadopsi desain layar penuh – FullVision display 5,5 inci resolusi full HD+ (2160×1080 piksel) beraspek rasio 18:9.

Dengan body logam yang tahan air dan telah dilengkapi sertifikasi IP68 dan MIL-STD-810G. Serta, baterai berkapasitas 3.000 mAh.

Perbedaan ketiganya terletak pada kapasitas memori, kemampuan fotografi, fitur audio, dan chipset yang terbagi menjadi dua yakni octa-core 1.5 GHz atau octa-core 1.8GHz. Jenis SoC yang digunakan dan harga seri LG Q7 belum terungkap secara detail.

tiga-smartphone-seri-lg-q7-resmi-diperkenalkan-2

Sekarang kita membahas spesifikasi LG Q7, penerus dari LG Q6 ini memiliki RAM 3GB dan storage 32GB. Kamera utama 13-megapixel dan kamera depan 8-megapixel atau 5-megapixel.

LG Q7 dilengkapi fitur Hi-Fi audio dengan DTS:X 3D Surround Sound yang mampu membuat simulasi 3D dengan kanal audio 7.1 melalui headphone.

Kemudian LG Q7α memiliki RAM 3GB dan storage 32GB, dengan kamera utama 13-megapixel dan kamera depan 5-megapixel.

Lanjut ke LG Q7+, yang hadir dengan RAM 4GB dan storage 64GB. Kamera utama 16-megapixel dan kamera depan 8-megapixel atau 5-megapixel.

LG Q7+ telah terpasang fitur andalan HiFi Quad DAC seperti yang ada pada LG G7 dan LG V30. Di mana membawa fitur seperti filter digital dan preset suara.

Sumber: GSMArena